
"Hahahaha Ayo...kok diem aja??kamu nyerah??"
HAHAHAHA semua tim lawan turut mentertawakan Yas.Namun Yas diam saja,
"Akh..akh"
Seseorang terdengar sesak nafas,semua menoleh ke arah sumber suara.Terlihat gadis yang berpenampilan aneh itu melayang di udara dengan tangan berusaha melepaskan sesuatu yang menjerat lehernya.
Pelatih dari pihak lawan sangat terkejut, begitupun dengan anak-anak didiknya.
"Akh...akh"Dia terus berusaha melepaskan diri,namun apa yang akan ia lepaskan.Sedangkan jeratan itu hanya terlihat sebuah pusaran angin bercahaya emas dan merah pekat.
Tim lawan panik, mereka bingung harus bagaimana menolong gadis itu.Tubuhnya semakin melayang ke atas.Semua mata memperhatikan gadis itu yang sedang bertarung nyawa.Namun tidak bagi Yas,ia tetap berdiri diam mematung.Saat melihat Nabila yang sedang menengok nya dari kerumunan orang,Yas memberikan kode dengan gerakan matanya agar Nabila pergi.Iya masih sempat tersenyum bahwa ia baik-baik saja.Akhirnya Nabila pun patuh,ia keluar dari kerumunan orang-orang.
"Hey cepat cari sesuatu untuk membantu Sari turun"seru pelatih dari pihak lawan.Beberapa anak muridnya kalang kabut.Ada yang mengambil kursi lalu menyusunnya.Sedangkan tidak ada seorang pun yang menyadari jika itu ulah dari Yas, kecuali Nabila dan gadis yang dipanggil Sari.
Bona dan yang lainnya berangsur pulih, mereka bangkit dengan wajah keheranan.
Kursi yang sudah disusun berhasil dibuat untuk menjadi alternatif sebagai tangga darurat.Tapi begitu mereka naiki justru kursi itu turut melayang sedikit demi sedikit.
"Woi woi ...woi.."Kursi yang terhuyung-huyung seakan-akan hendak roboh membuat kepanikan tersendiri.
"Kok bisa jadi gini sih ??Apa yang sebenarnya terjadi ??"Bona menggaruk kepalanya yang tidak gatal.
Kursi yang tersusun panjang meliak-liuk seperti seekor ular,Yas sengaja mempermainkan mereka.Ada yang sampai terkencing di celana karena ketakutan.
"Tolong hentikan..."
Yas mendengar suara seorang gadis, pandangan nya terangkat ke atas.Rupanya Sari melakukan telepati kepada nya.
"Kau yang ingin main-main dengan ku bukan?"balas Yas dengan suara batin.
"Maafkan aku,aku tidak tahu jika kamu...akh"
Yas mengencangkan cekikikan nya.
"Jadi begini cara main kalian selama ini??"
Yas begitu marah sekali.
"A..aku mi..nta...ma...AF...aku ... janji nggak akan ...kayak gini lagi"
Dua telunjuk yang mengendalikan gerakan dua pusaka itu, perlahan tergenggam.
BRUK BRRAAK
Sari dan kursi yang melayang ambruk ke lantai.Yas sama sekali tidak menggunakan cara yang lembut, dengan sengaja membiarkan mereka jatuh dari ketinggian.Otomatis para pemain yang menaiki kursi untuk menolong Sari langsung cedera.Ada yang patah tangan,ada juga yang kakinya terkilir.Dan yang tidak menjadi korban meluruh menolong teman-teman mereka.
Yas berlalu meninggalkan lapangan,ia sudah tidak berminat untuk mendengar apapun sesudah ini.
"Yas...kamu baik-baik saja"Nicta berlari menghampiri.Yas tersenyum, ia mengangguk sebagai jawaban bahwa ia baik-baik saja.
"Terima kasih"ucap Yas lembut,pipi Nicta langsung bersemu merah.
"Terima kasih buat apa?"
"Karena hanya kamu yang berani menegur pelatih"
Nicta tertunduk malu-malu.Nabila melihat keduanya,ia diam terpaku sambil memeluk penyapu.Ada rasa cemburu yang membelenggu,tapi apalah daya.
Yas menemukan sosok yang menatapnya diam, ia tersenyum.
"Aku kesana dulu"Yas pamit,
"Ah iya "
Belum lagi Nicta menyelesaikan ucapannya,Yas sudah melangkah pergi.Pandangan gadis itu mengekori langkah sang pujaan hati.Ternyata???
"Kau baik-baik saja"tanya Nabila lembut,Yas mengangguk.Nabila merogoh botol minuman yang digantung di pinggang nya,lalu menyodorkan kepada Yas.Dengan senang hati Yas menerima lalu menegak isinya.
"Ahhh segar.. makasih ya.."
Nabila mengangguk,lalu keduanya berjalan beriringan.
Nicta meremas kuat rok nya, hatinya sakit sekali.
"Sepertinya ada cinta bertepuk sebelah tangan"
Nicta tersentap kaget,ia menoleh.Disampingnya sudah berdiri gadis dengan make-up aneh.Gadis itu tersenyum lalu mengulurkan tangannya.
"Namaku Sari..."
Nicta yang tidak tahu siapa gadis itu, mengulurkan tangannya menyambut.
"Nicta"
"Nama yang cantik, secantik orangnya.Kamu menyukai pria itu ?"
"Aku bisa membantu mu jika kamu mau?"Bisik Sari.
"Membantu ku??ah tidak usah...aku bisa mengatakannya sendiri pada Yas tentang perasaanku "
"Hahahahahaha kau mau merendahkan harga dirimu sebagai perempuan?"
Nicta terpelongo.
"Akan ku buat dia jatuh cinta padamu cantik,dan akan senantiasa bersamamu tanpa ada wanita lain "
"Benarkah ??kamu bisa membuat Yas mencintai ku"Dengan polosnya Nicta tak mengerti apa yang ditawarkan gadis itu.Sari mengangguk yakin.
Nicta masih bingung, bagaimana bisa Sari melakukan itu semua ??kenal saja tidak ??
"Kau meragukan ku??"
Nicta mengangguk dengan lugunya.Sari tersenyum.
"Nanti malam aku akan bertamu ke rumah mu"Ucap Sari seraya berlalu pergi .Nicta terhenyak kaget.
"Eh..."Ia berseru namun Sari tak menoleh sedikitpun.Gadis aneh itu seperti melesat pergi dengan cepat.
"Tadi dia bilang nanti malam mau ke rumah ku,tapi dia kan belum tahu dimana alamat rumah ku??Ah paling cuma PHP aja"Nicta melengos pergi.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Tok tok tok tok
"Non Nicta..."sebuah seruan terdengar dari arah luar kamar.
Nicta dan Eny yang tengah belajar bersama menoleh hampir bersamaan.
"Non...ada tamu"seru pembantu di rumah keluarga Tuan Mahendra .
"Dia menunggu di bawah Non"sambung pembantu nya lagi.
"Siapa Nic??"tanya Eny.Nicta menggeleng,ia lupa akan janji Sari padanya.
"Ya udah gih, samperin"
Nicta mengangguk,
"Kamu lanjutin ya..."
Eny mengiyakan.
Langkah kaki yang semula cepat mendadak lambat saat melihat siapa tamu yang datang.
"Ka-kamu"Nicta jadi gugup,Sari tersenyum ke arahnya.Rupanya Tamara ada disana duduk dengan tatapan kurang suka kepada teman anak tirinya.
"Teman kamu?"Tanya Tamara dengan nada sengit.
"I-i-iya Tante "
"Aneh...heh...tapi cocok juga kalian berdua "Tamara bangkit dan berlalu pergi.
Setelah Ibu tirinya pergi,Nicta duduk di kursi yang bersebelahan dengan Sari.
"Kamu kok bisa ada disini ??"
"Aku kan sudah janji mau datang ke sini ?"
"Ta-tapi kamu dari mana bisa tahu alamat rumah ku?"
Sari tersenyum tipis.
"Itu bukan hal yang sulit "Sari menjawab dengan entengnya"Dia ibu tirimu ya?"
Nicta menoleh ke dalam rumahnya.
"Tadi kalian sempat kenalan ?"Nicta balik bertanya, Sari menggeleng.
"Sangat angkuh dan sombong,aku tidak suka orang yang seperti itu.Apa kamu ingin menyingkirkan nya?"
"Hah??"Nicta terhenyak kaget.
"Tidak usah melotot begitu,,,"goda Sari tanpa beban.
"Kamu jangan keras-keras kalau ngomong,bahaya"bisik Nicta cemas.
"Kamu takut banget sama dia...dia kan yg melakukan konspirasi untuk membunuh kamu dan Ibumu?"
"Siapa yang bilang begitu sama kamu?"Nicta sangat kaget mendengar ucapan Sari.Namun Sari tetap santai.