SERUNI

SERUNI
BAB 149 Excel Pergi!!!



"Bunda... percuma Bunda...Ba'im sudah melakukan serangkaian tes,semua tidak ada yang cocok.Sudahlah Bun...Ba'im pasrah,lagi pula Nayla sudah menunggu Ba'im di alam sana.Ba'im menyesal sudah mengecewakannya,Ba'im menyesal sudah menikahi gadis lain"


Excel mendongak seketika,ia seperti terkena Sambaran petir di siang bolong mendengar ucapan Ba'im baru saja.


"Apa maksud mu Ba'im ?"pekik Seruni ,ia tak kalah kaget mendengar penuturan anaknya.


"Kakak tidak sedang lagi bercanda bukan?"Ismail yang semula diam ikut bicara.


"Tidak Is...aku serius...aku menyesal menikah dengan Excel... Aku.."


BUGH


Sebelum Ba'im menyelesaikan kalimatnya, sebuah bugem mentah mendarat telak di rahangnya.


"Is..."Seruni langsung memeluk tubuh anak bungsunya.Roy pun tak tinggal diam karena Ismail berontak ingin menghajar lagi Kakaknya itu.


Sedangkan Ba'im langsung dirangkul oleh Excel ,namun Ba'im justru mengelak dan menciptakan jarak antara dia dan istrinya.


"Kurang ajar kau Kak...Bangs*t..Bajing*n..."Pekik Ismail histeris melihat sikap Kakaknya.


"Maafkan aku...Maafkan aku Ex..aku sangat menyesal...tapi sungguh aku tersiksa oleh semua ini,aku tidak bisa melanjutkan pernikahan kita"


Excel menutup mulutnya,ia tak percaya secepat itu Ba'im berubah.


"Bangs*t kau Kak!!! Kalau kau hanya main-main dengan perasaan Excel ,kenapa tidak kau ceraikan saja dia?"


"Yah... benar...aku akan menceraikan Excel sebelum kita meresmikan pernikahan ini secara Negara.Excel Oktavia Binti Bratasena..aku ceraikan kau dengan talak satu"


PLAK!!!


Seruni tidak bisa berdiam diri lagi,ia menampar pipi anak sulungnya yang sangat ia sayangi.


"Sadar Ba'im sadar...dia istri mu!!"Seruni menjerit histeris.Ba'im tertunduk dengan memegang pipinya yang perih akibat dua pukulan dari orang-orang terkasihnya.


Excel ???Apa yang terjadi dengan Excel ?? wanita itu lebih memilih bungkam dengan air mata yang tertahan.Hatinya yang kuat melarangnya untuk menangis akibat perkataan orang yang paling ia sayang selain orang tuanya.


Sungguh ia tak percaya,padahal semalam suaminya baik-baik saja.Dan tetap romantis memperlakukan dirinya sampai keduanya terlelap sehabis bercinta.


Dengan tubuh gemetar oleh dera siksa yang dirasa jiwanya.Excel berjalan gontai menuju lemari pakaiannya.Ia sudah tidak punya pilihan lain selain pergi.Karena ia sudah diceraikan.


"Ex ....nak kau mau kemana ???"Seruni panik melihat menantunya menurunkan koper yang tersimpan di atas lemari.


"Ex mau pergi Bun"Excel masih berusaha tersenyum meskipun kelat.


"Mau pergi kemana Nak??ini rumahmu... bukankah Bunda sudah menganggap mu sebagai anak perempuan ku??dan itu terjadi sebelum kau menikah dengan Ba'im "


Excel tetap tersenyum...


"Maafkan Excel Bun...Excel tidak bisa tinggal lagi disini"


"Jangan Nak... jangan pernah mengatakan hal itu,hati Bunda sakit"


Kali ini Excel tidak bisa untuk bertahan,ia menangis dan jatuh ke pelukan Seruni .Seruni pun ikut menangis,ia menciumi pipi Excel bertubi-tubi.


"Jangan pergi ya Nak...jangan pergi..."


Excel menggeleng dalam dekapan kasih sayang Ibu mertuanya.


"Ex... jangan pergi...aku akan menikahi mu setelah kau lepas masa Iddah "Timpal Ismail tiba-tiba.


Excel merenggangkan pelukannya,ia menyusutkan air matanya.


"Terimakasih Is...tapi aku tidak mau disini lagi, terlalu sakit "


"Baiklah..."Ismail mengangguk cepat"Tunggu aku,setelah masa Iddah mu selesai,aku akan meminangmu dan kita akan pergi kemana saja yang kau mau"


"Tidak Is...aku minta maaf,ku harap kamu mengerti tentang perasaanku "


Excel bangkit,ia mengambil beberapa pakaiannya dan ia tata rapi ke dalam kopernya.


"Bun... tidak mudah bagi hati untuk berpaling.Sama seperti apa yang dirasakan oleh suamiku sekarang,dia menyesal bukan karena telah menikahi ku?"


Ucapan Excel seperti tamparan keras bagi Seruni .Ia tertunduk sedih, ingin rasanya ia mencekik Ba'im hingga tewas.Karena terlalu kecewanya ia terhadap putra sulungnya itu.


___


Excel mengheret kopernya keluar dari rumah itu,Seruni menangis melepas kepergian menantunya itu.Ia tak menyangka akan begini nasib keluarganya.


Seperginya Excel ,tak ada satupun anggota keluarga yang menyapa Ba'im .Mereka menganggap Ba'im tak pernah wujud dalam rumah itu.


Sedangkan Nagita tertawa lepas menyaksikan Excel yang pergi dengan wajah sedih.Yah...sejak anaknya berada dibawah asuhan Yayasan Darul Islam,ia sering mengunjungi putrinya walau hanya sekedar menyusui.Sebenarnya tujuan utamanya adalah memperhatikan gerak-gerik keluarga Muhammad Ibrahim.


"Madam... terimakasih karena perempuan itu telah angkat kaki"Nagita berbicara melalui via telepon.


"Hahahahahaha.... bagaimana ??kamu puas???"


"Puas sekali Madam... sekarang aku ingin masuk dalam kehidupan pria itu Madam"


"Oh jangan dulu... karena jika aku lepas ikat mantera ku sekarang ??dia akan pergi mencari perempuan itu "


"Benarkah ??? lalu bagaimana caraku untuk masuk Madam?"


"Kau tunggu saja sampai perempuan itu benar-benar hilang dalam ingatan pria itu"


"Wah...itu akan lama sekali Madam"


"Untuk keinginan yang besar ,kau harus lebih sabar"


"Kira-kira berapa lama madam?"


"Mungkin setahun...atau 2 tahun"


"Aduh lama sekali itu"


"Kalau kamu tidak bisa sabar ?Baiklah akan aku lepas ,tapi jangan salahkan aku jika dia tidak bisa menerimamu, melainkan mencari perempuan itu"


"Tidak Madam,aku tidak mau itu terjadi "


"Kalau begitu patuhilah perkataan ku!!!"


"Iya Madam... baiklah...aku akan sabar"


Talian terputus.Nagita menghela nafas panjang,dua tahun bukanlah waktu yang lama.Baiklah!!!


...----------------...


Di alam lain,dimana Kujang berada.Harimau putih itu ingin melepaskan diri untuk menolong Tuannya.


Namun seorang wanita hadir mengusap punggung Kujang dengan lembut.


"Tenanglah Kujang...semua perkara di dunia sudah ada Allah yang mengatur. Kau sebagai makhlukNya ada kalanya kau diizinkan ikut campur, ada kalanya kau diminta untuk diam. Ini semua adalah bagian dari takdir Tuanmu. Ini semua adalah jalan yang dikehendaki oleh Allah. Jadi... kau tenanglah...kau diamlah... ada saatnya kamu keluar untuk membantu mereka"


Kujang menganggukkan kepalanya,ia pun merebahkan tubuhnya kembali.Wanita yang bercahaya itu tersenyum manis.Ia pun lenyap bagaikan buih.


.


.


.


Excel keluar dari rumah Muhammad Ibrahim,ia langsung menuju rumah Dokter Dirga.Karena ia tak mungkin pulang ke rumahnya.Bisa-bisa ia akan dimarahi habis-habisan oleh Tuan Brata .


Karena itu,Excel memilih untuk tinggal disana sementara menunggu ijazahnya keluar.Setelah itu ia akan melanjutkan studi di Jepang seperti rencananya dari awal.


Tanpa ia ketahui sesuatu yang besar sudah terjadi diluar dugaan.