
"Kalian dari mana saja?"Seruni menyambut kedatangan dua putranya.Ia menyipitkan matanya melihat Ba'im berjalan tidak seperti biasanya.
"Kamu kenapa Im??"
"Kecelakaan Bunda.."jawab Ba'im yang masih meringis kesakitan.Ismail menakup mulutnya menahan tawa.
"Kok adekmu ketawa??kenapa Is?"
"Biasa Bun, akibat kelamaan menunggu,jadi membludak...Hahahahaha"
"Kau ni"Ba'im memukul pundak adiknya, yang dipukul semakin tertawa lepas.Ia seolah puas melihat Kakaknya begitu.
"Kalian ngomong tu kok semakin membingungkan sih?"Seruni jadi kesal sendiri.
"Kak Ba'im udah ketemu sama Excel dan anaknya Bun"
"Ohya ???kemana mereka sekarang ?kok nggak dibawa kesini ??"
"Gimana mau dibawa Bun?? Yang ada malah kena seruduk dengkulnya,nih..."Ba'im menunjuk ke bagian tubuhnya yang kesakitan.
"Ya kena seruduk lah,,,belum apa-apa udah mau nyosor "sahut Ismail .
"Kamu ya???iya kamu belum menikah jadi belum tahu gimana rasanya rindu yang menjalari otak ?"
"Cih"Ismail berdecih sambil tergelak.Ba'im ingin memukul adiknya sekali lagi,tapi Ismail sudah lebih dulu masuk ke dalam.Ba'im ingin mengejar,tapi Seruni menahannya.
"IM..jadi kamu sudah ketemu sama cucu Bunda??"
"Iya Bun...dia tampan sekali dan sangat cerdas, lebih-lebih dia bisa mengendalikan Kujang dengan baik"
Seruni tersenyum lebar...
"Ayahmu pasti akan senang mendengar kabar ini"
"Memangnya Ayah kemana Bun??"
"Masih keluar,ada rapat katanya"
"Ooohhh"
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Roy tiduran dengan santai bersama istri mudanya.Yah sejak dua tahun belakangan ini,dia diam-diam telah memiliki istri baru.
Bermula saat ia memeriksa pendataan murid baru,ada seorang wanita yang berstatus janda telah memikat hatinya.Wanita itu ikut mengantar sepupunya tinggal di asrama.Karena jatuh cinta,Roy pun melamar wanita itu secara diam-diam.Dan hanya Ustadz Faruq yang tahu akan hal ini.Wanita yang bernama Jamila tidak menolak dengan lamaran itu.Siapa yang bisa menolak pria yang masih tampan diusianya yang hampir kepala enam itu.Apalagi Roy adalah pemilik yayasan .Jadi Jamila tidak punya alasan untuk menolak.
"Mas...."Jamila mendesah di bawah telinganya,kecupan hangat mendarat di leher Roy.Pria itu tersenyum,wanita yang masih seumuran Muhammad Ibrahim itu menciumi Roy.Dia tahu cara menyenangkan suaminya yang sudah jarang dilayani oleh istri pertamanya itu.
"Apa Mas nggak nginep disini dulu barang semalam?"
"Tidak sayang...tapi aku kan sudah tiap hari datang..Hem"
"Aku pengen banget loh Mas,ketika membuka mata di pagi hari ada kamu disisiku.Apalagi kan kalau pagi ,anunya tegangnya sempurna banget "
"Emang ini nggak sempurna ??"Roy menunjukkan senjatanya yang tegang karena ia memang sedang tak memakai apapun.
Jamila tergelak,ia Gegas bangun lalu duduk di atas tubuh suaminya dan mulai bermain dengan lincahnya.
Roy mencengkram ujung bantal,ia benar-benar dibuat keenakan oleh g0y@ngan istri mudanya itu.
____
Excel pulang ke rumah dan langsung disambut dengan laporan dari Si Mbok tentang beberapa orang yang melamar untuk menjadi guru privat Reyhan .
Setelah memeriksa data-data dari pelamar, akhirnya Excel memilih seorang pria yang bernama Darin Muhammad.Pria berusia 28 tahun yang memang guru Bahasa Arab disebuah Universitas.Dan jadwal mengajarnya adalah pagi hari.
Excel menilai jika Darin bisa langsung mengantar Reyhan ke Rumah Sakit jika sudah selesai jam belajar.Karena letak Rumah Sakit sangat berdekatan dengan Universitas tempat ia mengajar.
Excel langsung menghubungi Darin melalui via telepon,dan mengatakan semuanya dengan secara jelas apa yang diinginkan Excel .Dan pria itu dengan senang hati menerima keinginan Excel .
"Baiklah... Ustadz Darin bisa langsung mulai kerja besok"
"Baik Bu..."Darin menjawab dengan sopan di ujung talian.
"Terimakasih.. Assalamualaikum"
"Waalaikumsalam"
Excel tersenyum senang,ia pun mengajak Reyhan untuk istirahat di kamar.
...****************...
Sesampainya di rumah Excel , kedatangannya lagi-lagi disambut oleh Si Mbok.
"Assalamualaikum..."
Si Mbok yang sedang menyapu menghentikan aktivitasnya.Ia mendekati Ba'im yang berada diambang pintu gerbang.
"Waalaikumsalam...Cari siapa Mas?"
"Excel ada?"
"Nggak ada,Non Excel udah kembali ke Jepang "
Jawaban si Mbok membuat Ba'im tersenyum tipis.
"Mbok... saya sudah bertemu dengan anak saya Reyhan dan juga Excel kemarin di rumah sakit. Jadi Udah deh jangan bohong lagi.."
Si Mbok tercengang...
"Papa..."
Suara Reyhan mengalihkan perhatian keduanya.
"Reyhan..."seru Ba'im ,Reyhan berlari dan langsung melompat dalam gendongan Papanya.
"Bunda Mana?Papa mau ngajak Reyhan sama Bunda ketemu Nenek sama Kakek.Orangtua Papa..."
"Ohh..Bunda Kerja Pa ..."
"Loh udah berangkat ??"
Reyhan mengiyakan...
Ba'im tertegun melihat seorang pria yang menghampiri.Pria muda yang cukup tampan.
"Siapa dia?"tanya Ba'im kepada anaknya.
"Dia Ustadz Darin Papa... guru privat bahasa Arab Reyhan... Ustadz Darin kenalin ini papaku"
"Darin Muhammad..."pria itu mengulurkan tangannya.
"Muhammad Ibrahim "Ba'im pun membalas uluran tangan tersebut.
"Ya udah yuk kita ke Rumah Sakit sekarang...Kita jemput Bunda"ajak Ba'im kepada Reyhan .
"Tapi Tuan...Den Reyhan masih belajar"Tiba-tiba Darin menimpali.Ba'im menjeling pria itu,,
"Untuk saat ini dan seterusnya,anda tidak perlu lagi mengajar anak saya.Saya sendiri yang akan mengajarinya"
"Tapi Tuan,saya sudah menandatangani kontrak kerja dengan Nyonya Excel"Bantah Darin.
"Saya akan bicarakan ini dengan istri saya"Ba'im menekan kalimatnya.Mendengar hal itu,Darin tidak bisa berkata apa-apa lagi.
"Papa .... Emang Papa udah balikan sama Bunda??"Celutuk Reyhan tanpa disangka.Ba'im seperti mati kutu oleh pertanyaan anaknya.Dan hal itu mengundang senyum yang menahan tawa antara si Mbok dan Darin.
"Eeeee Papa dan Bunda akan segera balikan sayang "
"Waaaaahhh... emangnya Bunda udah maafin Papa?"Lagi-lagi pertanyaan diluar nalar anak sekecil Reyhan.
Ba'im terpaksa memasang senyum secepatnya.Karena takut ada yang menyadari kebingungan dirinya.
"Ya sudah Pa... kita akan ke Rumah Sakit setelah Reyhan belajar "
"Sekarang aja sayang..."
"Jangan Pa..karena ini hari pertama Reyhan belajar "
Ba'im terdiam sejenak.
"Baiklah...Papa akan tunggu "Akhirnya Ba'im akur dengan keputusan Reyhan , meskipun sebenarnya ia kurang suka dengan adanya Darin.
"Emmm tugas saya selain mengajar Den Reyhan ,juga mengantarnya ke Rumah Sakit jika masa belajar sudah selesai Tuan"
"Apa??"Ba'im terkejut mendengar penjelasan Darin.
"Kenapa harus begitu ??kenapa harus kamu yang nganterin ??"
"Saya tidak tahu apa alasan Nyonya,tapi itu yang tertulis di kontrak kerjanya Tuan"
Wajah Ba'im terlihat mengeras,ia nampak menahan emosi.Ketidak sukaannya terhadap Darin semakin menjadi.