SERUNI

SERUNI
DOKTER PSIKIATER HANTU BAB 73



Pak Bimo menggendong tubuh Putri yang sudah lemas masuk ke dalam rumah.Pria itu sudah pasrah jika memang akan kena marah karena mengantar Putri ke tempat Yas.


"Pak Bimo..."pekik Uzma saat melihat supirnya menggendong Putri.


"Nyonya..."


"Kenapa Putri ??"


"Saya akan jelaskan sebentar lagi Nyonya,sekarang saya akan letakkan Non Putri dimana?"


"Oh...ayo bawa ke kamarnya "Uzma berjalan mendahului membuka pintu kamar Putri.


Pak Bimo membaringkan tubuh Putri secara hati-hati.


"Tolong jelaskan apa yang terjadi kepada Putri Pak"


"Emmmm anu Nyonya,Non Putri meminta saya mengantar ke sekolah Den Yas"


"Apa??!kenapa Bapak Anter dia kesana?"


"Non Putri maksa Nyonya ,kalau tidak diantar ke sekolah Den Yas, non Putri akan nekat naik taksi online"


"Ngapain Putri pergi ke sekolah Yas?"


"Katanya mau ngasih surprise untuk merayakan hari ulang tahun Den Yas nyonya"


Uzma menghela nafas panjang,ia geleng-geleng kepala melihat Putri yang terkapar.


"Putri terlalu nekat,ya udah... makasih Pak ...Lain kali lapor ke saya kalau Putri nekat lagi Pak"


"Baik Nyonya "Pak Bimo mengangguk patuh.


"Ya sudah... lanjutkan kerjaan Bapak"


Pak Bimo membungkukkan badannya memohon diri.


Uzma segera menghubungi suaminya.


"Ya Sayang..."jawab Reyhan dari seberang.


"Mas... Putri pingsan"


"Kok bisa ?tadi kan baik-baik saja "


"Dia nekat pergi menemui Yas di sekolahnya, untuk merayakan hari ulang tahun Yas.Dan sekarang dia pulang dalam keadaan pingsan"


"Apa??!!Kok Pak Bimo mau menuruti kemauan Putri.Padahal kita kan udah ngasih tahu keadaan Putri dan Yas gimana?"


"Pak Bimo juga terpaksa mas, karena Putri ngancam. Dia akan naik taksi online kalau tidak dituruti sama Pak Bimo"


"Aduhhh Putri...Putri... Ya sudah kamu tenang ya,, kita sudah pernah menghadapi keadaan Putri yang seperti ini. Jadi kamu tenang, kamu rileks, jangan emosi, jangan mengikuti amarah. Agar kita tidak melakukan kesalahan yang sama, ini juga bukan kesalahan Yas"


"Iya Mas.."


"Sebentar lagi aku pulang "


"Iya Mas"


*


*


Di tempat berbeda, disaat Yas mengantar Putri ke tempat parkir mobilnya.Pak Mustafa,guru olahraga Yas melihat kejadian itu.Yang mana Yas menggunakan kekuatannya untuk menahan tubuh Putri agar tidak rubuh.


Pria bertubuh sado itu tersenyum tipis.Ia segera pergi menuju ruang kerjanya.


"Hallo Bu..."


"Iya...ada apa ?"


"Akhirnya aku bisa menemukan energi murni yang ibu butuhkan"


"Benarkah ??"


"Iya Bu...dia murid ku "


"Kalau begitu, Jangan tunggu lama-lama. Cepat bawa dia menemui ibu"


"Baik Bu..."


Mereka memutuskan talian hampir bersamaan.


*


*


Yas menyandang Tasnya ke bahu,ia sudah siap untuk pulang.Gelang yang diikatkan adiknya pagi tadi membuat ia tersenyum tipis.


"Yas..."Seru Pak Mustafa ketika Yas sudah keluar dari kelasnya.


"Iya Pak?"


"Tolong bantu Bapak angkat buku-buku ke mobil ya"


"Oh baik Pak"


Yas patuh tanpa bantahan,ia mengikuti langkah guru olahraganya.Pak Mustafa sengaja memancing Yas agar bisa masuk sendiri ke dalam mobilnya.Dan saat ia sudah masuk,Pak Mustafa menyemprotkan obat bius ke wajah Yas.Membuat anak itu langsung tersungkur,pingsan!


Pak Mustafa tanpa bersusah payah,ia menutup pintu mobil dan mengemudikannya perlahan.


*


*


"Mas .. Putri kenapa ?kenapa dia memanggil Yas??"


"Aku tidak tahu,Apa terjadi sesuatu kepada Yas?"


"Cepat telfon Seruni Mas..."


Reyhan mengangguk,ia pun langsung menghubungi adiknya.Tapi tak diangkat,karena saat itu Seruni tengah miting di luar kota.Yang bertugas menjemput Yas, justru suaminya.STEVEN!


Steven menunggu dengan sabar, meskipun jam pulang sekolah sudah lewat.Ia sama sekali tak menemukan wujud Yas sama sekali.


Ia juga sudah menghubungi Nomor telepon Yas,namun tak direspon dari seberang.Karena penasaran, Steven pun bertanya kepada Satpam penjaga sekolah.


Ternyata didalam kawasan sekolah sudah tidak ada siapa-siapa,Satpam itu baru saja ngeronda.


Mendengar hal itu Steven langsung panik.KEMANA YAS??


*


*


Pak Mustafa mengikat Yas di sebuah kursi.Lalu ia membopong seorang wanita tua untuk duduk di kursi roda.Setelah itu ia mendorong kursi roda tersebut lebih dekat dengan Yas.


Wanita itu memperhatikan Yas dengan seksama,ia menarik syal yang mengikat leher Yas.


"Hehehehehe benar sayang...dia adalah anak pilihan berjiwa murni.Akhirnya kita menemukannya"Seringai wanita itu dengan penuh kebahagiaan.


"Iya Ibu...aku tidak menyangka kalau anak ini yang kita cari, sebelum ia menggunakan kekuatannya tadi"sambung Mustafa.Wanita itu manggut-manggut disertai senyuman.


"Ya sudah Bu...tunggu apa lagi,cepat hisab jiwanya, sebelum keluarganya menyadari bahwa Yas sudah hilang"


"Baiklah...kamu minggirlah...sebuah kekuatan dahsyat akan keluar sebentar lagi"


"Baik Ibu..."


Mustafa menepi,ia memberikan ruang untuk Ibunya agar bisa menghisap jiwa Yas.


Wanita itu mendekatkan wajahnya,ia mulai menghisap jiwa anak itu.Tapi tiba-tiba wanita itu terlempar hingga tubuhnya menghantam dinding.Mustafa kaget,ia segera menolong sang Ibu.


"Ibu .."


"Aduuuh"wanita ringkih itu tak kuat dengan sakit di sekujur tubuhnya.Mustafa segera membantu Ibunya dengan mengangkat tubuh tua itu ke atas kasur.


Ekor ular besar merayap melilit tubuh Yas.Rupanya Ratu Blorong lah yang telah mendorong Ibu Mustafa.


"Blorong... kenapa kamu ada disini ? Bukankah aku sama sekali tidak menggangu mu?Apa kau juga menginginkan anak itu ??"


"Hem Hem Hem tidak Yung..aku adalah pelindung anak ini"


Ibu Mustafa menautkan kedua alisnya, begitupun juga anaknya.


"Pelindung ??"


"Iya...kenapa??kaget???"


"Setahu ku...Anak ini tidak mungkin abdimu"


"Akulah abdinya Yung..bukan dia abdiku"


Ibu Mustafa terhenyak kaget.


"Kau hanya mengabdi kepada Kanjeng Ratu Kidul "


"Itu hanya sebatas pengetahuan mu Yung...kau tidak tahu bagaimana masa lalu ku.. Sudahlah aku tidak mau curhat-curhatan sama kamu, soalnya kamu bermulut ember"


Ratu Blorong melepaskan ikatan yang membelenggu Yas menggunakan ekornya.Kemudian ia melilit tubuh Yas untuk dibawanya pergi.


"Tunggu Blorong..."seru Ibu Mustafa.


"Ada apa lagi?"


"Aku akan menukar bocah itu dengan batu merah delima"tandas Ibu Mustafa,ia tidak mungkin melepaskan Yas begitu saja.Karena bukan gampang menemukan anak berjiwa murni seperti Yas.Kalau tidak,ia akan lumpuh selamanya.


"Aku tidak butuh batu merah delima"


"Lalu apa yang kamu inginkan agar anak itu bisa kau serahkan padaku?"


"Nothing..."Jawab Ratu Blorong dengan logat Inggris kebule-bulean.Lalu ia pun pergi tanpa menoleh lagi.


Ibu Mustafa meremas sprei dengan kuat,ia marah dan murka karena mangsanya lolos begitu saja.


AAAKHHH


"Tenang Bu ...aku akan bawa Yas kesini lagi"


"Apa kamu tuli Mustafa ?? Blorong melindungi nya,lebih baik kamu segera berhenti dari sekolah itu"


"Tapi Ibu .... bagaimana dengan Ibu??"


"Aku tidak tahu lagi harus gimana ? ditambah lagi badanku semakin remuk dihantam manusia setengah ular itu"


Mustafa diam,ia bingung harus bagaimana lagi untuk menolong Ibunya.