SERUNI

SERUNI
DOKTER PSIKIATER HANTU BAB 44



Di pagi yang menggegerkan, sesosok mayat wanita yang terkapar di bahu jalan membuat semua orang yang tinggal di pemukiman dekat dengan jalan raya setapak menjadi penasaran.


Mereka mengerumuni mayat yang tidak mereka kenal, dengan asumsi bahwa itu pasti korban tabrak lari.


Beberapa saat kemudian, sebuah mobil ambulans datang membawa mayat wanita itu untuk dirujuk ke rumah sakit terdekat.


*


*


Usai mengerjakan salat subuh, Seruni menghubungi Steven untuk bertanya tentang perihal Caroline.


"Hallo Assalamualaikum cantik..."sapa Steven dari seberang.


"Waalaikumsalam..."jawab Seruni dengan senyuman.


"Ada apa pagi-pagi udah nelfon?udah kangen ya??"Steven menggoda


"G-R..."


"Lah emang nggak kangen nih?"


"Nggak"Seruni menakup mulutnya menahan tawa.


"Ihh jahatnya..."


Seruni tersenyum tanpa Steven tahu.


"Stev...aku mau nanya sesuatu nih"


"Hah??"


"Aku mau nanya sesuatu "


"Tadi bilang apa?"


"Mau nanya sesuatu "Seruni mengulang kembali kalimat nya.


"Coba ulangi lagi "


Seruni menahan senyum.


"Saaayang...aku mau nanya sesuatu nih ?"


"Nah gitu dong,baru aku jelas denger nya.."


"Nakal banget ya kamu"balas Seruni .


"Mau nanya apa sayang ?"


"Semalam kamu bertemu Caroline Nggak, setelah aku pergi?"


"Kok tahu?"


"Sekarang kamu tahu dia dimana?"


"Nggak...aku juga nggak mau tahu dia ada dimana?"


"Bukan itu maksud ku sayang... semalam arwahnya datang padaku,dan hampir membunuh ku"


"Apa?!!kamu serius sayang??"


"Serius!!"jawab Seruni meyakinkan.


"Ya udah aku cek dulu ya "


"Ok"


TALIAN TERPUTUS.


Steven segera mengecek laporan panggilan ambulance dari berbagai rumah sakit disekitarnya.Ternyata benar ,ada sebuah panggilan ambulance untuk kasus tabrak lari pagi ini.Dan korbannya adalah seorang wanita,tentang identitas masih belum diketahui.


Steven segera menghubungi Seruni .


"Sayang...aku jemput kamu sekarang!"


"Ok"


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Steven dan Seruni menuju Rumah Sakit tempat korban tabrak lari tersebut.Dengan memperlihatkan identitasnya, Steven dengan mudah mendapatkan ijin untuk masuk ke kamar mayat.Ia ingin memastikan sendiri Siapakah korban itu, Steven masih berharap bahwa itu bukanlah Caroline.


"Apapun jalan yang ku ambil sekarang,itu semua karena kamu Stev... karena kamu tidak mau membantu ku"


Kata-kata Caroline terngiang-ngiang dalam ingatan Steven. Mendadak langkah kaki Steven terhenti, sebelum ia memasuki kamar mayat.


"Kenapa ??"tanya Seruni .


"Aku takut sayang"


"Takut ?? takut kenapa?"


Seruni tersenyum,ia menggenggam erat tangan Steven.


"Jangan takut... kamu tidak salah apa-apa,Apa yang Kamu lakukan itu sudah benar kok". Steven mengulum senyum meskipun ragu,ia lega ada seseorang yang bisa menenangkan dirinya.Ia bersyukur bisa bertemu dengan Seruni ,jika tidak... bagaimana ia bisa menghadapi ini semua sendiri?


"Yuk..."Ajak Seruni , Steven mengangguk setuju.Keduanya melangkah bersama menuju kamar mayat.


Begitu penutup wajah mayat dibuka, Steven tertunduk pilu. Matanya terpejam erat ,air matanya mengalir perlahan.Mayat itu benar-benar Caroline.


Seruni merangkul tubuh Steven ,pria itu justru menyorok dalam pelukan gadis tersebut.Ia menangis sedih.


"Yang sabar ya..."Seruni mengusap kepala Steven bagian belakang ,Pria itu seperti seorang anak kecil yang mengadu kepada sang ibu.


*


*


Mendengar berita kematian Caroline,Aldo langsung pergi ke rumah sakit.Ny.Rindiani pun turut serta.Sedangkan Ny.Laura langsung terkulai pingsan di tempat ,membuat heboh seluruh isi rumah.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Steven sudah mulai tenang,ia menunggu jasad Caroline dipersiapkan untuk dimakamkan.Tiba-tiba Ny.Laura datang dan langsung menampar Steven.Membuat semua orang terhenyak kaget.


"Bajin9an kau Stev,,, setelah kau menghamili Caroline,kau campakkan dia begitu saja"


"Ma... sabar.. jangan membuat keributan di rumah sakit "Suami Ny Laura menyela.


"Hey... Tante... kalau bicara jangan sembarangan"Seruni bangkit membela Steven.


"Kau jangan ikut campur, mentang-mentang akan dinikahi oleh Steven, kau berlagak ingin melindungi dia. Jangan-jangan kau adalah korban selanjutnya"


"Korban apa?? Justru Steve yang menjadi korban atas kebiadaban Caroline"


"Kau jangan sok tahu ya?"


"Tante yang sok tahu, Caroline sudah hamil anak dari Aldo bukan karena Stev"


Semua tersentak kaget,namun Steven dan Aldo hanya tertunduk diam.


"Hey perempuan!! Jangan hanya karena kau adalah pewaris Mitra medical.Kau seenaknya menghina anakku"Ny.Rindiani tidak bisa terima atas apa yang dikatakan oleh Seruni .


"Menghina???Aku tidak menghina siapa-siapa. Aku mengatakan apa yang menjadi kenyataan"bantah Seruni .


"Kalau kalian tidak percaya silakan tanyakan sama Aldo, Dia meminta kepada Caroline untuk menggugurkan kandungannya. Caroline tidak mau, justru dia datang ke tempat Steven agar Stev mau membantunya. Tapi dia tidak mau juga, karena Hatinya sudah terlalu sakit oleh tindakan Caroline.Hingga akhirnya Caroline memutuskan untuk bunuh diri"


Ny Laura tercekat, pandangan matanya nanar bergulir ke arah Aldo yang hanya mampu menundukkan wajahnya.


Ny.Rindiani panik,ia harus menutupi aib ini.


"Ngarang kamu,,,kamu baru beberapa hari disini sudah sok tahu"


"Apa yang dikatakan Oleh Seruni itu benar Tante?Dan hal ini yang selalu aku usahakan untuk tetap ku sembunyikan.Karena aku tidak mau melukai hati Tante dan Om jika tahu yang sebenarnya"Steven menimpali.


"Anggap saja hal itu aku lakukan sebagai balas Budi akan kasih sayang Tante dan Om kepada ku saat setelah kedua orang tua ku meninggal"


"Maksud kamu apa Stev?"tanya Ayah Caroline.


"Jangan percaya omongan dia, Steven hanya ingin menutupi kesalahannya dengan sebuah kesalahan orang lain yang dibuat-buat "Timpal Ny.Rindiani.


"Ma... tolong jangan memperkeruh keadaan, biarkan semuanya terungkap.Kasihan Caroline,dia pasti tidak akan tenang jika semua ini terus saja disembunyikan "Aldo ikut angkat bicara.


Ny Laura saling berpandangan dengan suaminya, keduanya jadi bingung sendiri mendengar penuturan dari Aldo.


"Kau sudah gila Al "wajah Ny.Rindiani menegang.


"Tidak Ma...aku masih waras,Om...Tante... Sebenarnya Caroline.."


PLAK!!!


Ny.Rindiani membungkam mulut anaknya dengan sebuah tamparan.


"Mama..."Aldo terpana, pipinya panas terasa.


"Jangan banyak bicara kamu,,,ayo ikut Mama"Ny.Rindiani menarik tangan Aldo secara paksa menjauh dari tempat itu.


"Sebenarnya...apa yang terjadi Stev?"tanya Ayah Caroline.


Steven tidak segera menjawab ,ia menatap Seruni seperti bertanya melalui cahaya matanya. Apa yang akan ia lakukan?Seruni menganggukkan kepalanya sebagai tanda agar Steven menjelaskan semuanya.


"Sebenarnya alasan Saya membatalkan pertunangan adalah karena Caroline selingkuh dengan Aldo. Dan semua itu saya lihat dengan mata kepala saya sendiri"


Ny Laura kaget, begitupun dengan suaminya.


"Kenapa kamu tidak berterus terang kepada kami Stev?"tanya Ayah Caroline lagi.


"Apakah Om akan percaya ??Tante saja langsung menyangka yang bukan-bukan kepada saya.Om dan Tante pasti akan lebih percaya kepada Caroline bukan?saya juga ingin tahu sebatas apa Caroline bisa menyadari kesalahannya.Jika ia jujur kepada Om dan Tante, berarti dia menyadari bahwa ia benar-benar telah salah.Dan mungkin saat itu,saya masih bisa menerima dan memaafkannya "


"Tapi ternyata, Caroline memilih bungkam dan membiarkan orang lain menyalahkan saya atas batalnya pertunangan itu "


Ny Laura tertunduk,ia menyadari atas kekeliruannya selama ini.