SERUNI

SERUNI
DOKTER PSIKIATER HANTU BAB 52



Pagi menjelang, Steven dengan sigap menyiapkan sarapan untuk istrinya.Ia sengaja masak sendiri karena ingin membuat Seruni mau maafkan dirinya.


Setelah semua siap, Steven tak melihat tanda-tanda istrinya keluar dari kamar.


"Biasanya jam segini dia sudah bangun"


Steven melirik jam tangannya,ia jadi penasaran.Apa istrinya belum bangun ? Segera Steven naik ke lantai atas dengan langkah panjang.


TOK TOK TOK TOK


"Sayang...sudah pagi nih...Apa kamu nggak mau pergi ke kantor ??"


Hening...tak ada jawaban.


"Sayang...."


Sekali lagi Steven berusaha membangun kan istrinya.Karena tak kunjung ada jawaban, Steven langsung mengambil kunci cadangan dan membuka pintu kamarnya meskipun nanti ia akan kena marah.


Tapi yang didapatinya hanyalah kamar kosong dengan tempat tidur yang masih tersusun rapi.


"Sayang..."


Steven mulai panik, ia mencari keberadaan istrinya yang tiba-tiba raib.Ia tak lupa juga menghubungi nomor telepon Seruni ,tapi operator menjawab bahwa nomor yang dituju sedang diluar jangkauan.


Steven semakin berang, ia berlari keluar.Mbok Atun memperhatikan dirinya dengan heran.Tapi Pengasuh Steven itu tak berani bertanya.


Sampai di depan rumah, Steven semakin panik karena mobil istrinya tidak ada ditempat parkir.


Steven mencoba menghubungi Reyhan... mungkin saja istrinya pulang tanpa pemberitahuan.


"Hallo Dok..."dengan perasaan tak karuan Steven menyapa.


"Iya Stev,ada apa?"


"Emmmm maafkan saya Dok...saya terlalu egois,saya tidak bisa berpikir dewasa.Saya ingin bertanya tentang istri saya"Steven merangkai kata sehalus mungkin.


"Runi??kenapa dengan adikku??"


Sehalus apapun Steven merangkai kata, Reyhan tetaplah akan emosi.


"Emmmm dia tidak ada di rumah,saya tidak tahu dia kemana?saya pikir...."


TUUUUUUT


Telepon dimatikan secara sepihak.Steven meruntuk kesal.


"Sayang...kamu dimana?jangan menyiksa ku seperti ini sayang..."


*


*


Seruni tidak bisa terlelap walaupun sesaat,ia duduk di bar hotel semalam suntuk.Sampai pagi menjelang pun ia hanya bisa duduk terdiam sendiri.


Tanpa ia sadari,Nandar juga ada di hotel yang sama.Pria itu memilih keluar dari rumah setelah kejadian di kamar Ibunya.Ia memboking seorang kupu-kupu malam untuk menghiburnya.


Sampai pagi menjelang,ia keluar untuk sarapan dan melihat Seruni sedang duduk sendiri dengan penampilan yang kusut sekali.


Nandar pun berinisiatif untuk menghampiri wanita itu, melihat dengan penampilan yang berbeda.Nandar merasa Seruni gadis yang menarik.Ia jadi membuat penilaian lain akan wanita itu.


"Hay..."


Seruni mengangkat wajahnya yang kuyu, alisnya langsung bertaut melihat siapa yang menyapanya.


"Ngapain kamu disini ?"


"Seharusnya aku yang nanya, ngapain kamu disini ?"balas Nandar seraya duduk tanpa dipersilahkan.


"Ini tempat umum Kan?"


"Iya aku tahu,tapi rasanya aneh.Seorang wanita bersuami pagi-pagi berada disini"


"Itu bukan urusan mu"ketus Seruni .Ia menyeruput kopi bagian terakhir lalu bangkit dari duduknya.Tapi sayang, tubuhnya limbung dan hampir jatuh kalau tidak Nandar dengan sigap menangkap nya.Keduanya bertatapan dengan jarak yang sangat dekat.


Namun sesaat kemudian,Seruni kehilangan kesadarannya.Membuat momen yang mendebarkan bagi Nandar berubah kepanikan.


Pria itu langsung membopong tubuh Seruni ke kamarnya.Ia tidak tahu Seruni memesan kamar no berapa,jadi dengan terpaksa Nandar membawa masuk ke kamar miliknya.


*


*


Steven memicit pelipisnya,sampai detik ini ia belum mengetahui keberadaan istrinya.Reyhan baru saja keluar dari ruang kerjanya.


Kakak dari istrinya itu amat sangat marah sekali.Steven terlihat pasrah,semarah apapun Reyhan.Ia terima karena ia memang lah salah.Tiba-tiba ponsel Steven berdering,ia bergerak cepat karena ia takut itu telfon dari sang istri.


Ternyata bukan, melainkan dari kuasa hukumnya,Pak Purwakarta .


"Nona belum terlihat hadir disini Ndoro,dan Pak Nandar juga absen hari ini"


"Nandar ???"


"Iya Ndoro..."


"Bapak udah telfon dia?"


"Iya Ndoro, katanya dia lagi nggak enak badan"


"Apa Bapak sudah memastikan bahwa Nandar benar-benar tidak enak badan?"Steven merasa sanksi dengan alibi sepupunya itu.


"Ndoro mencurigai Pak Nandar?"


"Aku takut dia bertindak lebih dari yang kita perkirakan"


"Saya rasa tidak mungkin Ndoro,Pak Nandar tidak punya alasan untuk melakukan hal yang tidak baik terhadap Nona"


"Soalnya aku takut dia kurang suka kepada Seruni karena telah mengganti posisi Tante Rindiani "


"Oooh begitu... baiklah saya akan periksa lebih lanjut "


"Terimakasih Pak...dan tolong handle semua urusan di kantor untuk hari ini"


"Baik Ndoro "


TALIAN TERPUTUS.


*


*


Nandar duduk di kursi memperhatikan wajah yang terlihat menenangkan itu.Ia tersenyum tipis,Seruni memanglah cantik.


Kenapa ia merasakan sesuatu yang lain di hatinya ? sesuatu yang telah lama sirna semenjak istrinya meninggalkan dirinya dengan membawa serta anak mereka.


Tapi ia masih ingat,bahwa wanita itu adalah istri Steven.Sepupunya sendiri!


Terlihat ada gerakan kecil dari tubuh Seruni. Wanita itu mengeliat dan membuka matanya perlahan.


"Hah!!"Seruni kaget,ia serta merta bangun dengan kepala celingukan.Begitu melihat Nandar berada satu kamar dengannya.Seruni panik, ia memeriksa seluruh tubuhnya.


HUUUFFFF


Semua masih utuh tak ada yang bergeser ataupun berubah dari semua yang ia kenakan.


"Kau sudah siuman ?"


"Kenapa kamu ada disini ?"Seruni balik bertanya.


"Ini kamarku,ya aku ada disini lah"


Seruni mengitari seluruh ruangan dengan tatapannya.Benar!!!ini memang bukanlah kamar yang ia sewa.


"Kenapa aku bisa ada disini ?"


"Kamu pingsan,aku tidak mungkin membawa kamu dalam keadaan pingsan pulang ke rumah.Nanti Steven bisa mengira yang bukan-bukan "


Seruni tak berkomentar, karena hal itu bisa jadi benar.


"Kenapa kamu ada disini ??kamu bertengkar sama Stev?"


Seruni tak menjawab.


"Apa karena tentang kecelakaan orang tuanya ?"sambung Nandar yang tetap tak mendapatkan respon.


"Aku mengenal Stev sangat baik, mustahil dia menganggap remeh perihal kematian orang tuanya.Pasti dia akan memikirkannya sampai tak bisa tidur.Karena Steven memang baik hati,tapi dia terlalu baperan orangnya.Apalagi menyangkut masalah orang yang dia sayangi"


”Yah...dia memang terlihat tidak dewasa dalam menyikapi masalah.Salahku apa?aku tidak tahu apapun perihal kecelakaan itu.Tapi dia seperti menyesali pernikahan ini "


"Setelah aku katakan bahwa orang tuaku tidak bersalah,tapi justru orang tuanya lah yang menabrak mobil orang tuaku.Dia seperti serba salah,dan saat itulah lebih baik aku pergi.Percuma jika dia akan tetap seperti itu "Akhirnya Seruni menguak juga masalah yang ia hadapi.


"Jadi kamu sudah tahu jika apa yang aku katakan itu bohong ?"


"Dari awal aku sudah tahu"jawab Seruni , Nandar tersenyum tipis.


"kenapa kamu berbohong padaku?"


" Karena aku ingin kamu menyingkir dari perusahaan "


"Bukan karena kamu melindungi konspirasi keluarga mu?"


Nandar tersenyum, diam-diam dia bertambah kagum dengan Seruni .