
"Ayah..."Seru Khumaira saat telah menemukan sang Ayah yang ia cari.Saat itu Ayahnya tengah menyuapi Putra,anak bungsunya.
"Iya sayang"jawab Pak Ramli , Khumaira menarik tangan sang Ayah agar menjauh.
"Mau kemana ?"
"Ikut Mai sebentar Yah"Jawab Khumaira,mau tidak mau Pak Ramli manut,ia menyerahkan piring yang masih bersisa makanan Putra kepada istrinya.Bu Raudah menerima piring tersebut,namun matanya mengekori kepergian suami dan anaknya dengan penuh curiga.
"Ada apa Mai??kok kayak penting banget"
"Ssstttt jangan keras-keras Yah,,,takut ada yang denger"jawab Khumaira dengan suara yang dipelankan.
"Ada apa ??"Pak Ramli pun memelankan suaranya.
"Tuan Muda minta Mai untuk buat minuman,Mai pengen buat Tuan Muda bertekuk lutut sama Mai.Apa Ayah punya rencana ??"
Pak Ramli mengerutkan keningnya,ia nampak berpikir cepat.
"Tidak mungkin Ayah minta bantuan Ki Darma, terlalu mepet waktunya"
"Iya Mai tau...apa Ayah masih nyimpen sisa obat perangsang itu?"
"Mai????"Pak Ramli membulat kan matanya.
"Tidak ada cara lain Yah,Mai mau Tuan Muda benar-benar menjadi milik Mai seutuhnya"
"Tapi tidak harus kamu menyerah kan kehormatan mu?"
"Diserahkan nanti ataupun sekarang sama saja Yah,toh dia akan tetap jadi suami Mai... tolonglah Ayah..Mai takut Tuan Muda akan berpaling dari Mai nantinya"Khumaira membujuk Ayahnya.Pak Ramli diam,ia berpikir sejenak.
"Baiklah...tapi ingat..kamu harus mengikatnya sekencang-kencangnya,agar dia tidak bisa lari dari tanggung jawab "
"Ayah tenang saja,nanti malam Ayah harus menemui Ki Darma untuk mengikat nya"kHumairah mengerlingkan matanya ,Pak Ramli tersenyum tipis.Ia tahu apa maksud anaknya, ternyata Khumaira jauh lebih cerdik dari dirinya.
Pak Ramli kembali masuk ke kamarnya untuk mengambil obat perangsang yang ia simpan.Bu Raudah mengikuti gerak-gerik suaminya dengan ekor matanya.
"Ini..."Pak Ramli menyerahkan bungkusan kecil kepada putrinya, Khumaira menerima dengan riang sekali.Ia gegas pergi ke dapur untuk membuat minuman yang dipesan oleh Muhammad Ibrahim.
___
kHumairah heran mendapati pintu kamar Nayla terkunci dari dalam.Segera ia mengetuk pintu dengan agak kasar.
Daun pintu terbuka dari dalam,Ba'im menyembulkan kepalanya yang bercadar.
"Letakkan saja disana,aku masih bersih-bersih.Nanti kalau dibawa masuk takut kotor kena debu"
kHumairah ingin membantah,tapi jika dipikir-pikir memang benar sekali.Jadi...dengan setengah hati Khumaira meletakkan nampan berisi minuman dengan gelas yang berukuran jumbo.
Ba'im tersenyum melihat gadis itu kembali mendekat.
"Tidak diminum dulu Tuan airnya"
"Nanti saja, nanggung..."
"Apa perlu saya bantu ??"
"Tidak perlu,kamu duduk manis saja disana.Ok??"Ba'im menunjuk ke kursi kosong.Khumaira menoleh ke tempat yang ditunjukkan oleh Ba'im .Ia pun manut saja, meskipun sedikit kecewa.
Ba'im melempar senyuman termanis nya kepada sang gadis sebelum ia kembali menutup pintu kamar rapat-rapat.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Bu Raudah keluar kamar, mengantisipasi kemungkinan hal terburuk yang akan terjadi.Namun yang ia dapati adalah?? kHumairah tertidur dengan kepala rebah diatas meja.Dan disisinya ada segelas air jus yang masih terlihat tak tersentuh.
Bu Raudah tersenyum lega,ia pun melanjutkan langkahnya menuju ke dapur meletakkan piring kotor.
Sedangkan di dalam kamar,Ba'im sudah menyelesaikan pekerjaannya membersihkan kamar Nayla.Ia menyimpan semua debu kotoran ke dalam kantong plastik.Karena ia segan keluar.
Jendela kamar dibuka luas,lalu ia nyalakan kipas angin agar udara pengap dalam kamar itu keluar.Setelah itu,ia pergi ke kamar mandi yang menjadi fasilitas di kamar tersebut.
Usai mandi,Ba'im mengerjakan sholat ashar.Setelah selesai baru ia rebahkan tubuh di atas tempat tidur.
Helaan nafas panjang mengantarkannya ke alam mimpi.
___
Disana,Ba'im bertemu dengan Nayla .Gadis itu tersenyum menghampiri Ba'im .
"Terimakasih untuk apa ?"
"Karena sudah membersihkan tempat ku"
Ba'im tersenyum.
"Aku akan menginap,nanti kamu datang kan?"
Nayla menggeleng pelan
"Kenapa ??karena aku bawa Kujang ??"
Nayla menggeleng lagi.Ba'im menautkan kedua alisnya, tiba-tiba ia terjaga mendengar suara ketukan pintu dari luar.
Gegas Ba'im turun dari tempat tidur,lalu membuka pintu.Ba'im tersentap begitu melihat Khumaira ambruk menerpa tubuhnya.
"Eh...kenapa ini??"
kHumairah tersenyum,namun senyumnya tak seperti biasanya.Ba'im menegakkan tubuh gadis itu,namun tidak bisa.Khumaira seperti orang linglung,tapi Ba'im tidak mencium bau alkohol sama sekali.
"Kamu kenapa ??"
"Aku??aku???akuuuuuuu cinta sama Tuan Muda...yuuuuk peluk aku"Khumaira mengalungkan lengannya ke leher Ba'im , refleks pria itu mengelak hingga membuat Khumaira jatuh ke lantai.
"Huuuhuuuhuu"Khumaira seperti orang menangis sambil mengusap pantatnya.
"Takiiitt Tuan Muda"Rengeknya manja.
"Maaf aku nggak sengaja..Mana Ayah dan Ibumu??"Ba'im celingukan karena tak menemukan siapa-siapa disana.Khumaira menggeleng...
"Ibu??mungkin jaga adek di Kamar.Ayah??? mungkin ke rumah Ki Darma"
"Ki Darma ???siapa dia?"
"Dukun..."
Ba'im semakin penampilan,ia duduk berjongkok di sebelah kHumairah.
"Dukun??emang siapa yang mau lahiran??"Pancing Ba'im .
Spontan Khumaira langsung tertawa lepas.
"Bukan...bukan dukun beranak...Tapiiii Dukun??ya Dukun!!dia yang buat pagar ghaib di rumah ini biar hantu Nayla tidak menggangu kami.Aku juga di kasih nih..."Khumaira menunjukkan kalung hitam berliontin kain hitam yang dijahit berbentuk kotak.
"Kenapa Nayla jadi hantu??"
"Yah...salah sendiri dia bunuh diri,kan tujuan aku bukan buat dia mati.Tapiiiiii biar Tuan Muda jijik sama dia,dan dia akan sakit hati melihat aku sama Tuan Muda hehehehehe...."
Diam-diam Ba'im telah merekam suara kHumairah.
"Memang nya apa yang terjadi sama Nayla yang sebenarnya ???"
Khumaira menggeleng...
"Yang jelas,,,Nayla enak-enakan di kamar itu sama beberapa orang pria suruhan Ayah.Aku..aku juga mau Tuan Muda, enak-enakan sama Tuan Muda "Khumaira menarik ujung baju Ba'im , wajahnya bersemu merah.Ba'im tersenyum...
"Ya udah..Nanti kita enak-enakan,tapi kamu ceritakan dulu semua nya apa yang terjadi"
kHumairah tersenyum senang,ia mengangguk setuju.
"Bagus... sekarang ceritakan lah"
"Ayah...sengaja ngasih obat untuk Nayla ,agar dengan mudah Nayla diperkosa.Ia juga merekam dan memfoto adegan itu.Agar semua orang mengira Nayla itu perempuan bejat.Jadi Tuan Muda bisa jijik sama Nayla .Tak disangka Nayla bunuh diri,dan jadi hantu penasaran.Dia menghantui aku dan keluargaku.Orang-orang yang telah memperkosa Nayla sudah mati dibunuh sama hantu Nayla .Karena takut,Ayah minta tolong sama Ki Darma untuk membuatkan pagar.Dan sampai sekarang kami terbebas dari hantu Nayla.Meskipun sering kali aku masih bisa melihatnya,tapi hanya dari jauh saja.Karena ia takkan berani mendekati ku selama aku memakai ini"
kHumairah kembali menunjukkan jimat yang dipakainya.
"Apa tujuanmu melakukan itu semua?"sambung Ba'im .
"Aku hanya ingin tuan muda jijik sama dia...dan mencintai aku. Ternyata sekarang Tuan Muda benar-benar jadi milik aku,aku senang banget..."Khumaira bertepuk tangan tanpa suara.
Ba'im mengangguk mengerti,ia sudahi interogasinya.
"Tuaaan...gendong..."Rengek Khumaira menarik ujung pakaian Ba'im ,saat pria itu berdiri.Ba'im mengangguk,ia pun menggendong tubuh kHumairah dan dibawanya masuk ke dalam kamar.
Wajah gadis itu sangat menampakkan kebahagiaan.Ia menatap Ba'im dengan sangat intens.Ba'im pun tak melepaskan senyuman manisnya walau hanya sesaat.Membuat Khumaira semakin terhipnotis.