
Vina terpana , pipinya terasa perih akibat tamparan kuat itu.
"Kenapa kamu menampar ku??"
"Karena sikapmu yang kurang ajar kepada Dokter kami"Jawab Livia tegas.
"Kamu mengatakan begitu karena kamu tidak tahu bagaimana sifat asli Dokter mesum ini"Vina menuding Reyhan yang saat itu bangkit dikarenakan Livia yang tiba-tiba datang dan langsung menampar Vina.
"Hey Nona...saya melihat sendiri kalau anda yang masuk ke ruangan Dokter kami.Tanpa adanya panggilan ataupun permintaan untuk datang.Jadi?? sekarang siapa yang mesum??"
Vina benar-benar kehilangan kata-kata,ia merasa terpojok sendiri.Malu dan sakit di pipinya membuat ia tak ingin berlama-lama disini.Ia lekas keluar tanpa kata.
"Liv..."Panggil Reyhan saat Livia hendak keluar.Gadis itu diam tak berbalik.Reyhan menghampiri
"Terimakasih sudah membela ku, tapi..."
"Aku tidak perlu bersikap sekasar itu"Potong Livia cepat.
"Liv..."Reyhan meraih pundak gadis itu, tiba-tiba Livia berbalik dan langsung memeluk Reyhan .
"Aku tidak rela kamu melakukan hal itu lagi dengan wanita lain Rey... hatiku sakit "ucap Livia lirih.Dengan agak ragu Reyhan mengusap kepala Livia yang tertanam di dadanya.
"Aku tahu kamu tidak mencintai ku,tapi sekarang kamu tahu aku mencintaimu.Setidaknya jangan kamu sakiti aku dengan kehadiran perempuan yang sebenarnya tidak ada apa-apanya untuk mu.Kecuali jika kamu sudah mencintai wanita lain.Itu terserah padamu "
Reyhan mencengkram dua bahu Livia ,lalu ia merenggangkan pelukan wanita itu.
"Apakah itu bisa membuatmu lebih baik??"tanya Reyhan dengan tatapan yang intens.Livia mengangguk..
"Baiklah... mulai sekarang aku janji padamu untuk tidak melakukan hal itu lagi"
Dua bola mata Livia langsung berbinar.
"Benarkah ??"
Reyhan tersenyum dan mengiyakan.Livia kegirangan,ia langsung mengecup bibir Reyhan .
"Eh...kok??"Reyhan menegakkan punggungnya.
"Kalau sama aku nggak apa-apa "jawab Livia santai,ia pun keluar dari ruangan Reyhan dengan penuh suka cita.
Ternyata diluar pintu,sudah berdiri Dokter Harun.Paman Reyhan sekaligus kepala Rumah Sakit Mitra Medical.
Livia agak kaget terserempak dengan beliau.Ia segera membungkuk memberi hormat.Dokter Harun tak menanggapi,ia melangkah masuk keruangan keponakannya itu.
"Om??tumben pagi-pagi sudah menyambangi ruangan ku?"sapa Reyhan dengan senyuman yang tak dapat diartikan.
"Karena pagi-pagi kamu sudah membuat perkara..."jawab Dokter Harun ,ia duduk tanpa dipersilahkan.
"Sampai kapan kamu akan begini terus Rey? Kamu sudah dewasa, berhenti lah bersikap kekanak-kanakan seperti ini "
"Kamu pemilik Rumah Sakit ini,jika kamu bersikap kurang terpuji seperti ini ? bukan hanya namamu yang tercemar,tapi juga Rumah Sakit Ini akan dibawa-bawa.Kakekmu berjuang mati-matian untuk membesarkan nama Mitra Medical, Apakah itu sepadan jika Mitra Medical akan hancur oleh sikap satu orang yang tidak dewasa ?"
Reyhan tertunduk menatap lantai.
"Excel pasti akan sedih melihat mu begini Rey"
Mendengar nama Ibunya disebut, jantung Reyhan langsung berdebar kencang.
"Pikirkan lagi ucapan ku baik-baik,,,,"Dokter Harun bangkit lalu keluar dari ruangan Reyhan .
Reyhan tetap berdiri mematung, bayangan wajah Ibunya yang tersenyum dan penuh kasih terpapar di pelupuk matanya.
Hatinya sakit, sangat sakit.. Kadang ia sampai berpikir.Kenapa Tuhan sangat jahat kepada dirinya ??Ia masih membutuhkan sosok Ibunya,tapi kenapa harus Ibunya yang meninggal ??
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Hari ini...Reyhan pulang lebih awal dari biasanya.Ia jadi kurang bersemangat sejak pertemuannya dengan Dokter Harun pagi tadi.
Tanpa mengetuk pintu ataupun menekan bel.Ia langsung masuk ke rumahnya.Betapa kagetnya ia melihat Seruni sedang ditindih oleh seorang pria.
Reyhan langsung naik emosi,ia bagai terbang melompat dan menarik tubuh pria itu.Seruni kaget,begitu juga dengan pria itu.Tanpa ampun Reyhan memukul wajah si pria.
"Kak ..Kakak...stop!!!"Seruni berusaha menghentikan Kakaknya memukul pacarnya.Namun Reyhan sudah seperti kesetanan, sampai puncaknya.Seruni menampar Kakaknya,Reyhan kaget.Matanya melotot sampai merah.
"Kakak akan membunuh Kenzo "bantah Seruni sambil lalu menarik pria itu agar terlepas dari Kakaknya.
"Aku tidak perduli!!!"Reyhan menengking kuat membuat Seruni terkesiap.Ia melangkah mundur dengan pria itu dibalik punggungnya.
"Dia akan menodaimu,apa aku harus diam saja?"
"Kita hanya berciuman kak"Bantah Seruni tetap membela diri.
"Setelah berciuman ??Apa yang akan dia lakukan padamu?? sedangkan posisi mu?? sudah terkapar keenakan begitu??Atau??ini sudah hal biasa'bagimu??Atau???kau sudah ternoda ???"Pikiran terburuk meracau dalam pikiran Reyhan .
"Begitu picik pikiran mu Kak... sedangkan kamu sendiri tidak jauh lebih baik dari ku,mungkin saja kau lebih buruk"balas Seruni .
"Aku laki-laki Run...itu masih wajar"
"Wajar???Ok!!mungkin wajar bagimu...tapi bagiku kau memberikan contoh untuk aku melakukannya..."
Reyhan tercekat, adiknya sendiri sekarang menyudutkan dirinya.Tadi Pamannya...kenapa hari ini begitu menyakitkan bagi Reyhan ??
Kenzo yang sedari diam menahan rasa sakit , berpikir untuk pergi saja.Dari pada berada ditengah-tengah pertengkaran antara kakak beradik itu.
"Ken..."Seruni menyerukan nama kekasihnya saat menyadari pria itu sudah beranjak pergi.Ia menyusul langkah Kenzo secepat ia bisa.
Reyhan hanya termangu menatap punggung adiknya yang menghilang di balik pintu rumahnya.Ia terduduk lemas, pikiran nya semrawut.Ada penyesalan yang menghantui dirinya.
.
.
"Aku antar pulang ya..."ajak Seruni ,ia sangat merasa bersalah sekali terhadap Kenzo.
"Tidak usah....aku bisa naik grab"tolak Kenzo.
"Jangan gitu dong...aku minta maaf atas sikap Kakak ku yang keterlaluan sama kamu"
"Sudahlah...aku malas ngebahasnya"Kenzo menepis tangan Seruni .
"Jangan gitu dong Ken...kamu jangan marah sama aku gitu..."
"Aku nggak marah,cuma aku Kecewa sama kamu Run... Bukankah aku sudah mengajakmu keluar "
"Aku nggak tahu kalau Kakakku akan pulang cepat "
"Ah sudahlah...aku malas Run...Aku mau pulang saja"
"Kennnnn"Seruni merengek namun Kenzo seperti tak perduli.Ia pergi meninggalkan Seruni yang benar-benar sakit hati, Kecewa,kesal bercampur aduk menjadi satu.
"Iiihhh Semua ini gara-gara Kakakku"Seruni menghentakkan kakinya beberapa kali,lalu ia berlari masuk ke dalam rumahnya.Ia ingin segera menumpahkan semua perasaannya di atas tempat tidur.Ia sama sekali tidak memperdulikan Reyhan yang duduk lemas menatapnya.Seruni terus saja naik ke atas loteng menuju kamarnya.
Saat ia menangis tersedu-sedu menelungkup di atas bantal,Kujang datang mengendus kaki Seruni .
"Jangan ganggu aku"Seruni menggerakkan kakinya yang terasa geli.Namun Kujang terus saja melakukan hal itu,membuat Seruni terpaksa menghentikan tangisnya.
"Kujang...ih"Seruni menendang hewan sakral itu,namun Kujang dengan gesitnya mengelak.Hewan itu justru tertawa mengejek.
"Kamu ya..sama aja tuh sama Tuanmu.Jahat terus sama aku"
"Kakak mu hanya tidak ingin kamu diapa-apakan oleh laki-laki itu"
"Tapi Kakak ku kan juga gitu sama cewek-ceweknya"bantah Seruni .
"Tapi Kakak mu tidak pernah sampai melakukannya "Kujang tetap membela Reyhan .
"Kamu selalu bela dia"
"Aku mengatakan yang sebenarnya "
"Kok kamu bisa tahu??"
"Ya karena aku memang tahu,kalau Kakakmu sampai kebablasan ?aku akan pergi meninggalkan dirinya "
Seruni diam, ia menelaah ucapan Kujang.