SERUNI

SERUNI
DOKTER PSIKIATER HANTU BAB 54



"Gimana Kak?"tanya Seruni menyambut kedatangan Kakaknya.Melihat wajah Reyhan yang tak bergairah dan diam, membuat Seruni yang sangat berharap adanya berita baik menjadi cemas seketika.


"Kak kenapa ?"


Reyhan terduduk lemas, sedang kan Steven tidak mau menunggu sebuah jawaban.Ia langsung meluruh masuk ke dalam ruang bersalin.


"Kak... jangan buat Runi takut"Seruni duduk bersimpuh di hadapan Kakaknya.


"Uzma koma Dek"


"Hah???kok bisa??"


"Aku nggak tahu...dia tidak sadarkan diri setelah melahirkan"


Seruni gelisah,rasanya ia ingin ikut masuk ke dalam untuk melihat langsung kondisi Kakak iparnya itu.


Disaat keadaan panik, Kujang muncul mendekat.


"Kau harus memisahkan anak dan Ibunya "tutur Kujang.


"Apa maksud mu Kujang ?"tanya Reyhan kurang mengerti.


"Energi anakmu sangat kuat,baru lahir saja.Ia sudah bisa menarik dua Jimat dalam tubuh Ibunya.Jika ia berada di dekat sang Ibu,bisa-bisa seluruh energi Ibunya terhisap"


"Maksud mu Kak Uzma bisa meninggal ?"Timpal Seruni .


Kujang mengangguk...


Reyhan terdiam, ia tidak mau kehilangan istri tercintanya.


"Bagaimana caraku memisahkan mereka ?Aku harus meletakkan anakku dibawah asuhan siapa?"


"Dok"tiba-tiba Steven muncul.


"Bagaimana Sayang?"Seruni bangkit,tanpa ia sadari ia sudah mesra dengan suaminya.Sejenak Steven terpegun,ia tersenyum lebar.


"Aku juga kurang mengerti sayang, keadaan dia menurun drastis "jawab Steven.


Reyhan semakin gusar...


"Kau harus membuat keputusan yang tepat "Ujar Kujang yang hanya didengar oleh Reyhan dan adiknya.


"Kak..."Seruni menggenggam tangan Kakaknya erat,Reyhan menatap sendu wajah sang adik.


"Biar aku yang jaga anakmu"


"Kau tidak boleh mengambil keputusan sendiri Dek,kau sudah punya suami"bantah Reyhan .


"Sayang... boleh kan kalau kita menjaga anak Kak Reyhan dan Kak Uzma ?"Seruni meminta pendapat kepada sang suami.


"Aku sih tidak keberatan sayang,tapi kenapa harus begitu ?"Steven ingin tahu alasannya.


"Jika mereka berdekatan,Kak Uzma tidak akan bisa diselamatkan"jawab Seruni singkat.


"Begitukah?"Steven masih kurang percaya,Seruni mengangguk yakin.


"Ya sudah, kalau itu yang terbaik.Aku akan mendukung sepenuhnya "sambung Steven kemudian.


"Cepat bawa dia Seruni ... sekarang!!!"Tandas Kujang.


Seruni mengangguk setuju,


"Ayo sayang...kita bawa bayinya "ajaknya kepada sang suami.Steven mengiyakan,ia membawa Seruni ke ruangan bayi dimana anak Reyhan berada.


*


*


Dengan bantuan tenaga dalam dari Kujang, akhirnya Uzma bisa sadarkan diri juga.Reyhan langsung menghapus wajah risaunya dengan senyuman yang mengembang.


"Sayang kau sudah sadar?" Reyhan menggenggam erat tangan istrinya.Uzma mengerjapkan matanya.


"Mas....di mana anak kita?"


"Kau tidak usah khawatir Sayang...Yang penting sekarang kamu sudah pulih"


"Mas... di mana anak kita? apa yang terjadi?"Uzma bukannya tenang, dia malah panik.


"Anak kita sedang dijaga oleh Seruni ,,kamu nggak usah panik gitu dong"


"Kenapa dijaga oleh Seruni?"


"Sayang tolong kamu percaya sama aku ya. Aku ingin ngasih yang terbaik Sama istriku dan juga anakku"


"Tidak! pasti telah terjadi sesuatu. Kamu menyembunyikan sesuatu dariku Mas?"


"Sayang aku tidak menyembunyikan apapun darimu . Hanya saja, jika anak kita berada di dekatmu .Kau akan kalah ,kamu akan lemah sayang. Seperti saat sebelumnya, kau tidak sadarkan diri karena energimu dihisap oleh anakmu"


"Kenapa bisa begitu ??"kedua bola mata Uzma mulai berkaca-kaca.


"Aku juga tidak mengerti sayang ,2 jimatmu pun Sekarang ikut serta dengan dia"


"Apakah dia laki-laki ?"


Reyhan mengiyakan...Uzma tersenyum simpul.


"Tapi tadi kamu sempat kan Mas gendong dia,? meng-adzankan dia?"


"Iya sayang... aku sudah meng-adzankan dia"


"Bagus lah... tapi aku bisa kan mas melihatnya dari jarak yang jauh"


Uzma mengangguk setuju


...----------------...


"Sayang...ini bagaimana ?? dari tadi ngedot terus nggak mau tidur-tidur "gerutu Seruni yang dibuat pusing oleh ponakan kecilnya.


"Aku juga bingung sayang, biasanya kalau bayi.Kalau sudah kenyang pasti tidur "jawab Steven.


"Tapi ini udah 5 botol loh sayang, dan ini adalah botol ke-6. Dia masih belum kenyang dan tidak mau tidur"


"Ya sudah letakkan saja di atas kasur sayang, nanti dia bakal tidur sendiri .Kamu rebahan aja dulu"titah Steven yang disetujui oleh sang istri.


Dengan perlahan Seruni meletakkan bayi Reyhan yang masih saja terus ngemut susu.Ia menghela nafas lega saat sudah berhasil meletakkan bayi itu dengan selamat.


Memang bayi tersebut tidak menangis,tapi bayi itu tidak berhenti mimik cucu dan tidak tidur seperti bayi yang biasanya baru saja lahir.


"Apa kita kasih obat tidur saja dia?"usul Seruni .


"Jangan sayang, nggak boleh gitu.Dia masih bayi"bantah Steven.


"Tapi dia tidak menunjukkan tanda-tanda bahwa dia akan tertidur sayang.Coba lihat, wajahnya segar sekali "


Steven menghela nafas,ia sendiri bingung menghadapi bayi yang menurutnya aneh itu.


"Aku takut sayang"Gumam Steven.


"Takut kenapa ?"


"Dia akan mati kalau kita kasih dia obat bius "


Seruni tersenyum menahan tawa.


"Jadi kamu ingin membius dia?"


Steven mengangguk.


*


"Hallo Dek..."suara Reyhan terdengar saat Seruni mengangkat teleponnya dalam keadaan mai-mai.


"Hem ???"


"Gimana keadaan bayi Kakak?"


"Kak?"


"Iya dek?"


"Kenapa Kakak tidak ingin tahu keadaan ku?"


"Loh kok kamu ngomong gitu?"


"Bayi Kakak baik-baik saja,tapi aku tidak hiks hiks hiks hiks "Seruni menangis tidak bisa berpura-pura untuk tegar.


"Kamu kenapa Dek?"


"Anakmu tidak mau tidur Kak,tuh dia ngoceh sendiri momimumu momimumu.Ini udah botol ke 20dia minum susu Kak"


"Hah??"


"Hemmmm rasanya satu kilo susu hanya akan dia minum setengah hari saja Kak"Sambung Seruni lagi.


"Ya udah...Kakak akan cari baby sitter untuk dia Dek.Tapi tolong jaga dia ya..."pinta Reyhan .


"Cari dua Kak... untuk sif pagi dan malam "sambung Seruni .


"Iya Dek...kamu sabar dulu ya"


"Hem "jawab Seruni malas.


TALIAN PUN TERPUTUS.


Reyhan tersenyum tipis mendengar kabar tentang anaknya, meskipun tadi dia terdengar cemas.Tapi ia cukup bahagia karena anaknya berbeda dengan anak bayi lainnya.


"Kenapa?"Kujang bertanya.


"Seruni kewalahan menghadapi anakku.Dia anak yang spesial Kujang"


"Hehehehehe karena itu aku enggan kesana,"Seloroh Kujang.


"Jadi kamu tahu Jang"


"Hemmm masih dalam perut saja dia sudah bisa membunuh Kunyang yang hendak memakannya,Apalagi sekarang?"


"Membunuh Kunyang ??? Kunyang setan kepala terbang itu?"


"Iya... emang ada Kunyang lainnya "


"Kok bisa Jang?"


"Saat Uzma diculik, penculik itu kan penyihir yang menginginkan Jimat istri mu.Tapi tidak bisa dikeluarkan karena bayimu memeluknya erat.Jadi Penyihir itu berinisiatif untuk membunuh bayimu dengan meminta Kunyang untuk memakannya.Tapi justru Kunyang itu sendiri yang mati didalam perut istri mu"


"Waaaaahhh hebat juga ya anakku"Reyhan berdecak kagum.


"Dia lebih hebat dari mu"sahut Kujang.


Reyhan tersenyum penuh arti.