SERUNI

SERUNI
DOKTER PSIKIATER HANTU BAB 64



"Kayaknya Yas baik-baik saja disana ya sayang"ujar Uzma dengan tatapan luas ke arah kampus tempat Seruni menuntut ilmu.


"Sepertinya begitu sayang..."


"Apa kita tinggal aja Mas?"


"Emmmm tapi aku masih khawatir banget sayang "


"Iya juga sih...ya udah kita tunggu "


Reyhan mengangguk setuju.


*


*


Seruni DKK begitu antusias memperhatikan seorang informan yang menjelaskan tentang sepak terjang seorang pembisnis.Beliau juga menjelaskan pengalaman pribadinya dari yang bukan siapa-siapa,sampai menjadi seorang pengusaha ternama.


Tito menggosok leher bagian belakang,ia merasa hawa dingin menyergap.Yas yang tengah ***** susu bingkas bangun.Ia yang disembunyikan Seruni di belakang kursinya dan merupakan kursi paling belakang dari deretan yang lain.


Yas mencoba untuk meraih ujung kain makhluk yang melayang di belakang tubuh Tito.KENA!!!


Yas menarik-narik ujung kain itu, membuat Makhluk berwajah pucat itu menoleh ke arahnya.


"Ce...Ce...yuuun...Yun.."bibir Yas sampai berbentuk bulat saat bicara dengan bahasanya.Makhluk itu diam dengan tatapan kosong.Yas terus menarik ujung kain tersebut


"Yun..Yun..."lagi-lagi dengan bahasa yang sama.Akhirnya makhluk itu melayang turun dan duduk di sisi Yas.


"Namaku bukan Yuyun...tapi Luna"ujar Makhluk tersebut.Yas memberi tanggapan dengan senyuman.


Seruni tidak menyadari jika diantara mereka ada tamu yang tidak diundang.


Yas menaiki pangkuan Makhluk itu,dan terus merambat hingga hampir berdiri.Ia sama sekali tidak risih dengan belatung yang menggerogoti wajah makhluk tersebut.


"TTa... TTa"Yas menunjuk mata si Makhluk astral . Arwah Luna terhenyak,kenapa anak ini tidak ada takut-takutnya?


"Tata...Tata..."Tanpa diduga Yas mencolok mata arwah Luna.


"Aduh...kok dicolok sih"Luna mengadu dengan refleks menutup satu matanya yang tercolok.


"He..."Yas tersenyum senang ,Dalam pikiran anak kecil tersebut.Mata itu menggunakan softlens seperti yang biasa Seruni lakukan untuk nakut-nakutin Steven.


"Haaa"Luna mencoba membuat dirinya seseram mungkin,tapi Yas malah ketawa cekikikan.


Seruni menoleh karena mendengar tawa renyah keponakannya.Ia terbelalak melihat penampakan Luna.Mulutnya menganga tanpa bisa berkata apa-apa.


Luna mengangkat wajahnya,kedua pandangan dua sahabat yang sudah berbeda alam itu bertembung.Luna mengulas senyum dibibir nya yang pucat.


Seruni jadi sebak,ia menahan air matanya sebisa mungkin.Tito yang duduk di sebelah Seruni ,heran karena wanita itu diam mematung dengan pandangan kebelakang.Ia penasaran apa yang sedang Seruni lihat sampai begitu?Tapi Tito tidak menemukan apapun yang terlihat kecuali Yas yang duduk dengan riangnya.


"Stt stt stt"Tito mentoel lengan Seruni , wanita itu menoleh.Barulah Tito melihat genangan air mata yang tertahan.


"Kenapa?"


Seruni menggeleng cepat lalu kembali fokus ke depan.Tito tidak percaya jika tidak ada apa-apa.Karena ia yakin Seruni sedang sedih saat ini.


*


*


Pelajaran usai,Seruni diam tak bergeming.Anggi dan Rasti heran dengan perubahan sikap Seruni .Mereka bertanya kepada Tito dengan kode,Tito hanya mengedikkan bahunya.


"Run...Ayo"Ajak Anggi menyadarkan Seruni dari lamunannya.Seruni hanya mengangguk,ia menelan saliva.Tenggorokannya terasa perit sekali.


"Kamu kenapa ?"Untuk kesekian kalinya Tito bertanya.Seruni memutar bola matanya menatap Tito.


"L-Luna Tito..."gemetar tubuh Seruni bila mengucapkan nama sahabat nya itu.


"Kenapa dengan Luna?"


Anggi dan Rasti kembali duduk karena penasaran.Seruni memperhatikan satu persatu wajah teman-temannya.


"Apa?!!!"Anggi dan Rasti kompak terkejut.


"Kau bercanda bukan?"Tito tidak bisa dengan mudah percaya akan ucapan Seruni .


"Aku serius To...Dia ada dibelakang mu sekarang"


Tito serta merta menoleh ke belakang.


"Mana??aku kok nggak liat!!Run .... bercanda mu nggak lucu tahu nggak ?"


"Aku serius To...coba perhatikan Yas,dia sedang memangku Yas"Seruni meyakinkan ,Tito kembali menoleh.Ia memperhatikan Yas dengan seksama.Benar!!Jika dilihat dengan benar,Yas duduk tidak menyentuh lantai.Seperti bayi itu sedang duduk pada sesuatu yang tidak terlihat.


"Bener To...Yas duduknya kayak ada yang memangku"Ujar Rasti yang juga turut memperhatikan.


"Itu nggak mungkin...Luna pasti sekarang hanya kabur dari ku,Aku yakin dia masih hidup "Tito tetap menolak percaya.


"Kenapa kamu berpikir dia kabur dari kamu?Apa yang telah kamu lakukan padanya To?"tanya Seruni .


"Aku tidak melakukan apa-apa, sejak kita mau menikah Luna lebih sering cemburuan. Aku menyapa ini cemburu, Aku menyapa itu cemburu .Padahal aku hanya mencintai dia, tapi dia memang gitu, dia ngambekan"


"Tidak !!Aku yakin pasti ada yang kamu sembunyikan dari kami"bantah Seruni .


"Aku serius Run ...aku nggak menyembunyikan apa-apa.Hanya saja,,, Luna sekarang sedang hamil"Tito tersenyum tipis.


"Hamil anak ku...aku akan menjadi seorang ayah"Pria itu terlihat bersemangat sekali.


"Tapi...aku tidak tahu,kemana Luna bersembunyi?Aku ingin bertanya,aku salah apa?Sampek dia ngumpet lama-lama "


"Dia ada disini To"Seruni meyakinkan kembali.


"Stop Run...jangan bodohi aku,aku tidak akan percaya dengan kebohongan mu"


"Kapan aku pernah membodohimu? membohongi mu?hah??"Seruni bersikeras menegaskan ucapannya.Tito terdiam,ia kembali menoleh ke belakang punggungnya.


"Tapi aku tidak melihat Luna..."Tito tertunduk sedih,ia takut apa yang dikatakan Seruni itu benar.


"Kapan terakhir kalian bertemu ?"tanya Seruni sambil mengusap pundak Tito.


"Malam itu,malam dimana aku memberanikan diri untuk jujur kepada kedua orang tuaku.Bahwa aku akan menikahi Luna.Orang tuaku menentang keputusan ku,mereka justru bilang.Jika aku ingin bersenang-senang,tidak apa-apa.Tapi jika ingin serius, mereka sudah mempunyai seorang calon untuk ku"


"Luna terkejut,saat itu mungkin Luna baru tahu apa alasan ku ingin menikah diam-diam dengannya.Karena aku sudah tahu, kalau orang tuaku tidak akan setuju.Mereka mendambakan seorang menantu yang setaraf"


"Tapi aku tidak ingin mengecewakan Luna,aku berjuang sampai aku pertaruhkan semua fasilitas yang diberikan oleh kedua orang tuaku.Asal mereka mengijinkan dan merestui pernikahan kami"


"Ayah tetap menolak,tapi Ibuku sudah melunak.Dia membujuk Ayah agar setuju saja,dan akhirnya Ayahku ikut apa kata Ibu.Aku senang,begitu juga dengan Luna"


"Dan aku pun mengantarkan dia pulang,kami bercanda ria dan sangat bahagia sekali malam itu.Hingga aku enggan untuk pulang dan memilih untuk menginap di kost nya Luna"


"Paginya aku berangkat kuliah seperti biasa,dan Luna berangkat sedikit terlambat karena jam kuliahnya siang.Setelah itu aku tidak melihatnya lagi,aku mencari nya kemana-mana.Ponselnya pun mati..."


"Kamu tidak lapor polisi ?"Seruni memotong kalimat Tito.Pria itu menggeleng perlahan.


"Aku pikir dia seperti biasanya,ngambek...tapi kok ngambeknya lama banget..."


Seruni beserta dua BESTie nya saling berpandangan satu sama lain.


"Apa kamu mau bicara dengan arwah Luna?"Seruni menawarkan.Tito sedikit kaget...


"Jangan bicara sembarangan dong Run...aku yakin Luna masih hidup "bantah Tito.


"Baiklah...tapi jangan cari aku lagi jika kamu butuh telepati kepada Luna"tegas Seruni ,ia merapikan buku-bukunya lalu bangkit.


"Run... jangan gitu dong"bujuk Tito.


"Yah mau gimana lagi, kalau kamu tidak percaya sama aku"


Tito terpegun