
Japan Airline mendarat dengan sempurna di Bandara Soekarno Hatta.Reyhan begitu sangat teruja karena ini pertama kalinya ia pulang ke Indonesia.Kampung halaman yang sering Ibunya dongengkan.
Ia sama sekali tak berhenti melompat-lompat selama berjalan menuju ruang jemputan.Excel tak pernah memarahi selama itu tidak membahayakan,Tuan Brata pun hanya senyam-senyum melihat tingkah konyol cucu semata wayangnya itu.
Dokter Dirga dengan khusus menyambut kedatangan Seorang Dokter spesialis kanker yaitu Excel Oktavia, keponakannya sendiri.
Pelukan dan ciuman kerinduan diberikan kepada keponakan tersayangnya.Karena memang Dokter Dirga tidak mempunyai anak perempuan.
"Akhirnya...kamu bisa diandalkan juga Ex"
"Makasih ya Om"
"Ini Reyhan ya...??"
Si kecil yang ditanya hanya planga-plongo.
"Rey...ini Datuk Dirga...Kakak dari Datuk Kakung"
"Oh...Hay Datuk..."
"Hay sayang..."Dokter Dirga mencubit hidung kecil dan lancip milik Reyhan .
"Mana mobilmu Dir...aku udah capek banget pengen cepet-cepet istirahat"timpal Tuan Brata .
"Oh ok..ayo ayo..."Dokter Dirga meraih Reyhan dalam gendongannya kemudian pergi mendahului untuk menunjukkan tempat mobilnya yang diparkir.
___
Sebelum memulai terjun ke dunia perdokteran,Excel memilih untuk refreshing menemani Reyhan jalan-jalan keliling Indonesia.Beberapa tempat-tempat indah dan menyenangkan yang disukai anak kecil ia kunjungi.
Karena setelah ini,Excel yakin akan sulit menemukan waktu luang untuk bisa jalan-jalan bersama Reyhan .
Saat Reyhan sedang berjalan-jalan di salah satu Mall bersama Excel . Tiba-tiba Excel menyadari jika dompetnya tertinggal di mobil tadi saat mengeluarkan kartu parkir.
"Rey...bisa tunggu Bunda disini dulu nggak, Dompet Bunda ketinggalan sayang"
"Oh ok Bun,Rey tunggu di Gazebo itu ya"Reyhan menunjuk satu Gazebo kosong.Excel mengangguk setuju.
"Ingat!!! tunggu Bunda ya... jangan kemana-mana"
"Ok"Reyhan menunjukkan ibu jari kanannya.Excel tersenyum,ia memang sering melakukan ini kepada Reyhan.Karena Reyhan punya Indra penciuman yang tajam seperti dirinya.Reyhan bisa mencium keberadaannya jika anak itu tertinggal.Karena itu ia tidak perlu khawatir meskipun meninggalkan Reyhan jika ada hal mendesak seperti ini.
Baru saja Reyhan duduk di Gazebo, pandangannya menangkap sesuatu yang membuatnya penasaran.
Seekor harimau putih berjalan mengekori beberapa orang pria.Dan Harimau itu menoleh ke tempat Reyhan duduk.Dengan sangat jelas Reyhan melihat Harimau itu tersenyum padanya dan manggut-manggut.Seperti tengah memanggil Reyhan .
Anak yang memang selalu ingin tahu itu pun turun dari Gazebo, berlari kecil menghampiri si Harimau putih.Tanpa rasa takut Reyhan mengulurkan tangannya,dan si Harimau putih itu mencium tangan Reyhan .
Reyhan tertawa cekikikan, membuat para gerombolan pria itu menoleh ke arahnya.
Ba'im dan teman-temannya yang sedang melakukan rutinitas tahunan itu heran melihat ada anak kecil ganteng dibelakang mereka.
"Anak siapa nih?"
"Entah??"
Ba'im duduk berjongkok di depan Reyhan.
"Hay...kamu sama siapa?Kok sendirian??"
Reyhan tak menjawab,namun matanya begitu menyorot tanpa takut melawan tatapan mata Ba'im .
"Mending kita antar ke pos satpam saja biar di siarkan kalau ada anak hilang"usul salah satu teman Ba'im .Ba'im mengangguk setuju,ia meraih tangan anak itu Namun Reyhan mengelak.
"Nak...kamu ikut Om yuk, kita cari Mama kamu"ajak Ba'im berusaha membuat anak itu yakin dengan nya.
Reyhan mengalihkan perhatiannya kepada Harimau putih yang berada di sisi Ba'im .Harimau itu tersenyum,Reyhan pun membalasnya.Ba'im dan teman-temannya saling bertatapan kebingungan.
"Apakah anak ini gila? tapi kalau dilihat dari penampilannya, dia seperti anak orang berada. Rapi.. tampan...bersih...dan bajunya pun branded loh"Seorang dari teman Ba'im menelisik penampilan Reyhan dari ujung rambut hingga ujung kaki.
Reyhan mengendus,ia mencium aroma parfum Ibunya.Tanpa berkata apa-apa,ia langsung berlari pergi menuju pintu utama.
"Eh...main kabur aja tuh anak..."tukas teman Ba'im .
Ba'im tersenyum tipis,ia masih bisa melihat punggung Reyhan disela-sela keramaian pengunjung.
"Udah yuk...laper nih"
Ba'im mengangguk,ia pun bangkit dan melangkah bersama-sama teman-temannya mencari makan.
___
Reyhan memeluk kaki Excel , membuat wanita cantik itu kaget.
"Eh Rey...kok disini?? kan Bunda sudah bilang Rey tunggu di sana"
"Bun...ada harimau putih hihihihi"
DEGH!!!
Harimau putih ???
"Ah tidak mungkin?? mungkin yang dilihat Reyhan hanya badut atau sebuah film "
"Dimana itu??"Excel duduk berjongkok mensejajari anaknya.
"Tuh disana"Reyhan menunjuk ke tempat dimana ia bertemu Ba'im .
Excel tercengang...
"Ikut Om?? maksudnya mengikuti seorang pria??"
"Terus??"
"Udah!!"
Excel menautkan kedua alisnya.Jujur ia merasa tidak tenang sekali.Tapi apa mungkin ??Ini Mall kan jauh dari Yayasan ??Pria yang masih menggetarkan jiwanya itu sedang apa di tempat ini ??
"Bun..."
Suara Rehan mengagetkan Excel.
"Ah iya sayang..."
"Ayok... katanya mau main ice skating "
"Oh ok...yuk"
Keduanya pun melangkah bergandengan tangan menuju wahana ice skating.Itu adalah salah satu permainan kesukaan Reyhan.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Hari ini adalah hari pertama Excel bekerja di Rumah Sakit milik Tuan Brata .Ia menjabat sebagai wakil PRESDIR RS MITRA MEDICAL.Karena sangat tidak mungkin Tuan Brata mengangkat Excel langsung menjadi seorang PRESDIR.
"Bunda mau kemana ??"Reyhan baru saja datang berkumpul di ruang makan.Ia naik ke kursi disamping Excel .
"Bunda mau kerja sayang"Excel menjawab disertai belaian lembut di pipi Reyhan .
"Kerja ??? terus Reyhan disini sama siapa ??"
"Kan ada si Mbok, nanti Bunda juga carikan seorang asisten yang bisa nemenin Reyhan bermain ,,gimana ??"
"Atuk juga ikut kerja??"
"Iya sayang Atuk juga ikut"jawab Tuan Brata .
"Hemmm"
Reyhan menghela nafas sambil melipat tangannya di dada.
"Rey mau sekolah aja Bunda"
"Sekolah ??"Excel saling berpandangan dengan Tuan Brata .
"Iya Bun...Emmmm Rey pengen tahu baca ini"Reyhan turun dari kursi lalu berlari kecil menuju rak buku diruang tengah.
Ia mengambil satu buku lalu dibawanya kembali ke samping Ibunya.
"Ini Bun..."Reyhan menyerahkan sebuah buku,dan Excel mengambil alih.Ia tercengang,buku itu adalah buku bahasa Arab yang pernah diajari di Yayasan.Excel menatap Tuan Brata ,Tuan Brata sendiri bingung buku apa itu?.
"Kenapa Rey ingin tahu baca ini ??"
"Karena dari semua buku yang Bunda punya,hanya ini yang buat Rey bingung.Mau tanya Bunda,tapi selalu lupa"
"Emangnya itu buku apa sih?"tanya Tuan Brata .
"Ini Pa..buku Ex waktu di Yayasan "
"Kamu ngerti buku itu?"
Excel mengangguk.
"Ya udah ajarin Reyhan!!"
"Ex cuma bisa baca doang, ngajarinnya nggak tahu.Soalnya ini harkatnya beda-beda sebutannya.Kalau ada ini dibaca ini kalau ada ini lain lagi,gitu"
"Ya udah Bun,Rey mau sekolah di tempat Bunda sekolah yang ada pelajaran ini"
DEGH !!
Detak jantung Excel seakan berhenti, untuk kesekian kalinya ia menatap sang ayah.
"Mbooook"Tuan Brata memanggil asisten rumah tangganya.Seorang perempuan berumur datang menghadap.
"Iya Tuan..."
"Mbok tahu nggak dimana ada sekolah TK yang ngajarin bahasa ini"Tuan Brata menunjuk buku yang dipegang Excel .
"Bahasa Arab Mbok"Excel menambahkan agar lebih jelas.
"Emmmm ada di Madrasah,disana lengkap tingkat sifir,MI,MTS,dan MA Semua lengkap "
"Dekat Mbok?"Sambung Tuan Brata .
"Emmmmm harus naik motor biar Deket.Cucu saya juga sekolah disana"
"Ya udah,mulai besok bawa sekalian Reyhan ya"pinta Tuan Brata .
"Baik Tuan"
"Gimana ???udah seneng ??"tanya Excel kepada putranya.Reyhan mengangguk penuh semangat.