SERUNI

SERUNI
DOKTER PSIKIATER HANTU BAB 25



Livia turun dari apartemennya untuk mengambil pesanan grab food.Karena Khusairi melarang nya melakukan pekerjaan rumah terlalu berat melihat keadaan Livia yang tengah berbadan dua.


"Terimakasih ya Mas"ucap Livia setelah membayar ongkir.


"Sama-sama Mbak"balas kurirnya.Livia berbalik untuk kembali naik ke lantai apartemen.Sebelum sebuah suara menyapanya.


"Hay Livia ..."


Livia menoleh,, keningnya langsung bertaut.


"Ka-kamu ??"


"Masih ingat kan sama aku?"


Livia mengangguk...


"Kelihatannya kamu sedang berbadan dua, istri Reyhan pun sama.Dia tengah hamil sekarang,,,mereka sungguh sangat bahagia sekali.Apakah kamu sudah lupa tentang luka di hati mu?"


"A-aku tidak bisa kemana-mana, setelah pertemuan kita hari itu.Aku diboyong tinggal disini bersama suamiku.Dia sangat posesif,aku tidak boleh kemana-mana tanpanya atau tanpa ijin dari nya"Livia dengan gamblang bercerita.


"Ohya??? kasihan sekali kamu Nak..."Ummi Kalsum membelai rambut Livia seolah-olah sangat menyayangi wanita itu.


"Aku punya sesuatu untuk mu"Ummi Kalsum menyerahkan sebuah bungkusan hitam dan kecil.


"Campurkan ke dalam makanan atau minuman suamimu.Nanti dia akan patuh apa katamu"


"Benarkah ??"


Ummi Kalsum mengangguk yakin,Livia tersenyum lebar.Ia mengambil alih buntalan hitam itu.


"Terimakasih..."ucap Livia senang.


"Jangan lupa, setelah berhasil kau harus segera menemui ku"


Livia mengangguk setuju.Ummi Kalsum membiarkan Livia pergi masuk ke dalam lift.


___


Seperti yang sudah diperintahkan,Livia mencampurkan serbuk hitam yang diberikan oleh Ummi Kalsum ke dalam kopi buatannya.Lalu Livia menyuguhkan kopi tersebut kepada Khusairi yang tengah sibuk dengan laptopnya.


"Ni Mas kopinya..."


"Taruh saja disitu"jawab Khusairi tanpa menoleh.Livia mengangguk,setelah meletakkan di atas meja.Livia pergi,namun ia tidak masuk ke kamarnya.Melainkan mengintip sang suami yang sibuk bekerja.


Tanpa rasa curiga, Khusairi menyesap kopi yang Livia suguhkan.Sedikit demi sedikit hingga ludes tak bersisa.Tanpa Khusairi sadari pupil matanya mengecil dan pandangan matanya sedikit kabur.


Livia tersenyum licik,ia kembali menghampiri suaminya.


"Mas...aku mau keluar dulu ya..."ucap Livia untuk mengetes obatnya sudah bekerja atau belum.Khusairi mengangguk seperti orang pikun.Livia tersenyum lebar,,,ia gegas meraih kunci mobil dan keluar dengan senangnya.


Tempat pertama yang ingin Livia kunjungi sebenarnya adalah rumah Reyhan .Ia sudah sangat merindukan pria itu.Namun ia takut Kecewa lagi,karena itu ia menemui Ummi Kalsum terlebih dahulu.


Wanita penyihir itu sangat teruja menyambut kedatangan Livia .Ia pun memerintahkan untuk menculik Uzma , istri Reyhan .


"Saya sendiri Madam?"


"Iya..."


"Kenapa?kenapa tidak bersama Madam?"


"Perempuan itu dilindungi,jika aku ikut.Kekuatanku akan dimusnahkan oleh penjaganya.Tapi kalau kamu, adalah manusia biasa.Ia hanya bisa melawan makhluk halus atau manusia pemuja seperti diriku"


Livia mengangguk pelan.


"Tapi apa aku akan aman-aman saja Madam"


"Kau tenang saja ,aku akan selalu memantau mu dari sini "


Livia diam,ia berpikir apa yang akan ia lakukan.


"Kau adalah seorang perawat bukan?jadi kamu lebih tahu bagaimana cara yang paling mudah untuk menculik wanita itu"


Livia mengangguk paham.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Pagi harinya, seperti biasa Uzma akan menyiapkan sarapan pagi untuk suami dan adik iparnya.Dan Reyhan juga selalu meninggalkan Kujang untuk menjaga istri dan anaknya.Kedua pasutri itu tidak menyadari akan mara bahaya yang sedang mengintai.


"Aku berangkat dulu ya sayang"Reyhan mengecup kening istrinya, Kujang mempraktekan hal itu kepada Seruni .


"Titip istriku ya Kujang..."


Meskipun Uzma tidak bisa melihat Kujang,namun ia tahu jika khodam suaminya itu selalu senantiasa berada disisinya.


Uzma melambaikan tangan melepas kepergian suaminya, kemudian ia masuk dan mengunci pintu dari dalam.Belum beberapa langkah, suara bel berbunyi.


"Apa ada yang ketinggalan ?"tanya Uzma pada dirinya sendiri.Ia kembali untuk membuka pintu.


"Hay..."sapa Livia sambil melambai "lama tak jumpa, Bagaimana kabar mu??"Livia seenaknya masuk tanpa dipersilahkan.Uzma diam saja,ia mengikuti langkah tamu tak diundang itu.


"Hemmm pandai juga kamu mengurus rumah ya"Livia memperhatikan keadaan seluruh rumah yang bersih dan wangi.


"Ada apa datang kesini ?"tanya Uzma pada akhirnya.Livia tersenyum...


"Kenapa?apa aku sudah tidak boleh bertamu ke rumah ini?"Livia malah balik bertanya.Uzma tak menjawab..


"Sebenarnya aku mau minta tolong sama Reyhan ,ban mobilku kempes.Tapi rupanya Reyhan sudah berangkat kerja "


"Apa kamu tidak bertemu dengan nya di depan tadi?Karena dia baru saja berangkat "


Livia menjawab dengan gelengan kepala,padahal ia sudah melihat Reyhan keluar dari rumahnya.


"Apa kamu bisa membantuku ?"Sambung Livia ,


"Aku belum pernah melakukan hal itu sebelumnya "jawab Uzma .


"Hemmm kau memang tidak manusiawi, setidaknya berpura-pura lah melihat keadaan mobil ku"


Uzma terdiam...


"Aku sudah lah hamil,susah sekali jika aku harus melakukannya sendiri "Livia mengeluh memancing reaksi Uzma .


"Baiklah...ayo aku mau minta tolong sama satpam di depan agar Sudi membantu mu"ternyata Uzma menanggapi sesuai keinginan Livia .


"Nah gitu dong...yuk..."Livia tanpa sungkan menarik tangan Uzma keluar menuju mobilnya yang diparkir.


Uzma sedikit heran,kenapa kalau mobil bannya kempes ?kok bisa sampai ke rumahnya.Kenapa tidak di tempat dimana ban itu kempes ?Apa emang kempes disini ?.


"Aduh..."Livia tiba-tiba mengasuh kesakitan sambil memegang perutnya.Ia bersandar ke badan mobilnya.


"Kenapa?"tanya Uzma panik.Begitu Uzma hendak merangkul Livia ,Livia dengan sigap membekap mulut Uzma dengan sapu tangan yang sudah ia bubuhkan obat bius.


Tubuh Uzma langsung lemas,Livia memeluknya dan membuka pintu mobil.Ia memasukkan tubuh Uzma begitu saja ke dalam mobilnya.


Lalu segera membawanya pergi sebelum ada orang kompleks yang melihatnya.


___


Ummi Kalsum tersenyum senang melihat Livia datang membawa tubuh Uzma yang terkapar pingsan.Ia menyambut perempuan itu dengan suka cita.


Tubuh Uzma mereka bopong berdua masuk ke dalam kamar yang sudah Ummi Kalsum sediakan.


HUFFFFF


"Sekarang apa yang harus kita lakukan ?"tanya Livia ,ia benar-benar kecapean membopong tubuh Uzma .


"Kau diam saja,aku akan membuat ritual.Agar kamu bisa menggantikan posisi dia disamping suaminya"


Wajah Livia langsung berbinar bahagia.


"Emang bisa?"


"Ya bisalah..."


"Lalu dia mau kau apakan Madam ?"


"Itu urusan ku,,, sekarang tunggulah di luar"


"Baik Madam..."Livia tersenyum senang,ia keluar dengan patuh.


Ummi Kalsum memotong rambut Uzma sebagian.Lalu ia merendamnya ke dalam baskom.


Kujang melihat semua itu,tapi ia harus hati-hati.Karena ia memikirkan bayi yang ada didalam kandungan Uzma .Jika ia pergi memberi tahu Reyhan ,ia khawatir jika disaat ia pergi.Wanita penyihir itu akan melakukan sesuatu yang bisa membahayakan Ibu dan bayi Uzma .


Jadi Kujang memilih diam dan bertindak disaat yang tepat.