
Daun pintu terbuka,Qodir refleks bangkit begitu Seruni muncul dari balik pintu.Ia menyongsong kedatangan sahabatnya itu,wajahnya panik.
"Uni..."
Seruni hanya menatap sekilas dan berlalu begitu saja.
"Hey!!dari mana saja kamu?!"Seru Leo.Seruni seperti tak mendengar,ia duduk di kursi kosong dan menelungkupkan wajahnya ke atas meja.
Leo menatap Qodir dengan kening mengkerut.Qodir mengangguk seperti kode.Leo paham,ia turun dari atas meja tempat ia duduk baru saja.Kedua pria itu keluar dari ruangan kosong yang disediakan untuk mereka bekerja.
"Ada apa ini Qodir?kenapa Seruni begitu?"Tanya Leo setelah keduanya berada di tempat agak sepi.
"Aku harap kamu merooling Seruni dengan yang lain.Jangan tugaskan Seruni disini"
"Kenapa?"
"Roy adalah mantan kekasihnya,dan sepertinya Roy masih mencintainya.Aku rasa tadi Roy mengajaknya bicara"
Leo terdiam,ia paham sekarang.Entah kenapa ada sesuatu yang ngilu disudut hatinya?.
"Gimana??kamu setuju?"Sambung Qodir.
"Kamu jangan khawatir,aku akan menjaganya"Leo menepuk pundak Qodir,seraya melangkah kembali ke ruangan itu.Meskipun Qodir merasa kecewa,tapi ia tak bisa berbuat lebih.Pria itu menghela nafas panjang lalu mengikuti langkah calon adik iparnya.
___
Roy kembali muncul dengan membawa nampan berisi beberapa cangkir kopi.
"Waaahhh ini nih contoh Bos yang baik"Puji Leo.
Roy tersenyum,ia membagi-bagikan kopi yang dibawanya.Termasuk Untuk Seruni.Leo yang duduk di atas meja tempat Seruni duduk tersenyum samar.Ia menyesap kopinya,lalu disodorkan kepada Seruni.
"Kita kan biasa minum secangkir berdua"
Seruni terpelongo,ia menatap Leo dengan penuh tanda tanya.Leo tetap tersenyum disertai kerlingan mata menggoda.Gadis itu terhenyak kaget,ia jijik juga melihat Bos nya jadi miang begitu.
Seruni memalingkan wajahnya seraya ingin meminum kopinya sendiri,Leo dengan cepat merebut cangkir yang dipegang gadis itu lalu menukarnya dengan cangkirnya.
"Tidak usah malu"Ujarnya dengan genitnya.Hiiiiii Seruni bergidik geli.
Roy yang melihat kejadian itu diam tak bersuara.Dia merasa tidak percaya dengan apa yang ia lihat?Leo sangat mesrah dengan Seruni?
Deringan ringtone membuat semua orang yang berada di dalam ruangan itu agak kaget.Mereka yang terpana melihat perlakuan Bos mereka yang terkenal acuh,kini berbalik 180°.
Roy mengacuhkan telfonnya yang berdering.Namun ia pamit pergi dengan alasan ada yang harus ia kerjakan.Leo mengiyakan disertai senyuman yang tak lekang.
Baru saja Roy keluar,Leo meletakkan cangkir yang dipegangnya dengan kuat ke atas meja.Sontak semua kaget!
"Kalian semua keluar!!Aku ingin bicara empat mata dengan Seruni"Titah Leo tegas.Seruni terpana,baru saja Bosnya genit banget.Sekarang kok galak lagi??
Karin dan Qodir patuh,mereka meninggalkan Seruni yang terlihat masih tak percaya.
"Kau tadi pergi Roy??!!"Ini memang sebuah pertanyaan,tapi bagi Seruni mengandung tuduhan.
"Emmmmm"Seruni bingung sendiri mau jawab apa.
"Jawab saja jangan takut"Leo menyalakan sebatang rokok.
"Bos tahu dari siapa?"
"Berarti benar...Apa yang Roy lakukan padamu?"
Bola mata Seruni berputar-putar ke kanan dan ke kiri.Ia tercari-cari sebuah jawaban yang tepat agar tidak menyudutkan dirinya.
"Apa dia menciummu?"
Seruni tersentap,ia menatap Leo dengan kerjapan mata tak percaya.Pria itu tersenyum.
"Ternyata benar lagi dugaan ku"
Seruni celingukan.
"Mencari siapa?"
"Hantu"
"Hantu kok dicari"
"Bos kok bisa tahu semuanya,pasti ada yang ngasih tahu kan?Di tempat itu tadi nggak ada orang,kalau bukan hantu yang ngasih tau siapa lagi?"
Leo tak bisa menahan senyum mendengar jawaban gadis itu.Ia menjentik kening Seruni hingga membuat gadis itu mengaduh.
"Seberapa dekat kamu dengan Roy dulu?"
"Kenapa Bos ingin tahu?"
"Aku penasaran,istri secantik Sherly ternyata tidak mampu membuat Roy melupakanmu.Pasti kau sangat spesial Dimata Roy"
Seruni diam,ia tidak bisa mengatakan apapun tentang masa lalunya.
"Baiklah,jika kamu tidak ingin bercerita.Ku harap kamu bisa sportif dalam bekerja.Jangan bertindak diluar batas,aku bisa malu karena mu"
"Maafkan saya Bos"Seruni tertunduk.
"Cepat atau lambat Sherly pasti tahu kamu disini.Aku harap kamu bisa bekerja sama denganku untuk berpura-pura menjadi kekasihku"
Seruni mengangkat wajahnya.Matanya membulat tak percaya.
"Anggap saja ini Budi balasku karena berkat kamu aku bisa tahu apa yang terjadi kepada Tantri"
Seruni tetap bungkam.
"Kamu mau kan?"Leo inginkan kepastian.Seruni mengangguk pelan,Leo tersenyum lebar.
___
Sherly terus saja menelfon suaminya meskipun tak diangkat.Sejak ia melihat Seruni,istri dari Roy itu langsung mencari keberadaan suaminya.Ia belum tahu kalau Seruni bekerja sebagai auditor di perusahaannya itu.
"Kemana sih??"Sherly terlihat rimas,
"Mungkin sibuk say,,,kan ada tim audit datang hari ini"Nanda memberi tahu.Hati Sherly sedikit tenang, selalunya memang jika audit datang suaminya akan sangat sibuk dari biasanya.
"Kamu lihat seorang perempuan masuk ke ruangan suamiku nggak?atau melihat suamiku bersama perempuan lain?"
Manda yang ditanya berpikir sejenak.Ia selaku sekretaris dari Roy pasti tahu lebih banyak tentang atasannya.
"Kayaknya nggak ada deh,hanya tim audit itu aja"
Sherly mengangguk mengerti,ia sedikit lega setelah mendengar penjelasan dari Manda.Tapi keberadaan Seruni membuat tanda tanya besar di otaknya.Sedang apa Seruni disini?dan ngapain dia keluar dari pintu darurat??
___
Jam makan siang tiba,Roy menunggu Seruni di dalam mobilnya.Ia berharap gadis itu akan menyanggupi permintaan nya.Meskipun tadi Roy sempat sakit hati melihat kemesraan Leo pada Seruni.
Tapi Roy harus menelan kecewa karena melihat Seruni berjalan beriringan dengan Leo.Sedangkan kedua timnya yang lain mengekor di belakang.
Roy juga melihat Sherly seperti diam-diam mengikuti mereka.Jadi Sherly sudah tahu kalau Seruni bekerja disini.Roy tidak akan membiarkan Sherly melakukan sesuatu kepada Seruni.Pria itu keluar dari dalam mobil mengejar istrinya.
"Sayang...."Seru Roy membuat Sherly menoleh.Wanita itu tak percaya suaminya memanggil nya begitu mesrah.
"Kamu mau kemana??"
"Aaa emmm aku mau pergi makan siang"Jawab Sherly.Ia sempat melihat gerombolan tim audit masuk ke salah satu Restoran.
"Ayo aku temani"Roy meraih tangan istrinya lalu digandengnya.Ia juga menuju restoran yang disinggahi oleh Leo dengan yang lainnya.Dan dengan sengaja duduk di meja yang sama.
"Sayang kamu mau pesan apa?"Tanya Roy terlihat mesrah.
"Emmmm steak aja sayang"Jawab Sherly manja.Roy mengangguk,ia pun memberi tahu waiter apa yang dia mau pesan.Waiter itu mendengarkan dan menulis semua yang dipesan oleh pelanggannya.Setelah selesai,si waiter pun pergi.
Leo terlihat cuek,ia sibuk menyibak anak rambut Seruni yang tak terikat.Akting Leo seolah-olah menunjukkan bahwa ia bucin banget sama Seruni.Seruni sendiri sangat risih dengan sikap Leo yang menurutnya sangat berlebihan.Namun gadis itu tidak bisa menolak.
"Lama tidak bertemu ya Seruni"Sapa Sherly.Seruni hanya tersenyum sambil merendahkan kepalanya sebagai tanda rasa hormat.Sherly tersenyum mencemooh.
"Sikapmu tetap saja seperti babu"
Leo menoleh seketika mendengar ucapan Sherly.