
"KHem KHem"
Nicta melirik dengan ekor matanya,ia masih tertawa sambil menunjuk Kujang yang terus berputar-putar.Tapi Yas justru menatapnya tanpa ekspresi, membuat tawa lucu itu mereda.
"Ada apa?"tanya Nicta jadi serba salah.
"Aku peringatkan kau, kalau melihat benda aneh,jangan langsung nyerocos.Diam saja"
"Apanya yang aneh?"
"Tuyul yang kau sebut bayi"
"Oh itu tuyul?"
"Lah?terus kau kira apa?"
"Aku pikir anakmu Hahahahahahaha"Nicta tertawa dengan celotehan nya sendiri.Yas merogoh kacang didalam sakunya lalu melempar tepat ke dalam mulut Nicta.
UHUK UHUK UHUK
Nicta auto tersedak.
"Jahat Lo ya ..ah nggak asik"
"Kau yang sok asik"
"Uh!!"Nicta berlari kecil menuju kantin untuk membeli minuman.
Yas memperhatikan tingkah laku Kujang yang tak berhenti berputar.Si Kujang betina menatap Yas memohon Iba.Akhirnya tak ada pilihan lain,Yas menghampiri Kujang.Ia memeluk tubuh Kujang agar berhenti bergerak,lalu menyentil keningnya.Kujang ambruk,ia pingsan.
"Lebih baik kamu pingsan dari pada terus berputar"Gumam Yas.
*
*
Nicta berjalan sambil menyeruput es tehnya, langkahnya terhenti saat melihat seorang siswi berdiri menyandarkan tubuhnya di dinding yang di atasnya ada tulisan TOILET GIRL.
Siswi terlihat lemas, wajahnya pucat,ia seperti tidak kuasa untuk berjalan.Nicta jadi tergoda untuk membantu.Ia menghampiri siswi tersebut.
"Kamu kenapa ??Butuh bantuan...??"tanya Nicta, yang ditanya menggeleng lemah.
"Alamak,Anj9,s3t4n B4bi"Nicta melompat kaget saat ia tanpa sengaja melihat sosok wanita berambut panjang dengan lidah panjang bercabang menjilati kaki siswi tersebut.
Nicta melangkah mundur, matanya membulat, keningnya mengerut,ia tidak percaya dengan apa yang ia lihat.Mual rasanya,perut seperti diobok-obok.
Ia memperhatikan gadis yang semakin melemah,ini tidak bisa dibiarkan.Nicta segera memanggul siswi itu dan dibawa lari menjauh dari sosok yang mengerikan itu
Namun, sosok dedemit itu justru melayang mengejar.
"Waaaaaaaa tolong...woy tolong..."Nicta berlari seperti Naruto, secepat yang ia bisa.Tapi Kuntilanak itu justru makin melayang lebih cepat.
Para pelajar yang melihat tingkah Nicta tertawa lucu, bahkan ada yang mengatakan nya gila atau kurang waras.
Hanya Yas yang tahu kenapa Nicta lari dengan menggendong seseorang di punggungnya.Ia segera mengambil langkah seribu untuk menolong.
Yas menarik Nicta ke belakang punggungnya,lalu mengangkat tangan kanannya ✋ untuk menahan.Kuntilanak itu terlambat untuk mengerem,ia langsung terhantam oleh kekuatan kecubung hingga terpental jauh.
Nicta ngos-ngosan,tapi masih sempat melambaikan tangan ke arah Kuntilanak saat terlempar.
Yas berbalik, menatap wajah lelah wanita yang sangat menyebalkan baginya.
"Tolong...tolong dia"Nicta menggerakkan kepalanya.
"Kenapa dia?"
"Aku tidak tahu ,tapi kuntilanak itu menjilati nya"
Yas memperhatikan gadis itu,
"Ya sudah biar aku yang urus"Yas mengambil alih tubuh gadis itu,ia menggendong nya untuk dibawa ke UKS.
"Kau ini b0d0h banget sih"Tiba-tiba Nabila muncul.
"Eh kamu ini kenapa ?? datang-datang bilang aku b0d0h"
"Ya kenapa kamu biarin Yas yang gendong?"
"Lah dia yang mau"
"Ya jangan,aku nggak terima pokoknya Yas gendong perempuan lain"tegas Nabila.
"Ya udah sana ngomong,ribet amat sih"
"Ogah...aku capek,aku tu habis gendong dia, lari-larian lagi karena dikejar Kuntilanak.Heran deh,siang bolong begini ada hantu"bebel Nicta manyun.Nabila jadi kesal sendiri,tapi ia tidak bisa berdebat lagi dengan Nicta.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Baru saja Nicta membuka pintu Rumah nya, tiba-tiba tangan kekar menarik nya dan mencekik nya.Nicta terperanjat,tapi ia tidak bisa melawan.Karena kekuatan Valo sangat kuat, hingga ujung kaki Nicta tidak menyentuh lantai.
"Nicta..."pekik Eny yang baru saja muncul,karena ia keluar dari mobil belakangan.Eny ingin menolong,tapi Valo menuding ke arah nya dengan tatapan sangar.
"JANGAN IKUT CAMPUR,ATAU KAU AKAN KU BUNUH"Ancam Valo,rupanya ia tidak sendiri.Ada beberapa orang pria bersamanya,mereka menahan Eny agar tidak membantu Nicta.
"Lepasin..."Eny berontak,tapi apalah ia.
Sedangkan Nicta memukul seadanya tanpa kesan apapun.
"Berani juga kau pulang setelah membunuh Mama dan Erika,hah??"
Nicta menggeleng lemah,ia hampir tidak bisa bernafas.
"Valo,,,kamu harus ingat,jika terjadi apa-apa pada Nicta.Semua harta Tuan Mahendra hanya akan menjadi wakaf"Eny berseru, kebetulan ia pernah mencuri dengar akan wasiat Tuan Mahendra itu.
Benar saja!! ucapan Eny mampu menyadarkan Valo,ia melepaskan cekikikannya membuat tubuh Nicta terjelopoh ke lantai.Gadis itu terengah-engah,ia mengambil nafas sebanyak yang ia bisa,Sampai terbatuk-batuk.
Eny pun dilepaskan, sahabat Nicta langsung berhambur untuk membantu nya.
"Kamu nggak apa-apa Nic??"
Nicta menjawab dengan gelengan kepala.Eny merangkul bahu Nicta, kemudian dibantu untuk bangun.
Valo dan anak buahnya,hanya menjadi penonton saja.
"Kak... percaya atau tidak,aku lupa akan semua yang terjadi.Aku bingung karena banyak hal yang tidak bisa aku ingat.Tapi...kalau memang aku yang membunuh Tante Tamara dan Erika,pasti cepat atau lambat polisi akan menangkap ku.Kalau tidak hukuman mati,pasti seumur hidup"
"Kau memang pintar bicara"balas Valo.
"Aku bicara apa adanya Kak"Potong Nicta cepat"Aku tidak membunuh Tante Tamara dan Erika, meskipun kalian membenci ku.Secuil pun aku tidak pernah berniat membalasnya.Kalau kau ingin harta ini?? ambillah...bukan aku sombong,uang bisa dicari.Tapi sebuah keutuhan dalam keluarga,itu semua tak ternilai.Tidak perlu aku memberikan contoh,Kakak lebih smart dari pada aku.Dalam keluarga ini,tidak terlihat kekurangan apapun.Tapi tanpa disadari,bahwa kita semua tidak saling menyayangi.Aku benci itu Kak...Aku benci"
Nicta melangkah pergi meninggalkan Valo yang termangu.
*
*
Daun pintu tertutup rapat,Nicta langsung melompat-lompat kegirangan.
"Kau lihat itu En??Kau lihat bagaimana Kak Valo yang kejam itu terdiam oleh kata-kata ku??Hahahaha hebat juga ya aku"Nicta berkacak pinggang di depan cermin.Eny melongo..
"Nic...jadi semua itu sandiwara ?"
"Ah tidak juga,tapi aku bangga dengan keberanian ku aja..hehehe"Nicta duduk di bibir kasur.
"Oohhh aku pikir...."Eny menggantung kalimatnya.
"Tapi aku penasaran,siapa yang telah membunuh Tante Tamara dan Erika ?Di rumah ini kan ada CCTV?"
"CCTV nya rusak"
"Semua ??"
Eny mengangguk.
"Kamu dimana saat kejadian itu ?"
"Di kamar,malam itu kamu ada tamu...jadi kamu keluar dan aku langsung tidur"
"Kamu tidak mendengar suara apa-apa ?"
Eny menggeleng yakin.
"Hemmm????jadi penasaran..masak semua anggota di dalam rumah ini tidak tahu apa yang terjadi malam itu?"
"Menurut pengakuan dari pembantu dan satpam,malam itu mereka ngeblank nggak ingat apa-apa.Pas aku bilang kalau kamu ada tamu,Bibik bilang kayaknya iya tapi nggak tahu siapa?Aneh kan??"Eny menjelaskan.
"Terus??Bibik ngomong apa lagi??"
"Ya sudah itu dia ke kamar tidur"
"Emang udah malam banget apa?kok semua pada alasan tidur ??"
"Ya nggak malem-malem amat sih,jam delapanan lah"
Nicta manggut-manggut...Ia merasa ada yang aneh disini.Tumben jam delapan semua pada bilang tidur.Nggak masuk akal!