SERUNI

SERUNI
DOKTER PSIKIATER HANTU BAB 111



Valo duduk tegak di salah satu meja di sebuah cafe.Ia telah membuat janji dengan Raja, sahabatnya.Selang beberapa menit kemudian,Pria berwajah mirip artis Bollywood itu datang.Ia tersenyum manis menghampiri Valo.Keduanya berjabat tangan dengan erat .


"Lama menunggu ?"tanya Raja seraya duduk.


"Tidak begitu.."


"Bagaimana bro?Apa kamu sudah menemukan jejak pembunuh Tante Tamara dan Erika?"


Valo menggeleng lemah.


"Katanya Nicta udah pulang ??kenapa kamu tidak tanyakan dia??"


"Sudah,malah aku hampir membunuhnya karena saking keselnya aku sama dia"


"Kenapa bro??"


"Yah siapa yang nggak kesel?saat kejadian kenapa dia menghilang?Apa motifnya ?"


"Lalu dia bilang apa sama kamu?"Sambung Raja.


"Dia bilang, meskipun dia telah lupa apa yang terjadi,dia yakin bukan dia pembunuh nya"


"Lah kan emang bukan dia bro,kamu kan sudah lihat sendiri hasil otopsi.Tidak ada tanda-tanda Nicta bersentuhan dengan Tante Tamara ataupun Erika "


"Iya aku tahu,tapi siapa tahu dia menyuruh orang lain melakukannya ?"


"Tidak ada bukti menjurus kesana bro"


"Oh ya aku lupa,dia mengatakan meskipun dia tidak ingat apa yang terjadi ?? Maksudnya dia hilang ingatan ??"


Raja terdiam, ia mencoba menelaah ucapan dari sahabat nya itu.


"Tapi sama kamu dia ingat ?"tanya Raja kemudian.Valo menjawab dengan anggukan kepala.


"Mungkin saja,saat kejadian dia pingsan.Lalu dia diculik"Raja mencoba menerka-nerka.Valo tak berkomentar,ia diam seribu bahasa.


"Ah masa bodo,aku memanggil mu bukan untuk mencari tahu tentang hal itu"tepis Valo kemudian.


"Lalu?"


"Aku ingin kamu lanjutkan perjodohan mu dengan Nicta"


"What's ??kamu serius ?? Bukankah dari dulu kamu menentang keras hal itu ?"


"Aku punya rencana lain"


Raja menautkan kedua alisnya.


"Aku ingin kamu membuat dia sengsara seumur hidupnya "


"Kenapa kamu jadi sejahat itu sama Nicta?Apa dia mengecewakan mu??"


Valo menghela nafas dalam-dalam.


"Sebenarnya dia gadis yang baik,tapi sakit hati ku karena Papa menduakan Mama karena Ibunya Nicta .Tetap membekas sampai saat ini.Aku ingin arwah Ibunya bisa melihat bagaimana rasanya bila anaknya diperlakukan demikian oleh seorang laki-laki "


Raja manggut-manggut tanda mengerti.


"Tapi Bro... bukankah jika Nicta menikah dengan ku?dia akan menjadi pemegang saham terbesar nantinya ?"


"Untuk apa menjadi pemegang saham,jika tidak bisa mengelola perusahaan.Tetap aku nantinya yang akan menjadi seorang pemimpin "Jawab Valo jumawa.


"Yah itu benar..."Raja pun mengiyakan.


*


*


Valo semakin melancarkan rencananya dengan mengunjungi Tuan Mahendra di kediaman.Saat itu memang Tuan Mahendra baru saja datang dari Singapura.


Tuan Mahendra membalikkan tubuhnya saat mendengar derap langkah kaki dari belakang.Ia tersenyum melihat putra sulungnya yang begitu segak dan berkarisma dengan setelan jas berwarna abu muda itu.


"Salam Pa... sudah lama Valo tidak bertemu Papa,sejak meninggalnya Mama dan Erika.Papa semakin sulit untuk ditemui"sapa Valo.


"Yah begitulah Val,Papa sibuk mencari tahu kemana adikmu pergi.Karena seperti yang kamu tahu,banyak yang mengaitkan kepergian Nicta dengan kematian Ibumu dan adikmu"


"Tapi meskipun anggapan orang begitu Pa,tapi dari pihak kepolisian kan sudah menjelaskan.Bahwa tidak ada tanda-tanda Nicta bersentuhan dengan Mama dan Erika"


Tuan Mahendra mengiyakan.


"Tapi Papa tetap saja khawatir,hanya saja ada masalah yang lebih serius Val"


"Kenapa Pa?"


"Adikmu Nicta,sudah lupa ingatan "


Valo terhenyak kaget.


"Lupa ingatan Pa?"


"Iya...kata temennya dia kecelakaan, temennya yang nganterin Nicta ke rumah setelah dia sembuh"


Kini Valo mengerti semua nya.


"Ohya...kamu Ada perlu apa ingin bertemu dengan Papa ?apa di perusahaan ada masalah?"


"Ah tidak Pa...Valo cuma ingin mengusulkan tentang perjodohan antara Raja dan Nicta.Dulu kan Nicta menolak karena Erika,tapi sekarang kan sudah tidak ada Erika yang akan menjadi batu sandungan bagi Nicta Pa"


"Benar apa kata kamu Val, sekarang saatnya penyatuan dua perusahaan besar.Apalagi Nicta sudah tidak ingat apa-apa tentang semua kejadian dimana dia menolak saat perjodohan itu "


"Tapi kenapa dia masih ingat sama aku Pa?"Valo bertanya.


"Ohhh"Valo mengerti sekarang.


"Ya sudah, tolong kamu atur saja pertemuan dua keluarga besar ini.Nanti akan aku panggil Nicta untuk membahas nya"


"Baik Pa .."


*


*


Hari Minggu adalah hari yang tepat bagi Tuan Mahendra untuk membicarakan perihal perjodohan ini dengan putri bungsunya.Saat itu Nicta sibuk bermain video game di rumah bersama Eny.Keduanya saling bersorak ria saat menang.Tuan Mahendra senyam-senyum sendiri Melihat pemandangan itu.


"Nona..."Asisten pribadi Tuan Mahendra datang menghampiri atas perintah majikannya.


"Ya??"Nicta menoleh.


"Anda dipanggil Tuan.."


"Papa?--dimana?"


"Di taman"


"CK lagi asyik-asyiknya main, ada-ada saja"Nicta menggerutu,tapi ia bangkit juga dari duduknya.


Tuan Mahendra tersenyum tipis memperhatikan putrinya yang semakin menghampiri.


"Ada apa Pa?"tanya Nicta dengan wajah malas.


"Kenapa wajahmu manyun begitu?"


"Papa sih,,,lagi asyik-asyiknya main malah diganggu"


"Sebentar saja,Papa jarang-jarang loh ada dirumah "


"Iya tahu ..ya udah Papa mau apa manggil Nicta?"


"Emmm Papa ingin menjodohkan kamu dengan Raja"


"Raja??Raja teman kak Valo?"


Tuan Mahendra membenarkan.


"Hah??dia kan sudah tua Pa,beda jauh umur nya sama Nicta"


"Emang Nicta sudah umur berapa ?"


"Baru 14 tahun"jawab Nicta seadanya,Tuan Mahendra geleng-geleng kepala.


"Kamu udah kelas 2 SMA loh Nic"


"Hah???oh iya ya...Nicta kan Amnesia,sorry Pa"Nicta jadi merasa lucu sendiri karena kebodohannya.Tuan Mahendra tak bisa menahan rasa gelinya.


"Gimana ??Apa Nicta mau dijodohkan sama Raja"


"Ogah ah,,,Nicta masih pengen sekolah dulu"


"Hanya pertunangan saja Nak,menikahnya nanti kalau kalian sudah siap"


"Papa ih...maksa banget "


"Nak...ini juga demi masa depan perusahaan,Apa kamu tidak mau membantu Papa??sekali ini saja"Tuan Mahendra berusaha membujuk.Membuat Nicta berpikir dua kali untuk menolak.Tapi hati kecil gadis itu tidak mau dijodohkan begini.


"Ya udah,Nicta akan pikir kan dulu Pa ..Ini keputusan besar dalam hidup Nicta"


"Ya udah,,,kamu pikirkan dulu ya..Nanti kamu kasih tahu Papa apa keputusan nya?"


Nicta mengangguk,ia melangkah keluar setelah berpamitan.


*


*


Nicta membanting tubuhnya ke atas kasur disamping Eny,Eny yang tengah membaca Novel jadi sedikit terganggu.


"Ada apa ??Kenapa Tuan Mahendra memanggil mu??"tanya Eny.


"Aku mau dijodohkan sama Raja,teman kak Valo"


Eny beringsut duduk


"Lagi???"


Nicta mengerutkan keningnya.


"Maksud mu apa?"


"Sebelum ini kamu memang akan dijodohkan sama Pria itu,tapi kamu menolak dengan alasan dia mantan pacarnya Erika"


"Kok kamu tahu?"


"Aku ada disini juga malam itu,makan malam bersama kalian untuk pertama kalinya "


"Oh begitu rupanya,jadi intinya Papa maksa aku secara halus.Tahu aku hilang ingatan,jadi dia mengutarakan maksudnya untuk kedua kalinya "


Eny manggut-manggut.


"Haduuuh Papa Papa..."