
Sepulang sekolah, Nicta mengajak Eny untuk jalan-jalan ke mall.Karena ia ada sesuatu keperluan untuk dibeli.Saat kedua sahabat itu berjalan keliling untuk melihat sesuatu yang menarik, tiba-tiba Eny menghentikan langkahnya dan menarik tangan Nicta.
"Ehh copot -copot..Ada apa En? Berhenti kok dadakan,bikin kaget aja"
"Sorry Nic...tuh lihat"Eny menunjuk ke satu titik arah,Nicta mengikuti jari telunjuk Eny.Dia mengerutkan keningnya, mempertajam Indra penglihatannya.
"Brian???"
"Iya...dia kan pacar kamu dulu pas masih di SMP"
"Oh ya bener...kok aku bisa lupa kalau pacar aku Brian ya??Aduh bahaya nih, bisa-bisa aku pikun diusia muda.Yuk samperin "Nicta menarik tangan Eny,namun dia mematung.
"Tunggu dulu...kamu nggak lihat siapa yang disampingnya itu ?"
Nicta kembali memperhatikan Brian,eh ada perempuan sedang bergelayut manja di lengannya.
"Dia Mama kah?"
Eny mentoyor jidat sahabat nya yang perlu diservis.
"Sejak kamu hilang ingatan, bukan hanya kamu pikun, bukan hanya kamu melupakan segalanya . Tapi kamu juga b0d0h , masak semesra itu kamu bilang Itu mamanya"
"Terus..siapa dong?? Masak pacarnya,kan nggak cocok.Perempuan itu udah tua"
Eny membuang nafas kesal,
"Astajim...Kenapa lah kau b0d0h banget Nic,cantik,tajir,tapi otak kurang nyambung.Konslet Lo "
"Apaan sih En,kok malah ngatain aku"
"Iya kamu sih, nggak pekka...Itu pacarnya Brian"
"Hah??? serius ???masak pacar Gue pacaran ma mak-mak"
"Kalian udah putus "
"Hah?? beneran ?? syukur deh,pantesan aku lupa kalau aku punya pacar hehehehe"
"Yuk kita samperin Dia, sekalian isengin dia"Ajak Eny.
"Ide yang bagus...yuk"
Keduanya beriringan menuju ke tempat Brian berbelanja barang berjenama.
"Hay Brian..."Sapa Nicta dan Eny kompak.Brian terlihat terkejut..
"Siapa dia??"Tanya perempuan yang mencantol lengan Brian begitu mesra.
"Kami teman Brian Tante"Eny menjawab,
"Lebih tepatnya saya mantan pacarnya"Tegas Nicta,raut wajah si perempuan langsung berubah.
"Tinggi sekali level mu Brian"sambung Nicta,
"Apa maksud mu?"sergah pacar si Brian.
"Nggak ada maksud apa-apa Tante"jawab Nicta santai.
""Nic...udah jangan buat masalah,aku dan kamu udah nggak ada hubungan apa-apa.Jadi jangan saling mengganggu privasi masing-masing "Brian ikut bicara.
"Aku tidak menggangu privasi kamu,aku kan justru memuji pilihan kamu Brian.Perempuan ini jauh lebih dari aku,,,,Lebih tua HAHAHAHAHAHAH"Nicta dan Eny tertawa berjamaah.
"Diam"Bentak pacar Brian yang langsung membungkam tawa Nicta dan Eny.
"Kau iri ya,Brian jauh lebih bahagia daripada kamu?"
"Hah???IRI?"Nicta dan Eny kompak bak paduan suara.
"Lalu apa namanya kalau bukan iri"Perempuan itu juga tidak mau kalah.
"Sudah lah sayang,jangan ladeni mereka.Mungkin Nicta belum bisa move on dari aku,jadi dia suka mengusikku "
"What's ??!!Hey Brian,jangan sok deh!!Aku mau dapetin cowok kayak kamu banyak dijalanan"Nicta menyahut.
"Iya...karena cowok jalanan se level sama kamu yang sudah kere..."
"Kere?? maksud dia aku miskin gitu En??"
"Iya kali...oh jangan-jangan dulu pas kalian putus karena kamu pergi dari istana mu Nic"Sahut Eny.
"Hah??masak begitu,waah minta dihajar nih cowok...Dia nggak tahu kalau aku sekarang pewaris tunggal "
""Jangan mimpi deh Nic...kamu udah nggak punya apa-apa..Bukankah kamu sudah diusir sama Ibu tiri kamu"
"Wah CK CK CK ,kayaknya dia ada niat terselubung dengan mengintimidasi kamu sayang..Apa kamu nggak punya uang sama sekali ??dan mau peras Brian gitu didepan aku"Seloroh pacar Brian.
"Aduh aduh parah nih perempuan nggak tahu malu, nggak sadar diri ...En..rekam!!biar viral nih perempuan "
Eny mengangguk,ia langsung menyorot Brian dan pacarnya dengan Camera.
"Eh matiin!!!Matiin"Pacar Brian panik,ia ingin merampas hp Eny namun dihalangi oleh Nicta.
"Rekam aja En,dia kan bilang aku mau peras mereka.Jadi buat aja sekalian skandal besar "
"Brian...ambil hpnya "teriak wanita itu,Brian pun bertindak.Eny terus mengelak, terjadilah pergelutan disana.
Nicta berusaha mencegah Brian dan pacarnya merebut hp Eny.Tapi karena kalah tenaga,Nicta didorong kuat oleh Brian hingga terjejer ke belakang dan hampir jatuh kalau tidak ada orang yang menangkap tubuhnya.
Nicta mengangkat wajahnya, melihat siapa yang telah menolongnya.Rupanya Yas, keduanya bertembung mata.
"Nicta...tolong"seru Eny,ia mempertahankan ponsel yang direbut oleh sepasang kekasih itu.
"Aduh aduh...woy lepasin"teriak Brian
"Eh eh eh...lepasin...lepasin"Pacar Brian memukul Yas agar melepaskan Brian,namun Yas terkesan tak perduli.
Kegaduhan itu memancing perhatian,banyak yang menonton bahkan merekam adegan itu.Nicta menyadari hal itu.
"Ayo rekam..rekam...biar viral biar viral..."Seru Nicta,pacar Brian yang menyadari dirinya menjadi pusat perhatian langsung menutup wajahnya dengan Tas selempang.Ia bersembunyi dibalik pakaian yang dipajang di toko tersebut.
"Lepasin...lepasin"Brian tetap meronta-ronta namun tidak ada hasil.Sampai akhirnya dua orang satpam datang menghampiri dan mengamankan sepasang kekasih tersebut.
"Wuuuuuuuu"Semua bersorak saat Brian dan pacarnya digelandang oleh satpam.Nicta dan Eny saling tos, mereka nampak puas sekali.
Yas mengeluarkan kartu kreditnya,lalu menyerahkan kepada karyawan toko.
"Saya ganti rugi atas semua kekacauan ini"ucap Yas datar.
"Terimakasih"Karyawan itu membungkukkan badannya.Yas membalas dengan gerakan kepala.
"Kenapa harus ganti rugi??"tegur Nicta"toh tidak ada barang yang rusak"
"Kau pikir kita ganti rugi karena merusak toko?"
"Terus??"
"Otakmu isi apa sih?"
"Isi otaklah masak isi tahu "balas Nicta,Yas geleng-geleng kepala.Setelah menerima kembali kartu kreditnya,Yas pun berlalu pergi.
"Belagu"gerutu Nicta..Ia sendiri pergi ke arah lain dengan tetap ditemani oleh Eny.
Yas memalingkan wajahnya, menatap punggung gadis yang membuatnya selalu ingin berada di garda terdepan untuk menolongnya.Entah salah atau pun benar,Yas selalu merasa ingin melindungi gadis itu.
*
Merasa sudah puas berkeliling,Nicta dan Eny pun beranjak pulang.Supir yang setia menunggu pun sudah stand by di mobil.
"Bapak sudah makan?"tanya Nicta
"Sudah Non,baru saja"
"Ohhh"
Kunci diputar,mesin menyala,perak gas diinjak perlahan.
"Eh eh...kenapa Pak?"Nicta merasa ada yang aneh dengan mobilnya.
"Nggak tahu Non, bentar saya cek dulu"
Supir keluar, memeriksa keadaan mobil.
"Non..bannya kempes"
"Kempes ??"
Nicta keluar dari dalam mobil diikuti oleh Eny.
"Empat-empatnya kempes Non"
"Hah???Kok bisa??"
"Gimana Nic?"
"Nggak tahu En, kayaknya nggak masuk akal deh,masak empat-empatnya pada bocor..Mana panas lagi..Gimana nih Pak?"
"Ya terpaksa manggil mobil derek Non"
"Aduh .. terus kita gimana Pak??"
"Kalau saya bisa ikut mobil derek nya nggak apa-apa,Non naik taxi saja ya"
"Hemmm ya udah deh..Yuk"Nicta mengajak Eny untuk mencari taxi saja.Tiba-tiba sebuah sepeda motor berhenti tepat didepan mereka.
"Butuh tumpangan ?"Yas membuka kaca helm nya.
"Makasih"Jawab Nicta ketus,ia menghindar dari Cegatan motor Yas.Tapi tangan Yas cukup panjang untuk mencekal lengannya.
"Naik!!"Tegas Yas.
"Kau sudah gila ya"
"Naik!!!"Yas mempertegas ucapannya membuat Nicta tak bisa menjawab apa-apa.
"Udah sana naik Nic"bisik Eny..
"Kamu gimana ??"
"Aku bisa naik taksi sendirian "
"Tapi???"
"Naik!!!"Kini bukan lagi sebuah permintaan ataupun perintah.Namun sebuah bentakan.
"Iya iya"Nicta manyun,ia naik ke atas sepeda motor dibelakang punggung Yas.
Eny melambaikan tangan melepas kepergian sahabat nya itu.
"Hem...kalau suka ya ngomong,kok suka malah kayak pemaksaan "gumam Eny sendiri.