SERUNI

SERUNI
BAB 87 Kemana Bunga??



Jam 7 pagi,Seruni dan Bagas sudah bersiap untuk pergi ke Bandara.Karena hari ini mereka akan kembali ke Balikpapan.


Utari sudah menunggu di Lobby,dan dengan angkuhnya ia berjalan disamping Bagas saat dua pasutri itu melewati lobby hotel.


"Tiketnya kamu simpan kan??"tanya Bagas ,ia berjalan beriringan dengan Utari.Sedangkan Seruni mengikuti dibelakang mereka.


Utari menjawab dengan anggukan,ketiganya masuk ke dalam taxi yang sudah stand by menunggu.Koper-koper mereka disusun rapi oleh sang supir.Setelah siap, mereka pun meluncur ke Bandara Soekarno Hatta.


Seperti biasa,Utari duduk dengan Bagas . Sedangkan Seruni memilih kursi lainnya,namun sejajar .


Saat pesawat sudah ada diketinggian 10.000 meter dari permukaan laut,Bagas menyentil tangan Seruni.Membuat wanita yang sibuk membaca majalah itu menoleh.Ia mengangkat alisnya sebagai kode sebuah tanya.Namun Bagas hanya tersenyum saja,kedua alis Seruni bertaut heran.Ia pun kembali membaca majalah ditangannya.Sekali lagi Bagas menyentil tangan istrinya.Karena kesal,Seruni berbalik memunggungi Bagas .Pria itu senyam-senyum.


"Kenapa??"Utari jadi penasaran melihat Bagas senyam-senyum.


"Nggak apa-apa ?"Jawab Bagas santai.Utari tidak langsung percaya,ia melirik Seruni yang membelakanginya.Perasaan Utari sudah tidak nyaman,ia yakin pasti ada apa-apa diantara mereka berdua.


Pesawat Garuda Indonesia mendarat dengan sempurna di Bandara


Sultan Aji Muhammad Sulaiman Sepinggan .Baru saja keluar dari pesawat, telfon Bagas berdering.Ia pun mengangkat nya.


"Hallo...iya Ma .."


"Bagas...Mama sudah menyuruh supir menjemput mu di Bandara"suara Ny Sasti nyaring terdengar.


"Oh baiklah Ma"


Bagas mematikan sambungan teleponnya.


"Kenapa?"tanya Utari .


"Mama sudah menjemput kami"Jawab Bagas .


"Kami?? maksud nya?"langkah kaki Utari terhenti.


"Ya aku dan Bunga"


"Lalu aku??"


"Kan kemarin kamu berangkat pun sendiri sayang"


"Iya tapi..."


"Sayang...please.."Bujuk Bagas .Utari melirik Seruni yang diam-diam tersenyum melihat adegan itu.Rasa jengkel membuak dala dadanya.


Ingin sekali Utari meremas bibir sepupunya itu,tapi apa daya.Ia harus jaga image didepan Bagas .


Bagas menyadari tatapan mata Utari terhadap istrinya.


"Bunga...kamu ke mobil duluan ya"Titah Bagas .


Seruni membalas dengan tatapan mengkerut .


"Mana aku tahu mobilnya yang mana?"Seruni berucap dalam hati.


"hemmm aku buat masalah aja deh,biar seru"


Seruni melangkah pergi tanpa kata.


"Lihat tuh... ngeselin banget aku lihat dia sekarang "gerutu Utari .


"Emang Bunga kenapa sih??dia kan nggak ngapa-ngapain"


"Jangan kamu pikir aku bodoh ya sayang,sejak dia hidup kembali kamu banyak berubah sama aku.Sepertinya kamu udah nggak sayang aku lagi deh"Utari melipat tangan di dada.


"Siapa bilang ?"Sanggah Bagas .


"Nggak ada yang bilang,tapi sikapmu menunjukkan hal itu"


Bagas tersenyum tipis,ia mencubit hidung Utari gemes.


"Kalau kamu cemburu,ngeri juga ya sayang"


"Aku serius sayang..."Utari makin jengkel.


"Ok..ok...ya udah yuk kita pulang,nanti kalau kelamaan,supir Mama bisa ngadu loh"


Mau tak mau Utari harus mau, karena dia juga takut kalau Ny Sasti tahu dia ikut ke Jakarta.


___


Sampai di tempat mobil yang menjemputnya,Bagas celingukan karena disana tak ada istrinya.


"Bunga kemana Pak?"Tanya Bagas kepada supirnya.


"Loh???mana saya tahu Tuan,,,saya hanya melihat Tuan baru ini"


"Tapi nggak ada Non Bunga datang Tuan"jawab si supir.


Bagas berdecih kesal,ia mengeluarkan ponselnya untuk menghubungi istrinya.Tapi sayang,no yang dihubungi tidak aktif.


"Apa-apaan sih Bunga ini?-kok malah matiin hp"Bagas jadi geram sendiri.


"Ya udah...kita pulang aja deh Pak"Bagas memutuskan untuk pulang saja,ia yakin istrinya sudah pasti pulang lebih dulu ke rumah.


"Baik Tuan..."Jawab supir patuh.


____


Keyakinannya ternyata salah,Bunga belum sampai di rumah.Dan apesnya lagi,Ny Sasti danTuan Radit sudah menunggu di rumah Bunga.


"Loh???kemana Bunga ??kok nggak barengan ??"tanya Ny Sasti keheranan.


"Nah itu dia Ma,tadi Bagas ke toilet bentar.Dan nyuruh Bunga ke mobil duluan,tapi ternyata Bunga malah menghilang "


"Menghilang gimana maksud kamu Bagas??"Ny Sasti mulai panik.


"Ya menghilang Ma...dia nggak pergi ke mobil"Bagas jadi serba salah.


"Kamu gimana sih??cepat hubungi nomornya Pa"Ny Sasti memerintahkan suaminya untuk menelfon Bunga,tapi tetap saja hasilnya sama.


Bik Lulu yang sempat ditelfon oleh Seruni ,mulai melancarkan aksinya.Ia menangis tersedu-sedu menambah kepanikan didalam rumah itu.


Apalagi disaat itu,Utari menelfon Bagas .Ia bertanya apakah dia sudah sampai apa belum ?.


"Aku udah sampai,tapi Bunga tidak"Bagas menjawab menahan kesal.


"Loh kok bisa??"tanya Utari heran.


"Ya bisa aja...aku nggak tahu dia kemana ??udah dulu ya "Bagas mematikan sambungan telepon secara sepihak.


Utari diseberang sana jadi berinisiatif licik,ia pun pergi ke kediaman sepupunya.Ia akan membuat Bunga malu didepan mertuanya.


___


Kedatangan Utari membuat Bagas makin resah saja.Ia bangkit lalu mengajak gadis itu keluar,namun Utari menolak.


"Aku kesini karena mencemaskan Bunga,bukan karena apa?"Utari mulai melancarkan aksinya.


"Emangnya terakhir kalian bersama dimana sih?"Sambungnya.


Ny Sasti mendengus kesal, perasaannya sudah nggak nyaman melihat kedatangan perempuan yang ia nilai sangat murahan itu.


"Di Bandara "Jawab Bagas ,meskipun ia tahu hal itu sudah pasti Utari tahu.


"Emmm tapi dia benar pulang apa nggak ??masak kalau emang beneran pulang,dia nggak nyampe juga kesini.Kan itu sangat mustahil"


"Utari...kamu nggak usah bertele-tele deh,to the points aja!!kamu mau ngomong apa?"Timpal Ny Sasti .


Merasa diberi kesempatan,Utari langsung mendekat lalu duduk di kursi kosong bersebelahan dengan Ny Sasti .


"Emmm maaf ya Tante,bukan mau ngegosip atau apa?tapi aku dengar cerita dari Bagas,pas di Jakarta pun Bunga menghilang.Tapi Bagas menemukannya melalui jejak kartu kredit yang dipakai oleh Bunga.Dan itu jumlahnya tidak sedikit loh Tan...terus Bagas mengikuti jejak itu, ternyata Bagas menemukan Bunga sedang bersama pria lain"


Ny Sasti terkejut, matanya bergulir menatap putranya.


"Benarkah itu Bagas??"tanya Ny Sasti dengan nada suara yang sangat mengerikan bagi Bagas .


Bagas mengusap wajahnya,dalam hati ia sangat menyayangkan sikap Utari yang mengatakan hal itu kepada Mamanya.


"Jawab Bagas !!!"Bentak Ny Sasti .


"I-i-iya Ma"Tidak ada jalan lain selain mengaku.


Utari tersenyum penuh kemenangan, sedangkan Ny Sasti sendiri diam seribu bahasa.Ia tak tahu harus bagaimana ??Karena hal ini sangat meragukannya.


"Apa kamu tidak bertanya siapa laki-laki yang bersama Bunga?"Sambung Ny Sasti masih penasaran.


"Sudah Ma"


"Terus??dia jawab apa?"


"Katanya pria itu bukan orang lain,tapi seseorang yang sangat berarti bagi Bunga Ma"


Ny Sasti bangkit bersamaan dengan emosinya yang naik.


"Cepat cari Bunga sekarang!!Mama mau tanya langsung sama dia !!!"Ny Sasti menengking tinggi.Membuat semua orang bergidik ngeri.


"Assalamualaikum...."Suara lembut terdengar dari luar pintu.


Muncullah Bunga dengan mengheret kopernya masuk ke dalam.