SERUNI

SERUNI
DOKTER PSIKIATER HANTU BAB 49



Seruni berdiri melipat tangan di dada,ia memperhatikan foto yang membuat jiwanya meronta karena penasaran.


Tanpa ia sadari,Nandar sudah berdiri di belakangnya.Pria itu turut memperhatikan foto tersebut.


"Hemmmm sepertinya aku punya rencana untuk membalas perbuatan wanita ini"ucap Nandar membatin sembari menggosok dagunya.


KHEM KHEM


Seruni serta merta menoleh ke belakang punggungnya.


"Kau???"


"Setelah aku pikir-pikir ..Apakah bayi yang dalam gendongan Oma itu adalah kamu?"


Seruni berpaling kembali kepada foto tersebut.


"Iya itu aku..."Seruni menautkan kedua alisnya "Apakah kamu tahu sesuatu tentang foto ini?"


"Sedikit banyak tahulah ,karena saat itu aku sudah masuk sekolah menengah pertama. Jadi daya ingatku lumayan baguslah"


"Apa kau ingat ??"


Nandar tersenyum penuh misteri.


"Kenapa senyam-senyum ?"


"Sungguh kamu ingin tahu?"


"Iya!"


"Apa kamu sudah siap mental?"


Seruni mengernyitkan keningnya,Nandar semakin bersorak gembira melihat raut wajah lawan bicaranya.


"Cepat katakan apa yang kamu tahu!!"Seruni meminta dengan setengah perintah.


"Baiklah akan aku ceritakan.... yang membuat Tuan Brata meleburkan saham yang sangat besar ke perusahaan Cempaka Sentosa, itu karena Tuan Brata ingin menebus rasa bersalahnya atas kematian orang tua Steven"


"Apa hubungannya dengan kematian orang tua Steve?"Seruni semakin panik.


"Orang tua kamu yang telah menabrak mobil orang tua Stev, hingga membuat orang tua Steve meninggal"


Seruni terbelalak tak percaya dengan apa yang ia dengar saat ini?


"Dan kamu tahu? Steve tidak tahu tentang hal ini . Karena dia masih terlalu kecil saat itu untuk tahu, masih berusia sekitar 8 atau 9 tahun. Aku lupa pastinya dia umur berapa"


Seruni merasa sesak di dadanya.


"Bagaimana ya Jika Stev tahu perempuan yang dia nikahi adalah anak dari orang yang telah membuat orang tuanya meninggal ? Dia pasti akan sangat terpukul. Karena aku tahu saat itu Stev masih sangat butuh kasih sayang seorang ibu. Dan dia seperti orang depresi, tidak banyak bicara, suka menyendiri"


"CUKUP!!"Bentak Seruni ,ia menutup kedua telinganya karena tidak sanggup mendengar semua hal yang akan semakin menambah rasa sakit dihatinya.


Nandar tersenyum penuh kemenangan


"Kenapa?? Katanya kamu ingin tahu? Sepertinya kau sangat histeris sekali ,kalau Steven tahu pasti reaksinya akan lebih daripada ini "


"Jangan macam-macam kamu!!!"hardik Seruni mengancam.


"Kau mengancamku???Hahahaha aku tidak perduli.Akan ku pastikan, Steven tahu akan hal ini"


Nandar berbalik hendak pergi,namun Seruni bertindak cepat menghalangi.


"Mau kemana Kau?"


"Bukan urusanmu"jawab Nandar ketus.


"Jangan pernah kau mengatakan hal ini kepada Steven"


"Apa keuntungan yang bisa aku dapat ?"Nandar memulai untuk memancing,Seruni terdiam.Ia menatap lekat wajah yang tersenyum licik padanya.


"Akan aku pikirkan nanti "ia berbalik dan duduk di kursi kebesarannya.Nandar terperangah,ia pikir wanita itu akan bertanya apa keinginannya.Disaat itulah ia akan meminta istri Steven itu untuk mundur dari perusahaan.


Akan tetapi ???


"Kalau sudah tidak ada urusan, silahkan keluar"Sambung Seruni dengan cetus.Nandar semakin tidak percaya,tapi ia juga ingin tahu apa yang sebenarnya wanita itu rencanakan?


Nandar keluar tanpa pamit,ia menutup pintu agak sedikit keras.


Seruni menatap jejak pria tadi,ia menangkap sesuatu yang aneh disini.


"Ini ada yang aneh??? benar-benar aneh... Aku tidak boleh langsung percaya kepada pria licik itu. Bisa jadi dia memanfaatkan situasi untuk menyingkirkan aku"


"Tapi bagaimana jika dia mengatakan hal ini kepada Steven? Apa yang akan Steven pikirkan tentang aku?"


"Apa perlu aku memanggil arwah orang tua Stev???tapi apa bisa? mereka kan sudah lama mati??"


HUFFFFFF


Seruni bersandar ke badan kursi.Ia terlihat berpikir keras.


"Sayang..."


Seruni tersentak kaget, suaminya sudah berdiri di ambang pintu.


"Sayang...kok???"Ia bangkit menyambut sang suami.


"Kenapa??kaget melihat aku datang"


Seruni mengangguk, keduanya saling merangkul berjalan menuju sofa.Dan duduk berdampingan.


"Kebetulan lagi nggak ada pasien ,adapun bukan pasien aku. Tapi pasien dokter Inggit.Karena aku kangen sama istriku tercinta ,jadi aku datanglah "


Seruni tersenyum tipis.Tapi mendadak senyum nya langsung hilang karena teringat akan foto itu.


"Kenapa ??kamu nggak suka aku datang ?"


"Kok mikirnya gitu sih?"


"Bercanda...kenapa sayang ?? tadi aku lihat kamu kayak lagi banyak pikiran. Apa pekerjaan di sini membuat Kamu stres?"


Seruni hanya menggeleng,


"Sebaiknya aku ungkapkan saja semua ini padanya ,daripada nanti Nandar yang mengatakan lebih dulu. Itu akan jauh lebih menyakitkan"


"Sayang..."panggilan Steven membuyarkan lamunan Seruni .


"I-iya sayang..."


"Nah ini yang tidak aku suka ,kamu menyembunyikan sesuatu dariku"


"Aku tidak menyembunyikan apa-apa kok Sayang. Aku Hanya penasaran sama foto itu. Tadi Nandar ada di sini, dia bilang tahu tentang asal usul foto itu"


"Apa yang dia katakan ?"


"Katanya,,,,, orang tua ku yang nabrak orang tuamu sampai meninggal "Seruni agak ragu mengutarakannya.Tapi ia harus siap menghadapi respon yang akan Steven berikan.


Untuk sesaat Steven terdiam,jujur ia amat sangat kaget.Karena ia baru tahu sekarang ini,itupun dari istrinya.Anak orang yang telah dikatakan menabrak orang tuanya hingga meninggal dunia.


Mereka terdiam saling bertatapan satu sama lain dalam beberapa saat.


"Kenapa Nandar mengatakannya padamu? bukan padaku?"


"Pemikiran kita sama, kenapa baru sekarang ? setelah kita resmi menikah.Dan kenapa Ny.Rindiani tidak mengatakan hal itu saat di adakannya rapat dewan direksi ? Bukankah hal itu bisa menjadi senjata utama untuk memisahkan kita ?"


"Benar..."sahut Steven.


"Apakah ada sesuatu hal yang besar dibalik kematian orang tua kita?"


Sepasang suami istri itu berpikir keras mencari jawaban yang sama sekali membingungkan.


*


*


Seruni mengotak-atik foto-foto lawasnya yang sebelum ia dilahirkan.Ia tersenyum sendiri melihat foto-foto Kakaknya bersama Ibunya, Ayahnya,dan Atuk serta Kakek neneknya.


Diam-diam ia iri kepada Kakaknya, karena dia lebih banyak punya kenangan bersama dengan orang-orang tercinta.Berbeda dengan dirinya, yang ditinggal disaat ia masih belum bisa tengkurap.


Air mata mengembun,Seruni mengesatnya menggunakan punggung tangannya.Tiba-tiba ia melihat mobil Pajero sport hitam yang dipakai oleh nya ada didalam beberapa foto keluarga.


Seruni tersenyum...


"Jadi mobil ku adalah warisan turun temurun selain si Kujang"gumam Seruni .


Tapi????Seruni memperbesar foto itu karena merasa aneh dengan desain mobil itu.Desain mobil yang dimiliki oleh Seruni ada garis putih ditepian kap mobil.Tapi di foto tidak ada,malah terkesan polos saja.


"Kenapa mobilnya berbeda ???"