
"Kamu kenapa Bon??"tanya temannya,Bona menggeleng dengan Gemetar.
"Sudah..sudah... cepat berikan pakaian itu,dan tinggal kan dia"salah satu teman mereka menegaskan.Tak ada pilihan lain, meskipun merasa kasian dengan Bona yang ciut.Mereka harus tegas tanpa belas kasihan.
*
FLASH BACK!
Saat Bona sudah diringkus oleh Yas.Ia di ikat menggunakan pakaian Yas yang sudah dilumuri Cabe oleh Bona dan teman-temannya.Dan pakaiannya dilucuti secara paksa.Yas menggunakan pakaian Bona untuk bisa menutupi tubuhnya.
Setelah itu,Bona dibiarkan di kamar toilet.
Apa yang membuat Bona ketakutan??Begitu Yas keluar, pintu kamar toilet seperti mengikuti langkah nya Tertutup dengan sendirinya.Bona ingin membuka meskipun tangannya terikat,karena hal itu bukan hal yang sulit.Sememangnya Yas hanya mengikat didepan dada,bukan ke balik punggungnya.
Akan tetapi,, tiba-tiba sebuah tangan memanjang muncul.Mengunci pintu dari dalam, membuat Bona panik dan melangkah mundur.Sebab itulah Bona menggigil ketakutan.Ia mengira bahwa itu tangan Yas.Bona tidak tahu jika ada sosok lain yang mengintai.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Saat Yas baru saja tiba disekolah dengan mengendarai sepeda motor kesayangannya.Ia melihat sebuah kekacauan terjadi.Yas penasaran ,ia melangkah cepat untuk mengetahui apa yang terjadi.
"RAN..."seru Yas begitu melihat sosok gadis itu.Tirani tersenyum tipis, ia gegas mendekat meninggalkan Mala tanpa mengatakan apapun.
"Kamu memanggil ku?"tanya Tirani tersipu.
"Ada apa ??kok suasananya jadi kacau gini?"Yas justru balik bertanya.
"Ooohhh itu,Rifka sudah kembali"
"Rifka??gadis yang kemarin bunuh diri ??"
"Iya...kamu kenal dia?"
"Hanya tahu karena kejadian kemarin, kalau kenal tidak "
"Ohh aku pikir kamu kenal"Tirani merasa lega.
"Emang kenapa sampai geger begini?"
"Kamu belum ketemu dia kan??"
Yas menggeleng perlahan.
"Dia seperti mayat hidup...mirip zombie.Dan tadi menyerang gank Gabriel"
"Apa??? sekarang dimana dia?"
Tirani menunjuk ke atas,disana adalah lantai kelas XII.Yas langsung berlari ke arah yang ditunjuk.
"Aahhhh"Tirani menutup wajahnya,ia senang bukan main karena bisa ngobrol banyak dengan pria pujaan hatinya.
"RAN..."Mala menghampiri.."Barusan kamu ngobrol sama Yas?"Tanya Mala memastikan.
"Kamu lihat kan?kamu lihat kan?"Tirani berbinar bahagia.
"Iya aku lihat RAN"jawab Mala ikut merasa senang.
"Aku yakin,takkan lama lagi.Yas pasti akan jadi pacarku"
"Benar sekali...aku juga sangat yakin itu"'tambah Mala turut percaya diri.Tirani tertawa girang,ia sampai jingkrak-jingkrak kesenangan.
*
Yas mengedarkan pandangannya mencari sosok Rifka.Ia ingin tahu apa yang sebenarnya terjadi pada gadis itu.
Saat melewati kelas XII A,Yas dapat melihat seorang gadis yang duduk mematung dengan rambut yang terurai hampir menutupi sebagian wajahnya.
Sedangkan para anak murid yang lain seperti ketakutan.Mereka menjauhi nya.
Yas membuka daun pintu yang tertutup rapat,Begitu pintu terbuka semua siswa yang berada di dalam kelas berhamburan keluar hingga hanya tersisa dan Yas di dalam kelas.Rupanya sejak Rifka menginjakkan kaki masuk ke kelas.Daun pintu tertutup rapat dengan sendirinya.Dan jendela yang menjadi fentilasi udara, tiba-tiba tertutup rapat.Hal itulah yang membuat siswa siswi yang berada di dalam kelas menjadi panik menjerit ketakutan.
Wajah Rifka terangkat,dua pasang matanya menghitam.Tatapannya tajam ke arah Yas.
"Aku tidak ingin ikut campur,tapi aku yakin kamu bukanlah manusia"
Rifka menelengkan kepalanya,
"Pergi sana!!"Bentak Rifka Lantang.
"Kau mencari siapa datang kesini?"Yas sama sekali tidak memperdulikan teriakan Rifka.
"Lucas...dan teman-temannya"
"Ada urusan apa kamu mencari nya?"
"KAU JANGAN IKUT CAMPUR!!!"Rifka tidak suka Yas menginterogasinya.Ia berlari cepat ingin mencekik pria itu.Namun serangannya tertahan dengan jarak yang begitu dekat.Rifka terus berusaha mendorong tangannya sendiri agar bisa mencekik Yas.Tapi sampai uratnya menonjol berwarna kehitaman,tetap saja ia tidak mampu menyentuh Yas.
Yas menepis tangan Rifka,dan gadis itu terlempar jauh menghantam dinding.Bangunan itu bergetar seperti telah terjadi gempa.
Rifka menyeret tubuhnya,ia kini sadar jika akan kalah kalau terus menyerang Yas.Karena itu ia bangkit dan berlari pergi meninggalkan kelas tersebut.
Yas diam,ia sama sekali tidak mengejar.Ia tahu jika Rifka akan mencari Lucas DKK.
*
"Luc..apa kamu sudah dengar kalau Rifka sudah masuk kembali ke sekolah"Niko melaporkan tentang Rifka.Lucas yang tengah duduk malas di kursi kebesarannya sebagai ketua OSIS tak merespon.Ia memainkan kedua kakinya yang selonjoran di atas meja.
"Luc...ini masalah serius"Niko menambahkan.
"Kau lihat Bona??"Lucas menunjuk ke tempat Bona berada.Ia meringkuk di pojokan sambil memeluk lutut.Tubuhnya menggigil ketakutan.
"Dia lah masalah kita sekarang,Yas bukan orang sembarangan.Kalau tidak,dia tidak akan seperti orang gila seperti ini"
"Luc... Bona seperti ini karena lagi nggak makek, kalau nggak percaya coba aja kasih Pasti dia langsung ok"bantah Niko.
Lucas terdiam,Ia memperhatikan Bona yang menggigil.
"Dan kamu tahu jika Rifka kembali,apa itu bukan suatu pertanda buruk ?"
Lucas menghela nafas berat...
"Ada dimana dia sekarang ??"ujarnya.
"Siapa?"
"Rifka "
"Tadi ada di kelas,tak tahu sekarang ada dimana?Aku memilih untuk tidak masuk kelas karena ada dia"
"Cepat bawa dia menghadap ku,akan ku percepat eksekusinya "Tambah Lucas.
"Baik ..."Beberapa anak buahnya langsung memberi hormat dan keluar dari ruangan OSIS.
Tapi itu hanya beberapa sekian detik, tiba-tiba...
BRAK...
Tubuh anak buah GABRIEL yang ditugaskan mencari Rifka terpental menabrak pintu yang tertutup.Lucas kaget sampai berdiri tegak, begitupun para anggotanya yang berada di dalam ruangan.
Mereka yang bergelimpangan merengsek bangun seperti ketakutan.Rupanya Rifka sudah berada di sana.Dua tangannya terulur, menarik seperti magnet tubuh anak buah GABRIEL yang terdekat.Mencengkram lehernya,dan dengan mudah mematahkannya.
KRETEK
Lucas terhenyak,ia segera mundur mencari perlindungan.Tapi kemana?dia sendiri sudah terpojok di ruangan itu.Para anak buahnya saling berhimpitan menyorokkan diri masing-masing.
Tubuh Rifka mendekat tanpa menyentuh lantai.Perhatiannya terpancing oleh keadaan Bona.Pria itu terus menggigil,tapi tak menyadari kehadiran Rifka.
Gadis itu mengulurkan tangannya, tubuh Bona tertarik seperti magnet.Namun belum sampai Rifka menyentuh, sebuah batang penyapu menepis tangannya.
Tubuh Bona yang terhisap langsung tersungkur ke lantai.Rifka terhenyak,ia berpaling ke arah asal batang penyapu itu.Namun baru saja ia menoleh, ujung penyapu sudah menghantam wajahnya.
"Keluar kau syetan...jangan ganggu...pergilah kau syetan jangan ganggu"Seru Yas sudah seperti mantra lagu dari Mbah dukun.