SERUNI

SERUNI
DOKTER PSIKIATER HANTU BAB 5



Saat masuk ke dalam rumah,Seruni terpegun karena ternyata Pamannya sedang mempunyai tamu.Mereka para pria muda yang tampan rupawan.


Seruni menarik baju pamannya ,Ismail menoleh.Ia mengerti tatapan mata dari ponakannya itu.Karena saat itu,ia menemukan para santriwan yang berkumpul di ruang tamu menatap keponakannya penuh kekaguman.


"Mereka para santri yang baru saja datang dari KKN.Mereka sedang melaporkan semua kegiatan KKN mereka serta dampak positifnya"Ismail menjelaskan secara rinci.Seruni manggut-manggut...


Tiba-tiba Reyhan menyarungkan bajunya ke kepala adiknya, hingga kepala Seruni terbenam dibawah ketiaknya.


"Woyyy lepasin..."Seruni berontak,namun Reyhan justru menyeretnya masuk ke dalam.Ismail geleng-geleng kepala melihat tingkah dua kakak beradik itu.


"Aww"Reyhan meringis kesakitan saat menerima tinju di perutnya.Seruni segera melepaskan diri dari bawah ketiak Kakaknya.


"Apa-apaan sih Kak??bauk tauk"Seruni menutup lubang hidungnya.


"Enak aja...aku udah wangi,tanya Wulan"


DEGH!!!


Livia merasakan ada yang menghujam hatinya,sakit!!


Wulan senyam-senyum , sedangkan Seruni melengos pergi.Ia menjumpai Bibiknya,istri dari Ismail .


"Assalamualaikum Bibik..."Seruni memeluk wanita yang ia anggap seperti ibunya itu dari belakang.


"Waalaikumsalam...Hemmm anak gadis ku"


Seruni menyandar manja ke punggung istri Ismail .


"Hay cantik..."


Syukron anak satu-satunya Ismail datang, mendengar suara Seruni ia langsung turun dari kamarnya.Meskipun usianya terpaut tiga tahun dari Seruni ,itu tidak menghalangi dirinya untuk tidak mengagumi Kakak sepupunya itu.


"Ih bocah nakal,,,sini Salim"Seruni menyodorkan tangannya untuk disalami.Sukron tersenyum, ia mendekat lalu mengecup tangan Seruni layaknya orang kulit putih berkenalan.


"Iiihhh apa-apaan sih"Seruni menggosok tangannya ke ujung bajunya.Sukron hanya cengengesan.


Tiba-tiba Reyhan membekap mata Sukron dari belakang.


"Ehhh lepasin..."Sukron berontak.


"Haram hukumnya menatap Kakak sepupumu penuh nafsu gitu"ucap Reyhan sambil menarik mundur tubuh Sukron.


"Iihhh biarin..."Sukron berhasil melepaskan diri.


"Toh dia akan ku nikahi juga"


"Kata siapa?"


"Kataku lah...aku akan bilang sama Ayah.Ibu juga sudah setuju "


"Benarkah Bik??"Seruni kaget mendengar hal itu.


"Kau percaya Sukron??"balas istri Ismail .


Seruni mendelik ke arah Sukron.


"Ahh Ibu... kenapa tidak pernah mau mendukung niat baik putramu?"


"Ada apa ini ribut-ribut "Ismail baru saja datang, tadi ia menemui para peserta KKN terlebih dahulu.


Semua diam tak ada yang menjawab,Sukron agak segan jika berurusan dengan sang Ayah.


"Paman...Sukron menggodaku terus"Seruni dengan manjanya mengadu.


"Sukron..."seruan Ismail datar tapi menggerunkan.


"Ah... hanya menggoda saja Ayah..."jawab Sukron ketakutan.Ismail geleng-geleng kepala,ia mengajak semua duduk mengitari meja makan.


"Kalian sudah makan?"


"Hanya sarapan roti saja Paman,kami sengaja tidak makan karena rindu masakan Bibik"Reyhan menjawab.


"Kalau tidak ada kepentingan,kalian tidak akan datang berkunjung "celah istri Ismail sambil lalu menyajikan makanan diatas meja.Livia dengan sigap membantu.


"Reyhan sibuk Bik... banyak sekali pasien,entah itu manusia atau bukan"


"Ingat!!! jangan bawa Seruni "Ismail menekankan kalimatnya.Seruni memalingkan wajahnya, sedangkan Reyhan hanya diam menegang.


"Apa kamu bawa adikmu Rey?"Ismail merasa curiga melihat ekspresi keduanya.


"Aaaa...emmmm dia maksa paman"


"Ruuunnn"


Seruni cengengesan seperti kucing yang kebasahan.


"Nikahin aja Yah biar ada yang ngontrol dia"Seloroh Sukron.


Reyhan langsung menjitak kepala sepupunya itu.


"Bilang aja kamu yang mau nikahin dia"


"Iya nggak apa-apa ,kan biar halal"bantah Sukron dengan beraninya.


"KHEM KHem "Ismail berdehem membuat Sukron langsung ciut.


"Kalau bercanda jangan kelewatan Sukron,dia Kakak sepupumu"


Sukron menundukkan wajahnya.


"Rey...tadi kamu bilang mau menitipkan gadis itu disini,kenapa dia??apa dia tidak punya keluarga ??"


"Iya Paman, Ibunya sudah meninggal,dan Ayah tirinya di penjara.Katanya dia sudah tidak punya saudara mara lagi.Jadi kami berinisiatif untuk menitipkan disini saja"


Ismail manggut-manggut tanda mengerti.


"Apa kalian tidak ingin bermalam disini ??"tanya istri Ismail .


"Tidak Bibik...besok Reyhan harus kerja ,karena ada jadwal operasi jam 9 pagi"


"Kamu Runi,gimana??"


"Runi juga harus kuliah kan Bik"jawab Seruni sambil menyuapkan makanan ke mulutnya.


"Kalau kuliahmu siang menginap saja,biar nanti Sukron yang mengantar mu pulang"


Sukron langsung mengangguk setuju dengan usulan Ibunya.


"Iya Run..Paman dan Bibik kangen sama kamu"tambah Ismail .Seruni mengangkat kepalanya memberi kode kepada Kakaknya,Reyhan mengangguk kecil.


"Ya udah,Seruni akan tinggal disini.Biar besok Runi bolos kuliah dulu.Besok jangan lupa jemput Seruni ya Kak"pinta Seruni .


"Nggak usah,biar aku antar pulang"bantah Sukron cepat.


"Nggak mau...aku takut kamu berbuat yang tidak-tidak nanti sama aku"


"Nggak sayang...aku akan jaga kamu baik-baik kok"Sukron keceplosan.


"Sukron!!"Ismail menengking,Sukron langsung menutup mulutnya.


"Ya udah,Reyhan jangan lupa jemput Seruni besok malam"Sambung Ismail .


"Iya Paman"


___


Reyhan pamitan pulang,Wulan sangat sedih melepas kepergian pria itu.Ia terus menggenggam tangan Reyhan dan tak mau dilepaskan.


"Udah Wulan,aku harus pulang"pinta Reyhan .Wulan menggeleng manja...


"Besok aku akan datang lagi kesini,,kamu baik-baik ya disini "


Wulan menggeleng lagi.


"Wulan... kemarilah "istri Ismail berseru atas perintah suaminya.Dengan terpaksa,Wulan melepaskan tangan Reyhan .Ia sudah tidak kuasa menahan air matanya.Reyhan tersenyum,lalu berbalik masuk ke dalam mobil.Disana Livia sudah menunggu.


Perlahan mobil Reyhan bergerak meninggalkan kawasan Yayasan.


"Kenapa nih??kok manyun aja dari tadi"tanya Reyhan kepada Livia yang terlihat lebih banyak diam.Livia buat tak dengar,ia membuang pandangannya ke lain arah.Reyhan tersenyum, tiba-tiba ia menarik gadis itu hingga menyandar di bahunya.Livia tersentak kaget,tapi ia sama sekali tak menolak.Justru diam-diam ia tersenyum malu.


Reyhan membiarkan saja gadis itu terus menyandar agar kemarahannya hilang.Livia merasa bahagia sekali,sikap Reyhan yang sering acuh,tapi sebenarnya ia peduli dengan perasaannya.


"Apa kau ingin langsung pulang ??"tanya Reyhan .Livia tak menjawab, sebenarnya ia ingin ikut Reyhan .Tapi apa pria itu tidak ilfil padanya jika dia ikut pulang ??


"Atau kamu mau kemana dulu??"


"Emmmm aku males mau pulang Rey"jawab Livia sendu,ia tetap merasa nyaman berbantal bahu Reyhan .


"Apa mau nginep di rumah ku??"


"Emang boleh ??"Livia langsung mengangkat kepalanya,Reyhan tersenyum menahan tawa.


"Berarti kamu emang pengen nginep ya??"


"Isyy"Livia memukul bahu Reyhan kesal,pria itu tergelak.Livia menarik diri memberi jarak antara mereka.


"Kamu tahu kan??aku pria yang seperti apa?Aku tidak ingin memangsa sahabat ku sendiri"


Livia mengangguk mengerti.Yah...sebejat-bejatnya Reyhan ,dia sangat menjaga Livia .