SERUNI

SERUNI
DOKTER PSIKIATER HANTU BAB 134



Nicta dan Yas begitu kompak menjaga si kembar.Mereka memberi susu,mengganti popok,dan menggendong nya bila sudah mau tidur.


Saat si kembar sudah terlelap,dua insan ikut tepar tak tentu arah.Seruni yang menyaksikan itu jadi tersenyum lucu.


"Hemmm hari sudah mau gelap,aku harus pulang dulu..."Ucap Nicta,ia nampak tak bersemangat untuk pulang.


"Aku antar kamu pulang ya..."


Nicta mengiyakan.


"Apa tidak makan malam disini saja?"


Tetiba Seruni datang menimpali.


"Ah tidak usah Tante terimakasih...kasihan Eny makan sendirian di rumah "Nicta memberikan alasan.


"Hemm begitu ya"Seruni terlihat kecewa.


"Iya Tante"


"Ya sudah Yas,antar dia sampai selamat di rumah nya ya"


"Iya Aunty.."


"Permisi Tante..."


Seruni mengangguk kan kepalanya.Nicta dan Yas pun keluar beriringan.


*


Nicta turun dari atas sepeda motor,ia bersiap untuk masuk ke dalam rumah.


"Aku masuk dulu ya,kamu hati-hati di jalan"


"Nggak ada yang mau kamu bicarakan sama aku?"tanya Yas yang menghambat keinginan Nicta untuk masuk.


"Apa??? nggak ada dech kayak nya"


"Sepertinya Aunty suka sama kamu"


Nicta tersenyum malu.


"Aku ingin kita menikah"


Untuk kesekian kalinya Yas membuat Nicta tercengang.


"Aku serius...Aku takut kita terlalu dekat dan melakukan sesuatu diluar kendali.Karena sudah beberapa kali kita hampir melakukannya"


Nicta tak bergeming.


"Kamu mau kan??"


"Papa..."


"Kita nikah diam-diam...asal kita halal dulu"


Nicta seperti disulap menjadi patung.Ia tercengang tak percaya.


"Kamu mau kan??"


"Aku bukan nggak mau,tapi...tapi menikah bukan hal yang bisa dibuat main-main.Banyak tanggung jawabnya "


"Aku akan bertanggung jawab atas diri mu sayang... semuanya "


Nicta bingung,ia dilema...antara iya dan tidak.Semua ada consequence nya.


"Kamu nggak mau?"


"Mau..."Nicta refleks menjawab,Yas mengulum senyum.


"Aku akan urus semuanya..ok"


Nicta terpaksa mengangguk...


"Selamat malam,jangan lupa makan ya"


Nicta mengangguk lagi, dengan langkah ragu dan bimbang.Nicta masuk ke dalam rumah nya,ia sesekali menoleh ke belakang dimana Yas masih berdiri memperhatikan dirinya.


*


Nicta terus saja kepikiran mengenai rencana Yas,apa itu masuk akal???Secara Nicta masih belum punya KTP, Gimana mau nikah ??Makan pun jadi tak selera,tidur pun tak Lena..Mau curhat sama Eny,dia seperti orang linglung.Kadang terlihat bicara sendiri entah dengan siapa? Ditegur pun Eny tak menjawab.Seperti orang pelaku sekaligus gila.Nicta tak pernah terpikirkan jika Ayu datang ke rumah nya bersama Ibunya.


*


*


Ayu dan Ibunya berguling-guling di lantai,mereka mengerang kesakitan.Kedua kakinya menegang sampai pinggulnya terangkat ke atas.Kedua tangan nya mencekik leher nya sendiri.Mata mereka hanya menyisakan garis putih saja.


Tiba-tiba kepala mereka terlepas hampir bersamaan.Bagian dalam tubuhnya pun ikut serta.Kepala itu terbang berputar-putar mengelilingi ruangan.Dan entah ke putaran berapa,kepala itu melesat terbang cepat keluar saling susul menyusul.


Nicta menyisir rambutnya dengan debaran hati yang tak menentu.Ia jadi gugup karena sebentar lagi Yas pasti akan datang menjemput nya untuk pergi ke sekolah.


Biasanya Nicta akan buru-buru untuk keluar rumah sampai melewatkan makan pagi.Tapi kali ini, ia seperti lambat sekali.Sampai pembantu rumah nya menyusul ke kamarnya.


"Non.. ditunggu temannya di luar"


"Oh iya Bik bentar lagi..."Nicta menjawab sekenanya.


"Aku harus hadapi ini dengan kuat,aku nggak mau kehilangan Yas.Dia sudah sangat serius sekali dengan ku, kalau tidak nggak mungkin dia ngajak aku nikah.Ya sudah lah, bagaimana pun kedepannya akan aku hadapi ?"


Nicta memantapkan diri,ia segera melangkah cepat keluar dari kamar nya.Rupanya Yas sudah menunggu di teras rumah.


"Lama ya nunggu nya??"sapa Nicta.


"Kok tumben lama?"


Nicta hanya menjawab dengan senyuman.


"Yuk... cepetan nanti kita terlambat "Yas menarik tangan Nicta berlari kecil menuju sepeda motornya.


*


Sepulang sekolah,Yas membawa Nicta ke sebuah masjid agung di Kota Ciamis.


"Kita mau kemana ?"Tanya Nicta karena tumben-tumbenan Yas membawa nya ke masjid.


"Kita akan akad nikah disini "


"Hah???"tubuh Nicta langsung pias memanas.


"Orang-orang ku sudah mengatur segalanya"Yas membimbing Nicta masuk ke satu ruangan yang sudah dipersiapkan.Dua orang wanita berhijab menyambut nya,Nicta digiring oleh kedua wanita itu masuk ke satu kamar.Sedangkan Yas ke lain ruangan.


Mereka dirias seadanya, setelah itu dibawa menghadap ke depan penghulu.Nicta melihat beberapa orang berpakaian rapi serba hitam.Ia tak tahu mereka itu siapa?mungkin saja pengurus masjid.Tapi pakaian mereka terlihat mahal,lebih nyentrik dari Bodyguard Ayahnya.


Karena terlalu penasaran dengan para tamu yang hadir,Nicta sampai tak mendengar jika ijab kabul sudah di lafadz kan.Hanya kalimat SAH yang membuat nya tersentap kaget.


Yas mengulurkan tangannya,Nicta pun merespon dengan baik.Saat Nicta mencium punggung tangan Yas,pria itu yang sudah sah secara agama sebagai suaminya,mencium keningnya begitu mendalam.


Beberapa orang mengabadikan momen ini dengan sebuah video dan foto.Mereka mengucapkan selamat penuh ke akrab pan kepada Yas.Ada juga yang sampai mencium tangan Yas.


Nicta merasa heran,siapakah mereka ??Atau Nicta belum tahu siapakah Yas sebenarnya ??


*


"Mereka siapa?"tanya Nicta saat ia dan suaminya duduk di teras masjid.


"Teman..."Yas menjawab singkat.


"Teman kok sampai hormat gitu sama kamu ?"


"Yah mereka memang suka bercanda begitu"


"Ohya???jadi kamu memang suka bercanda juga ya??"


"Iya kalau sama orang yang sudah biasa aku kenal"


Nicta mengangguk mengerti ,ia merasa itu sangat masuk akal.


"Yuk kita pulang..."Ajak Yas seraya meraih tangan Nicta.


"Kemana?"


"Kamu maunya kemana?ke rumah ku,ke rumah mu??atau ke hotel "


"Ih apaan sih "Nicta menarik tangan nya,tapi ditangkap lagi oleh Yas.Ia tergelak renyah.


"Terus kamu maunya kemana ??"


"Ke Lana sama Luna yuk .."


"Aduh... kalau kesana aku nggak bisa ngapa-ngapain kamu dong"


"Emang kamu mau ngapain ??"


"Ah masak nggak ngerti sih??"Yas mengerlingkan matanya.


"Nakal..."


Yas tersenyum tipis.


"Ayo ah... pasti Tante nungguin kita"Nicta beranjak dari duduknya.


"Ok ok....belum apa-apa pesonaku sudah runtuh oleh si kembar.."


Nicta tersenyum mendengar bebelan suaminya itu.Keduanya menaiki motor menuju rumah Seruni .


Kejadian akad nikah itu hampir bersamaan dengan pertemuan Tuan Mahendra beserta Ayu dan Ibunya.Dengan kekuatan Ibunya Ayu yang berada di level tertinggi, sekali kedip Tuan Mahendra sudah dalam pengaruh nya.Dengan leluasa Ayu dan Ibunya mempengaruhi semua orang di rumah Nicta untuk tunduk padanya.Kini dalam sekejap,Ayu dan Ibunya telah menguasai semuanya.Tanpa perlawanan apapun.