
"Ini Nyonya...Den Reyhan sudah saya antarkan sesuai permintaan Nyonya"Darin mengantar Reyhan sampai bertemu dengan Ibunya yang disertai oleh Ba'im .
"Terimakasih Ustadz"jawab Excel disertai senyuman.
"Kalau begitu saya permisi dulu Nyonya...Reyhan sampai jumpa besok ya"Darin memohon diri.
"Siap Ustadz "jawab Reyhan lantang.Darin tersenyum,ia pun pergi setelah mencubit pipi Reyhan yang menggemaskan.Tak lupa Darin menganggukkan kepalanya saat melewati Ba'im .Namun Ba'im tak merespon..
Excel hendak membawa Reyhan ke dalam,namun suara seruan dari Ba'im menghentikannya.
"Tunggu!!!"
"Aku tidak suka kamu mengambil keputusan sendiri dalam hal mendidik Reyhan"
"Maksudmu ??"Excel memicingkan matanya.Ba'im melangkah mendekat.
"Ngapain kamu bayar guru privat untuk Reyhan kalau hanya untuk belajar bahasa Arab.Aku bisa kok ngajarin dia"
"Bagaimana cara kamu mengajarinya ?kamu mau berhenti ngajar di sekolah itu ??"
"Kalau dia tinggal di Yayasan,semua akan menjadi mudah bagiku "
"Apa???jadi maksud kamu?kamu ingin mengambil Reyhan dari aku?"
"Bukan... bukan aku ingin mengambil Reyhan, Aku akan mengajarinya secara totalitas"
"Itu sama saja kamu ingin mengambil Reyhan dari aku!!"
"Sayang... sampai kapan kita begini??semua akan menjadi masalah besar, kalau kita tidak bersama... Kasihan Reyhan ..."Ba'im menunjuk Reyhan yang sedari tadi diam dan hanya memperhatikan kedua orang tuanya bersitegang.
Excel mulai melunak ,dia menatap buah hatinya yang tengah dituntunnya.
"Hari ini aku ingin bawa Reyhan menemui Bunda..Bunda sangat ingin sekali bertemu dengan mu"
"Aku sibuk... kalau Reyhan mau,bawa saja dia..tapi sebelum 'isyak dia harus pulang "jawab Excel .
Ba'im tidak punya pilihan lain,ia pun setuju.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Seruni mengalihkan perhatiannya dari majalah yang ia baca karena mendengar suara Roy datang.
"Darimana saja kamu Mas??pergi rapat kok Sampek nginep?"
"Maafkan aku sayang...sekalian aku dan teman-temanku pergi jenguk teman kita yang sakit.Dan kami nginep disana"Roy memberikan alasan.Ia duduk di samping istrinya seraya mengecup lembut kening Seruni .
"Kamu nggak bo-ong kan Mas?"Seruni sudah sejak lama merasakan ada sesuatu yang lain dari suaminya.Tapi ia tidak punya bukti apa-apa.Roy sikapnya tak ada yang berubah.Ia tetap romantis dan menyayangi dirinya.
"Ya nggak lah sayang"
"Hemmmm"jujur Seruni tidak puas hati, tapi ia berusaha menahan diri.
"Sebentar lagi cucu kita akan datang"
"Cucu kita??"
"Iya...anak Ba'im bersama Excel "
"Apa??"Roy terperangah,ia benar-benar tidak menduga hal ini akan terjadi.
"Mereka dalam perjalanan kemari, mungkin sebentar lagi mereka sampai.Kamu siap-siap gih"
"Baik sayang...aku ganti baju dulu"Roy begitu amat sangat bersemangat.Ia segera bangkit dan hendak masuk ke dalam.Tapi bunyi deru mobil menghentikan langkahnya.
"Apakah itu dia sudah datang sayang??"tanya Roy dengan perasaan berdebar.
"Sepertinya iya Mas..."
Seruni meletakkan majalahnya ke atas meja,lalu keduanya beriringan menyambut kedatangan cucu mereka.
"IM...dia??"Seruni seperti kehilangan kata-kata.Kedua netranya mengembun melihat sosok bocah dalam gendongan Ba'im .
"Iya Bun ..dia anak Ba'im , namanya Reyhan ...Reyhan ini Nenek dan itu Kakek"Ba'im memperkenalkan orang tuanya kepada anaknya.Reyhan menatap dua orang yang baru ia lihat secara bergantian.
"Sini Nak...gendong nenek"Seruni mengulurkan kedua tangannya,Reyhan pun beralih gendongan.Ia menatap Seruni begitu lekat.Ciuman bertubi-tubi ia dapat dari Kakek dan Neneknya.Mereka begitu bahagia menyambut kedatangan Reyhan .
"Ganteng sekali ya Mas.."
"Ih masak sih??"Seruni meledek.
"Beneran sayang..."
Ba'im melihat kemesraan orang tuanya kepada putranya,ia jadi tersenyum sendiri.
"Sini Nak...pangku sama Kakek"Roy menepuk pahanya.Seruni pun memberikan Reyhan kepada suaminya.
Tak bosan Roy menciumi cucunya itu.Ia memeluk Reyhan dengan gemasnya.
"Kek..."tiba-tiba Reyhan bersuara.
"Iya sayang...ada apa?"
"Kok di baju Kakek ada dua wangi parfum yang berbeda ?"Reyhan mengendus baju yang dipakai oleh Roy.Seruni menautkan alisnya,begitu pun dengan Ba'im .Lain halnya dengan Roy,ia langsung pias,degup jantungnya berdetak lebih cepat.
"Maksud Reyhan apa sayang ??"tanya Seruni penasaran.
"Emmmm Kakek wangi parfumnya kayak perempuan "
Seruni membeliak, matanya bergulir menatap suaminya.
"Ahhh...ini..ini aku pakek parfum temanku sayang "Roy menjawab dengan gugup.
Ba'im merasa akan terjadi sesuatu hal yang besar,ia segera mengambil Reyhan dari pangkuan Ayahnya.
"Temen??temen perempuan ??"
"Ti-tidak sayang...te-temanku cowok ,aku pun tidak tahu,a-apa itu parfum istrinya.Yah!! mungkin parfum istrinya ??"Roy benar-benar hilang akal.
"Ok !!Akan aku anggap kamu jujur Mas ....ya udah coba sekarang telfon teman-temanmu.."Seruni melipat tangannya di dada.Roy menelan saliva, tiba-tiba tenggorokannya kering tak berair.
"Teman??teman yang mana??"
"Teman kamu yang rapat kemarin , yang Sampek nginep.Kenapa??lupa teman yang mana?atau memang sebenarnya tidak ada teman-teman yang rapat dengan mu??"
"A-a-ada kok sayang"
"Ya udah telfon cepat!!!"
Tangan Roy gemetar merogoh ponselnya.Ia panik sampai benda pipih itu jatuh ke lantai.Dengan gerak cepat Seruni mengambil ponsel itu.
Bertambah pucatlah wajah pria itu.Beberapa kali ia menelan saliva.
"Aku tahu kamu berbohong Mas...sejak kapan kamu menduakan aku?"Dada Seruni sesak seperti ditimpa batu besar.Namun ia berusaha mengendalikan semuanya.
"A... sayang... jangan mengatakan hal yang tidak-tidak..."
"Lalu kenapa kamu gugup ??kenapa lututmu sampai gemetaran seperti itu ??"Roy bergerak cepat memegang lututnya yang memang gemetar.
"Sayang... tolong percayalah...aku sangat mencintaimu "Roy berusaha Sedaya upaya untuk menenangkan istrinya meskipun dirinya sendiri sudah kelam kabut.
"Aku percaya Mas...tapi aku tidak percaya jika cintamu tidak terbagi.Lebih baik kamu jujur sekarang atau kamu akan menyesal kemudian"
Roy menatap dua manik mata yang terlihat mengembun.Dua manik mata yang meneduhkan, yang tak berubah dari dulu sampai sekarang.
Roy menundukkan wajahnya,ia meluruh ke lantai bersujud di hadapan istrinya.
"Maafkan aku sayang... maafkan aku..."
Roy tak mampu mengangkat wajahnya,ia terus tertunduk sampai leher belakangnya terlihat.
"Sejak kapan Mas?"
"Du-du-dua tahun lalu..."
Seruni memejamkan matanya, dadanya sesak seperti kehabisan oksigen.Ia diam,sebisa mungkin ia berusaha tenang.Apalagi disaat melihat Reyhan ada disana.Bocah kecil itu diam menyimak pertikaian dua orang tua yang baru ia temui.
Seruni bangkit lalu mengambil Reyhan dalam gendongannya.
"Untung ada kamu sayang... kalau tidak?? mungkin Nenek tidak akan bisa bertahan"Diciuminya wajah Reyhan dengan disertai deraian air mata.Bocah itu diam saja, justru ia mengusap pipi Neneknya yang basah oleh air mata.
Ba'im pun merangkul sang Ibu dengan penuh kasih.Ia tidak bisa berkata apa-apa, meskipun jujur ia kecewa dengan Ayahnya.Tapi apa yang bisa ia lakukan ???semua sudah terjadi.
Dengan langkah lemah,Seruni digiring oleh anaknya masuk ke dalam meninggalkan Roy yang tertunduk dengan rasa penyesalan.