
Setelah dipastikan mangsanya sudah tewas,Ratu Blorong melepaskan lilitan nya.Lalu dengan ekornya dia mengibas kucing hitam yang terus menakuti Kujang kembar hingga terlempar jauh dan menghilang.
"Terimakasih Gusti Ratu"Kujang kembar menghaturkan sembah.
Ratu Blorong mengangguk, kemudian ia melesat cepat menyambar tubuh Nicta yang masih tertancap di ranting pohon.
"Kujang cepat selamat kan dia...Bawa dia kepada majikan mu"Tihtah Ratu Blorong sembari menyerahkan tubuh Nicta.
Yas dan Nabila terhenyak..
"Apa dia masih bisa diselamatkan ??"tanya Yas tak percaya.
"Tergantung seberapa cepat Kujang membawa kepada Ayahmu"Jawab Ratu Blorong.
"Sendiko dawuh Gusti Ratu"
Dengan hati-hati Kujang memanggul tubuh Nicta lalu dibawanya pergi.
"Dan Kamu!!Bawa majikan Mu,dia juga terluka parah"Ratu Blorong berucap kepada pasangan Kujang.
Yas terpelongo,ia memperhatikan Nabila yang menyandar lemah di bahunya.Gadis itu sedari tadi hanya meratapi Nicta,sampai Yas tidak menyadari jika Nabila juga terluka.
Pasangan Kujang mendekati Nabila,ia merebahkan tubuhnya sampai perutnya merapati tanah.Dengan hati-hati Yas membantu Nabila menaiki harimau putih.
"Hati-hati"
Ucapan perpisahan Yas terdengar miris,Nabila mengangguk.Ia berusaha tersenyum meskipun menahan sakit yang luar biasa.
Pasangan Kujang melesat cepat,Yas hanya bisa melihat kilatan cahaya dikejauhan.
"Maafkan aku Yas,aku terlambat datang"
"Tidak mengapa Gusti Ratu,saya sudah sangat berterimakasih sekali karena Sudi membantu"
Ratu Blorong tersenyum manis.
"Kau sangat mirip sekali dengan SALAHUDDIN "
Yas tersipu.
"Tapi ada satu hal yang harus kamu tahu, diantara dua wanita itu.Kau harus siap kehidupan salah satu dari mereka "
Yas menautkan kedua alisnya.
"Ma-Maksud Gusti Ratu ??"
"Salah satu dari mereka akan mati Yas"
"Apakah Nabila separah itu Gusti ?"Yang ada dalam pikiran Yas hanya Nabila.
"Gadis itu sudah lama menderita luka dalam akibat teluh dari Jukiyem.Tapi ternyata dia masih memiliki takdir untuk bertemu denganmu"
Yas tertunduk pilu...
"Apakah aku akan kehilangan dia Gusti ??"
Ratu Blorong tidak menjawab...
"Segera susul Kujang ke tempat Ayahmu"Beliau justru memerintah Yas untuk pergi.Yas mengangguk patuh,ia pun berlari menuju sepeda motornya yang sedikit terseret oleh angin ribut tadi.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Reyhan melakukan tugasnya untuk menolong dua gadis yang dihantarkan oleh Kujang kembar.Ia dibantu oleh Dokter Harun pamannya.Melihat dua kondisi yang berbeda,Ia tahu mereka tidak akan bisa terselamatkan.
Reyhan tercenung menatap Nicta dan Nabila yang sudah tak sadarkan diri.
"Kita harus bertindak cepat Rey"ujar Dokter Harun.
"Tapi mereka tidak bisa diselamatkan Paman, yang satu jantungnya sudah hancur.Dan yang satu lagi,hati dan paru-parunya membusuk "
"Hanya ada satu cara Rey"
"Satu cara?"Reyhan tercengang,ia menatap dua gadis itu lagi.
"Transplantasi jantung "
Reyhan terbelalak,Dia sama sekali tidak terpikirkan cara itu.
"Kita harus lakukan sekarang "sambung Dokter Harun.Reyhan mengangguk setuju,Tanpa menunggu lebih lama lagi dua Dokter itu bekerja sama memindahkan jantung Nabila ke tubuh Nicta.Mereka bergerak cepat dengan dibantu oleh beberapa asisten.Karena jika terlambat sedetik saja,nyawa tak kan bisa tertolong.
*
*
Yas menunggu dengan cemas dan panik, ia duduk dengan tangan saling meremas satu sama lain.Sejak ia datang,tak ada satu suster yang keluar dari ruang operasi yang bisa ia tanyakan.
5Jam berlalu begitu lambat, Matahari pun sudah menyemburatkan sinar nya.Yas melalui waktu dengan menunggu tanpa terlelap sedetikpun.Sampai akhirnya pintu terbuka lebar.Yas bangkit dengan segera.
"Yas....kamu sejak kapan ada disini ?Apa mereka temanmu??"
Yas mengiyakan,
"Saat Yas datang,Ayah sudah berada di dalam katanya bersama Atuk"
"Oh iya... untung Paman bisa membantu.Kalau tidak,entah bagaimana lagi?"
"Lalu bagaimana keadaan Mereka Ayah?"Jawaban inilah yang Yas nantikan sedari tadi.Reyhan mengumpulkan kata yang tepat untuk menyampaikan hal terburuk.
"Emmmm gadis berhijab itu tidak bisa diselamatkan "
Yas terperanjat..
"Nabila ??"
"Namanya Nabila ?"
Yas mengiyakan..
"Iya...dia sudah tidak bisa tertolong"
"Ke-kenapa Yah??"
"Organ tubuhnya membusuk, kalau diperiksa secara ilmu kedokteran.Dia terinfeksi bakteri,tapi jika dilihat dari mata kita.Dia terkena teluh "
Yas menundukkan wajahnya.
"Tapi gadis yang satunya bisa diselamatkan,kami melakukan transplantasi jantung.Karena jantung Nabila masih bagus dan cocok untuk gadis satunya.Jadi kami mencangkokkan nya"
"Apa???Kenapa Ayah melakukan hal itu ??"Yas memekik tak percaya.
"Hanya itu yang bisa kami lakukan Yas"
"Kenapa Ayah tidak membiarkan saja dia mati?"
Reyhan terperanjat mendengar ucapan anaknya.
"Yas...Apa kamu sadar dengan apa yang kamu katakan ?"
"Semua ini terjadi karena perempuan itu Ayah, Kalau dia tidak bersekutu dengan dua iblis itu.Tidak mungkin Nabila akan mati secepat ini"
"Yas... semua yang terjadi di dunia ini,Adalah Kehendak Allah.Kita manusia hanya perantara saja.Jadi jangan menyalahkan orang lain "Reyhan berusaha menyadarkan pemikiran putranya,Yas terdiam.Ia menatap ujung kakinya dengan pilu.
Reyhan menepuk pundak anaknya dengan lembut.
"Kau harus kuat Nak"
Yas tetap diam,ia tidak bisa berpikir apapun kecuali Nabila untuk saat ini.Reyhan memilih untuk meninggalkan Yas,agar putra sulungnya itu bisa berpikir jernih.
Disaat Reyhan pergi, sebuah kerikil jatuh tepat di kepalanya.Yas langsung mendongakkan kepalanya.Ia melihat Nabila bertepuk tangan kegirangan.Gadis itu datang menghampiri dengan senyuman yang menggugah hati.
"Sakit ya?-"Nabila bertanya keadaan Yas, sedangkan yang ditanya malah termangu.
"Kenapa ??kok liat aku Sampek kayak gitu ?? Nggak pernah liat roh??"
"Na-Nabila??"
"Iya ini aku Nabila,tapi aku sudah bukan manusia lagi.Aku hanya jiwa yang bisa dilihat oleh mu"
"Ja-jadi ka-kamu sudah benar-benar meninggal ??"
Nabila mengangguk,ia duduk di kursi tunggu yang semula diduduki oleh Yas.
"Kursi nya hangat, pasti kamu lama sekali duduk disini menunggu ku ya?"
Yas tak bisa berkata-kata,ia menatap kosong kursi panjang itu.Lalu perlahan duduk di sana.
"Pergilah dengan tenang Nabila"gumam Yas ,ia tak mampu mengangkat wajahnya.
"Aku tidak bisa Yas, bukankah kamu pernah bilang.Agar aku Jangan pernah meninggalkan mu, berpikir pun aku tidak boleh.Karena itu aku bersumpah, walaupun jiwaku berpisah dari ragaku.Aku takkan pernah meninggalkan mu"
Yas terpana tak percaya.
"Ja-jadi kau akan tetap seperti ini? "
"Yah..."Nabilah mengangguk yakin.
"Tapi ini akan menyiksamu Nabila, kepulangan mu ke alam sana tidak akan sempurna "
Nabila tersenyum..
"Tidak mengapa,aku tidak perduli akan hal itu.Aku hanya ingin tinggal disini, Disisi mu"
Kedua saling beradu pandang,tangan Nabila terangkat membelai lembut pipi Yas.Yas mengikuti gerak tangan pucat tersebut dengan ekor matanya.Ia tidak bisa berkata apa-apa lagi.