
"Apa??Enak aja mau bawa Yas,kami saja belum yakin kalau apa yang kamu katakan itu benar"Hardik Seruni .
"Hey!!jaga bicaramu kepada paduka kami"seorang penjaga yang ada disebelah Seruni membentak.
"Jangan berani nya cuma sama perempuan"Steven meninggikan suaranya membela sang istri.
"Iya ...lagi pula dia kan putri di Negara Brunei,bukan putri di Indonesia.Disini kalian semua bukan siapa-siapa,kalau mau dihormati selayaknya putri Brunei ?sana jadi tamu negara "Seloroh Seruni .
Semua terdiam,mereka sadar jika sampai mereka ketahuan datang ke Indonesia secara tidak resmi.Maka itu akan menjadi masalah besar bagi keluarga kerajaan.
"Ok...ok... mari kita bicarakan ini secara baik-baik dari hati ke hati"Putri Elisa menengahi.
Seruni mendengus kesal.
"Uzma cucuku...Mari ikut Nenek,agar hidup mu senang.Dan kamu mau apa saja ?akan Nenek turuti"bujuk Putri Elisa.Uzma menatap wajah suaminya lekat...Reyhan membalas tatapan itu penuh makna.
"Maafkan Uzma ,Uzma sudah menikah,sudah bersuami.Tidak mungkin Uzma meninggalkan keluarga Uzma "
"Sayang...."dengan lembut Putri Elisa membelai rambut cucunya"Suami kamu pun akan ikut serta "
"Maaf..."Reyhan memotong"saya tidak bisa,saya punya tanggung jawab yang tidak bisa saya tinggalkan "
Putri Elisa terdiam,ia berpikir apa yang akan ia tawarkan agar cucunya bersedia ikut dengan nya.
"Baiklah...suamimu bisa datang ke Brunei sesuka hatinya,Nenek akan siapkan jet pribadi untuk menjadi kendaraan agar lebih cepat sampai ke Brunei, bagaimana ?"
"Maafkan saya,,,saya tetap menolak "sanggah Reyhan .
"Apa???Kau menolak tanpa mempertimbangkan nya lebih dulu ?"sahut Putri Elisa.
"Saya dan istri saya sudah cukup bahagia disini "
"Iya ....Aku sudah bahagia tinggal disini, meskipun aku bukanlah seorang putri "Sambung Uzma .
Putri Elisa benar-benar tak menyangka dengan jawaban Cucunya.
"Baiklah,tapi Yas...akan tetap aku bawa"Putri Elisa memberikan kode kepada punggawanya.Dengan serentak mereka mengeluarkan pistol dan ditodongkan ke kepala para tahanan.
Kujang yang tiba-tiba muncul langsung melompat ke belakang punggung Seruni .Ia menyembunyikan dirinya disana.
"Kujang ???kenapa kamu malah sembunyi ?"bisik Seruni .
"Aku takut pistol"jawab Kujang gemetar.
"Apa??kau bod0h atau apa? Pistol nggak mungkin bisa nembak kamu Kujang "
"Tetap saja aku takut...Hiiiiiii"
"Kalau takut kenapa muncul b390k?diam aja di tempat mu"
"Hey!!kau bicara dengan siapa?"bentak punggawa yang menodongkan pistol ke arah Seruni .Seruni tak menjawab!
"Cepat ambil Cicitku"titah Putri Elisa.Seorang Punggawa lainnya mengangguk patuh,ia membungkuk untuk mengambil Yas dari gendongan Seruni .
"Eh...mau apa kamu ?"Seruni mempererat pelukannya kepada Yas.Tapi ia bergidik ngeri saat pistol ditekan pemantik nya.
Keanehan terjadi, Punggawa yang hendak menggendong Yas merasa tidak kuat mengangkat bayi Yas.Seolah-olah Yas adalah batu yang sangat berat sekali.
"Eh kenapa kamu tidak segera mengambil Cicitku ?"sergah Putri Elisa.
"Ampun Tuanku Putri,bayi ini sangat berat "
Semua terperangah mendengar hal itu.
"Mustahil "Putri Elisa bangkit dari Singgasana nya"Kalau kau menipuku,akan ku penggal kepala mu"Ia menepis Punggawa agar mundur,dan ia sendiri yang menunduk untuk mengambil Yas.
Kejadian yang sama terjadi, Putri Elisa tidak mampu mengangkat Cicitnya.Malah ia ditertawakan oleh Yas kecil.
"Kenapa berat sekali?"Putri Elisa terlihat ngos-ngosan.Seruni tersenyum senang...
"Baru kau tahu anak siapa lawanmu...hahahaha"Seruni tertawa mengejek.
Putri Elisa terlihat murka,ia merampas pistol dari tangan Punggawa nya lalu menodong kan ke arah Seruni .
"Aku tidak mau!!"Jawab Seruni Lantang.
"Baiklah....aku harap kamu tidak menyesal Kalau suamimu ku bunuh sekarang "Putri Elisa memutar haluan arah pistolnya ke kepala Steven.
"Hey nenek peyot, kalau berani lawan aku WAN by WAN.Jangan hanya berani dengan pistol aja "tantang Seruni .
Putri Elisa tersenyum sinis,ia menekan pelatuk dan mengarahkan ke kaki Steven.
DOR!!
Akkkkkhhhh
Steven menjerit saat timah panas menembus kakinya.
"Sayang...."Seruni terperangah.Steven menunduk menahan sakit.
"Apa kamu pikir aku main-main ??"
"Nenek... jangan lukai orang lain lagi, baiklah aku akan ikut dengan Nenek"Timpal Uzma cepat.
"Sayang..."Reyhan menyela.
"Tidak apa-apa Sayang,biar aku ikut mereka"
"Tapi kamu akan lemah bila didekat Yas"ucap Reyhan .
"Kalian terlalu banyak drama..."Putri Elisa hendak menembak lagi,namun angin dingin menerpa.Sekelompok kabut masuk melalui celah pintu dan jendela.Semua heran melihat pemandangan itu, tiba-tiba Reyhan melihat sebuah penampakan seorang wanita paruh baya yang cantik jelita.Dia tersenyum ke arah Reyhan .
"Aku tahu kau bisa melihat ku Nak...Aku Kirana Ibu dari istri mu Uzma "
"Ibu??"gumam Reyhan tanpa sadar membuat orang yang mendengar gumaman itu menoleh heran.Hanya Seruni yang tahu Kakaknya bicara dengan siapa ?
"Ikuti apa yang aku katakan!"titah Kirana.
Reyhan mengangguk pelan.
"Ibunda Ratu...Ini Ananda Kirana, menghaturkan sembah baktiku padamu Ibunda"
Putri Elisa terperangah mendengar ucapan Reyhan .Ia tidak tahu jika arwah Kirana tengah bersujud di depannya.
"Bunda... Ampuni Anak mu yang tidak berbakti ini, sampai ajal menjemput.Ananda tidak diberi kesempatan untuk mengobati rindu ini kepada Ibunda.Ampuni Ananda yang durhaka ini, karena Ananda tidak meminta restu atas pernikahan Ananda "
"Kau jangan menipuku!"hardik Putri Elisa sembari menembak Reyhan,.
AAAAAA
Uzma dan Seruni menjerit kompak,tapi ternyata peluru yang melesat cepat tertahan oleh tangan tak kasat mata.Putri Kirana menjadikan dirinya perisai untuk menantunya.
"Ibunda... hentikan kezaliman ini, cukuplah Kirana yang merana.Uzma dan Yas , mereka bukanlah bagian dari kerajaan.Karena Ananda sudah Ibunda buang.Akankah Ibunda lupa akan titah Bunda saat mengusir Ananda?"
Gemetar tubuh Putri Elisa,Hinga ia tak sanggup untuk berdiri.Untung punggawa yang berada disisinya sigap menangkap tubuh nya.
"Ki-kirana"Barulah Putri Elisa sedikit percaya bahwa yang diucapkan Reyhan adalah ucapan Putrinya.Karena hanya segelintir orang yang tahu bagaimana ia bertitah saat mengusir Putri Kirana.
"Ibunda... Ampuni Ananda, Ananda tidak bermaksud menyakiti Ibunda ratu dengan masa lalu.Ananda hanya ingin Ibunda tahu bahwa ini adalah Ananda Kirana "
Peluru yang ditahan oleh arwah Kirana jatuh menggelinding ke lantai.
"Putri Kirana... Maafkan Ibunda Nak...Ibunda salah telah percaya kepada fitnah dan tidak mencoba mendengarkan Kirana.Ibunda menyesal,,,Ibunda ingin anak cucumu yang akan menggantikan posisi tahta Ayahanda mu"
"Ibunda...jangan pernah sesali apa yang telah terjadi, ini semua sudah takdir. Jika bukan karena ibunda mengusir Ananda, Ananda tidak akan pernah bertemu dengan seorang pria yang begitu mencintai Ananda setulus hati dan Ananda juga tidak akan pernah mempunyai dua Putri yang begitu indah bagi Ananda"
"Ananda mohon agar ibunda mengingat Titah ibunda saat mengusir Ananda . Bahwa Ananda dan keturunan Ananda tidak akan pernah lagi menginjakkan kaki di istana"
Putri Elisa tidak mampu menahan air matanya, ia menangis tersedu-sedu.
"Ampuni Ibu Nak .. Ampuni Ibu....Ibu menyesal "
"Jangan pernah menyesal Bunda jangan pernah menyesal.... semua sudah terjadi.Ikhlaskan lah... Insyaallah Allah akan senantiasa merahmati Bunda"
Putri Elisa menangis tak henti -henti... Dadanya perih karena merindukan Putri tercinta nya.