SERUNI

SERUNI
BAB 159 Lamaran Membawa Petunjuk



"Mbok..."Excel menghampiri si Mbok sambil menggendong Reyhan .


"Iya Non"


"Mulai besok Reyhan nggak ikut sekolah lagi disana,dan tolong bilang sama anak si Mbok ya, kalau nanyak tentang Reyhan ataupun saya.Bilang aja nggak tahu "


"Ohhh iya Non"si Mbok kebingungan,tapi iya sanggupi juga Permintaan majikannya.


"Makasih Mbok"


Excel tersenyum lalu membawa Reyhan naik ke lantai dua menuju kamarnya.Ia melupakan satu hal,bahwa alamat rumahnya ada didata Yayasan.


.


.


.


Reyhan memperhatikan Ibunya yang berangan jauh.Ia beringsut duduk dan membelai lembut kening Ibunya.Excel terhenyak kaget,tapi ia langsung menutupi rasa terkejutnya dengan senyuman.


"Kok belum tidur sayang ??"


"Bagaimana Reyhan bisa tidur,jika sang pendongeng sedang bersedih hati "


"Siapa yang bersedih hati ??"


Reyhan geleng-geleng kepala.


"Apakah Bunda sedang mengajari Reyhan berbohong??"


Excel tersekak lagi,ia menghela nafas panjang.Susah memang jika punya anak yang IQ nya diatas rata-rata.


"Bun..."


"Hem??"


"Apakah salah satu diantara dua orang itu adalah Papa?"


Excel diam,ia bingung harus menjawab apa?


"Apa yang telah Papa lakukan sehingga Bunda tidak ingin menemuinya ??"


Excel tetap bungkam.


"Semua hal tentang kenangan Bunda dengan Papa,selalu Bunda ceritakan dengan penuh semangat.Bunda terlihat bahagia saat menceritakannya.Tapi Bunda tidak pernah mengatakan apa sebabnya Bunda dan Papa berpisah?"


"Reyhan diam, karena Reyhan berpikir itu hanya sesuatu yang umum.Karena Reyhan tidak melihat Bunda membenci Papa.Tapi sekarang...Reyhan melihat Bunda takut untuk bertemu Papa,kenapa Bun??"


Excel tersenyum hambar,ia mengelus pipi anaknya itu.


"Bunda belum siap sayang,,,tapi Bunda janji akan mempertemukan Reyhan dengan Papa.Mungkin Papa juga ingin bertemu dengan Reyhan,karena itu dia mencari tahu siapa Reyhan ?"


"Begitukah??Jadi maksud Bunda,Papa juga tidak ingin bertemu Bunda??"


"Mungkin ???"


Reyhan terdiam...


"Jika Papa tidak ingin bertemu Bunda?maka Reyhan pun tidak ingin bertemu dengannya "


"Kenapa sayang ??"


"Reyhan akan menyayangi orang yang menyayangi Bunda"


Terharu Excel mendengar hal itu,ia memeluk Reyhan penuh kasih.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Ba'im tiba di tempat ia mengajar langsung menuju kelas Reyhan .Meskipun hari ini bukan jadwalnya mengajar di kelas itu.Tapi yang dicari tak terlihat,Ba'im sampai bertanya kepada wali kelas Reyhan . Ternyata Reyhan sudah berhenti sekolah disitu.


Ba'im terperangah,kenapa tiba-tiba ?? segera ia menghubungi Ismail untuk menyampaikan kabar itu.


"Ini mencurigakan Kak... kemungkinan dia benar anakmu.Biasanya anak kecil akan bercerita apapun yang dia alami, termasuk Reyhan . Pasti dia cerita sama Excel kalau kita menanyainya kemarin "jawab Ismail .


"Terus aku harus gimana ??"Ba'im merasakan dadanya sesak sehingga nafasnya begitu memburu.


"Aku akan mencari alamat Excel disini,Kakak tanyakan saja perempuan yang membonceng Reyhan kemarin"


"Baiklah..."


Talian telfon terputus,Ba'im gegas mencari orang yang membawa Reyhan diruang tunggu khusus orang tua murid.Sedangkan Ismail cepat-cepat menuju ruang BK.


Mencari alamat Excel bukan hal yang sulit, karena dia seangkatan dengan Ismail .


"Assalamualaikum..."Sapa Ba'im setelah menemukan orang yang dicari.


"Waalaikumsalam"jawab anak si Mbok.Ia gelagapan melihat Ba'im , karena baru saja ia sudah mendapatkan wanti-wanti dari Ibunya.


"Emmm Ibu yang antar jemput Reyhan kan?"


"I-iya ada apa ya??"


"Reyhan kemana Buk?kenapa dia tidak masuk sekolah ??"


"Emmm dia sudah tidak sekolah disini lagi, mungkin pindah keluar negeri "


"Apa??"


"Hallo ya Kak"


"Is...katanya Reyhan ....kem-bali...ke... luar negeri "rasa takut membuat Ba'im hampir tak bisa bernafas.


"Kakak jangan panik, sebentar lagi aku kesana .Aku sudah mendapatkan alamat rumahnya "


"Ba-baiklah"


___


Sementara itu,Excel membawa Reyhan ke rumah sakit.Perasaannya tak tenang meninggalkan Reyhan di rumah.Dan lagi dia pasti akan pulang terlambat karena jam dua siang ada jadwal operasi.


Ia pun juga sudah mencari melalui media sosial tentang guru privat untuk bahasa Arab.Sembari menunggu,ia akan membawa Reyhan selalu ke rumah sakit.


.


.


.


Ismail sudah sampai di depan rumah Excel . Kebetulan saat itu si Mbok tengah menyiram tanaman.


"Bu...maaf mengganggu,emmm ini benar rumah Excel ??"sapa Ismail .


"Benar "


"Emmm bisa kami bertemu dengannya ??"


"Oh maaf Mas ..Non Excel sudah kembali ke Jepang pagi tadi"si Mbok menjawab dengan bohong.


Ba'im memejamkan matanya,ia kembali merasakan sesak di dadanya.Ismail dengan sigap mengusap punggung Kakaknya agar lebih tenang.


"Ya sudah Bu... terimakasih"


Si Mbok mengangguk,Ismail pun pergi dengan merangkul bahu Kakaknya.Di perjalanan menuju mobilnya yang diparkir, keduanya berpapasan dengan seorang pemuda.Penampilannya sopan karena memakai peci.Ismail mengekori langkah pria itu dengan gerak matanya.


"Assalamualaikum..."pria itu menyapa si Mbok.


"Waalaikumsalam...iya Mas ,ada yang bisa saya bantu ??"


"Emm saya mau melamar menjadi guru privat bahasa Arab.Katanya disini sedang membutuhkan seorang guru privat "


Ismail tercengang, langkahnya terhenti.Begitupun dengan Ba'im .


"Oh iya benar,Nona sudah bilang ke saya, kalau ada orang yang mau melamar sebagai guru privat.Diminta untuk meninggalkan nomor telepon, nanti Nona akan menghubungi anda"


"Ohh begitu...apa tidak bisa interview sekarang ya??"


"Tidak bisa , karena Nona sedang berada di rumah sakit,dia kerja disana.Jadi pasti sibuk banget "


"Oh gitu..."


Ba'im dan Ismail saling berpandangan satu sama lain.RUMAH SAKIT ??? Seketika wajah Ismail berbinar,ia segera mengeluarkan ponselnya.


Ba'im mendekati adiknya karena penasaran apa yang dilakukan oleh Ismail .


Ternyata Ismail membuka aplikasi kedokteran, ia mengetik nama Excel Oktavia.Berhasil!!! di sana tertulis profesi Excel Oktavia sebagai dokter spesialis kanker serta alamat Rumah Sakit tempat dia bekerja.


Wajah Ba'im langsung berbinar bahagia, begitupun dengan Ismail . Keduanya gegas masuk ke dalam mobil menuju Rumah Sakit Mitra Medical.


___


Bosan di ruangan kerja Ibunya,Reyhan memilih untuk berjalan-jalan di area Rumah Sakit yang terbilang cukup luas.


Ia terus saja melangkah sendiri melewati koridor Rumah Sakit.Tak ada yang menyapanya, karena belum tahu bahwa dia adalah cucu dari pemilik Rumah Sakit ini.


Tiba-tiba Reyhan tertegun,ia melihat sosok perempuan yang memakai baju suster tengah beringsut duduk disepanjang koridor.


"Kenapa suster itu ngesot ya?"Reyhan bertanya kepada diri sendiri.Ia terus memperhatikan suster itu yang menuju ke arahnya.Tatapan suster itu lurus dengan jelingan tajam.Rambutnya acak-acakan dengan masih tersanggul.Baju putihnya penuh dengan bercak darah.Ketika melewati Reyhan , suster itu menatap Reyhan dengan seringai mengerikan.Reyhan pun balas menatapnya.


Mungkin karena merasa gagal menakuti anak kecil,suster ngesot itu pun meneruskan perjalanan.


Tiba-tiba suara tawa kuntilanak yang duduk di kayu penyangga atap koridor terdengar.Membuat suster ngesot itu mendongak.


"Apa lu ketawa-ketiwi?"sergah suster ngesot yang memang tidak akur dengan si Kunti.


"Tuh lihat dibelakang mu"


Suster ngesot pun menoleh.Ternyata Reyhan mengikutinya dari belakang dengan mengesot.Ia cengengesan saat tertangkap basah menirukan suster ngesot.


"Ngapain lu ngesot kayak gue?hah??"


"Seru aja keliatannya"jawab Reyhan .


"Main ngesot-ngesotan yuk,,,"sambung Reyhan yang memancing tawa si Kunti makin melengking.


"Eh bocah,,,gue ngesot karena nggak bisa jalan,kaki gue kenak jebakan tikus "


Reyhan melongo,ia memperhatikan kaki si suster yang memang terluka.


"Reyhan ..."


Sebuah suara terdengar,Reyhan menoleh dan kedua hantu penunggu tetap Rumah Sakit itu langsung kabur karena ada Kujang disana.