SERUNI

SERUNI
DOKTER PSIKIATER HANTU BAB 93



Bu Sofia tersenyum manis,ia sudah berada didepan Yas.


"Kalau kamu mau ?kenapa nggak ngomong ??jangan ngintip gini,nggak boleh"Ucapnya,Yas bangkit perlahan.Dihadapannya juga ada Pak Sofyan menjeling sinis.


"Ibu apakan Daud?"


Pertanyaan dengan suara datar mengagetkan pasangan itu.


"Kamu tahu tentang Daud?"


"Aku masuk kelas music hanya untuk tahu itu Bu"


Bu Sofia dan Pak Sofyan saling berpandangan satu sama lain, meskipun Pak Sofyan terlihat tenang. Namun Yas bisa menangkap kepanikan di sorot matanya.


"KHem...kamu sama siapa disini ?"Tanya Pak Sofyan.


"Sendiri"jawab Yas singkat.


(Lah kita??Daud menunjuk batang hidungnya sendiri)


"Kau hantu g0bl0k"sergah Kujang.


(Ohh iya ya heeeee,Daud tersengeh)


"Baguslah...mari kita bicara"


Yas tersenyum tipis.


"Saya datang bukan untuk bernegosiasi Pak"jawab Yas lantang.


"Ah sudah sudah..jangan tegang begini dong.Kan nggak asyik"Bu Sofia menengahi,ia melangkah semakin merapatkan diri ke tubuh Yas.


"Yas...aku tahu kamu lelaki normal.. jangan..."


BHUK


Tubuh Bu Sofia terpental jauh dengan cepat.Rupanya Yas sudah siap sedia menggenggam kecubung dan Jimat pengasihan pengantin.Hingga saat Bu Sofia ingin menyentuh tubuh Yas, diam-diam Yas menghantamkan tenaga dua Jimat itu.Yas sudah terlalu muak dengan wanita yang sangat murahan itu.


Pak Sofyan terperangah,ia ingin berlari menolong sang kekasih.Namun Yas mencekal tangannya lalu memelintir ke belakang.Yas menendang dengkul bagian dalam hingga Pak Sofyan berlutut di lantai.


(Waaah Daud bertepuk tangan melihat hal itu).Sedangkan Kujang membusung kan dadanya.


"Anak didikanku"ucapnya.


(Daud mencebikkan bibirnya)


"Sekarang kalian harus mengakui perbuatan kalian"ujar Yas.


"Perbuatan apa?"Pak Sofyan berlagak tidak tahu apa-apa.


"Jangan banyak drama "


Yas mengikat tangan Pak Sofyan.Ia juga menyeret Bu Sofia dan mengikatnya pula.


"Aduh jangan kenceng-kenceng Yas..nanti meledak itu gunungnya"


(Daud menautkan alisnya"Yas...apa dia belum pernah kawin ?)


Yas menggeleng diam-diam agar tidak disadari oleh dua tawanannya.


(Oohhh pantes)


Yas menelfon polisi untuk melaporkan kejadian ini.Ia juga menyerahkan sepenuhnya kepada pihak yang berwajib agar mengusut tuntas kasus kematian Daud.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Nicta membawa Eny ke rumah nya,itupun sudah dengan persetujuan dari Tuan Mahendra .


"Enak banget ya...bawa temannya untuk tinggal di rumah ini.Sekalian aja semua teman kamu bawa kesini sayang"Sindir Tamara saat melihat kedatangan Nicta dan Eny.Ia sudah diberi tahu oleh suaminya mengenai hal ini agar tidak timbul konflik.Namun namanya juga sudah tidak suka, pasti tetap saja membenci.


"Iya Ma.. nanti aku bawa teman ku se kampus biar rame rumah kita"Erika menjawab.


Nicta tak menggubrisnya,ia terus menarik tangan Eny agar masuk ke dalam untuk menuju kamar nya.


"Nic.. sepertinya ibu tiri kamu tidak suka aku ikut kamu ke sini"ucap Eny seraya duduk di bibir kasur kamar Nicta.Temannya itu mengulum senyum,ia meletakkan tasnya di kursi lalu duduk di samping Eny.


"Udah nggak usah didengerin ,Mereka emang kayak gitu. Yang penting Papa udah ngijinin kamu untuk tinggal sama aku"


"Iya sih, tapi aku tetap aja nggak enak"


"Kamu tutup telinga aja, nanti setelah kamu udah dapetin kos-kosan yang lumayan dan kamu bisa ngelanjutin sekolah lagi. Barulah aku ngizinin kamu keluar dari rumah ini"


"Makasih ya Nic..."Eny menggenggam kedua tangan sahabatnya.Nicta membalas dengan senyuman.


Nicta menarik nafas panjang.


"Bagaimanapun aku harus bertahan ,karena kalau tidak ?aku tetep aja akan diinjak-injak sama mereka. Contohnya kematian ibuku, Aku tahu itu hanya manipulasi mereka untuk menyingkirkan aku dan ibu. Padahal kami udah mengalah dgn keluar dari rumah ini. Tapi tetap saja mereka menilai aku sama ibu adalah sebuah ancaman untuk mereka "


Eny manggut-manggut tanda mengerti.


"Ya menurut aku apa yang kamu lakukan itu benar Nic, karena mengalah atau tidak ?kalau hasilnya tetap sama lebih baik melawan kan. Tapi masalahnya, aku khawatir kamu akan kalah"


Nicta membuang nafas disertai jatuhnya tubuh ke atas kasur.


"Kami sepemikiran sama papa ,karena itu Papa ingin menjodohkan aku dengan raja.Dan kamu tahu Raja itu siapa?"


Eny menggeleng.


"Teman Kak Valo,Dia play boy.Pernah juga aku lihat Raja ******* sama Erika"


"Serius ??"


Nicta mengangguk yakin.


"Wah bakal jadi masalah besar nih"


"Itulah... karena itu sekarang aku lagi mikir Bagaimana caranya mendapatkan kekuatan untuk melawan mereka tanpa harus dijodohkan dengan Raja"


Eny diam..


"Itu sangat sulit "gumamnya kemudian.


"Tapi aku yakin pasti akan ada jalan keluarnya "jawab Nicta penuh semangat.Eny tersenyum tipis, itulah Nicta sahabat nya.Meskipun dalam keadaan sesulit apapun,dia akan tetap bersemangat.


*


*


Malam ini,di rumah Tuan Mahendra ada acara makan malam keluarga.Selain menyambut kedatangan Eny,juga ada Raja disana.


Nicta tidak tahu sebelumnya jika Raja juga turut hadir,yang ia tahu Valo anak pertama Tamara dan Tuan Mahendra sudah kembali dari luar kota.


"Valo..ini adalah pertemuan pertama kamu dengan adik bungsu mu.Nicta!!setelah ia keluar dari rumah ini beberapa tahun yang lalu"ucap Tuan Mahendra ,Valo yang sememangnya pria yang irit bicara hanya menggerakkan kepalanya.


"Dan juga ini adalah pertemuan pertama antara Raja dan Nicta sebagai calon tunangan "sambung Tuan Mahendra yang membuat kaget Erika dan Tamara.


"Apa maksud Papa?bukankah Papa tahu kalau Raja ada hubungan dengan Erika"bantah Tamara.


"Hubungan seperti apa?teman?atau gimana ??"balas Tuan Mahendra .


"Mereka pacaran Pa"pekik Tamara.


"Benar itu Raja?"tanya Tuan Mahendra mengalihkan perhatiannya kepada Raja.


"Aaaa emmm kami-kami hanya sebatas teman saja Paman"jawab Raja gugup.


"Kau dengar sendiri kan Tamara ?"


BRAK


Erika bangkit sambil memukul meja.


"Kau jahat Raja!!kenapa kamu tidak mengaku?"


"Erika jaga sikapmu "Tuan Mahendra menyahut.


"Papa juga,kenapa Papa pilih kasih antara aku dan Nicta?kami sama-sama anak Papa"


"Papa bukan pilih kasih Nak,tapi kalau memang Raja kekasih mu.Maka Papa tidak apa-apa,tapi Raja bilang kalau kalian hanya sebatas teman "


"Pa...."Nicta menimpali"Kak Erika dan Raja memang ada hubungan "


Semua saling berpandangan satu sama lain.


"Aku pernah melihat mereka berciuman "sambung Nicta lagi.


"Benarkah itu Raja??"


"Emmm itu sudah lama Paman,dan kami sudah berakhir"jawab Raja lagi.


"Tapi Nicta tidak bisa Pa,jika harus bertunangan dengan bekas kekasih Kak Erika"Tambah Nicta lagi.


Tuan Mahendra terdiam,ia menatap wajah keluarga nya satu persatu