SERUNI

SERUNI
DOKTER PSIKIATER HANTU BAB 62



AAAAKKKKHHH


Pria itu menjerit,ia melompat-lompat kesakitan menggunakan satu kaki.Yas tertawa ngakak,semakin pria itu melompat semakin Yas tertawa riang.Seruni tersenyum tipis,lain halnya dengan para perampok itu.Mereka bingung harus bagaimana menolong ketua mereka.


"Cepat bunuh bayi ini"teriak Pria sangar itu,Seruni bertindak cepat.Ia mengambil pistol yang tergeletak di lantai, kepunyaan pria yang menyanderanya.Lalu Seruni menembak ke atas.


"Jangan ada yang bergerak,atau aku Bunuh ketua kalian"ancam Seruni .Ia menarik pria sangar itu dan meringkusnya.Sedangkan Yas begitu lincah merayap turun dan duduk di lantai dengan pistol di tangan.


"Bagus sayang..."puji Seruni .Yas tersenyum....


"Ja-jangan bunuh saya"pinta Pria sangar itu memelas ,


"Jatuhkan senjata kalian "Seruni memberikan perintah,para perampok hanya saling berpandangan satu sama lain.


"Jatuhkan senjata kalian,atau tidak ?kubunuh dia"Seruni menekankan ujung pistol ke kepala ketua perampok.


"Ampun...ampun...cepat jatuhkan "tanggap ketua perampok.Semua perampok itu patuh.Seruni memberi kode kepada para pengunjung Bank untuk mengikat semua perampok itu.


Mereka pun patuh, bekerja sama mengikat semua kawanan perampok tersebut.Lalu menjarah senjata mereka.


"Cepat lapor polisi"Titah Seruni untuk kesekian kalinya.Seorang staf Bank gegas mengambil interkom untuk menghubungi pihak yang berwajib.


Tak lama kemudian,para perampok berhasil diamankan.Semua mengucapkan terima kasih kepada Seruni , terutama kepada Yas.Mereka tidak menyangka bahwa penyelamatan mereka adalah seorang balita yang belum genap setahun.


Tak jarang mereka memberikan sejumlah uang untuk Yas.Seruni menolak,namun Yas justru kegirangan mengambil uang tersebut.Membuat Aunty nya itu tersenyum malu dan terpaksa.


*


*


Seruni menghempaskan tubuhnya ke sofa,ia memilih pulang dan memandatkan sisa kerjaan nya hari ini kepada sekretaris nya.Ia begitu letih,ekor matanya melirik Yas yang ia letakkan di sampingnya.Ternyata Yas juga rebah, menelentangkan ke dua tangannya dengan kaki sedikit terbuka.Seruni tersenyum lucu melihat nya.


Tiba-tiba ponselnya berdering, ternyata dari temannya Rasti.


"Hallo..."


"Run...besok kamu harus datang ke kampus"jawab Rasti to the points.


"Kenapa ?"


"Ada ujian dadakan dan itu harus face to face"


"Serius ??"


"Iya..."


"Oklah..."


"Kamu datang kan?"


"Iya aku datang "


"Baiklah... sampai besok ya"


"Ok!"


Talian terputus,belum lagi Seruni meletakkan ponselnya.Benda pipih itu bergetar kembali.


"Ya Kak-"


"Run.... barusan apa yang kamu lakukan ?"tanya Reyhan dari seberang.


"Hah??Apa yang aku lakukan ?"Seruni bingung sendiri.


"Iya ..kamu dan Yas...kalian masuk berita televisi"


"Hah??kok bisa ??"


"Pihak Bank mempublikasikan hasil rekaman CCTV "


"Waduh gawat..."


"Tapi untungnya tidak ada yang tahu identitas kamu,kamu ngapain ke Bank ?"


"Masukin gaji para karyawan Kak"


"Kok kamu yang ngerjain ?? biasanya kan ada petugas nya"


"Pak Purwakarta lagi ke luar negeri Kak,jadi terpaksa aku yang urus "


"Ohhh...."


"Kak besok aku kesitu,aku ada kuliah face to face dengan dosen.Jadi aku titip Yas disitu dulu ya "


"Emmmm kita lihat saja nanti,apa Uzma sudah bisa dekat dengan Yas"


"Ok!!"


Seruni meletakkan ponselnya diatas meja.Ia melihat Yas sudah tertidur pulas.Jadi Seruni memutuskan akan tidur disitu juga.Karena ia khawatir Yas akan bangun jika dipindahkan.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Steven baru saja pulang,ia memicit pelipisnya sembari berjalan masuk ke dalam rumah.


"Sayang..."Seruni sudah menyambut kedatangan sang suami.Karena ia mendengar deru mobil.Steven tersenyum sebisanya, karena kepalanya terasa pusing sekali.


"Kamu kenapa sayang ?"Seruni langsung memapah suaminya.


"Nggak tahu nih, dari tadi sore kepala ku pusing"keluh Steven.


Makhluk kecil itu menyadari jika anak kecil bisa melihatnya.Ia menunjukkan taringnya berniat menakuti,tapi Yas tak bergeming.


"Aku ambilkan air hangat dulu ya sayang ,dan obatnya "


Steven menjawab dengan anggukan kepala,Seruni menyadari Yas menatap Steven lain.Tapi ia tidak terlalu curiga.


Yas merangkak naik ke kursi yang diduduki oleh Steven.Pria itu masih berusaha tersenyum ketika Yas duduk di pangkuannya.


"Kenapa sayang?mau main ma uncle ya? Bentar ya... uncle masih pusing"Steven mentoel pipi gemes Yas.Bayi itu hanya tersenyum.


GRRRRRRR


Makhluk kecil itu menyeringai lebih mengerikan,tapi Yas justru menarik kakinya.


"Uyun...Uuuyuuunnnn"


Khek khek khek


Makhluk itu menolak,ia berusaha melepaskan diri dari tarikan tangan Yas.


"Sayang kenapa ?"Steven keheranan,ia menoleh ke sisi kiri dan kanan.Tapi tak mendapati apapun.


"Uuuyuuunnnn!!"Yas terus menarik paksa , Makhluk itu mulai panik.Karena ia merasa tidak bisa melawan anak kecil itu.


"Sayang,Yas kenapa ??"Steven pias,ia ingin menggendong Yas yang seperti tengah bergelayut pada sesuatu di bahunya.Tapi Yas menggeleng keras.


Seruni yang baru saja muncul, terperangah.Cepat-cepat ia menaruh nampan di atas meja dan menarik Yas dalam gendongannya.


Yas berontak,ia terus ingin kembali ke Pangkuan Steven.Sedangkan Makhluk kecil itu memeluk erat kepala Steven dengan kaki yang melingkar di leher mangsanya.


"Tenang sayang, tenang...Yas mau apa?"tanya Seruni .


Steven menyandarkan tubuhnya ke badan sofa,ia merasa kepalanya jauh lebih berat dan sakit daripada biasanya.


"Kel...Kel...Kel"Yas menunjuk Steven,


"Iya uncle lagi sakit sayang,,Yas jangan ganggu uncle ya"


"No...Kel...Kel..."Yas menolak.


"Aduuuhhh Kujang mana sih?"Seruni menggerutu kesal.


"Iiiiiiii"Yas bringas,ia menarik-narik kerah baju Seruni .


"Yas...Yas...."Seruni tetap menahan sabar menghadapi Yas.


"Kel"Yas menuding Steven,,,tak ada pilihan lain,Seruni pun mengalah dan meletakkan Yas di pangkuan Steven yang memejamkan matanya.


Makhluk itu terkejut melihat Yas dikembalikan ke tempat semula,Yas tidak menunggu apa-apa lagi.Ia langsung menarik kaki makhluk tersebut dan merontanya.


"Uyyuuun...Uyuuun"


AKHHHHH


Makhluk tersebut menolak dengan gelengan kepala,Seruni hanya menyaksikan saja kejadian aneh itu.Ia tahu jika dirinya memang tidak bisa melihat makhluk Jin ,hanya bisa melihat penampakan arwah saja.Kecuali Jin itu menampakkan diri.Kemungkinan Yas bisa melihat mereka, meskipun tidak menampakkan diri.


Kejadian tarik-menarik itu terus berlangsung, Makhluk itu semakin memeluk erat kepala Steven.Membuat pria itu tak kuat menahan sakit.


"Kujaaaaaaang"Seruni berseru lantang, berharap makhluk itu datang membantu.Namun Seruni tak menemukan wujud yang dicari.


"Kemana sih ?"Seruni kesal sendiri.Ia kasihan melihat Yas yang seperti mengerahkan kekuatannya untuk menarik sesuatu yang tak terlihat.Tiba-tiba Kujang datang,ia berjalan santai dari arah pintu masuk.


"Kujang... cepat sini, bantuin Yas"


Kujang hanya melihat,dan merebahkan diri dengan malas di lantai.


"Apa-apaan sih ini Kujang...."


Makhluk itu hanya melirik ke arah harimau putih yang terkenal hebat.Ia tetap mempertahankan posisinya dipundak Steven, meskipun harus berjuang keras melawan bayi Yas.


Bayi Yas sudah tidak bisa bersabar lagi,ia bergelayut naik ke punggung makhluk itu.Si Makhluk kecil terkesiap,Yas menjewer kedua telinganya.


AKHHHHHHH


Makhluk itu menjerit keras, ditambah lagi Yas mencolok lubang hidung si Makhluk dan menariknya ke atas.


AMPUUUUNNNNNNNN


Makhluk itu tidak kuat lagi,ia pun memilih untuk kabur dengan melenyapkan diri.Yas terjatuh dan terguling,namun Kujang bergerak cepat menangkap nya.


Yas cekikikan,,,,,Seruni yang melihat Yas jatuh sampai menahan nafas.


HUFFFFF


Seruni bingkas bangun dan menggendong Yas.


"Terimakasih Kujang..."


Hemmmm


Kujang hanya berdengung.


"Sebenarnya apa yang terjadi ?kenapa kamu tidak membantu Yas?"


"Yas bisa sendiri,,,jadi aku biarkan dia bersenang-senang"jawab Kujang santai.


Seruni menghela nafas kesal.