SERUNI

SERUNI
DOKTER PSIKIATER HANTU BAB 47



Sepulang dari Rumah duka, Steven langsung menuju hotel tempat Seruni menginap.Karena ia mencoba menelpon,tapi nomornya tidak aktif.


Steven terpaksa menelan kekecewaan, dikarenakan Seruni sudah dua hari cek out.


"Dia pasti marah dan Kecewa sama aku?


Steven bermonolog...


"Aku harus menemui nya sekarang juga"Steven memantapkan niat.


___


"Kak..."


Reyhan mengangkat wajahnya.


"Aku mau ke luar negeri ya Kak"


"Mau ngapain ?"


"Aku pengen nenangin diri"


"Mau menenangkan diri itu perbanyak ibadah,bukan jalan-jalan ke luar negeri "


"Ah Kakak nih...aku nggak bakalan minta uang sama Kakak Kok,aku punya uang sendiri."


"Sombong...."


"Serius..."


Uzma hanya tersenyum mendengarkan percakapan kedua Kakak beradik itu.


"Ini bukan masalah uang,tapi kalau memang kamu ingin menenangkan diri? kamu pergi ke yayasan deh. Di sana Kamu pasti bisa menenangkan diri"


"Ogah... Nanti aku malah tambah puyeng ngadepin si Syukron"


"Ya nggak apa-apa,, ladenin aja . Biar kamu nggak kepikiran terus sama Steven"


"Iiihhh amit-amit deh Kak ,aku disuruh ngeladenin Syukron? mendingan aku jomblo seumur hidup"


Reyhan tersenyum menahan tawa.


TING TONG TING TONG


Suara bel menghentikan percakapan mereka.


"Biar aku lihat "Uzma hendak bangkit ,namun Seruni mendahului.


"Kakak duduk aja,biar Runi yang buka pintu"


Seruni berlari kecil menuju pintu utama.Saat pintu terbuka, tubuhnya mendadak mematung seperti Arca.


Steven tersenyum tipis menatap gadis itu,tapi tidak dengan Seruni .Ia merasa ada yang ngilu di dalam dadanya.Tangannya refleks menutup pintu,tapi Steven bergerak cepat menahannya.


"Sayang... tunggu.. tunggu dulu...aku bisa jelasin semuanya"


"Emangnya aku minta penjelasan? "Seruni mendorong pintu yang ditahan oleh Steven.


"Aku minta maaf sayang,,, sungguh aku tak bermaksud apa-apa "


Seruni diam menahan pintu..


KLEK!!


Pintu tiba-tiba terdorong dan tertutup rapat. Seruni dia tercengang, karena dia sama sekali tidak mendorongnya. Hanya menahannya saja. Ia menoleh ke belakang punggungnya, ternyata Kujang lah yang mendorong pintu itu hingga tertutup rapat.


"Kujang ???"


"Aku kasihan padamu, Sepertinya kau butuh bantuanku"


Dengan wajah tanpa merasa bersalah, Kujang menjawab.


"Kau ni ah"Seruni kesal,ia cepat membuka pintu lagi.Steven langsung mengulum senyum semanis mungkin.


Reyhan tersenyum melihat adegan itu,ia juga heran.Kenapa Kujang usil sekali kepada adiknya?"


"Sampai Kapan kamu akan membiarkan tamu kita berdiri di depan pintu seperti itu Dek? Cepat suruh masuk!!"Seru Reyhan ,


"Ah i-iya Kak"Seruni pun menarik diri mundur ,dan Steven membungkukkan badannya sebagai tanda hormat kepada Reyhan .


"Mari masuk Dok"ajak Reyhan ,


"Terimakasih Dokter Reyhan"Steven pun masuk dan duduk di sofa setelah dipersilahkan.


"Bagaimana keadaan kamu?"tanya Steven kepada Uzma .


"Baik Dok "


"Alhamdulillah..."


"Bagaimana kabar perusahaan anda?"tanya Reyhan .


"Entahlah Dok... Sepupu Aldo meninggal kemarin,dan Ibunya stres.Jadi memang sudah tidak ada yang mengurus perusahaan lagi"


Reyhan manggut-manggut


"Saya datang kesini, karena alasan itu juga"


"Maksudnya ?"tanya Reyhan heran,


Seruni datang membawa nampan yang berisi minuman dan beberapa Snack.Ia meletakkan di atas meja lalu duduk di sofa kosong.


"Saya ingin mempercepat pernikahan saya dengan SERUNI, agar dia bisa membantu mengelola perusahaan"


Seruni terbelalak kaget, matanya bergulir menatap Kakaknya yang juga menatapnya penuh tanya.


"Kalian ingin menikah?"tanya Reyhan kepada adiknya,Seruni menggeleng cepat.


"Loh bukannya kita udah membicarakan hal ini Sayang di depan semua dewan direksi?"bantah Steven.


"I--i--tu kan cuma pura-pura "Seruni jadi gelagapan.


"Tapi aku kan udah pernah bilang, kalau aku nggak pinter pura-pura. Aku bisanya cuma serius"


"Ta-ta-tapi "Seruni jadi bingung sendiri.Ia menggaruk kepalanya yang tidak gatal.


"HAYYO...termakan omongan sendiri kan?? Mangkanya jangan mempermainkan pernikahan "


Kujang datang menggoda.Reyhan tersenyum


"Gimana Dek?"


"A-aku belum siap Kak"


"Jadi kamu menolak ?"


"Ya bukan menolak juga..."


"Terus?"


Seruni tak menjawab, ia beralih menatap Steven yang menunggu jawabannya.


"Aku belum ngasih dia pelajaran Kak"gerutu Seruni dengan hentakan kakinya.


"Kalau aku nggak ngasih pelajaran sama dia, dia bakal tambah seenaknya sama hati aku. Dia kan belum move on sama pacarnya"


"Sayang ini bukan masalah move on atau tidak. Aku sungguh bukan bermaksud mengabaikan kamu saat itu . Aku kepikiran sama ucapan Caroline, dia tahu hatiku ini mudah tersudut kan. Jadi dia mengintimidasi aku dengan ucapannya ,dan akhirnya dia bunuh diri . Aku jadi merasa bersalah sayang"Steven berusaha menjelaskan apa yang dia rasakan.


"Terus sekarang ???"


"Sekarang aku sadar, bahwa itu bukan salahku. Apa yang aku lakukan sama dia itu benar ,hanya saja Caroline terlalu pesimis dia terlalu kecil hati. Jadi dia melakukan bunuh diri dengan pesan seperti itu,agar aku dihantui rasa bersalah "


"Tapi aku belum bersedia memaafkan mu"Seruni mendengus manja.


"Ya udah aku nggak maksa kamu Maafkan aku ,tapi aku serius sama kamu ,aku sayang sama kamu. Kita menikah ya?"


"Iya-in aja deh... daripada nanti diserobot orang lagi"


Timpal Kujang.Seruni sebenarnya ingin sekali menjitak kepala Kujang,tapi ia masih menahan diri agar tidak seperti orang kurang waras.


"Baiklah...tapi kuliah ku gimana kalau aku ikut kamu?"


"Kamu kan bisa ikut kuliah online Dek,itu semua gampang lah bisa di atur "jawab Reyhan .


"Kakak ni ya...kayak pengen cepet-cepet aku pergi dari rumah ini "


"Eh...aku justru pengen kamu bisa jadi yang halal"


Seruni mendengus manja.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Hari pernikahan pun tiba,semua keluarga dan kerabat di undang atas menikahnya Seruni dengan Steven.Ismail serta istrinya pun datang,tapi tidak dengan Syukron.Ia patah hati mendengar Seruni akan menikah,dan tidak mau datang karena terlalu sakit hati.


Dua mempelai berdiri di altar, menyambut para tamu undangan.Semua mengucapkan selamat atas pernikahan mereka.


Karena ini bukan hanya menyangkut dua insan menyatu, melainkan dua perusahaan besar yang terikat kuat.Yang menyimpan misteri yang belum terungkap.


Yah Seruni dan Reyhan belum mengetahui,apa penyebab Tuan Brata melabuhkan saham besar kepada CEMPAKA SENTOSA.? Mereka hanya mengira bahwa itu adalah salah satu bisnis kakeknya yang suka membeli saham di sebuah perusahaan besar.


Padahal cerita yang sebenarnya, hanya kuasa hukum Steven yang tahu bahwasanya terikatnya perusahaan Mitra medical dengan Cempaka Sentosa berhubungan kuat dengan kecelakaan yang menimpa Excel dan Ba'im.


*


*


Usai acara resepsi,Seruni langsung diboyong ke rumah Steven.Mereka terlihat sangat bahagia, hingga senyuman tak pernah lekang dari bibirnya.Tangan Seruni tergenggam erat, bahkan beberapa kali Steven menciumnya penuh kasih membuat Seruni jadi malu sendiri.