SERUNI

SERUNI
BAB 58 Tembok Bergeser



"Untuk apa kau memberiku obat perangsang Riris??Apa yang kau rencanakan?"


Leo terus menekan udara di hidung karena ia merasa geli menjalari lubang hidungnya.


"Kita akan menikmati malam pertama sayang"


Riris dengan santainya melucuti seluruh pakaiannya hingga tak bersisa.Seruni berpaling karena risih melihat pemandangan itu.


"Hey....jangan kau paling kan wajahmu!Kau harus menjadi saksi menyatukannya tubuh kami berdua"Seru Riris sambil menuding ke arah Seruni.Seruni tidak melakukan apa yang Riris katakan.Ia justru menutup matanya rapat-rapat.


"Kamu sudah gila RIS!!"Hardik Leo.


"Yah aku memang sudah gila!!Sedari kecil aku menyukai mu Leo,tapi kamu tak mengindahkan diriku.Sampai aku lakukan berbagai macam cara,mengoplas wajahku,tubuhku,hanya agar kamu tertarik dengan ku.Tapi apa??kamu justru memilih wanita lain "


"Sekarang,,,kamu sudah dalam kendali ku sayang"Riris naik merangkak di bawah kaki Leo.Ia menyeringai lebar


"Tenang saja sayang,aku akan membuatmu bahagia"bisik nya.


Dengan lihainya Riris menyerang bagian bawah tubuh Leo,membuat Leo yang sedang diracuni obat perangsang menggelinjang.


Seruni menutup matanya semakin rapat meskipun ia tidak bisa menahan tangisnya.******* Leo membuat hatinya teriris sakit.Meskipun ia tahu,Leo dalam keadaan tak berdaya.


Erangan demi erangan menyiksa batin Seruni.Ia menangis sesenggukan


"Lepaskan aku sayang,,lepaskan aku,,,,"Erang Leo disertai ******* kenikmatan.


"Aku ingin menghantammu...aku ingin menikmati tubuhmu"


Riris tersenyum,ia pun melepaskan ikatan Leo.Namun setelah ia merantai kaki pria itu dengan gembok.Ia tidak bodoh untuk membiarkan Leo lepas begitu saja.


Dengan seringai penuh nafsu,Leo menggendong tubuh Riris lalu dilemparnya ke atas kasur.


"Ayo emmut punyaku"Titah Leo,Riris patuh.Malah ia penuh semangat melakukannya.


Leo menekan kepala Riris,dirinya yang berada dalam pengaruh obat melakukannya dengan brutal.Riris dibuat lunglai tak bertenaga,sudah berkali-kali ia mencapai puncak.Namun Leo belum terpuaskan juga.


Sampai serangan terakhir,Leo akhirnya *******.Tubuhnya ambruk menindih tubuh Riris.Keduanya langsung terlelap dalam kelelahan.


Sepi sudah tak ada suara menjijikkan terdengar,Seruni perlahan membuka kelopak matanya.Ia melihat Leo terkapar tumpang tindih dengan Riris.


Seruni tetap saja menangis,namun kali ini tak bersuara.Ia melihat Tuan Baya yang digantung terbalik juga meneteskan air mata.Menatap sendu ke arahnya.


Seruni berusaha membuka ikatan di tangannya.Namun tidak bisa,tali itu terlalu kuat menahan pergerakan tangannya.


___


Hujan sudah reda disaat Roy bersama Pak Salam menyambangi rumah Leo.Karena menurut Pak Salam Seruni pergi untuk bertemu orang tua Leo.


Namun keadaan sangat sepi,Roy ingin menekan Bel namun dicegah oleh Pak Salam.


"Jangan sampai ada yang tahu kita datang,termasuk penghuni rumah ini"


"Kenapa Pak?"Roy jadi penasaran.


"Ikuti saja perintah ku"Tegas Pak Salam.Yah dia sedang mengikuti instruksi dari arwah istrinya agar tidak membuat keributan.


Pak Salam memberi kode kepada Roy agar naik ke atas melompati pintu gerbang.Awalnya Roy keberatan,namun setelah diancam demi keselamatan Seruni,Roy pun patuh.


Kedua orang itu menyelinap masuk dengan hati-hati,Pak Salam melihat arwah istrinya menunjuk ke sesuatu tempat,maka ia pun mengajak Roy pergi ke arah tersebut.


Mereka berjalan menuju belakang rumah besar itu,tapi disana mereka tak menemukan apapun.Justru pintu gerbang kecil terkunci dari dalam.


Pak Salam dan Roy kebingungan,tapi Sepintas Pak Salam melihat istrinya menembus tembok.Ia bingung sendiri dengan petunjuk istrinya,di tembok itu tak ada jalan untuk bisa dilalui manusia.


___


Leo bangkit dengan hati-hati,gerakannya terhenti saat Riris menggeliat.Setelah tenang,barulah Leo bergerak turun dari atas kasur.Ketika ia berjalan,kakinya berbunyi gemericik rantai yang mengikatnya.Bersamaan dengan itu tubuh Riris bergerak berbalik badan.Leo sampai menahan nafas karena takut Riris terjaga.


Seruni menggeleng pelan sebagai tanda agar Leo diam saja,namun Leo membalasnya dengan senyuman.Pria itu merangkak perlahan agar rantai dikakinya tidak bersuara.


Namun ternyata panjang rantai tidak bisa sampai ke tempat Seruni terikat.Tinggal satu langkah lagi baru bisa mencapai keberadaan gadis itu.


Leo menghela nafas kecewa,namun Seruni tidak hilang akal.Ia menggerakkan kursi tempat ia tertahan sedikit demi sedikit mendekati Leo.Pria itu tersenyum dengan kecerdikan Seruni.


Se inci demi se inci Seruni bergerak mendekati Leo.Begitu bisa tergapai,Leo menarik kursi yang diduduki Seruni.Ia tidak perduli dengan tubuhnya yang telanjang bulat didepan orang terkasih.Bersusah payah Leo melepaskan ikatan di tangan Seruni.Setelah berhasil ia juga membuka ikatan di kaki gadis itu.


"Pergilah"Bisik Leo lirih.


"Tidak,aku akan melepaskanmu juga"Jawab Seruni dengan suara yang dipelankan karena tidak ingin Riris sampai terjaga.Leo menggeleng pelan.


"Cepat pergi,sebelum dia bangun.Kamu harus bisa keluar dari sini,untuk bisa minta bantuan.Nanti kamu bisa tolong aku"


Seruni terdiam,apa yang dikatakan Leo ada benarnya.


"Cepat pergi"


Seruni mengangguk setuju


"Aku akan kembali"


Leo mengiyakan dengan senyuman.Rasa tak tega dihati gadis itu meninggalkan Leo,namun ia harus bisa meminta pertolongan.Kalau tidak,ia tidak akan tahu nasib mereka disana akan seperti apa?.


Dengan hati-hati Seruni membuka pintu yang tidak terkunci,setelah menutup kembali dengan rapat,Seruni baru sadar kalau ternyata dia berada diruang bawah tanah.


Gadis itu bingung kemana ia harus melangkah pergi.Karena sekarang ia menghadapi dua lorong.


"Ya Allah,hamba harus kemana?"Air mata gadis itu berderai.Ia benar-benar bingung dan takut.


Disaat itulah,sosok Ibunya datang.Ia menunjuk ke arah kiri jalan.Seruni tersenyum senang,dengan segera ia berlari melalui lorong yang ditunjukkan oleh sang ibu.


___


Sementara itu Roy menginjak-injak ubin untuk memastikan kemungkinan ada sesuatu yang bisa memberikan petunjuk.Karena menurut Pak Salam mereka harus masuk kesini.


Roy heran karena disana tidak ada pintu atau apa.Hanya hamparan halaman rumah belakang yang terawat.Tidak ada pintu atau pun jendela yang menjadi petunjuk pintu masuk.


"Apa kita lewat pintu depan saja Pak"Usul Roy karena ia sudah putus asa.Pak Salam menggeleng


"Disini pasti ada pintu masuk"Jawab Pak Salam yakin.


Tiba-tiba tembok bergeser memutar membuat Roy melompat kaget.Ia membuat jarak takut ada sesuatu yang membahayakan keselamatannya.


Seseorang muncul dari balik tembok yang terbuka lebar dan gelap.Tubuh itu langsung melompat memeluknya.