
Uzma menyeka sudut matanya,ia sedih jika ingat dengan mendiang Kakak kembarnya.Kini Uzma benar-benar sebatang kara.Hanya tersisa suami yang sangat menyebalkan baginya yang bisa disebut keluarga nya.
"Sekarang apa rencanamu ?"tanya Reyhan , istrinya menggeleng pelan.
"Aku tidak tahu harus bagaimana ?"
"Kau jangan sedih ,jangan khawatir.Sekarang kamu adalah istri ku, tanggung jawab ku.Aku akan senantiasa menjagamu "
Uzma tersenyum kelat,janji yang diucapkan Reyhan tidak lah membuat hatinya senang.Justru ia sangat muak mendengarnya.
"Kenapa kamu tersenyum sinis begitu?Apa kamu meragukan suamimu?"
"Haruskah aku percaya orang sepertimu ?"pertanyaan Uzma seperti sundutan di hati Reyhan .
"Eh jangan salah, meskipun aku seorang bajin9an.Tapi aku selalu memegang janjiku"
"Untuk apa aku dijaga?jika yang menjaga lah yang menyakiti hatiku "
"Kau sakit hati padaku??karena apa?Apa karena Livia ??"
"Perlukah aku menjawab nya?"
Uzma mendengus,ia berbalik memunggungi suaminya.
"Aduh sayang jangan begitu dong...aku minta maaf "
"Tolong tinggalkan aku sendiri "
"Sayang..."Reyhan menyentuh lengan istrinya namun Uzma menepisnya.
"Tinggalkan aku sendiri..."Uzma berucap sekali lagi.
Reyhan mengalah, baru kali ini ia mati kutu menghadapi seorang perempuan.Biasanya wanita-wanita akan mengerumuninya dan akan melakukan apapun untuk nya.
Tapi berbeda dengan Uzma ,gadis ini lebih banyak diam dan pandai menyimpan perasaan.Sehingga Reyhan jadi bingung dan tidak tahu bagaimana menghadapi.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Tiba waktunya pulang,Reyhan mengajak Uzma pulang.Gadis itu patuh tanpa sembarang perkataan.
"Sayang...kita mampir ke rumah Kakekku ya..."
Uzma menggaruk lubang telinganya.
"Geli banget denger kata sayang begitu"
Reyhan menatap istrinya yang sama sekali tak memandang nya.
"Terus aku harus panggil Apa?"
"Uzma "
"Papaku manggil Bunda dengan panggilan sayang...dia sama sekali tidak pernah menyebut nama, meskipun Bunda dalam keadaan marah"
Uzma membuang pandangannya ke jendela mobil.
"Aku tahu kamu mungkin sangat membenciku,aku takkan sakit hati jika kamu benar-benar membenci ku.Karena aku memang salah"
"Tapi sekarang kita adalah suami istri,entah apapun dasar penyebab kita menikah.Kita tetap suami istri yang sah.Jika kamu memang tidak bisa menerima semua ini,kamu bisa menggugat cerai "
DEGH!!
Uzma langsung menoleh...di tatapnya pria itu yang tengah fokus mengemudi jauh lurus ke depan.
BERCERAI???
"Apakah benar aku menginginkannya??Kata Nenek seburuk apapun suamiku kelak,asal tidak ringan tangan dan berselingkuh.Aku tidak boleh bercerai darinya.Pria ini mendatang kan masalah dari masa lalunya.Bukan sekarang yang sedang ia lakukan.Apakah pantas jika aku menuntut cerai??"
"Kenapa diam??"tanya Reyhan tanpa menoleh,ia sadar jika gadis disampingnya tengah menatapnya.
Tak ada jawaban.
"Sepertinya aku harus menaklukkan hati wanita ini, bagaimana pun caranya? persetan lah dengan janji "
Reyhan memutar kemudi menepikan mobilnya dibahu jalan.
"Kok???"belum sempat Uzma menyelesaikan kalimatnya, mulutnya sudah terbungkam oleh ciuman.Kedua bola matanya membulat,namun tubuhnya seakan berontak untuk menolak.Ia merasakan kaku seluruh badan.
Kali ini Reyhan begitu menikmati ciumannya, nafasnya terdengar kasar dan cepat.Uzma tidak tahu,apa ia mau atau memang sedang tak berdaya.
Tubuhnya semakin terdorong hingga tersekat oleh tubuh gagah itu.Ia merasakan tangan yang menjalar dibalik pakaiannya.Dan menyentuh daging lembut miliknya,Uzma menggelinjang.Darahnya seperti mendidih, perlahan ia mulai melakukan apa yang dilakukan oleh suaminya.
Mendapatkan serangan balik,Reyhan semakin memanas.Ciumannya menuruni setiap inci kulit istrinya.Uzma meremas rambut pria itu.Ini adalah hal pertama yang pernah ia rasakan.Dan benar-benar membuat kepalanya hampir meledak.
Reyhan segera mengangkat wajahnya,ia nikmati wajah istrinya yang terpejam dengan nafas yang memburu.
Merasa serangan itu terhenti,Uzma membuka matanya.Suaminya tersenyum ke arahnya,Senyuman yang sebenarnya sangat menawan.Pantas wanita banyak yang begitu menggilainya.
"Kita pulang..."
"Hem???"
Uzma terpelongo,Reyhan menstater mobilnya kembali.Lalu dengan laju cepat,lebih cepat dari biasanya,ia mengemudi.
Sesekali ia akan tersenyum ke arah istrinya yang masih termangu menatapnya.Mungkin Uzma tak mengerti kenapa terhenti ??atau apa?Tapi Reyhan tak ingin mengecewakan istrinya.Sambil tangan kanannya memegang kemudi,tangan kirinya menelusup ke balik baju sang istri.Ia mainkan dua daging lembut yang membuat istrinya menggigit bibir bawahnya.
"Jangan...."Rintih Uzma manja.Ia menahan tangan itu namun tetap mengijinkannya terbenam di dalam bajunya.
Sebenarnya Reyhan sudah tidak tahan,ia semakin mempercepat laju mobilnya.Tak sampai 10menit,ia sudah sampai di depan rumah.
Reyhan buru-buru keluar,dan membuka pintu mobil untuk istrinya.Ia tak bisa menahan lagi,ia gendong tubuh Uzma dan dibawanya masuk ke dalam.
"Kakak..."suara Seruni menghentikan langkah Reyhan . Ia melihat adiknya berlari ke arahnya.Uzma dengan sendirinya turun dari gendongan suaminya.
"Ada apa Run?"
Seruni tak menjawab,ia menunjuk ke satu titik arah.
"Apa?"Reyhan semakin penasaran
Seruni menatap Uzma .
"Izma datang..."ucapnya.
"Dimana?"tanya Uzma dengan cemas,Reyhan menarik tangan Uzma keluar ke samping rumah.Disana ia melihat penampakan Izma dengan raut wajah mengenaskan.Berbeda dengan yang pagi tadi ia temui.
"Mana Izma?-"Uzma menatap ke sekeliling,ia tak menemukan wujud yang dimaksud.
"Dia ada didepan mu sayang"jawab Reyhan ,tangan Uzma meraba udara kosong.
"Kak...Kakak ada disini ?hah??Aku tidak bisa melihat mu Kak..."Uzma terus meraba udara kosong,ia berharap andai ia bisa melihat makhluk tak kasat mata.Pasti tidak akan begini jadinya.
Roh Izma tersenyum,ia mengulurkan tangannya.
"Maafkan aku Dek...aku banyak salah padamu.Aku belum sempat memeluk mu,aku sangat merindukanmu Uzma "
(Reyhan menirukan apa yang dikatakan roh Izma)
"Aku---a-a-aku juga merindukan Kak"Deras mengucur air mata yang tak terbendung.
"Uzma aku berusaha menemui mu,aku ingin mengatakan jika Sebenarnya kematian ku bukanlah murni kecelakaan.Melainkan akibat sihir, orang itu menginginkan Jimat pengasihan pengantin"
"Kau berhati-hatilah Dek..."
Uzma celingukan,ia bingung kenapa Reyhan diam.
"Apa?Apa yang dikatakan Kakakku? kenapa kamu diam?"
Reyhan pun mengatakan semua apa yang dikatakan Izma.
"Apa-?!! si-si-siapa orang yang telah mencelakai mu Kak?siapa?"
"Dialah yang mengikat Qorinku dan menyerangmu pagi tadi,kau harus berhati-hati Dek ..jangan mudah percaya dengan seseorang"
Roh Izma beralih menatap Reyhan .
"Tolong jaga adikku,dia terlalu baik sehingga mudah percaya dengan seseorang "
Reyhan mengangguk...
"Kenapa kamu mengangguk ??Apa yang dikatakan Kakakku ?"cecar Uzma .
"Dia meminta ku untuk menjagamu "jawab Reyhan .
Perlahan roh Izma membelai pipi Uzma .Dengan sangat jelas sekali Uzma bisa mencium sentuhan itu.
"Kakak..."
"Aku pergi dulu ya dek...jaga dirimu baik-baik"
Uzma merasakan wangi itu mulai memudar.
"Kakak...Kakak...jangan pergi Kak...aku masih merindukanmu...Kak .... tolong jangan pergi...Eh suami!!"Uzma menepuk pundak Reyhan .
"Cepat katakan sesuatu,jangan suruh Kakakku pergi"seru Uzma memerintah.Tapi Reyhan hanya melongo,ia kaget mendengar panggilan istrinya.