SERUNI

SERUNI
DOKTER PSIKIATER HANTU BAB 53



"Itu juga mungkin,,,tapi aku lebih tidak suka kamu masuk ikut campur dalam hal Perusahaan kami.Kamu hanya pemegang saham,tugasmu hanya melabur dan menikmati hasil.Tapi...kau malah masuk ke dalam lingkup yang bukan tempat mu"


Seruni tersenyum sengit....


"Siapa yang ingin kamu lindungi ??Ibumu??ataukah dirimu sendiri ??"


"Kau mencurigaiku ??mencurigai seorang anak yang masih sekolah menengah pertama ??"


"Berarti Ibumu..."Terka Seruni .


Nandar menurunkan pandangannya.


"Awalnya...aku hanya tidak ingin orang yang aku hormati dan aku sayangi mendapatkan masalah.Tapi sekarang aku menyadari,jika sebesar apapun yang ku lakukan untuknya.Itu tidak akan berarti apapun baginya"


Seruni beringsut, menjuntai kan kakinya ke lantai.


"Sepertinya kau kecewa dengan Ibumu?"


"Sebenarnya...aku tidak berminat untuk diam disini.Aku lebih suka di Singapura bersama Papa.Karena Papa lebih menghargai ku,daripada Mama yang selalu membandingkan aku dengan Aldo.Sampai Aldo meninggal pun,aku masih saja direndahkan oleh Mama"


Nandar menghela nafas berat.


"Ternyata keadaan mu tidak jauh berbeda dengan ku..."Seruni melihat arloji yang melingkar di pergelangan tangannya.


"Aku harus pulang,kita jadi alpa hari ini "Seruni meraih tas tangannya.


"Pulang kemana ??"


"Ke rumah Stev,aku ingin lihat bagaimana dia sekarang ??jika memang aku masih berguna untuk nya,aku akan tetap disini "


"Kau lebih dari kata berguna,Kau sangat berharga "puji Nandar.


"Terimakasih..."Seruni tersenyum lalu keluar dari kamar Nandar.Pria itu menatap diam punggung wanita yang menghilang dibalik pintu.


*


*


"Hallo ya Pak?Apa ada kabar tentang istri saya ?"Tanya Steven tak sabar.


"Lebih dari pada itu Ndoro"jawab Pak Purwakarta dari seberang.


"Maksudnya ??"


"Nona melaporkan Ny.Rindiani atas kasus kecelakaan 20tahun yang lalu.Dan sekarang polisi sudah menangkap Ny.Rindiani Ndoro"


"Apa?!!"Steven bingkas bangun.


"Cepat datang ke kantor polisi sekarang Ndoro!"


"Baik"


___


"Aku tidak bersalah!!Dia yang bersalah,orang tuanya yang menabrak adikku.Kenapa aku yang ditangkap?hah!!!".Ny.Rindiani mengamuk saat diinterogasi.


"Nyonya, sebaiknya anda mau bekerja sama untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan kami dengan baik.Tidak perlu menjerit-jerit begitu"ujar petugas yang bertugas menginterogasi Ny.Rindiani.


"Bagaimana aku tidak marah jika kalian seenaknya menangkap aku?!"Bantah Ny.Rindiani dengan amarah yang tak terkendali.


"Kami tidak seenaknya nyonya ,kami menangkap anda dengan surat perintah dari atasan kami"


"Siapa atasan kalian ?kasih tahu aku siapa atasan kalian?!!"Ny Rindiani membusung kan dadanya dengan pongah.Kedua petugas yang bersamanya saling berpandangan satu sama lain.


*


*


"Sayang...."Steven menghampiri Seruni yang tengah duduk di ruang tunggu.Seruni hanya menatap tanpa menjawab.


"Kenapa kamu lakukan ini sayang ?hah??"


"Kamu tidak suka?"tanggap Seruni sengit.


"Bukan....bukan tidak suka,hanya saja ini akan menjadi masalah yang ribet.Karena kejadian ini sudah bertahun-tahun silam"


Seruni menghela nafas berat.


"Aku hanya ingin mencari keadilan untuk orang tuaku yang tidak bersalah . Kamu bisa ngomong kayak gitu karena kamu sudah tahu bahwa orang tuamu lah yang salah. Ydan sekarang kamu seolah-olah melindungi penjahat yang sebenarnya"


"Sayang aku bukan melindungi tante Rindiani. Kalau memang dia salah? aku nggak apa-apa hukum aja. Tapi maksudku adalah prosesnya Sayang, karena ini kejadian udah lama banget"


"Nggak usah sok peduli, semuanya sudah aku rancang untuk menyelesaikan kasus ini . Kau tidak perlu ikut campur. Kamu urus aja urusan sendiri!"


"Sayang... tolonglah jangan begini,aku minta maaf karena sikap ku yang kekanak-kanakan.Aku janji aku akan berubah perlahan-lahan "


Seruni mendengus,saat itulah ia melihat Nandar berdiri menatapnya .Seruni bangkit dan menghampiri Nandar, Steven heran melihat semua itu.


"Maafkan aku,aku terpaksa melakukan semua ini karena aku ingin memperjuangkan kebenaran dari orang tuaku"


"Nggak apa-apa ,kamu nggak usah merasa nggak enak sama aku .Aku ngerti kok ,kalau seandainya aku ada di posisi kamu ?aku pasti akan melakukan hal yang sama .Seberapapun berat perjuangan kita, kita harus membela kebenaran untuk orang tua kita"


Seruni mengiyakan...


"Aku akan kembali ke Singapura... masalah Perusahaan,aku percaya sama kamu "Sambung Nandar.


"Aku pikir...kamu mau bersedia untuk menjadi saksi "


Nandar menggeleng pelan.


"Tanpa aku menjadi saksi pun , kebenaran itu akan mudah untuk diungkap. Kamu udah cukup kok mempunyai buktinya"


Seruni mengangguk mengerti.


"Aku pergi dulu..."Pamit Nandar .


"Hati-hati"


Nandar tersenyum,ia pun berbalik keluar dari kantor polisi.


"Kamu kok terlihat akrab banget sayang sama Nandar?"


Seruni tak menjawab,hanya lirikan sinis yang ia lemparkan.Seruni hendak kembali duduk ke tempat semula.Sebelum akhirnya telfon binbit Steven terdengar berdering.


"Hallo iya Dok"


"Stev, Aku sekarang ada di klinik mu. Istriku mau melahirkan"jawab Reyhan.


"Oh ya.. tunggu sebentar,saya akan segera kesana"


Seruni penasaran tapi tak bertanya.


"Sayang...Uzma akan segera melahirkan, mereka ada di klinik sekarang"Steven memberi tahu.


"Apa?!"


"Ayo kita kesana sekarang "Steven menarik tangan istrinya,Seruni tak menolak.Keduanya gegas pergi ke Klinik.


*


*


*


"Kak...."Seru Seruni begitu melihat Reyhan , Kakaknya itu tersenyum.


"Dimana sekarang Uzma berada?"tanya Steven.


"Di ruang bersalin"


"Siapa Dok yang menanganinya ?"


"Dokter Inggit "


Steven mengangguk mengerti.


Pada saat itu, Dokter Harun dan Rasyid juga datang ke klinik.Sebenarnya mereka ingin mengetahui lebih jelas tentang perkara yang dilakukan oleh Seruni .Tapi karena mendengar istri Reyhan sedang melahirkan,mereka kompak datang ke klinik milik Steven.


"Om"


Dokter Harun tersenyum,ia merangkul Seruni sembari mengecup kening keponakannya itu.


"Makasih ya sayang,kamu telah memperjuangkan sebuah kebenaran.Sehingga aku bisa membersihkan nama ku dari tuduhan konspirasi itu"ungkap Dokter Harun,Seruni mengangguk.


Suara tangisan bayi memecah keharuan,Reyhan yang tadinya berwajah cemas langsung berubah binar bahagia.


"Alhamdulillah..."Reyhan mengusap wajahnya penuh rasa syukur.


"Ayah dari bayi Ny.Uzma..."seru seorang suster.


"Aku ..aku...aku"Reyhan menjawab cepat dengan disertai acungan telunjuk.


"Mari Pak... silahkan adzan kan bayi anda"ajak suster,Reyhan mengangguk penuh semangat.Ia mengikuti Suster itu masuk ke dalam ruang bersalin.


Karena diliputi rasa bahagia tanpa sengaja,Seruni berpelukan dengan suaminya.


*


Usai membisikkan adzan dan Iqamah ke masing-masing telinga anaknya.Reyhan menemukan sesuatu yang aneh.Ia melihat sinar hijau dan merah mengelilingi leher putranya.


Reyhan bengong,ia melirik ke tempat istrinya yang sedang terbaring lemah.Uzma masih dalam penanganan Dokter, dikarenakan ia tidak sadarkan diri setelah berhasil melahirkan bayinya.


"Sus... kenapa dengan istri saya ?"tanya Reyhan .


"Istri anda Sepertinya komah,jika anda sudah selesai meng-adzankan anak anda?Mohon keluar ya Pak"


Reyhan mengangguk,ia serahkan bayi itu kepada suster.Lalu keluar dengan cemas sambil sesekali melihat istrinya.