
Livia berlari masuk ke dalam mobil Khusairi,ia menangis tanpa mengatakan apapun.Khusairi diam,ia bisa menilai sendiri apa yang telah terjadi.Dalam diam itu, perlahan Khusairi mengemudikan mobilnya untuk pergi dari kediaman Dokter Reyhan .
Tanpa sengaja,mobil Khusairi berpapasan dengan mobil yang dikendarai Seruni .Karena laju keduanya sama pelan,Seruni bisa melihat bahwa didalam mobil itu ada Livia .
"Kak Livia sama siapa?"
Seruni memperhatikan punggung mobil itu melalui kaca spion.Ia merasa tak ingin kepo,jadi ia biarkan saja.
Setelah memarkirkan mobilnya di tempat biasa,Seruni masuk ke dalam rumah.Suasana nampak sunyi.Kemana Kakaknya pergi?Seruni naik ke atas loteng ingin melihat Reyhan di kamarnya.
Ternyata pintunya tidak terkunci,tanpa berpikir apa-apa ia langsung membuka daun pintu tanpa mengetuknya.
Tubuh Seruni terpaku di ambang pintu,ia pun mundur alon-alon dan menutup pintu dengan pelan sekali.
"Apakah ini akhir dari petualangan cinta Kak Reyhan ??hemmm?"Seruni menatap daun pintu yang sudah tertutup.
"Masak sih gadis itu bisa menaklukkan hati Kakakku???hemmmm kita lihat saja nanti "
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Uzma mengeliat,tapi tubuhnya terasa aneh.Ia mulai membuka matanya.Kedua bola mata berwarna hitam pekat itu melebar.Ia refleks bangkit dengan cepat ketika menyadari tubuhnya menindih tubuh Reyhan .
"Ke-kenapa aku menindihnya ??"Uzma memperhatikan tubuhnya dengan panik,tapi ia bisa bernafas lega karena bajunya sama sekali tak terbuka.
Reyhan membuka matanya perlahan,ia mengulum senyum ke arah istrinya yang tengah berdiri memperhatikannya.
"Kau sudah sholat subuh ??"
Uzma menggeleng..
"Aku mandi dulu"Uzma berlari cepat masuk ke dalam kamar mandi,Reyhan mengernyitkan keningnya.Ia heran melihat sikap Uzma .
"Semoga dia tidak tahu jika aku menindihnya"ucap Uzma dibalik pintu kamar mandi.Ia sungguh malu jika Reyhan sampai tahu tentang hal itu.
___
Usai sholat subuh,Reyhan keluar kamar mencari keberadaan istrinya.Rupanya Uzma sedang berada di dapur.Reyhan tersenyum tipis , ia merasa ada sesuatu yang membuatnya bahagia dan bersemangat.
"Masak apa?"
"Nasi goreng saja, yang cepat dan praktis.Kamu kerja kan?"
"Iya"
"Kerja dimana?"
"Di Rumah Sakit "
Uzma menoleh
"Kamu Dokter ??"
"Kok bisa langsung nebak?"
"Itu kata gadis yang semalam,dia mau tanya sama Dokter siapa aja... katanya keluarga kamu semua "
Reyhan mengangguk.
"Dia juga kerja di sana?"sambung Uzma ,sekali lagi Reyhan mengangguk.Refleks gerak tangan Uzma yang tengah mengaduk nasi goreng jadi terhenti.Dengan tarikan nafas yang mendalam ia berusaha menenangkan dirinya sendiri.
"Dia suster yang membantu pekerjaan ku"penjelasan Reyhan seperti cekikan di leher Uzma .
"Ya Allah...kenapa dengan diriku??kok dadaku jadi sesak begini"
"Sayang...nasinya gosong"seru Reyhan ,Uzma tersentak kaget.
"Ahhh iya...maaf maaf"Uzma langsung mematikan api.Otaknya jadi berpikir sesuatu.
"Eeeee kamu barusan memanggil ku apa?"
"Kapan??"
"Barusan "
"Emmm yang mana?"Reyhan pura-pura lupa.
"Baru saja yang kamu katakan,masak udah lupa sih"
"Yang mana ya? emang aku bilang apa sih?"
"Emmmmm lupakan saja deh"
Ada kekecewaan terbersit,namun Uzma menutupi sebisanya.Ia berbalik untuk mengambil piring,namun tangan Reyhan lebih cepat bergerak hingga tangan mereka hampir bersentuhan.
"Aduuuhhh wanginya.... siapa nih yang rajin banget pagi-pagi udah masak?"Suara Seruni terdengar,gadis itu duduk di meja makan.Biasanya ia dan Kakaknya hanya sarapan roti bakar atau sandwich saja.Kali ini ada nasi goreng, cacing-cacing di dalam perut Seruni langsung melolong.
"Istriku lah"Reyhan menjawab bangga , dengan cekatan ia membantu Uzma menyiapkan sarapan di meja makan.
"Idiiiiih mentang-mentang udah punya istri, sombong!"Seruni mencebik menggoda.
"Iya dong, apalagi istrinya cantik,rajin...siapa yang nggak bangga "
Reyhan duduk di kursi makan,Uzma yang mendengar obrolan dua Kakak beradik itu jadi bersemu merah.
"Semalam Kak Livia kesini ya kak?"tanya Seruni sambil lalu menyantap makanannya.
"Iya...kamu ketemu di mana?"
"Di jalan depan,dia sama cowok loh Kak.Tapi aku lihat Kak Livia menangis "
Reyhan menghela nafas panjang,Uzma melirik diam-diam suaminya itu.Ia ingin tahu bagaimana raut wajahnya saat mendengar gadis yang semalam itu menangis.
"Dia mau menikah Dek,tapi..dia ingin menjalin hubungan terlarang dengan Kakak.Katanya dia tidak bisa memaksa hatinya untuk mencintai calon suaminya.Tapi pas kakak bilang sudah menikah,dia malah semakin menuduh ini dan itu.Jadi Kakak usir dia"
Seruni manggut-manggut..
"Yah salah Kakak sendiri ngasih harapan sama dia"
"Aku nggak ngasih harapan apa-apa Dek,Aku cuma jelasin sama dia bahwa wanita-wanita yang mesrah dengan ku semua ku anggap sama.Hanya teman saja,sama seperti aku ke dia"
"Ya ngejelasinnya nggak usah pakek ciuman kali"
Spontan Reyhan langsung menginjak kaki adiknya.
"Awww sakit Kak..."jerit Seruni mengadu,mata Reyhan melotot memberi tanda.Uzma hanya tertunduk sambil terus menelan makanan yang terasa hambar baginya.
*
*
Usai sarapan,Reyhan bersiap untuk pergi kerja.Ia memakai kemeja motif salur,dan celana hitam.Sampai ia siap untuk berangkat,sang istri tak terlihat batang hidungnya.
"Uzma...."serunya,tapi tak ada sahutan.Ia terus mencari.Kelibat Seruni pun tak nampak ,mungkin gadis itu ada kuliah pagi jadi berangkat lebih awal dari biasanya.
Setelah berkeliling rumah ,Reyhan keluar ke halaman samping rumahnya.Ternyata istrinya sedang duduk di kursi di tengah taman kecil buatannya.
Reyhan mendekat menghampiri,baru ia ingin menyebut nama istrinya.Goncangan di tubuh gadis itu menyekat suaranya.
Rupanya Uzma tengah menangis,Reyhan pun mendekat dengan hati-hati.
"Sayang....kamu kenapa?"tanya Reyhan lembut.Terlihat si gadis bergerak cepat menyusutkan air matanya.
"Kenapa kamu menangis ??"
Uzma hanya menggeleng pelan.
"Sayang...jangan begini dong,aku bingung harus gimana kalau kamu menangis begitu"
"Ini sudah jam berapa?cepatlah pergi kerja"Uzma mengalihkan pembicaraan.
"Bagaimana aku bisa kerja jika kamu dalam keadaan begini ?"
"Aku tidak apa-apa,aku hanya rindu kampung halaman ku"
"Benarkah ??"
Uzma mengangguk dengan tetap membelakangi suaminya.
"Mungkin lebih baik aku memberikan ruang untuk nya sendiri"Ucap Reyhan dalam hati.
"Baiklah sayang,aku berangkat kerja dulu..."
Tak ada tanggapan hanya anggukan kecil.Reyhan menunggu sejenak, mungkin Uzma akan bangkit.Tapi gadis itu tetap duduk dengan wajah tertunduk.
Akhirnya Reyhan putuskan untuk pergi saja.
THARRRRRRR
Suara cermin pecah seperti dilempar sesuatu terdengar oleh Uzma . Gadis itu segera bangkit dan berlari kecil menuju arah suara, ia khawatir takut itu adalah Reyhan.
Tapi ternyata bukan ,tidak ada Reyhan di sana. Yang ada hanya pecahan kaca namun Uzma tidak menemukan apapun yang bisa memecahkan kaca tersebut.
"KEMBALIKAN SUSUKKU"