SERUNI

SERUNI
DOKTER PSIKIATER HANTU BAB 130



Nicta berjalan di tengah-tengah tatapan jijik dari teman-temannya.Mereka berbisik-bisik sesuatu yang Nicta sendiri tak tahu apa yang mereka bicarakan.Tapi ia berusaha untuk tidak perduli.Segera ia masuk kelas karena sebentar lagi bel tanda jam istirahat sudah berakhir.


Nicta menatap bangku Yas yang kosong,hatinya terenyuh sakit bagai di iris sembilu.Kemana kah dirimu sebenarnya ???


"Waaah...sang putri terlihat bersedih hati karena sang pangeran sudah pergi"


Lagi-lagi Ayu mengolok-olok Nicta bersama ganknya yang terlihat bertambah banyak.Mereka tertawa berjamaah mengejeknya.


"Mangkanya..kamu di tawarin cinta sama aku malah nolak,justru Nerima Yas yang nggak jelas gitu orangnya.Hanya menang ganteng dan jago main basket,tapi aneh.Selalu ngilang nggak jelas..."Nicky semakin memprovokasi keadaan.


"Kemarin aku godain dikit aja Yas langsung klepek-klepek,mata keranjang juga ya dia"tambah Ayu.


"Ah masak?"Timpal seorang gadis teman Ayu


"Iya ... kalau dia nggak datang,pasti dia sudah mencium ku"


"Ooohhhh tidaaakkk hahahahhahahaha"


Nicta diam,meskipun hatinya begitu sakit.


"Eh...aku minta dong"Ayu merebut susu fermentasi yang tengah diminum oleh seorang temannya.Tapi Ayu tidak menenggak nya melainkan ingin menyiram kan ke kepala Nicta.


Melihat hal itu,bukan dicegah malah semua tertawa riang.Belum sempat Ayu menuangkan ke kepala Nicta , tiba-tiba tangan Ayu ada yang menepis hingga susu itu justru tumpah ke badannya sendiri.Semua tersentap kaget.


Nicta mendongak heran,ia mengedarkan pandangannya ke sekeliling.Tak ada siapapun disana, kecuali kelibat kecil yang berlari cepat hilang dibalik dinding.


"Siapa yang melakukan ini ?"seru Ayu marah.Teman-temannya menggeleng ketakutan.Ayu menatap Nicta geram, ia kesal lalu keluar dari kelas untuk membersihkan diri.


Nicta kembali duduk, meskipun ia sangat penasaran siapakah yang telah menolongnya itu.Kenapa dia lari ???Apa dia takut pada Ayu??? Nicta menoleh lagi, memperhatikan tempat terakhir makhluk kecil itu hilang.


*


*


Nicta berjalan dengan gontai melewati koridor sekolah.Pikirannya menerawang kemana-mana...Semua tempat yang pernah menjadi saksi kemesraan nya dengan Yas semakin menyesakkan dada.


Ingin sekali ia datang ke rumah Yas,mungkin saja Yas sedang sakit atau apa?Tapi Nicta tidak tahu dimana rumah pria itu.Yas memang tidak pernah membawa Nicta ke rumah nya.Ia mengatakan Bibinya sangat ketat dalam hal hubungan dekat.Alasannya Bibi Yas tidak ingin Yas nanti seperti Ayahnya.Tapi apakah benar Yas sebenarnya mirip Ayahnya yang katanya suka mainin wanita.Dan dirinyalah korban pertama nya...


Nicta bersandar ke dinding,ia tak kuat untuk melanjutkan langkahnya yang terasa lemah.


Mobil hitam yang sering dinaikinya sudah terlihat di pintu gerbang,Nicta menghela nafas berat lalu kembali melanjutkan langkahnya.


Sepanjang perjalanan, Nicta hanya diam.Pandangannya fokus ke jalanan namun pikiran nya menjelajah jauh tak bertepi.


Eny pun tidak bisa berbuat banyak,ia sengaja membiarkan Nicta hanyut dalam kekecewaan.Agar ia tidak lagi bisa bersama dengan Yas.Bagaimana tidak??Eny selalu cemburu melihat kemesraan dua sejoli itu.Yas meskipun orang nya cuek,dingin,tapi dengan Nicta sangatlah perhatian, romantis, lemah lembut.Membuat siapapun akan iri melihat nya.


*


Usai tidur siang,Nicta membuka laptopnya.Ia merasa penasaran dimanakah Yas sekarang.Setidaknya ia bisa tahu jejak pria itu, meskipun hasilnya akan sangat menyakitkan.


Yaps!!Nicta sudah mendapatkan alamat rumah Yas,dari biodata di sekolah.Nicta menulis alamat itu,lalu bergegas pergi.


"Mau kemana ?"tanya Eny yang baru saja dari luar dengan membawa segelas jus semangka.


"Pergi keluar sebentar,,,"jawab Nicta tanpa menghentikan langkahnya,ia berlari menuruni anak tangga.


Eny diam menatap tubuh sahabat nya yang hilang di balik dinding.Ia mencoba menerka-nerka pergi kemana sebenarnya Nicta?


"Apa dia pergi ketemu Yas???"


Eny ingin melapor,ia sudah mengangkat ponselnya.Tapi mendadak ia ragu.


"Biasanya Yas selalu menjemput Nicta ke sini,tidak pernah Nicta pergi keluar tanpa dijemput.Kalau aku salah ngasih info, pasti Tuan Mahendra akan kecewa "


Akhirnya Eny memutuskan untuk tidak melapor,jika ada apa-apa ?dia tinggal jawab tidak tahu.Gampang!!tapi kalau dia salah ngasih info,akan lebih besar dampak nya.


*


Nicta membaca lagi nota alamat yang dibawanya,ia cocokkan dengan alamat rumah yang kini mentereng di hadapannya.


BENAR!!!


Ini rumah Dokter Steven,Om nya Yas.Tanpa ragu lagi,Nicta memencet bel.


Beberapa saat setelah itu, seorang perempuan berkebaya datang membuka pintu gerbang.


"Iya...ada yang bisa saya bantu Non?"


"Ini benar rumah Yas ya??"


"Oh den Yas...iya ini rumah nya"


"Emmm biasanya jam segini dia nggak ada di rumah Non.Dia pulang sekolah langsung pergi main kemana-mana "


"Tapi dia hari ini nggak sekolah "


"Nggak sekolah ???oh kalau itu saya kurang tahu Non"


"Bibik belum ketemu Yas sama sekali seharian ini?"tanya Nicta penasaran.


"Belum Non..."


"Bibik nggak tahu dia kemana??"


"Nggak Non,Den Yas orang nya pendiam.Jarang ngobrol kecuali sama Tuan dan Nyonya "


"Ohhh gitu..."


"Ada siapa Bik?"Terdengar seruan dari arah dalam,Nicta menengok sedangkan Perempuan berkebaya itu menoleh.


"Ada teman Den Yas Nyonya "balas perempuan itu.


"Cowok apa cewek??"


"Waahhh kayaknya benar nih kata Yas tentang BIBIKNYA "


"Cewek Nyonya "


Tak ada sahutan.


"Siapa Bik?"Nicta bertanya meskipun ia sudah bisa menebak itu siapa.


"Nyonya...Bibiknya Den Yas..."


"Suruh masuk aja Bik..."Tiba-tiba terdengar sahutan lagi.


"Baik Nyonya...Ayo Non,anda disuruh masuk"


"Oh ok Bik... makasih ya"Nicta senang karena ia diterima datang oleh Bibiknya Yas.


Nicta diminta untuk duduk, sedangkan Seruni tengah menjaga dua anak kembarnya LANA DAN LUNA yang tengah ditidurkan di kursi panjang.


"Kamu teman apa sama Yas??"Seruni langsung menginterogasi.


"Teman kelas Tante"Nicta menjawab dengan sopan.


"Tidak lebih dari itu ??"


Nicta diam,ia tidak tahu apa ia harus jujur atau bohong.


"Hemm...teman Deket pastinya Ya??"


Nicta menundukkan wajahnya.


"Yas kemarin pamit pergi,tapi dia nggak bilang mau kemana ?"


"Pergi lama tante??"Nicta memberanikan diri untuk bertanya.


"Aku tidak tahu,saat dia berangkat saja aku tidak tahu.Dia memang sangat tertutup orangnya..."


Nicta mengangguk-anggukan kepalanya.Tetiba Lana melemparkan mainannya ke pangkuan Nicta.Saat Nicta mendongak terkejut,Lana tertawa riang.


"Sepertinya anakku menyukaimu"ucap Seruni .


"Oh..."hanya itu yang keluar dari bibir Nicta,ia bangkit.Menyerahkan mainan itu kembali ke tangan Lana.Tapi lagi-lagi Lana melempar nya ke depan Nicta.Bayi yang masih bisa tengkurap itu cekikikan.


TUK


Luna memukul kepala sang Kakak menggunakan mainan nya.Mengundang senyum bagi yang memperhatikan kedua bayi itu.


Otomatis Lana menangis kuat, meskipun ia bayi cowok.Ia terkesan kalah sama adiknya Luna.


"Ala ala ala ..cup cup cup"Seruni berusaha ngapusi.Nicta terpancing untuk bangun dan mendekat.Ia meraih Lana ke dalam gendongannya.Seruni membiarkan saja,apalagi si Lana langsung diam saat dipeluk oleh Nicta.


Seruni tersenyum tipis,dua anak kembarnya memang tidak sembarangan mau gendong dengan siapapun.Sangat menakjubkan jika Lana langsung suka sama Nicta.


Luna turut menangis,ia mungkin cemburu karena Kakaknya sedang happy gendong dengan seorang gadis cantik.Seruni menggendong anak bungsu nya,tapi tetap saja Luna menangis kejer.


Nicta pun meminta untuk menggendong Luna, akhirnya ia menggendong si kembar sekaligus.Nampak si kembar sangat suka,mereka anteng dalam dekapan orang baru.