SERUNI

SERUNI
DOKTER PSIKIATER HANTU BAB 128



Merasa percuma menjelaskan Sama orang yang lagi marah,Yas Mengangkat tubuh Nicta dengan menautkan lengannya ke perut gadis itu menggunakan sebelah tangan.Lalu dibawanya pergi.


"Lepasin...ih .aku masih belum selesai urusan dengan ulat bulu itu...."Nicta berusaha melepaskan diri,tapi lengan Yas begitu kuat.


"Yas...lepasin ...kau sengaja membawa aku pergi untuk melindungi dia kan??"


Yas tak perduli, ia terus Mengangkat tubuh Nicta seperti bangku kosong saja.Hal itu menjadi tontonan gratis bagi semua siswa siswi di sekolah itu.


Nicta berundur beberapa langkah,ia ingin kabur saat Yas sudah menurun kan tubuhnya di belakang sekolah.Tapi Yas bergerak cepat menarik nya dan memeluknya dari belakang.


"Lepasin"Nicta berontak sekuat tenaga,Yas tetap memeluk nya dengan erat.Ia mencium tengkuk gadis itu dengan lembut, membuat Nicta merasakan seluruh sendinya lemas tak bermaya.


"Apakah kamu sudah tidak mencintaiku lagi ??"Yas berbisik lirih tepat di daun telinga Nicta.Bulu kuduknya meremang seluruh tubuh.


"Apakah kamu merasakan perubahan dalam degup jantung ku ?"


Nicta menelan saliva, ia tak berkutik.Lidahnya kelu untuk menjawab.


"Jika kau sudah tidak mencintaiku lagi ??Maka....."Yas tak mampu melanjutkan kata-katanya.


"Pergilah...."


Deruan nafas Terdengar sangat berat menggema di gendang telinga .


"Dan jika kamu merasakan perubahan dalam detak jantungku,kau berhak membunuh ku"


Nicta mencengkram kuat lengan Yas yang merengkuhnya.Ia menggeleng cepat...


Yas merenggangkan pelukannya,ia membalik tubuh Nicta hingga keduanya saling berhadapan.


"Aku tidak mudah jatuh cinta dengan seseorang,kau tahu itu kan??"


Nicta mengangguk seperti orang bod0h.


"Tapi...dia gatel,kayak ulat bulu "


Yas tersenyum mendengar jawaban Nicta.


"Kalau dia ulat bulu,maka kau harus menyediakan garam untuk menetralisir bulunya yang membuat gatal"


Nicta mengulum senyum.


"Kau janji,,tidak akan tergoda dengan nya??"


"Emmm aku manusia normal loh"


"Tuh kan"Nicta merengut kesal...Yas tergelak renyah.Ia mencubit Pipi Nicta yang mengembung saat tengah cemberut.


"Malah ketawa..."


"Tapi aku benar manusia normal loh...dekat kayak gini aja sama kamu,anak angsaku tegang sampai 1000volt"


"Apa-an sih??"Nicta dibuat malu oleh guyonan sang kekasih.


"Serius!!!"


"Tau ah!!"


"Nggak percaya ??"


Nicta melengos..


"Mau megang??"


"Ihhh.. nggak tahu malu banget deh"


Nicta tidak tahan,ia berbalik pergi.Tapi Yas mengejar nya,tahu kalau dikejar...Nicta memilih untuk kabur.Yas pun mempercepat langkahnya mengejar gadisnya.Tawa keduanya meledak saat mereka saling kejar-kejaran dan memeluk satu sama lain.


Ayu diam membeku menyaksikan kemesraan yang sangat membuat iri siapapun yang melihatnya.


*


Nicta baru saja selesai buang air kecil,ia membuka pintu dan sangat kaget karena didepan toilet yang ia gunakan telah berdiri si Ayu.


"Huh bikin kaget aja"gerutu Nicta.Ia hendak pergi tapi seolah-olah Ayu menghalangi.


"Kau mau apa sih??sana aku mau lewat"Tengking Nicta kesal.Tetiba tak terduga,Ayu mendorong Nicta hingga tubuhnya menyandar ke dinding.Lalu Ayu mendekatkan wajahnya,hingga pandangan mereka beradu sangat dekat.


Dengan sangat jelas Nicta melihat mata Ayu berkilau kemerahan.


"Kau harus meninggalkan Yas ...Kau harus putus dengan nya"


"Apa??"Nicta merasa mungkin dia salah dengar.


"Kau harus meninggalkan Yas ....Kau harus putus dengan nya "Ayu mengulang kembali kalimat yang diucapkan.


"Kau sudah gila ..."Nicta mendorong tubuh Ayu hingga hampir saja terjelopoh ke lantai.Nicta melengos dan pergi tanpa meladeni ucapan Ayu yang terdengar tidak masuk akal.


Ayu merasa heran,padahal dia sudah menghipnotis Nicta .Tapi kenapa seperti tak berkesan??


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Pulang sekolah Ayu langsung mencari sang Ibu.Yah dia memang hanya tinggal bersama Ibunya, Ayahnya sudah lama meninggal dunia.


"Bu..."


Ibu Ayu menoleh, kegiatannya mencuci daging terhenti.


"Eh anak Ibu sudah pulang...gimana sekolah barumu?"


Ayu tersenyum tipis..


"Lumayan Bu,disana ada cowok ganteng banget Bu.Energi positif nya sangat kuat,dan sepertinya anak orang kaya"


"Terus?-apa kamu bisa mendapatkan nya?"


Ayu menggeleng...


"Tapi pasti aku bisa mendapatkan nya Bu"


"Hemmm...ya sudah..kamu mandi dulu, setelah itu kita makan siang bareng "


Ayu mengangguk ,ia pun pergi.


_


"Maksud mu??"


"Ayu ingin tahu kepada siapa saja hipnotis kita tak bisa berkesan?"


"Emmmm Biasanya kepada orang yang tak pernah berhenti berzikir,kepada orang yang senantiasa berpikir positif,dan kepada orang yang bagian dari dirinya adalah milik orang yang sudah meninggal"


Ayu menelaah kata-kata sang Ibu.


"Lalu gadis itu bagian dari yang mana?"


"Apa kamu sudah gagal menghipnotis seseorang ?"tanya Ibu Ayu.Ayu mengiyakan..


"Hemm berhati-hati lah Yu..."


"Baik Ibu "


*


Yas bergandengan tangan masuk ke dalam rumah Nicta.Keduanya tidak menyadari jika Tuan Mahendra sedang berada di ruang tamu.


"Nicta..."


Langkah Nicta terhenti,ia menoleh ke arah asal suara.


"Papa..."Raut wajah yang sebelumnya ceria, langsung berubah mendung.Ia melepaskan genggaman tangannya secara perlahan.


"Darimana saja kamu ?"Tanya Tuan Mahendra tanpa sedikitpun melirik putrinya.


"Emmm baru pulang sekolah Pa"jawab Nicta gugup.


"Sekolah apa pacaran ?"Tuan Mahendra memutar kepalanya,ia menatap Nicta begitu tajam.


"Papa mendapatkan laporan kalau kamu sudah berani membawa teman laki-laki mu ke rumah, sudah tidak mau dijemput supir, kemana-mana dengan dia"Tuan Mahendra menuding Yas.


"Apa mau mu Nicta??? mentang-mentang keluarga KASTAPURA sudah tiada,kamu seperti burung yang lepas dari sangkarnya.Jangan kamu pikir posisi mu aman di keluarga ini, kedudukan mu sebagai anak dari seorang istri kedua sangat lah lemah.Kau tidak akan bisa menjadi pewaris keluarga "Tuan Mahendra mengetuk tongkat kayu yang dipegangnya ke lantai dengan kuat.


Nicta tercengang,ia tak menyangka Ayahnya akan semarah itu padanya.


"Kau!!!"Tuan Mahendra menunjuk Yas yang sedari tadi hanya diam"Tinggalkan putri ku,dia tidak pantas untuk mu.Dia lahir sebagai pewaris ku,jadi kamu jangan sekali-kali bermimpi untuk mendapatkan nya"


"Papa.... Nicta tidak pernah berkeinginan untuk menjadi seorang pewaris,Nicta hanya ingin hidup seperti yang Nicta mau"


"Kalau kau tidak menjadi seorang pewaris,kau akan ditendang dari rumah ini kapanpun oleh Valo"


"Nicta nggak perduli Pa... sekarang pun Nicta akan pergi dari rumah ini jika memang itu yang Kak Valo mau"


"Kau sangat keras kepala!!sejak kapan kamu berani membantah Papa...hah??"


"Pa... Nicta sudah menuruti kemauan Papa, sekarang Papa mau apa lagi?? menjodohkan Nicta dengan siapa lagi??"


"Dengan Sultan Zubair,dia adalah sultan agung yang memiliki BRUNEI AIRLINE.Hanya itu satu-satunya kamu bisa mempunyai kedudukan yang kokoh di keluarga ini.Papa tidak masalah jika kamu harus menjadi salah satu selirnya"


"Apa??-!!selir???Jadi maksud Papa pria itu sudah beristri ???"


"Dalam kesultanan hal itu sudah biasa Nicta"


"Tapi Nicta yang tidak terbiasa,Nicta tidak mau!!!"bantah Nicta tegas.


"Kau berani melawan Papa sekarang...Baik!!Seret dia masuk,dan usir anak itu "


Beberapa bodyguard menghampiri Nicta,tapi Yas menarik Nicta ke balik punggungnya.


"Jangan ada yang berani menyentuhnya"Tukas Yas tenang namun tegas.


"Hey!!berani juga kamu ya..."


"Om...Nicta masih terlalu dini untuk hal seserius ini,aku dan Nicta pun belum tentu berjodoh.Jadi jangan tekan dia untuk sesuatu yang belum pasti"Yas berkata begitu santai.


"Yas...apa maksud mu???"Nicta menarik pundak pria itu hingga berbalik arah.


"Kau hanya main-main dengan ku??"


"Aku tidak mengatakan itu"


"Lalu barusan kamu bilang apa?"


"Jodoh...hanya Tuhan yang tahu,tapi selama aku bisa membahagiakan mu.Akan aku lakukan apapun untuk mu"Yas menjelaskan arti dari ucapannya,tatapan matanya menukik tajam dan mendalam.Nicta terharu, air matanya mengalir perlahan.


"Tidak usah banyak drama,seret Nicta masuk!!"Tuan Mahendra tidak bisa bernegosiasi, yang ia pikirkan hanya keinginan nya sendiri.Para bodyguard maju mendekat, mereka ingin menarik Nicta pergi.Namun Yas menghadang dan terjadi lah baku hantam.


Yas begitu menjaga Nicta dari para bodyguard itu.Perkelahian 5 lawan satu memang tidak imbang.Namun Yas tak tersentuh pukulan sedikit pun.Sebaliknya,para bodyguard itu beberapa kali harus menerima bogem mentah dengan hantaman yang sangat kuat.Sampai akhirnya, mereka KO tak bisa untuk bangkit lagi.


"Kur4ng 4j4r... melawan anak bau kencur saja tidak becus!!"maki Tuan Mahendra .


"Tidak perlu repot-repot meminta mereka untuk menyeret Nicta Om,dia akan masuk ke kamar nya dengan rela hati.Tapi ingat satu hal om,jika ada segores calar di kulit nya,jangan salah kan saya membuat perhitungan dengan siapapun yang melakukan itu padanya"ancam Yas ,raut wajah yang tenang namun berkarisma membuat Tuan Mahendra seperti terpojok oleh kata-katanya.Ia hanya diam saja.


"Masuklah...jangan lupa makan ya"Yas meminta Nicta dengan lembut.


"Kamu mau kemana ??"


"Pulang..."


"Aku boleh ikut nggak ??"


"Jangan...Papamu ingin kamu ada disini "


Nicta mendekati cuping telinga Yas.


"Aku ngeri disini"Bisiknya,Yas tersenyum simpul.


"Dia Ayahmu,dia sangat sayang padamu.."


Nicta merenggut ,,,


"Sudah masuk sana"


Meskipun enggan, akhirnya Nicta mengangguk juga.Ia melambaikan tangannya ke arah Yas.Yas pun membalasnya.


Nicta berlari masuk ke dalam, pandangan Yas mengiringi langkah gadis itu hingga hilang dibalik dinding.


"Saya pamit pulang Om"Yas membungkukkan badannya lalu keluar meskipun tak ada jawaban terdengar.


Tuan Mahendra memukul meja dengan geram,ia malu karena merasa dikalahkan oleh seorang bocah ingusan.