SERUNI

SERUNI
BAB 147 Akibat Tali Yang Hilang???



Usai acara akad nikah, Ustadz Faruq dan juga Roy serta Muhammad Ibrahim bercengkrama di ruang tamu.Ada saja yang menjadi topik pembicaraan ,dari A sampai Z.Mereka terkadang tertawa lepas dengan guyonan-guyonan renyah.


Ba'im sesekali menoleh ke dalam,ia sama sekali tak menjumpai kelibat Excel . Akhirnya dengan sedikit keberanian,Ba'im mohon diri untuk istirahat lebih dulu.


"Ohya... silahkan... pengantin baru memang harus masuk kamar lebih awal"goda Ustadz Faruq.Roy tertawa lepas, sedangkan Ba'im hanya senyam-senyum dengan rona pipi yang merah.


Sesampainya di kamar,, Ba'im tak menjumpai Excel .Ia sedikit kecewa, tapi ya tahu kalau Excel tak mungkin tidur di kamarnya.


Setelah menutup pintu,Ba'im naik ke atas tempat tidur sambil lalu iseng mengirim pesan kepada Excel .


"Hey...sudah tidur ya???"


1menit berlalu,tak ada tanda-tanda pesannya dibaca.


"Apa dia benar sudah tidur ??"


Ba'im tak mau menerka-nerka,ia segera melakukan call video untuk tahu jawabannya.Agak lama ia menunggu,namun akhirnya diangkat juga dari seberang sana.


"Eh..kok gelap??mana mukamu?"


"Ada apa sih Ustadz ??"tanya Excel terdengar serak.


"Kamu dimana?"


"Di kamar"


"Kok gelap?"


"Ya aku matiin lampunya"


"Kamu udah tidur??"


"Astaghfirullah...iya Ustadz aku udah tidur "


"Kok awal banget sih tidurnya ??"


"Ini udah jam berapa ??"


"Iya tapi aku kan belum ngantuk "


"Ya udah..sana begadang,jangan lupa minum obat.Aku mau tidur ngantuk banget"


"Nggak boleh!!"


"Kok nggak boleh sih Ustadz ??"


"Kamu harus temani aku dulu"


"Astaghfirullah...jangan sampai aku kutuk jadi Putri tidur ya nanti...ah"Excel mulai kesal.


"Ya udah kalau mau tidur kamu disini aja"


"Apa??!! ngapain tidur di situ?"


"Ya nggak apa-apa kan udah halal"


"Eh jangan macam-macam, Ustadz udah janji loh nggak ada praktek "


"Iya nggak ada ...cuma pemanasan aja kan nggak apa-apa "


"Jangan gila!!!"bantah Excel ,namun bibirnya tak bisa ditahan untuk tidak tersenyum.


"Ayo dong...kesini"rengek Ba'im manja.Ketegasannya sudah hancur binasa oleh cinta.


"Ogah!!"


"Jangan jual mahal deh... ntar aku cium kamu diem aja"


"Ih apaan sih"


"Ohya...obatku udah habis nih,besok aku mau ke rumah sakit,kamu mau ikut??"


Excel mengangguk...Ba'im tersenyum tipis.


"Ya udah cepat tidur,biar besok nggak kesiangan kalau mau ke Rumah Sakit "ujar Excel .


"Baiklah...bay sayang "


"Bayyy..."


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Nagita duduk di ambang jendela kamarnya, dengan pandangan jauh keluar.Tangannya sibuk mengelus-elus perutnya yang sudah membesar.


"Sebentar lagi kamu akan lahir ke dunia nak... setelah itu Mama akan menjadi janda secara otomatis.Maafkan Mama jika nanti Mama akan meninggalkan mu pergi"


Nagita tersenyum kelat...


"Tapi takkan ku biarkan apa yang diimpikan oleh Excel berjalan dengan mulus.Aku akan membuat kau dengan Ba'im mengalami problem yang tak berkesudahan hemmm"


Pancaran mata Nagita menyiratkan niat terpendam yang sudah tersusun sejak lama. Dan semua itu akan bermula ketika bayinya sudah lahir ke dunia.


___


Namun di balik kebahagiaan itu, dia harus menerima kenyataan pahit bahwa dia harus kembali ke orang tuanya karena sudah jatuh talak terhadapnya .


Nagita membawa bayinya ikut serta, karena itu adalah sebagian dari rencananya.


Sementara itu,Excel dan teman sekelasnya yang lain saat ini tengah sibuk untuk ujian kelulusan.


Mereka dengan antusias mengikuti ujian,kali ini Excel sudah bisa membaca tulisan Arab entah itu bermakhraj atau tulisan gundul.Ia sudah tidak perlu menyontek kepada adik iparnya lagi.


Rasa puas sangat Excel rasakan saat semua ujian berhasil ia kerjakan.Tapi na'as, disaat itu Ba'im mengalami pingsan secara tiba-tiba.Membuat situasi di dalam kelas jadi panik tak terkontrol.


Excel bersama Ismail mengantar Ba'im ke Rumah Sakit atas usul dari Excel sendiri.Tapi bukan Rumah Sakit miliknya, melainkan Rumah Sakit tempat Ba'im biasa melakukan kontrol.


Setelah Excel memperkirakan waktu Dokter akan segera keluar dari ruangan UGD,Excel meminta Ismail untuk menjemput Seruni dan Roy. Itu Excel lakukan agar Ismail dan yang lainnya tidak tahu Apa penyakit yang diderita oleh Ba'im.


Benar saja, setelah Ismail bersedia menjemput orang tuanya.Dokter yang biasa menangani penyakit Ba'im keluar dari ruangan UGD.


"Bagaimana Dok keadaan Ustadz ??"tanya Excel dengan gurat kekhawatiran.


"Kita harus secepatnya menemukan pendonor untuk dia karena keadaannya semakin memburuk"


Excel tertunduk, matanya terpejam erat.


"Baiklah dong terima kasih saya akan melakukan yang terbaik untuk dia..."Ucap Excel pada akhirnya.Sang Dokter mengangguk lalu meminta diri untuk pergi.


___


Selama di rawat di RS,Excel tak pernah meninggalkan Ba'im .Dengan setia dia menjaga dan merawat pria yang sebenarnya sudah sah menjadi suaminya itu.


Tapi kemampuan manusia ada batasnya,Excel pingsan karena kelelahan.Orang tua Ba'im panik, ia segera meminta Dokter untuk memeriksa menantunya itu.


Setelah siuman Excel menolak untuk dirawat inap.Ia memilih untuk istirahat di rumah saja,dan meminta Seruni untuk menjaga Ba'im selama masa perawatan .Semua pun menuruti saja kemauan Excel .


Saat beberapa waktu,Ba'im heran karena Excel tak terlihat juga.Ia penasaran, kemana gadisnya itu ??


"Excel pulang,dia sakit"jawab Seruni tanpa menutupi.Ba'im jadi panik,ia pun ingin pulang untuk melihat keadaan Excel . Meskipun Dokter melarang,tapi Ba'im tetap kekeuh ingin pulang. Malah ia mengancam akan kabur dari rumah sakit.


Karena merasa Ba'im tidak bisa dicegah, akhirnya dokter mengizinkan Ba'im pulang. Dengan penuh semangat , Ba'im gegas membereskan semua barang-barangnya yang berada di loker ruangan tempat ia dirawat.


Sesampainya di rumah, Ba'im langsung pergi ke kamar Excel . Di sana ia melihat gadisnya terbaring lemah.


Dengan penuh telaten,Ba'im merawat Excel .Ia menyuapi gadis itu,dan memberikannya obat.


"Kamu sudah minum obat ?"tanya Excel saat ia baru saja menelan obat yang diberikan Ba'im kepadanya.Ba'im mengangguk pelan.


"Bener??"Excel ingin meyakinkan dirinya sendiri.Sekali lagi Ba'im mengangguk.


"Kamu harus jaga kesehatan ,sampai kita menemukan pendonor sumsum tulang untukmu".


Ba'im tersenyum,ia membelai anak rambut si gadis.


"Kamu juga harus cepat sembuh ya,,, Jangan sakit begini"Ucap Ba'im .Excel mengiyakan disertai senyuman.


"Eh..."


"Kenapa ??"tanya Ba'im agak panik.


"Tali BH ku lepas"Excel tersenyum malu.


"Ooohhh tak kirain kenapa ??ya udah aku bantu pasang ya..."


"Ih jangan....kamu keluar aja biar aku pasang sendiri"Excel menolak.


"Nggak apa-apa...sama suami sendiri kok malu..Ayo sini"Ba'im menarik Excel agar berbalik memunggungi dirinya.Ia pun menyingkap baju Excel untuk memasang tali BH yang terlepas.


Ba'im terpana melihat punggung mulus seputih salju milik Excel .Ia tercengang untuk beberapa saat.


"Gimana ??udah??"suara Excel langsung menyadarkan Ba'im .


"Ah... tinggal dikit lagi"jawab Ba'im gelagapan.Ia menarik satu sisi tali,tapi sisi yang lain ia tak melihatnya.Ba'im meraba untuk mencari sisi tali yang lain.Dan tanpa sengaja Ba'im tersentuh benda lembut tak berbalut.


Wajah Excel langsung menegang,ia seperti tersengat aliran listrik.Ba'im sendiri pun tak jauh berbeda.Keduanya seperti disulap menjadi patung dengan tangan yang diam menyentuh benda lembut tersebut.


Ba'im sudah cukup dewasa untuk menerima serangan sahwat seorang laki-laki.Dengan kegugupan Excel ingin membalikkan badannya.


"Biar aku pasang sendiri"Excel tertunduk,ia tak mampu untuk menatap Pria yang masih menyentuh benda sensitif miliknya.


Ba'im benar-benar sudah tak kuasa menahan diri.Ia justru mencengkram benda itu dan menarik tubuh Excel dalam pelukannya.


Gadis itu terperangah,belum sempat ia menghindar ,sebuah ciuman sudah ******* habis bibirnya.Ciuman hangat yang disertai ******* nafas tak beraturan membuat Excel tak berdaya.Ia pasrah,kedua matanya terpejam menikmati sensasi yang tiada Tara.


Ba'im terus menggerilya, melucuti semua pakaian si gadis.Ia benar-benar sudah tak tahan, dengan mengikuti alur sensasi yang semakin memanas.Ia berhasil menggagahi istrinya.


Excel menegang,ia ingin menjerit namun mulutnya tersumpal oleh ciuman Ba'im yang tak terlepas.


Sampai akhirnya rasa sakit itu berubah menjadi nikmat, barulah Ba'im membiarkan Excel mendesah tak karuan.Hingga akhirnya keduanya mencapai *******.


Ba'im ambruk di atas tubuh Excel,keduanya langsung terlelap tanpa melepaskan terlebih dahulu barang yang bersatu padu.Mungkin efek kelelahan sehingga sudah lupa bahwa belum terlepas.