
"Kurang ajar kamu ya!!"Seruni mengambil bantal lalu dilemparnya ke arah Bagas .Bagas melindungi dirinya dengan lengannya.
"Maaf..."Bagas tetap bersembunyi di balik lengannya.
"Ngapain kamu mau perkosa aku?hah?Kamu pikir dengan begitu aku akan mengurungkan niatku untuk bercerai dari mu??Dasar 0t4k bi4d4b!!!"
Seruni terus saja menyerang Bagas , hingga membuat Bagas lari dengan beringsut mundur Keluar dari kamarnya.
Dan diluar Bagas bertembung dengan Utari yang baru sampai di depan kamarnya.
"Tari... ngapain pagi-pagi kesini?"
Utari tak menjawab, pandangan matanya nanar melihat Bagas bertelanjang dada.Bagas baru menyadari keadaannya,ia ingin masuk kembali ke kamar.Namun belum ia menyentuh hendel pintu,daun pintu sudah terkuak dari dalam.
"Oh...ada selingkuhannya rupanya"
"Kalian habis ngapain ??"Tanya Utari dengan suara bergetar,ia berharap apa yang dipikirkannya tidak benar.
"Kamu pikir suami istri ngapain pagi-pagi "Jawab Seruni sengit.Tatapan mata yang merah bergulir ke arah Bagas ,pria itu jadi serba salah.Ia bingung harus bagaimana ??.
"Kenapa diam??jelaskan sama selingkuhan mu itu apa yang terjadi baru saja"Seruni semakin menyudutkan Bagas .
"Aaaaa...eemmmmm"Bagas celingukan diantara kedua wanita tersebut.
"Jangan mendadak gagap Mas,,,jawab!!"Sambung Utari ,dadanya sudah naik turun karena emosinya membuat jantungnya berkerja lebih cepat.
"Ini saatnya aku memperbaiki semuanya yang telah salah "ucap Bagas dalam hati.
"Maafkan aku Tari,Bunga istriku...tidak salah kan jika aku mulai mencintainya "
Utari terkesiap, mulutnya menganga,ia seperti tidak percaya dengan apa yang ia dengar baru saja.
Sedangkan Seruni tersenyum tipis,ia bersedekap menyandar di ambang pintu.
"Kamu jahat Mas...kamu melupakan janjimu padaku....aku BENCI kamuuuu"Utari memukul-mukul Bagas .Bagas tak melawan,ia diam saja menerima kemarahan Utari .
"Dan kamu !!!"Utari menuding tepat di depan wajah Seruni "Kenapa kamu harus hidup lagi??hah??susah payah aku membuat mu coma dan kemudian dinyatakan mati.Tapi kamu harus hidup lagi,aku akan membunuhmu lagi"
Utari menyerang Seruni dengan mencekik lehernya.Seruni yang tak ada persiapan langsung sesak nafas karena Utari langsung menekan urat pernapasan di lehernya.
Bagas terkejut,ia berusaha menolong istrinya.Namun Utari seperti kerasukan setan , cekikan nya sangat kuat sekali.
Sampai tiba-tiba Bunga terkulai pingsan.
"Bunga...."
Bagas terbelalak,ia mendorong tubuh Utari hingga terjerembab ke lantai.Bagas merangkul Bunga yang sebenarnya jiwa Seruni sudah keluar dari raga Bunga.Ia meletakkan jarinya ke bawah hidung istrinya.Tak ada tanda-tanda kehidupan disana.Bagas tidak putus asa,ia melakukan pernafasan buatan.Karena ia pikir Bunga kekurangan oksigen akibat cekikan itu.Namun semua sia-sia, Bunga kembali kekeadaan awal sebelum jiwa Seruni masuk ke dalam raganya.
Utari tak percaya dengan apa yang dilihatnya , benarkah Bunga mati karena cekikannya?ia merangkak mendekati Bagas untuk memastikan semuanya.
"Diam disitu!!!"Bentak Bagas membuat Utari tercekat.
"Aku benar-benar nggak nyangka, ternyata kamu yang udah membuat Bunga jatuh dari tangga ?"
"Bagas dengerin dulu penjelasan ku"Utari ingin membela diri.
"Apa yang harus dijelaskan lagi??hah??aku benar-benar bodoh karena telah mencintai wanita spikopat seperti kamu Utari !!!"
"A-a-aku melakukannya karena aku sangat mencintaimu"Utari tetap membela diri.
"Cinta???"
Utari mengangguk cepat.Bagas tersenyum kesat.
"Kau tahu bagaimana Bunga mencintai ku??dia mencintai ku dengan kebodohannya,tetap mencintai ku meskipun ku abaikan,tetap mencintai ku meskipun ku katakan bahwa aku mencintaimu.Tetap mencintai ku meskipun semua pengorbanan nya tak ku hargai Utari ...Dia tetap mencintai ku tanpa pernah sedikitpun mencelakai mu!!!Dia tetap tersenyum bahagia melihat kemesraan kita Utari,,,Dan dia pernah bilang,Kita pasti bisa bahagia dengan cinta segitiga ini"
Bagas terdiam ia menatap tubuh Bunga yang sudah tak bernyawa.
"Bagas...Bagas ...aku minta maaf,,,aku tidak tahu tentang hal itu...Jika aku tahu ,aku takkan mencelakai nya.Aku hanya merasa Bunga sengaja tidak ingin melihat ku bahagia dengan menolak bercerai dari mu"Utari tetap bertahan dengan seribu alasan,namun Bagas menepis tangan nya.
"Jangan sentuh aku Utari ,,,,jangan pernah menyentuh ku dengan tangan mu yang penuh dosa itu ..kamu jahat Utari ...kamu jahat!!!"
Utari terpana dengan sikap kasar Bagas , hatinya terasa ngilu karena sakit.Ia bangkit dengan perlahan...
"Kamu bilang apa ???aku pendosa ??"
"Yah kamu pendosa ...kamu telah membunuh Bunga dua kali Utari ...dua kali"
Utari mengangkat sebelah bibirnya,ia meraih guci yang menghiasi sudut ruangan.Lalu tanpa berperasaan Utari menghantamkan guci tersebut ke kepala Bagas bagian belakang .Pria itu langsung tersungkur dalam keadaan Bunga dalam pelukannya.
"Bagas !!!"
Sebuah seruan mengalihkan perhatian Utari . Ternyata Ny Sasti sudah ada disana bersama suaminya.Utari panik,ia ingin kabur namun Tuan Radit segera menahan tubuhnya.Ny Sasti berlari menyerbu tubuh anak dan menantunya yang terkulai tak berdaya di lantai.Darah segar mengalir dari luka kepala bagian belakang putranya.
"Nak...Bagas ...sayang... sayang ini Mama Nak...Bagas "Ny Sasti menangis,ia menepuk pipi Bagas yang sudah sekarat.
"Pa .. cepat telfon ambulans Pa...Bagas sekarat"
"Iya Ma..."Tuan Radit yang baru saja mengikat tubuh Utari di kursi kayu, segera merogoh ponselnya.Ia segera menghubungi 911 untuk pertolongan darurat.
___
Ny Sasti ,Tuan Radit ,dan Bik Lulu menunggu di depan UGD tempat Bagas diberikan pertolongan pertama.Sedangkan Bunga sendiri sudah dinyatakan meninggal dunia.
Mereka tidak berhentinya berdoa agar Bagas bisa diselamatkan.Sedangkan Utari sendiri,sudah di serahkan kepada pihak yang berwajib.
Tak berapa lama,Dokter yang mengurus Bagas keluar dari ruangan.Ny Sasti segera bangkit diikuti oleh Tuan Radit dan Bik Lulu.
"Bagaimana keadaan anak saya Dok ??"tanya Ny Sasti dengan perasaan harap-harap cemas.
"Maafkan saya Nyonya,nyawa Bagas tidak bisa diselamatkan.Hantaman dibelakang kepalanya memutuskan urat syaraf yang sangat fatal.Jika seandainya dia hidup pun dia tidak akan bisa menjadi normal kembali"
"Apa ???"Penjelasan dari Dokter seperti Sambaran petir di siang bolong.Ny Sasti tercekat sepertinya ini hanya mimpi baginya.
"Dokter jangan bercanda dong...jangan main-main dengan nyawa anak saya"Sambung Tuan Radit .
"Saya tahu ini pasti sangat berat bagi anda,tapi saya harus menyampaikannya juga keadaan yang sebenarnya "
Ny Sasti berhambur kedalam pelukan suaminya,ia meraung-raung memanggil nama putranya.Bik Lulu hanya menangis dalam diam menyaksikan kematian sepasang suami istri itu.
____
Saat pengurusan jenazah Bunga dan Bagas , Dokter keluarga Bunga menghampiri Ny Sasti dan Tuan Radit .Ia meminta untuk bicara secara pribadi dengan pasangan suami istri tersebut.
Ny Sasti dan Tuan Radit pun menyanggupi, mereka diajak keruangan sang Dokter.
"Nyonya,,, sebelum anda membawa jenazah mereka ke rumah duka.Saya ingin memberi tahukan sesuatu"
"Apa itu Dok?"
"Saya mendapatkan laporan bahwa Nona Bunga telah mendonorkan jantungnya untuk diberikan kepada seorang pasien di salah satu Rumah Sakit di Kota Tasik.Ini surat-surat yang ditandatangani oleh Nona Bunga sendiri "Dokter menunjukkan beberapa lembar surat ke hadapan Ny Sasti .Wanita itu memeriksa berkas-berkas tersebut dan ke sahannya.
"Bunga memang anak yang baik"Ny Sasti tak bisa menahan tangisnya.Ia sesenggukan dalam dekapan suaminya.
"Lakukan saja sesuai wasiat Bunga Dok"Ucap Tuan Radit yang terlihat lebih tegar.
"Baiklah, terimakasih atas pengertiannya "
"Sama-sama Dok..."
Tuan Radit menyalami sang Dokter dengan tenang.