
"Yuuuhhhuuuu"
Kujang keluar dari dinding melompat ke atas kasur.Ia datang sedikit terlambat, karena Yas sudah tiba di rumah.
"Kok baru datang ?"
"Aku ad****a urusan sebentar, menyelesaikan tugas Ayahmu"
"Tugas Ayah?? mengikuti gadis berhijab itu?"
"Gadis berhijab??sejak kapan hantu berhijab??Lagi pula tu Hantu laki-laki,masak berhijab?? Ngadi-ngadi "
Yas terdiam...
"Tapi aku melihat mu tadi Mengikuti gadis berhijab, namanya Nabila"
"Aku??"
Yas mengiyakan.Kujang berpikir sejenak, tiba-tiba ia membulatkan matanya dengan nafas tertahan.
"Jangan-jangan itu Kujang Girl???Yes.. That's my partner"
Yas terhenyak
"Kau fasih bahasa Inggris ?"
"Hehehehe"
Yas geleng-geleng kepala dengan sikap Kujang yang makin kesini malah makin kemana?
"Dimana kamu melihat pasangan ku?Ayo kita kesana"
"Aku tidak tahu rumahnya dimana,tapi Nabila sering datang ke sekolah"
"Dia sekolah disana?"
"Nggak...dia sering nitipin donat di kantin"
"Ohya...waahh ternyata pasanganku suka donat "
"Nabila Kujang...bukan pasangan mu"
"Ohh iya ya..."
*
*
Sampai di sekolah,Yas langsung pergi ke kantin.Rupanya dia sudah terlambat, karena donatnya sudah terpajang di meja.Pasti Nabila sudah pulang.
"Mana?"
Tanya Kujang.
"Sepertinya dia sudah pulang"
Yas mendekati meja kantin lalu mengambil satu Donat lalu memakannya.Enak!!Yas mengambil lagi satu, melihat cara makan Yas yang begitu menikmati.Kujang pun mengambil satu.Saat keduanya menikmati donat, tiba-tiba Nabila muncul dari dalam dapur.
"Makasih ya Bik..."
"Iya...besok bawain lagi ya.."
"Insyaallah..."
Nabila tersenyum,tapi saat pandangannya beradu tanpa sengaja dengan Yas .Senyum itu hilang.
"Bu saya ambil tiga donat"Yas mendekat.
"Empat"jawab Kujang.Ia mencomot lagi satu donat
Nabila menengok ke belakang punggung Yas.Ia tersenyum tipis
"Eh empat Bu,salah"
Bu kantin menerima uang dari Yas lalu mengambil kembalian dan diberikan lagi kepada Yas.
"Makasih"
Kini jarak Yas dengan Nabila sangat dekat.
"Donatnya enak"
"He-em enak"Kujang menyambung dengan mulut penuh dengan donat.
Namun Nabila tak perduli,ia melangkah pergi begitu saja.Yas pun mengikuti dengan santainya.
Merasa ada yang mengekori langkahnya, Nabila menoleh ke belakang.
"Ngapain ngikutin aku ?"
"Kau pasti bisa melihat siapa yang bersama ku"
Bola mata gadis cantik itu bergulir menatap Kujang.
"Lalu?apa urusan ku?"
"Dimana peliharaan mu?"
Nabila memicingkan matanya.
"Kau bilang dia peliharaan ??Kejam!!"Nabila berbalik pergi,namun Yas cepat menghadang langkahnya.
"Kenapa kamu bersikap seperti ini sama aku?kemarin kamu tiba-tiba menyerangku. Sekarang jutek banget sama aku"
"Kamu sama anak-anak itu sama aja, kamu teman mereka kan?"
"OH jadi kamu nyangka aku sama Bona segank gitu?"
"Terus ??"
Nabila terdiam mendengar penjelasan Yas.
"Dan sekarang aku menemui kamu hanya untuk tahu tentang sosok harimau putih yang mengikutimu kemarin . Karena dia sejenis dengan punyaku"
Kujang mengiyakan ucapan Yas.
"Lalu kamu mau apa dengan dia?"
"Bukan aku yang punya kepentingan, tapi Kujang yang punya kepentingan. Mereka itu pasangan"
"Ya sudah..biar dia ikut aku"
"Ya nggak bisa dong,aku juga harus ikut "bantah Yas.
"Yang punya kepentingan kan dia?bukan kamu"
"Aku harus menjaga Kujang "
"Jangan menipu ,selama ini aku yakin Bukan kamu yang menjaga dia. Tapi dia yang menjaga kamu"
Kujang menggeleng cepat.Nabila menautkan alisnya.Membuat Yas mengulum senyum.
"Kau lihat sendiri jawaban dia ,dia tidak pernah berbohong"
Nabila tidak bisa berkata-kata lagi, akhirnya ia pun berbalik pergi dengan diikuti oleh Yas dan Kujang.
Saat Nabila menaiki sepeda motor listriknya,ia menoleh ke belakang.
"Apa kamu tidak sekolah ?"tanya Nabila.
"Hari ini ujian Nasional,jadi kami selain kelas XII tidak ada pelajaran berarti"
"Ohhhh"
Nabila pun berbalik menstater motornya lalu tancap gas.
*
*
Nabila mempersilahkan masuk tamunya, sementara ia meletakkan bekas tempat donat di dapur.Rumah Nabila terbilang kecil,hanya ada ruang tamu, kasur lusuh yang terletak di ruang tamu juga.Dan satu ruang yang dijadikan dapur.
"Kau tinggal sendirian ?"
Nabila mengangguk...Ia menuangkan air putih yang tersedia di Meja plastik.
"Hanya ini yang aku punya"
"Tak masalah..."
Yas pun meraih gelas yang berisi air tersebut lalu meminumnya.
"Orang tua mu kemana?"
"Aku yatim"
"Oh maaf.."
"Tak apa"
"Emmm mana dia?"
Nabila bangkit,ia mengambil sebuntal kain hitam lalu mengeluarkan isinya.Sebuah kotak hitam ia letakkan di atas meja.Nabila membuka kotak tersebut,dan mengeluarkan keris pusaka bermata dua itu.Lalu menggores ujung jarinya hingga sedikit darah mengenai ujung mata keris tersebut.
Nabila meletakkan kembali keris itu di atas meja ,seraya memejamkan mata merapalkan doa.Saat itu juga keris yang tergeletak di meja berdiri tegak dan berputar.Lalu keluarlah Harimau putih dari dalam keris tersebut.
Kujang terbelalak kaget,begitu pun dengan Kujang milik Nabila.
"Kanda..."
"Dinda..."
Keduanya melompat dan saling berpelukan.Bergumul manja melepaskan rindu.Yas tersenyum tipis melihat pemandangan itu.Ia memberi kode kepada Nabila untuk keluar agar tidak menggangu kedua hewan sakral itu.Nabila setuju,ia mengikuti Yas keluar dari rumahnya.
Dihalaman rumah Nabila ada sebuah pondok kecil yang sudah lusuh.Keduanya duduk disana.
"Jadi begitu ya cara memanggil Kujang ?"ujar Yas.Nabila mengiyakan..
"Memang kamu baru tahu?"
"Keris itu saja aku baru melihat nya sekarang "
"Lalu kenapa kamu bisa memiliki nya?"
"Itu milik Ayahku,tapi sering mengunjungi ku "
"Ooohhhh..."
"Kamu mendapatkannya dari siapa?"
"Dari Ayahku juga, karena hanya aku anaknya.Dia pun mengajari ku menjaga pusaka itu.Mungkin Ayah sudah merasakan bahwa dia tidak akan hidup lebih lama lagi"
"Kalau boleh tahu, kenapa Ayahmu meninggal ?"
Nabila tertunduk, hatinya sakit bila mengingat kejadian itu.
"Ayahku menolong seseorang yang terkena teluh, Alhamdulillah sembuh.Tapi ternyata si pengirim teluh tidak terima dengan kekalahan nya.Ia menyerang Ayah,tapi yang terkena Ibu.Katanya teluh yang dikirim adalah teluh dari arah timur Jawa,dalam beberapa menit Ibu langsung meninggal dengan keadaan seluruh organ tubuhnya bagian dalam hancur"Nabila tidak kuasa menahan tangis.Ia menutup wajahnya, tubuhnya berguncang.Yas jadi tak tega,ia mendekat lalu mengusap punggung Nabila.
Setelah sedikit tenang,ia pun melanjutkan kisahnya.
"Tidak puas sampai di situ,dukun itu mengirim lagi teluhnya untuk membunuh Ayah.Tapi aku yang terkena,badanku melepuh,aku kepanasan seperti dipanggang di atas bara.Ayah berusaha menolong, dengan bantuan Kujang.Tapi dukun itu menyerang lagi dengan brutal, sampai sekarang sisa sakit karena teluh itu masih kerap terasa.Lalu Ayah meminta Kujang melindungi ku,dan dia menerima serangan itu dengan tubuhnya.Dalam beberapa hari kemudian Ayahku meninggal"
Yas tertunduk,jujur hatinya sakit.Karena ia belum pernah merasakan kasih sayang orang tuanya dan pengorbanan untuk dirinya.
Yas menekan sudut matanya yang berdinding batang hidungnya.Dengan helaan nafas berat ia berusaha menahan gejolak kesedihan nya.