
Lyli menghampiri meja kerja adiknya,lalu duduk berhadapan dengan hanya terhalang meja kerja.
"Mama nelfon kakak pagi tadi,katanya semalam kamu pulang?"Tanya Lyli penasaran.Leo tersenyum,ia menutup laptopnya.
"Iya Kak..Papa setuju dengan permintaan aku yang akan menikahi Seruni"Jawab Leo bersemangat.
"Kamu sudah pikirkan ini masak-masak Leo?"
"Kenapa kakak ragu?"Pria itu menangkap sesuatu yang aneh di mata Kakaknya.
"Seruni memang gadis yang baik tapi ada Roy yang akan menjadi sainganmu Leo. Kamu kan tahu sendiri bagaimana Roy?dia baik lembut hati tidak pernah kasar dengan orang kecuali saat kamu melakukan sesuatu kepada Seruni"
"Sampai Sherly pun tergila-gila dengannya dan melakukan apapun untuk memiliki Roy. Apakah kamu bisa memenangkan hati Seruni?sedangkan kamu sudah membuat hatinya kecewa"
Leo diam,ia menganyam setiap kalimat yang diucapkan kakaknya.
"Aku akan berusaha berubah Kak, Aku akan berusaha mengontrol emosiku mulai saat ini. Aku tidak mau kehilangan Seruni Kak. Roy bukan apa-apa sekarang karena dia sudah beristri, Jadi tidak mungkin Seruni mau dengannya lagi"
"Bagaimana jika Roy bercerai dengan Sherly?"tanya Lyli.
"Aku akan menikahi Seruni sebelum semua itu terjadi"jawab Leo mantap.Lyli terdiam,ia begitu Melihat kesungguhan adiknya.Kesungguhan yang dulu pernah ia tunjukkan ketika ingin menikah dengan Tantri.
Leo memang mirip sekali dengan Ayah mereka.Bila menginginkan sesuatu pasti akan berusaha untuk mendapatkannya.Dia tidak akan berhenti berusaha sebelum berhasil.
___
Leo menghampiri meja kerja Seruni,ia melemparkan senyuman di saat Seruni mengangkat wajahnya.
"Kita makan siang bareng yuk"ajaknya lembut. Seruni mengangguk,ia bangkit membereskan berkas-berkas yang berserakan di atas meja.Setelah rapi baru ia menyandang tasnya mengikuti langkah Leo.
"Papa dan Mama mau bertemu sama kamu"Leo berucap sembari menyuapkan makanan ke dalam mulutnya.Seruni yang tengah mengunyah makanan langsung tersedak,dengan cepat Leo mengambil gelas minuman dan disodorkan ke depan wajah Seruni. Gadis itu meraih ujung pipetnya dan mulai meneguk minumannya.
"Terima kasih"ucap Seruni,Leo menggangguk sambil tersenyum.
"Kapan kamu bisa bertemu dengan Papa dan Mama?"Leo melanjutkan pembicaraannya. Seruni bingung harus menjawab apa?jadi Leo benar-benar serius kepadanya.
"Emmm Apa Bapak perlu ikut?"
"Tidak usah, nanti setelah kamu ketemu sama papa dan mama.Aku akan membawa kedua orang tuaku menemui bapak"jawab Leo dengan lancarnya. Seruni menggangguk tanda mengerti.
"Jadi kapan kamu bisa bertemu dengan orang tuaku?"sambung Leo.
"Akhir minggu ini gimana?"
Leo tersenyum dan mengangguk setuju.
..._____...
...Tuan Hendrie masuk ke ruang kerja Roy tanpa mengetuk pintu terlebih dahulu.Roy yang tengah sibuk di depan komputer kaget melihat ayah mertuanya datang....
"Papa"desisnya sembari bangun. Tuan Hendrie tersenyum seraya menghempaskan tubuhnya ke atas sofa. Roy mendekat,ia duduk di sofa kosong di sebelah mertuanya.
"Selamat ya Roy, akhirnya Sherly hamil. Maaf Papa baru sempat datang mengunjungimu sekarang"
"Makasih Pa"jawab Roy disertai senyuman getir.
"Nanti di acara 100 hari kehamilan Sherly, papa akan membuat pesta kecil-kecilan di sini.Sekalian ingin mengumumkan bahwa kamu akan diangkat sebagai CEO di perusahaan ini.Papa sudah tua Roy, Papa ingin pensiun dari segala pekerjaan. Papa ingin menikmati hari-hari tua Papa kelak bersama cucu-cucu Papa.Apalagi kamu sudah bisa sangat diandalkan, Jadi Papa tidak perlu khawatir lagi"
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Hari pertemuan antara Seruni dan orang tua Leo sudah tiba.Seruni sangat gugup sekali,ia lebih banyak diam sambil jemarinya saling meremas satu sama lain.
Leo memahami hal itu,dengan sebelah tangannya pria itu menggenggam erat kedua tangan Seruni.Gadis itu tersenyum menutupi ke Nervous-an nya.
"Jangan takut,aku akan selalu ada untuk mu sayang"
Seruni mengangguk dengan sedikit gerakan.Ia menarik nafas dalam-dalam lalu dihembuskan pelan.
Mobil yang mereka tumpangi sudah memasuki halaman rumah yang terbilang besar dan mewah bagi Seruni.
Leo keluar dari mobil dengan langkah panjang memutar untuk membukakan pintu mobil.Ia mengulurkan tangannya untuk membantu gadisnya turun.Seruni menyambut uluran tangan itu lalu ia menurunkan kakinya satu persatu hingga menapak tanah.
Keduanya berjalan beriringan dengan tangan saling bertaut.Leo sedikit heran melihat tidak ada orang yang menyambutnya.Padahal dia sudah mengabari sang Ibu melewati pesan chat,meskipun tak dibalas tapi Leo yakin Ibunya sudah tahu.
Ditambah lagi Leo merasa aneh dengan Seruni yang diam mematung saat akan menaiki teras rumah.
"Ada apa sayang?"
Suaranya cukup mengagetkan Seruni.Gadis itu kelihatan bingung,namun kemudian tersenyum.
"Kamu lihat apa?"Leo mengedarkan pandangannya mencari sesuatu yang membuat gadisnya terpegun.
"Ah tidak ada apa-apa"Seruni mengelak,namun ia masih sempat melirik ke satu titik dengan ekor matanya.
"Ayo masuk"Ajak Leo,Seruni mengiyakan.Keduanya melanjutkan langkah mereka yang tertahan sejenak.
Leo membuka pintu tanpa menekan bel,karena ia rasa sudah tak perlu lagi ia menekan bel disebabkannya sebelum berangkat tadi dia sudah mengabarkan kedatangan nya.
Saat tiba di ruang tamu,Leo kaget melihat Riris ada disana sedang duduk berjejer dengan Papanya tanpa jarak.Pria itu mencari sang Ibu,namun tak terlihat.Riris tersenyum lalu bangkit,gadis yang dijodohkan dengan Leo itu langsung saja memeluk pria yang sangat ia rindukan.
"Akhirnya kamu datang"Ucap Riris penuh perasaan.Leo refleks melepaskan pelukan Riris.
"Apa-apaan sih kamu?"Leo berucap dengan nada sengit.
"Aku merindukanmu Leo"Riris ingin memeluk Leo lagi namun Leo langsung mendorong tubuh Riris hingga terjengkang ke atas sofa.
"Leo jangan kasar dengan Riris"Tuan Baya menegur putranya.
"Maksud Papa apa mengundang Riris datang disaat aku akan memperkenalkan Seruni kepada Papa dan Mama?"
Seruni yang sejak mula hanya diam memang sudah merasakan ada sesuatu yang tidak beres.Sosok yang ia lihat di teras tadi memberi kode untuk tidak masuk ke dalam.Namun karena ia bingung harus beralasan apa kepada Leo,terpaksa ia ikut dulu.
"Papa kan sudah bilang kalau Papa hanya mau Riris jadi menantu Papa"Jawab Tuan Baya.Leo menggeleng pelan.
"Ternyata Papa tidak berubah,baiklah... Mendapatkan restu Papa atau pun tidak,Leo akan tetap menikah dengan Seruni"Leo menarik tangan Seruni untuk diajaknya pergi.
"Leo tunggu"Suara Riris mampu menahan langkah pria itu untuk pergi.Riris mengambil posisi berdiri di hadapan Leo.
"Jangan pergi dulu,bukankah kamu datang untuk memperkenalkan gadismu kepada Om dan Tante?Aku sudah menyiapkan makanan untuk kalian berdua, sebentar lagi Tante akan turun.Yuk kita makan dulu"Ajakan Riris begitu lembut.Leo menatap Seruni guna meminta pendapat.Seruni tak bergeming sedikitpun.
"Ayolah,,,,jangan perdulikan sikap Om yang plin-plan.Maklum dia sudah tua"Tanpa segan Riris menautkan tangannya ke lengan Leo.Leo ingin melepaskan diri,namun Riris justru menariknya agar Leo mengikuti langkahnya.
Kini di dua tangan Leo ada dua gadis,yang satu Riris dengan tanpa malu bergelayut manja,yang satu tangan Seruni yang tak dilepas oleh Leo.Ketiganya berjalan beriringan menuju ruang makan.