
"Ah..."Abdillah kesal karena rencananya gagal.Ia greget karena ia sendiri sudah tahu kalau telah berhasil memanggil Ba'im. Namun entah apa sebabnya? tiba-tiba Ba'im terlepas dari panggilannya.
"Besok!! aku harus bisa membawa Ba'im ke sini, aku akan membawanya pulang ke Jogja. Aku tak akan melepaskannya walau sedetik pun"Ucapan Abdillah mengandung ambisi yang sangat kuat.
Yah !!! Karena sejak mengenal Ba'im di Universitas Kairo, Abdillah sudah jatuh hati dengan pria itu.
Namun ternyata Ba'im hanya menganggapnya sebagai teman biasa.Pria idaman itu juga sempat bercerita jika memiliki kekasih di Indonesia.
Hal itulah yang membuat Abdillah menyiapkan semuanya. Ia tahu jika dia tidak menggunakan jampi-jampi untuk mendapatkan Ba'im, itu bukan perkara mudah untuk mendapatkan cintanya.
Abdillah sudah terlanjur sayang dengan Muhammad Ibrahim. Keramahan pria itu dan sopan santunnya yang tidak membeda-bedakan siapapun termasuk dia yang kemayu. Membuat Abdillah semakin menggilainya.
____
Karena hari ini adalah hari Minggu,Excel pagi-pagi sudah membantu Mbok Indun membersihkan halaman.
Ia melakukan pekerjaan yang tak pernah ia lakukan sebelumnya,namun ia terlihat senang sekali melakukannya.
Saat menyapu di sekitar halaman belakang yang dekat dengan kamar nya dan juga kamar Ba'im . Sayup-sayup Excel mendengar suara seseorang bercanda dengan mesra dan hangat.
Excel mempertajam pendengarannya ,ia semakin mendekati arah suara.Eh ternyata Ba'im tengah menelfon seseorang dengan menyandar manja di jendela yang terbuka.
"Iya .. datanglah kesini,kita sarapan bareng yuk...Hem??kenapa?kenapa tak suka sarapan bersama keluarga ku??Ohhhh...ya udah kita sarapan di luar.Jangan gitu dong Dil...aku rela nggak puasa hari ini hanya karena kamu loh... bener ?? sumpah...selama ini aku selalu melakukan puasa Daud,tapi karena kamu aku nggak puasa hari ini.Jangan gitu yah..."
Excel ingin muntah mendengarnya,ia jijik sekali.Sampai bergidik geli.
Tiba-tiba sebuah tepukan mendarat di pundaknya yang membuat ia menoleh serta merta.
"Eh Mbok Indun... ada apa ??"
"Ada interkom, katanya kamu ada tamu"
"Tamu??dimana?"
"Di Pos pertemuan..."
Excel menyunggingkan senyuman, itu pasti Papanya.Maka ia pun gegas meninggalkan pekerjaannya kepada Mbok Indun.
Benar saja ternyata Tuan Brata datang mengunjungi Putri tercintanya. Melihat dari kejauhan ke lebat ayahnya ,Excel sudah kegirangan .Ia berlari secepat mungkin dan meluruh memeluk ayah tercintanya.
"Papa....."
"Emmmm putri Papa..."Tuan Brata mendekap erat sang Anak dengan penuh kasih.
"Kelihatannya kamu kerasan disini ??"Tuan Brata mencubit pipi Excel dengan gemas.
"Hihihihihihi "Excel nyengir kuda.
"Apa itu karena pemuda itu ??"
"Ah Papa..."Excel jadi malu sendiri.Tuan Brata tersenyum tipis.Excel menggiring Tuan Brata duduk di tempat yang tersedia untuk para pengunjung santri.
"Pa...Excel boleh minta ponsel Excel nggak ??"
"Nggak boleh "
"Kenapa?"
"Nanti kamu telfon teman-teman mu dan kabur dari sini"
"Pa Kalau Excel Emang mau kabur?? meskipun tanpa ponsel pun Excel bisa kabur Pa"Ucapan Excel membuat Tuan Brata tercenung.Ia bermonolog jika apa yang dikatakan putrinya itu memang benar.Karena Excel itu adalah gadis yang cerdik,jadi dia bisa saja keluar jika ia mau.
"Baiklah...nanti Papa kirim lewat ekspedisi, karena Papa tidak bawa ponsel Excel sekarang "
Excel mengangguk setuju.
Disaat itu kedua bola mata Excel membulat ketika menangkap dua sosok berjalan dengan mesrahnya.Tuan Brata pun sama,dan beberapa orang yang lalu lalang melihat mereka sama-sama terkejutnya.
Namun Ba'im dan Abdillah sama sekali tidak perduli, mereka berjalan beriringan dengan tangan bertaut mesrah.Sesekali Abdillah mencium tangan Ba'im dengan hangat.Dan Ba'im membalasnya dengan senyuman yang mengembang.
"Ustadz..."seru Excel dengan tangan terpacak di pinggang.Ba'im menoleh begitupun si Lekong.Abdillah semakin mempererat pelukannya begitu melihat Excel .
"Ada apa ??"tanya Ba'im datar.Excel tak menjawab,ia justru berusaha melerai genggaman tangan dua pria itu.
"Iihhh apa-apaan sih ?"Abdillah berontak.Tapi Excel justru mendorongnya sampai terjungkal.
"Hey...tahu diri dikit kenapa ??ini kawasan beradab,tidak tahu malu bermesraan dengan sesama laki-laki"
"Ba'im ...."Abdillah merengek manja dengan tangan terulur.Ba'im berdecih kepada Excel ,ia pun mengulurkan tangannya untuk menolong Abdillah.Namun Excel tak membiarkannya,ia menepis tangan yang bertaut kembali itu Membuat Abdillah terduduk di tanah kembali.
"Ex!!!!"Ba'im membentak keras,
"Apa?? tidak terima ??"Excel melawan tatapan berang yang dilemparkan Ba'im kepadanya.
"Kau sudah melampaui batas Excel !!!"
"Lalu??tingkahmu ini apa namanya ??Apa itu benar ???Apa itu normal ???"
"Itu urusan ku!!!Kau bukan siapa-siapa ku?jadi jangan ikut campur urusan ku,paham!!!"Ba'im menegaskan ucapannya.
"Aku akan adukan kepada Tante"Ancam Excel .
"Terserah!!!"
Abdillah sudah berdiri kembali dengan sendirinya.Ia melengos dan bergelayut manja kembali ke lengan Ba'im .
"Ba'im aku lapar..."rengekannya sangat membuat Excel meluat.
"Baiklah...ayo kita pergi sekarang "jawab Ba'im begitu lembut dan hangat.Kedua pasangan sesama jenis itu pun berlalu begitu saja tanpa memperdulikan Excel dan yang lainnya.
Excel geram sampai menghentakkan kakinya beberapa kali, tangannya mengepal kuat.
"Ex..."Tuan Brata memanggil putrinya,Excel menoleh.
"Apakah itu semua benar ??"
"Tidak Pa ..Ustadz tidak begitu orangnya,dia sedang tidak sadar sekarang"Tatapan mata Excel terus tertuju ke arah kepergian Ba'im .
"Kamu yakin??"Tuan Brata terlihat ragu.Excel mengangguk yakin...
Akhirnya Tuan Brata berusaha untuk percaya kepada keyakinan putrinya itu.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Setelah Tuan Brata pulang,Excel segera kembali ke kediaman keluarga Muhammad Ibrahim.Ia ingin memberi tahu tentang apa yang tadi ia alami kepada Seruni ataupun siapapun anggota keluarga yang lain.
Begitu masuk,Excel tak menjumpai siapapun.Mbok Indun pun tak terlihat dimana-mana.
"Pada pergi kemana sih?"Excel jadi kesal sendiri.Matanya dengan jeli memperhatikan ke sekeliling.
GLUDAK GLUDUK GLUDAK GLUDUK GLUDAK GLUDUK.
Excel kaget,bunyi apa itu??
Pendengarannya di pertajam mengikuti arah suara.Ternyata suara itu berasal dari kamar Ba'im .
Karena penasaran ,Excel ingin melihat ke dalam kamar.Dan kebetulan sekali, ternyata kamarnya tidak terkunci.
Lekas Excel membukanya,ia terpana melihat sesuatu yang di luar nalar.Lemari baju Ba'im bergerak seperti sesuatu ingin keluar dari dalam.Gerakannya aneh, sampai lemari itu sedikit terangkat dan terbanting.
Namun bukan Excel namanya jika tidak ingin mengetahui sesuatu yang aneh.Meskipun ia punya rasa takut dengan makhluk-makhluk tak kasat mata.Tapi naluri ingin tahu nya sangat lah kuat.
Sampai pada akhirnya,Excel membuka perlahan pintu lemari yang terkunci dari luar itu.Dan kunci itu sendiri dibiarkan menggantung di daun pintu seperti pada umumnya.
"Ah!!!"Excel kaget,ia melompat ke belakang begitu sesuatu melompat ke arahnya.Sebuah benda terbungkus kain hitam melompat keluar.Dan benda tersebut menggelepar di lantai seolah-olah ingin keluar dari bungkusannya.