
Setelah membuat temu janji dengan kuasa hukumnya, Steven meminta bantuan untuk bisa bertemu dengan semua dewan direksi Perusahaan.Ia akan melancarkan rencananya bersama dengan Seruni.
Dan dihari itu juga, sekitar pukul 2siang Steven diminta untuk datang ke Kantor.Ia pun menyanggupi dan segera menghubungi Seruni untuk bersiap.
Gadis itu langsung one time menunggu Steven untuk menjemputnya.
*
Setibanya di depan Kantor PT CEMPAKA SENTOSA, Steven memberikan lengannya untuk ditautkan.Seruni tersenyum,ia pun menautkan tangannya ke lengan Steven.Keduanya berjalan beriringan seperti layaknya pasangan yang saling jatuh cinta.
"Al..."Seru Caroline saat dia membuka pintu ruang kerja Aldo.Pria itu menoleh hampir bersamaan dengan sang Ibu.
Caroline langsung ciut begitu tahu jika Ny.Rindiani ada diruangan itu juga.
"Ada apa Car?"tanya Aldo.
"Kalau mau masuk ruangan orang ya ketuk pintu dulu,jangan main langsung nyelonong aja.Kayak nggak pernah diajari aturan"sindir Ny.Rindiani tanpa mau menatap Caroline.
"Maaf Tante"Caroline sedikit membungkukkan badannya.Ny.Rindiani meleyot.
"Ada apa Car?"sekali lagi Aldo bertanya.
"Ternyata berkumpulnya dewan direksi hari ini karena Steven datang"
Ny.Rindiani tersentap kaget,begitu juga dengan Aldo.
"Stev datang ???mau apa? untuk apa?"Ny.Rindiani begitu panik.Caroline menggeleng pelan..
"Saya tidak tahu pasti,tapi dia tidak sendiri "
"Sama siapa?"tanya Aldo cemas.
"Sama gadis yang semalam itu "
"Nona Seruni ?"Bola mata Aldo hampir melompat keluar
"Seruni ahli waris Mitra Medical ??"Ny.Rindiani menimpali,Aldo mengiyakan.
"Kok bisa??kok bisa mereka kenal?"Wajah Ny.Rindiani sudah menegang.
"Aldo nggak tahu Ma...tapi semalam kami tidak sengaja bertemu di depan restoran, Mereka terlihat sangat intim sekali"
"Gawat!!! jangan-jangan Steven mau mengambil alih perusahaan"
"Masak sih Tante??"Caroline tak percaya.
"Dia datang kemari dengan membawa Seruni, berarti dia sudah menunjukkan taringnya"
"Bahaya nih Ma... kalau sampai Steven merebut kembali perusahaan ini kita nggak bakalan dapat apa-apa Ma"
"Ini juga salah mu Al, kenapa kamu malah selingkuh dengan perempuan itu?Steven pasti sakit hati dan sekarang dia ingin membalas semuanya"
Aldo saling beradu pandang dengan Caroline.
"Sekarang ada dimana Ibumu?"tanya Ny.Rindiani kepada Caroline.
"Dia sedang menyapa mereka,,,,"
"Cepat panggil dia untuk menemui ku, kita harus bersatu untuk menentang hal ini.Apapun itu..."titah Ny.Rindiani.
Caroline mengangguk,ia pun segera pergi keluar mencari Ibunya.
*
"Wah...siapa lagi ini?"
Steven tersenyum menyambut sapaan Ibu dari Caroline.
"Dia calon istri saya Tante"
"Calon istri?? yang kemarin, yang katanya udah hamil duluan itu kemana?"
Seruni mengernyitkan keningnya ,
"Ada....ada dirumah Tante"
"Hah?Di rumah ?? maksud kamu poligami?"
Seruni tersenyum...
"Maaf nyonya, tolong perkenalkan saya dulu. SAYA Seruni ahli waris sah dari Mitra medical, sekaligus calon istri dari Dokter Steven"Seruni mengulurkan tangannya,Lawan bicaranya terlihat kaget.
"Ahli waris dari Mitra medical ??"
"La-lalu?"kalimat yang akan terucap tercekat di tenggorokan.
"Kalau yang Nyonya maksud adalah wanita hamil yang tinggal di rumah dokter Steven itu adalah istri dari kakak saya dokter Rehan Okta Ibrahim. Dia sedang mengalami Hilang ingatan dan kebetulan dirawat oleh dokter Steven"
"Ja-ja-jadi"Ibu Caroline semakin panik.
"Iya Tante... Apa yang dipikirkan oleh Tante itu benar. Saya tidak pernah selingkuh dari Caroline ,jika tante ingin tahu apa penyebab kami memutuskan pertunangan ? Silahkan tante tanyakan sendiri kepada Caroline karena dia lebih tahu"
"Ayo sayang kita sudah terlambat "Ajak Seruni dengan suara manja.Steven mengangguk, keduanya pun melangkah pergi meninggalkan Ibu dari Caroline.Pada saat itu Caroline baru saja muncul,ia terpaku melihat kemesraan Seruni dan Steven.Rasa sakit meremukkan hatinya.
Dengan sengaja Seruni mengulum senyum menyapa saat ia melalui Caroline.Namun mantan tunangan dari Steven itu hanya terpaku dengan mata yang mengekori langkah mereka.
"Sayang...."Ibu Caroline menghampiri "Ternyata Steven tidak selingkuh sayang, kamu gegabah langsung cemburu buta hingga membuat Steven memutuskan pertunangan kalian . Ternyata perempuan hamil yang berada di rumah Steven itu bukan selingkuhan Steven"
"Yang bilang Steven selingkuh siapa Ma?"
"Loh Mama pikir kalian putus karena kamu melihat ada perempuan hamil di rumah Steven?"
"Jadi Mama datang menemui Steven?kapan?"
"Kemarin ??Tapi...."
"Tapi kenapa Mam?"
"Niat hati ingin memarahinya ,tapi justru Steven menyudutkan Mama dengan masalah pertengkaran Mama dengan Rindiani.Steven tahu semua apa yang kami perdebatkan...dia tahu kalau Mama menginginkan warisan "
"Mama ..."Caroline meraup wajahnya,ia benar-benar malu.
"Yaaa Maaf...Mama nggak tahu..."
Caroline benar-benar kesal,tapi ia masih berusaha menahannya.
"Ya udah ayo ikut Caroline Mam... Tante Rindiani ingin bertemu Mama"
"Mau apa dia ketemu sama mama?"ucap Ibu Caroline dengan nada ketus.
"Ma... sekarang Bukan saatnya musuh-musuhan ,sekarang kita harus bersatu. Kalau tidak ?Steven bisa merebut perusahaan ini kembali dan kita tidak bisa mendapatkan apa-apa. Iya dulu aku masih menjadi tunangan Steven kita menang kalau Steven merebut kembali perusahaan ini, tapi sekarang Steven sudah bersatu dengan ahli waris dari Mitra medical"
"Ohhh gadis itu...gadis yang bersama Steven "Ny.Laura baru menyadarinya.
"Iya Ma ..dia"
"Ya udah...Ayuk..."Ny.Laura menarik tangan putrinya menuju ruangan yang dimaksud.
___
Steven duduk dengan gelisah di satu ruangan tertentu ,ia diminta untuk menunggu di sana oleh Kuasa hukumnya. Sementara menunggu para dewan direksi berkumpul di ruang rapat.
Seruni menyadari kegelisahan yang terpancar di raut wajah Steven. Dengan lembut ia menggenggam tangan Steven yang dingin.
"Jangan panik...kamu harus rileks... kalau kamu panik kamu akan ngeblank. Nanti kamu pasti akan mendapatkan perlawanan dari mereka-mereka yang menginginkan perusahaan mu"
Steven mengangguk disertai senyuman.
"Terimakasih..."
"Terimakasih untuk apa?"
"Karena kamu mau bantu aku"
"Aku sudah biasa kok,,,,"
"Biasa apa?"Kening Steven berkerut.
"Yah biasa nolong orang begini"
"Menjadi kekasih bo-ongan ??"
"Hah???"Seruni melongo lalu tertawa lepas.
"Kamu lucu banget sih mukanya...."
Steven merasakan wajahnya meriak hangat.
"Jangan cemburu ya sayang...aku nggak akan neko-neko kok "Seruni menirukan gaya bicara Steven tadi pagi sembari mencubit pipi Steven.Pria itu semakin merona merah saja.Ia mempererat genggaman tangannya.
"Tuan Muda..."Kuasa hukum Steven muncul.
"Sudah saatnya anda keluar..."ia menganggukkan kepalanya.Steven pun membalas mengangguk.
"Ayo..."Ia menarik tangan Seruni ,si gadis pun menurut patuh.Mereka digiring oleh sang Kuasa Hukum menuju ruang rapat yang sudah dihadiri oleh semua Dewan direksi.