
Saat adzan Maghrib berkumandang,Wanda mengajak Excel untuk melakukan sholat berjamaah.
"Kayaknya baru saja deh kita melakukan shalat, sekarang mau shalat lagi?"
"Iya Excel ... kita wajib melakukan shalat lima waktu. Jadi dalam sehari kita harus melakukannya sebanyak 5 kali. Emangnya kamu nggak pernah shalat ?"Wanda menjelaskan dengan sabar.
Excel menggeleng pelan.
"Tapi waktu masih sekolah dasar sih aku diajarin, cara doa-doanya, bagaimana bacaannya, praktikalnya gitu. Tapi kalau menjalankannya sih...aku enggan banget"jawab Excel Jujur.
"Nah Mulai sekarang kamu harus belajar melakukannya secara rutin. Agar hati dan jiwa kamu tuh tenang.."
Excel mengedikkan bahunya,ia bangkit mengambil mukena yang Wanda tadi simpan kan di lemarinya.
"Eh...ayo sholat.."Ajak Excel kepada seorang temannya yang masih terlihat santai membaca buku.
"Aku cuti hari ini"Jawab teman Excel enteng tanpa menoleh.
"Hah??cuti??emang boleh ??"Excel jadi bingung sendiri.
"Ya boleh lah... perempuan kan spesial"
Excel tercenung, tiba-tiba ia berlari kecil keluar kamar menyusul Wanda .
"Kak Wanda aku cuti hari ini"seru Excel .Wanda yang baru saja memakai sandal keheranan.
"Cuti?? Emang kamu lagi PMS?"tanya Wanda .Excel menggeleng..
"Excel yang nggak boleh cuti dong kalau kamu nggak PMS..."
"Oh jadi yang cuti itu perempuan yang lagi PMS??"
"Udah ayo cepat buruan Excel.... salat Magrib waktunya cuma sebentar, lagian juga hari ini jadwalnya Ba'im yang menjadi imam"
"Ohya??"wajah Excel langsung berbinar-binar bahagia.Wanda mengangguk pasti, tanpa membuang waktu,Excel segera memakai sendal jepitnya menyusul langkah Wanda.
___
Benar saja, saat salat magrib Muhammad Ibrahim yang menjadi imam. Tapi sayang Excel tidak kebagian shaf pertama. Malah dia berada 3 baris di shaf terakhir.
Saat sholat usai dan disusul dengan zikir bersama,Excel berdiri di atas lututnya celingukan mencari sosok Ba'im di barisan depan.Ia tersenyum tipis meskipun hanya bisa melihat ujung kopiahnya saja.
Wanda menarik ujung mukena Excel agar gadis itu duduk.Excel menolak,Wanda menariknya lagi.Kali ini lebih kuat membuat gadis itu terduduk.
"Apaan sih Kak??"Excel kesal sekali.
"Kamu jangan gitu ,malu diliatin orang. Kalau kamu mau melihat Tuan Muda? nanti jangan sekarang"Wanda mendekatkan suaranya ke telinga Excel . Akhirnya Excel manut,tapi masih saja sesekali menjulurkan kepalanya agar lebih tinggi dari yang lain.
Usai doa bersama, seperti biasa semua santri melakukan murottal bersama-sama sembari menunggu waktu sholat isya.
Wanda mengambilkan Excel Mushaf Al-Qur'an dan membawanya menyatu dengan kelompoknya.Excel hanya celingukan saja, karena ia belum pernah belajar mengaji sebelumnya.
Wanda dengan sabar membimbing Excel ,tapi karena memang Excel bodoh dalam hal ini.Ia menggaruk kepalanya yang tidak gatal.
"Kamu ikuti saja dia membaca dan perhatikan ayat-ayat ini"
Excel bangkit dengan tiba-tiba,ia mendekap mushaf Al-Qur'an didadanya lalu berjalan menuju ke arah depan.Wanda terpana melihat sikap Excel yang tiba-tiba begitu.Ia memanggil anak didiknya namun tak diindahkan.
Excel menghampiri Muhammad Ibrahim yang tengah mendekte salah seorang temannya yang sedang mengaji.Ia langsung duduk tanpa permisi disamping Ba'im . Membuat semua orang yang berkelompok dengan Ba'im kaget,teman Ba'im yang mengaji pun turut menghentikan bacaannya.
Ba'im memperhatikan gadis itu dengan tatapan heran, sementara gadis itu hanya tersenyum saja.
"Ada apa Dek?"tanya Ba'im lembut.Disapa begitu Excel sudah merasa melayang-layang.Ia semakin tersenyum manis.
Ba'im semakin heran karena yang ditanya malah senyam-senyum tak karuan.Ia memberi kode kepada teman-temannya yang dibalas dengan bahu terangkat.
"Dek..."sapa Ba'im lagi ,Excel mengangkat alisnya.
"Adek kenapa?dan mau apa datang kemari ?"
Excel membuka mushaf Al-Qur'an yang didekapnya.Ia menunjukkan kepada Ba'im .
"Aku mau belajar ngaji"ucap Excel .
"Belajar ngaji??"
"Apa kamu bagian dari anak asrama disini ?"
Excel mengangguk lagi.
"Dimana Kakak penjaga mu?"
Excel menuding ke bagian belakang yang jauh disana.Ba'im mengikuti dengan matanya kemana tangan Excel menunjuk.
"Kenapa tidak belajar dengan Kakak penjaga mu ?"
"Nggak ngerti,dia ngomong apa saya nggak ngerti "
Ba'im tercekat, kembali ia menatap teman-temannya.Mereka hanya tersenyum saja.
"Adek...bukan aku tidak mau mengajarimu, tapi kamu punya kakak penjaga yang akan membimbingmu. Lagi pula kita ini laki-laki dan perempuan yang bukan muhrim "
"Emangnya belajar ngaji harus ada kontak badan gitu?kan nggak Tuan Muda "bantahan Excel membuat Ba'im tak berkutik.Ia langsung kehilangan kata-kata.
"Tolong ajari saya ya tuan muda"Pinta Excel .
"Kenapa harus aku??"
"Karena kalau gurunya ganteng ,otak ini cepat nangkep sama pelajaran"Jawab Excel sekenanya, membuat teman-teman kelompok Murottalnya Muhammad Ibrahim jadi tersenyum lucu.
"Kalau aku tidak mau ?"
"Harus mau,kan hukumnya wajib.Dan akan berdosa jika Tuan menolak seseorang yang ingin belajar Alquran"Excel bicara seolah-olah banyak tahu tentang semuanya.
Ba'im tersenyum tipis, ia mengalihkan pandangannya ke sekeliling Musholla.
"Baiklah...aku akan mengajari mu.Sekarang buka halaman mana yang ingin kamu pelajari"
"Hah??-"Excel melongo.
"Cepat...!!!"hardik Ba'im tegas.Excel gegas membuka mushaf Al-Qur'an nya.Ia buka sembarangan saja, karena ia memang sangat bodoh dalam hal Al- kitab.
"Ini"Excel menunjuk sembarangan saja.
"Cepat baca"titah Ba'im .Excel terdiam,ia kebingungan sendiri.Menoleh ke kanan dan ke kiri,tak tahu ia harus membaca mulai dari mana dan apa bacaannya.
"Kamu dengar apa kata gurumu inikan?"Ba'im memojokkan mental gadis itu.
"Aku...???aku..??Aku ingin belajar karena tidak tahu.Untuk apa aku ingin belajar kalau aku sudah tahu"Bantah Excel .
"Maksud mu??kamu tidak bisa baca Alquran ??"
Excel mengangguk tanpa malu,meskipun ada beberapa santri putra dan putri yang melihatnya tertawa mengejek.
"Kalau begitu kamu jangan bawa Alquran kehadapan ku.Tapi bawa iqra'.."
"Iqra'???apa lagi itu?"Excel bertanya dengan polosnya.
"HUFFFFFF"Ba'im menghela nafas panjang.
"Sabar..."seorang teman Ba'im menepuk pundak pria itu.
"Kau umur berapa ??"tanya Ba'im kepada Excel .
"Hampir 17 tahun"
"Dan tidak bisa sama sekali baca Alquran ??"
Excel mengangguk cepat.
"Bagaimana orang tuamu mendidik mu??Mengeja Alquran saja kau tidak tahu?"suara Ba'im mulai meninggi, semakin memancing perhatian para santri.
Excel tertunduk malu.
"Lebih baik kau ikut sekolah Tartil khusus anak-anak,baru nanti kalau sudah lulus temui aku"ucap Ba'im tegas.Ia bangkit lalu pergi meninggalkan Excel ditempat itu.
Excel menatap punggung pria yang dipujanya dengan sendu.Hatinya kecewa terhadap dirinya sendiri.Ia pun bangkit dan melangkah dengan wajah tertunduk lesu.