SERUNI

SERUNI
DOKTER PSIKIATER HANTU BAB 60



Seperti biasa,Seruni akan membawa Yas ke ruang kerjanya.Begitu juga dengan Ummi Kalsum,akan diminta untuk menetap di dalam ruangannya.Sehinga lebih mudah Seruni untuk memantau.


Saat akan memulai pekerjaannya, seorang OB masuk mengantarkan kopi susu kesukaan Seruni .


"Makasih Mbak"


"Iya sama-sama Buk"jawab si OB santun.


"Ohya Mbak... emmmm teman mbak yang saya minta untuk membantu saya menjaga Yas, ke mana ya?"


"Yang mana Buk?"


"Yang kemarin bantuin saya jaga Yas,terus saya marah sama dia karena kasar cara kerjanya "


Mbak OB itu terdiam seperti mencoba mengingat.


"Sepertinya Ibu salah orang, soalnya saya sama sekali tidak pernah merasa ada teman-teman saya yang diminta untuk menjaga bayi.Apalagi perintah dari Ibuk,,, kalau pun ada pastinya saya tahu kan?"


Seruni tercengang...


"Mbak serius nih?"


"Iya Buk...saya tidak bercanda "


"Emmm ya udah makasih ya Mbak...."


"Iya Buk saya permisi dulu "


Seruni menjawab dengan anggukan kecil.


"Ini sangat aneh,lalu siapa yang telah menyamar jadi OB?"


Seruni memperhatikan Mbok Sum yang tengah membuat susu untuk Yas.Ia tidak tahu jika Ummi Kalsum sudah menjampi-jampi susu Yas agar bayi itu bisa tertidur.Karena Yas memang bayi yang hampir tidak pernah tidur,tapi dia tidak pernah menangis atau pun rewel.


Dengan percaya diri,Ummi Kalsum menyodorkan botol susu kepada Yas.Dengan cepat Yas mencomotnya.Ummi Kalsum tersenyum penuh arti.Ia melirik Seruni yang sibuk dengan komputer nya.


Tak berapa lama Yas terlihat mengantuk,ia memejamkan matanya.Ummi Kalsum perlahan membuka bedong bayi tersebut.Ia akan mencari jimat itu secara diam-diam.Begitu bedong terlepas...


BROOOT TUUUUUTTTTTTTT BROT


Yas kentut dengan beragam bunyi,Ummi KALSUM langsung pusing karena bau kentut Yas bau sekali.


"He he he he"Yas tertawa lepas, Apalagi saat Ummi Kalsum lemas dan pingsan.Dari saking senengnya,Yas ketawa sampai nendang-nendang.


Kujang saja sempoyongan waktu baru saja muncul di depan Seruni .


"Kujang ???kamu mabuk ??"


"Mabuk kentut"


Bruk!!


Seruni terperanjat melihat Kujang ambruk,ia sudah lemas sekali.Bau menyengat menyerang,Seruni langsung menutup hidungnya.


"Ih siapa sih kentut kok bau ba...."belum selesai Seruni mengucapkan kalimat,ia sudah ambruk.PINGSAN!!


Yas cekikikan,mantra yang diminumnya telat menjadi racun bagi semua orang yang mencium bau kentut nya.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Livia menyeret tubuhnya yang masih lemah menuju ruang kerja Reyhan .Ia berniat mengadukan perbuatan Uzma kepada pria itu.


Akan tetapi begitu ia masuk ke ruangan Reyhan , ternyata Uzma ada disana.Wanita itu tersenyum manis ke arahnya.


"Livia ..."Reyhan terlihat kaget.


"Kamu ada disini ??"


"Aaa iya..."jawab Livia ragu,ia masih melirik Uzma yang stay tersenyum penuh misteri.


"Ayo masuk Liv"


Livia ragu-ragu,tapi ia terpaksa masuk juga.


"Silahkan duduk"Reyhan mempersilahkan,Livia mengangguk lalu duduk berhadapan dengan Reyhan .Uzma menghampiri,ia menyandarkan tubuhnya ke sudut meja didekat suaminya.


"Kamu sama siapa datang ke sini ??apa kamu memang ingin cek kesehatan padaku?"


"Ah tidak Rey,,,aku hanya...hanya ingin menyapa saja.Kebetulan aku baru saja melahirkan "jawab Livia .


"Ohya??? selamat ya Liv...aku turut bahagia mendengarnya "


"Iya...tapi bayiku meninggal "


"Apa?kok bisa begitu ?"


"Entahlah...."


"Karma itu ada sayang,itu saja alasannya "Timpal Uzma.


"Kenapa menatap ku begitu ??bukankah itu benar ??"


"Apa semua ini adalah ulahmu??"balas Livia .Uzma tersenyum tipis saja menanggapi.


"Kenapa kamu bisa menuduh ku?"


"Karena aku melihatmu saat itu"


"Ohya??"


Reyhan celingukan tak mengerti.


"Ada apa ini sayang ?"tanyanya kepada sang istri.


"Dia menakuti ku Rey, sehingga aku tidak bisa melahirkan dengan baik dan mengakibatkan anakku meninggal"Livia menjawab pertanyaan Reyhan sembari bangkit dari duduknya.


"Maksudnya ??"Reyhan bingung kurang memahami.


"Kenapa aku harus menakutimu??atau memang kamu takut padaku ??"balas Uzma tak mau mengalah.Livia menggeretakkan gerahamnya.Nafasnya sedikit naik.


"Tunggu... tunggu...ada apa ini ??aku kurang mengerti dengan maksud pembicaraan kalian"sela Reyhan .


"Kau tidak perlu mengerti sayang,ini urusan ku dengan nya"jawab Uzma tegas.


"Dan Kau Livia !!!"Uzma menuding tepat di depan wajah wanita yang hampir membunuhnya itu


"Jangan kamu pikir semua ini sudah selesai,akan ku pastikan kau merasakan semua yang aku rasakan"


"Apa kematian anakku belum cukup Uzma ??"


"Aku belum puas membalas semua perbuatan mu padaku Liv"


"Apa yang kamu inginkan dariku?'


"Penderitaan mu!!!"jawab Uzma dengan mata merah.


"Sayang...sudah sayang..."Reyhan memeluk istrinya, mencoba menengahi.


"Lepasin"Uzma berontak "Kenapa kamu memeluk ku?hah?kamu ingin melindungi perempuan itu ?"


"Sayang...aku justru ingin menenangkan mu"


"Aku sudah tenang kok .. ngapain harus dipeluk-peluk segala"bantah Uzma .


"Rey... sepertinya istrimu kurang waras"sela Livia .


"Diam kau!!!Kau senang suamiku membelamu?"


Reyhan melangkah mendekati Livia,lalu tanpa disangka ia menampar pipi sahabat nya itu.Kedua wanita itu terhenyak kaget,tapi perasaan mereka berlawanan.Uzma tersenyum tipis melihat Reyhan menampar Livia .Sedangkan Livia merasakan sakit didalam dadanya.


"Ka-kau menampar ku Rey?"


"Itu untuk balasan karena telah menculik Uzma dariku"


Livia membulat kan matanya.


"Mulai sekarang jangan pernah menampakkan wajahmu dihadapan ku lagi.Kalau tidak??aku bisa membunuhmu Liv"


Livia tidak bisa berkata apa-apa lagi, yang ia rasakan wajahnya panas dan hatinya sakit.Akhirnya dengan langkah pelan,Livia keluar dari ruangan Reyhan .Bekas tempat ia bekerja dulu.


Uzma langsung meluruh memeluk suaminya,ia terharu dan rasa Kecewa dihati nya terhadap sang suami berangsur hilang.


Reyhan pun membalas pelukan istrinya, berkali-kali ia mencium pipi sang istri penuh kasih.


Sebenarnya ia terpaksa menampar Livia , karena ia ingin menuntaskan rasa sakit dihati sang istri.Karena jika ia tidak melakukan apa-apa,Uzma pasti mengira ia melindungi Livia .Dan rasa sakit itu akan bertambah.


*


*


Steven kaget melihat istrinya terkapar pingsan di lantai,begitu juga dengan sang baby sitter.


"Sayang..."Steven langsung mengangkat tubuh istrinya ke atas sofa.Setelah itu ia meletakkan bantal dibawah kepala Ummi Kalsum yang pingsan.Steven tidak tahu jika Kujang juga lemas tak berdaya.Ia melewati begitu saja tubuh Kujang dan memeriksa keadaan Yas.


"Woooi tolong aku juga dong...aku lemes banget nih"


Kujang melambaikan tangannya dengan sisa-sisa tenaganya.


"Syukurlah Yas baik-baik saja"


Baby Yas tersenyum manis tanpa dosa.


"Kenapa mereka semua pingsan?"


"Aku diracun Om..jadi kentutku pun beracun "Jawab Yas namun hanya menggema dalam hati.


Terlihat jemari Seruni bergerak,bola matanya berputar dibalik kelopak matanya.Ia mulai siuman.