
"Kamu tadi meminta ku datang ada apa sayang ??"
Usai menutupi diri dengan pakaian rapi, keduanya duduk berhadapan di meja kerja Excel .
"Emmm"otak berputar kembali mengingat yang terjadi.Excel terdiam,tadi sebelum Ba'im datang.Ada Dokter Syahrul datang... kemana dia??
"Emmm kamu tadi ketemu Dokter Syahrul nggak ??"
"Kenapa?"air muka Ba'im langsung berubah.
"Seingat ku tadi dia datang meminta maaf atas kelancangannya yang mengadukan kita bermesraan itu loh..."
Ba'im manggut-manggut saja.
"Dan aku meminta kamu datang untuk membicarakan masalah tentang Dokter Syahrul juga..."
"Emang kenapa dia?"
"Tadi...aku kedatangan sosok yang aku kenal, dia suster di sini, namanya suster Rani. Suster Rani menunjukkan video bahwa dirinya punya hubungan khusus dengan Dokter Syahrul. Terus di video itu juga menampakkan Dokter Sahrul ternyata sudah membunuh Suster Rani. Aku sih Nggak sadar Suster Rani itu ada atau enggak ada .Cuma kejadian Itu nyata, makanya aku minta kamu datang ke sini. Aku sekarang terlalu males untuk mengurus hal yang begituan ,Jadi aku minta bantuan kamu Mungkin ada satu cara untuk mengungkap kejahatan Dokter Syahrul"
Ba'im diam sejenak.
"Mana Video itu...?"
"Lah itu masalahnya, video yang aku tonton itu ada lah dari memori otak arwah Suster Rani, dia timbul dengan sendirinya di komputer aku .Jadi aku nggak punya video itu, kalau aku punya ngapain Aku minta bantuan kamu? udah aku serahin sama polisi dong"
Ba'im manggut-manggut.
"Apa mungkin di handycam itu ada video itu??"pikir Ba'im .
"Kata arwah suster Rani,semua bukti-bukti sudah dilenyapkan oleh Dokter Syahrul .Jadi kita harus buat bukti yang baru"
"Caranya ??"
"Hipnotis dia"
Ba'im tersenyum
"Kenapa kamu tidak lakukan sendiri ?"
Raut wajah Excel langsung mendung.
"Kalau kamu tidak mau membantu ya sudah..."Excel bangkit dari duduknya.Ia melangkah ingin keluar saja.Namun Ba'im menariknya hingga jatuh ke pangkuannya.
"Lepasin!!"Excel berontak,tapi Ba'im mengungkungnya dalam pelukan.
"Iya sayang aku bantuin..."
"Barusan nggak mau"balas Excel ketus.
"Siapa yang bilang nggak mau??!"
"Barusan..."
"Udah ah..yuk kita susul Reyhan .Bunda ingin sekali ketemu kamu"
Excel tersenyum lalu mengangguk.
___
Disepanjang melewati koridor Rumah sakit,Excel merasa tak nyaman sekali dengan pandangan orang-orang yang berpapasan dengannya.
Namun pelukan Ba'im di pinggangnya membuat ia sedikit tenang.Pada akhirnya suster Anna berpapasan dengannya.
"Dokter ???"
Excel menautkan kedua alisnya,
"Iya Sus??"namun dibibir nya tetap tersungging senyuman.Suster Anna melihat Ba'im dengan segan,ia seperti merasa tidak nyaman.
"Suster Anna...ada apa?"sekali lagi Excel bertanya.Suster Anna mendekat lalu membisikkan sesuatu di telinga Excel .Raut wajah Excel langsung mengeras,bola matanya seperti hendak melompat.
"Maaf ya Dok...tapi???"Suster Anna menggantung kalimatnya.
"Nggak apa-apa Sus... justru saya makasih banget udah mau bilang sama saya"
"Sama-sama Dok..."
"Ayo sayang..."Ba'im meraih lengan Excel namun wanita itu menepisnya.
"Aku harus menemui seseorang dulu"Excel melangkah pergi meninggalkan Ba'im ,namun pria itu mengejarnya dan menghadang langkah Excel .
"Tidak perlu sayang..."
Excel mengernyitkan keningnya
"Tidak perlu?kamu tahu apa yang terjadi dengan ku?!!"
"Aku tahu sayang"
"Sayang... dengarkan dulu"
"Aku tidak mau dengar apapun dari kamu... jangan-jangan apa yang kamu lakukan tadi adalah pelampiasan "pikiran Excel mulai menghitam.
"Sayang... jangan mikir yang macem-macem,mereka beranggapan kamu telah melakukan sesuatu dengan bajin9an itu.Tapi sebenarnya tidak...kamu tidak melakukan itu sayang"Ba'im menaikan tone control suaranya agar Excel bisa mendengar kan ucapannya.
Dan hal itu bukan hanya Excel yang dengar,tapi beberapa suster yang lalu lalang termasuk Suster Anna.
"Maksudmu ??"
"Aku datang tepat waktu ,dan menggagalkan rencana bajin9an itu untuk memperkosa kamu"
Excel terpana??ia tak percaya bahwa itu benar.
"Ini buktinya "Ba'im menyerahkan handycam yang ia simpan di tasnya sejak tadi.Excel menerimanya,dan langsung me- play videonya.Tangan Excel refleks menutupi mulutnya.Kedua netranya berkaca-kaca.
"Bangs4t...Ahhh .."Excel melempar handycam itu ke lantai,Ba'im sigap mengambilnya.Untung tidak kenapa-napa.
Excel begitu histeris ,ia memeluk tubuhnya sendiri.Merasa jijik karena ia telah digerayangi oleh laki-laki yang menurutnya sangat kurang 4jar sekali.
"Sayang...sayang tenang sayang..."Ba'im menarik Excel kedalam pelukannya.
"Dia--dia menyentuhku...aku jijik"Excel tidak bisa untuk tidak menangis.Ia tersedu-sedu dalam pelukan Ba'im .
"Iya sayang...aku juga jijik sekali kepadanya,Dokter Dirga sudah pun memecatnya"
"Om??Om Dirga tahu hal ini??"
Ba'im mengiyakan.
"Tapi aku tidak puas kalau dia hanya dipecat.Aku akan melaporkannya ke polisi..Ayo!!"Excel melepaskan diri dari pelukan pria itu,lalu menariknya untuk ikut pergi bersama nya.
Ba'im menurut saja,karena jika ia menolak pasti akan muncul argumen-argumen dari wanita itu yang tidak masuk akal.
___
Excel memang tidak main-main ,tak sampai 12 Jam Dokter Syahrul sudah ditangkap oleh polisi dengan kasus percobaan pemerkosaan.Dengan ancaman hukuman 10tahun penjara dan denda 2Miliar rupiah.
"Gimana ??udah lega??"tanya Ba'im sambil mengemudikan mobilnya.Excel tersenyum tipis..
"Makasih ya..."
Ba'im menjawabnya dengan seulas senyum.
"Sekarang kita langsung ke Reyhan ya?"
Excel mengangguk setuju.
.
.
.
Setibanya di Yayasan,Ba'im melihat adiknya Ismail berdiri di luar pintu sambil mengintip ke dalam.
"Kenapa dengan Ismail ??"Tanya Excel sambil lalu membuka seatbleat .Ba'im mengedikkan bahunya,keduanya keluar dari dalam mobil hampir bersamaan.
Excel menepuk pundak Ismail dari belakang, membuat pria itu kaget.
"HUFFFFF...kamu mau bikin aku kena serangan jantung ??"gerutu Ismail kesal.
"Sorry..."Excel minta maaf sambil menahan tawa.
"Sorry sorry "Sungut Ismail .
"Ada apa ?"tanya Ba'im kepada adiknya.
"Bunda sama Ayah tengkar"
"Kok malah ngintip ??kenapa nggak dilerai ??"
"Takut aku Kak...Bunda benar-benar marah"Ismail memberikan alasan.
"Isyyyy"
Ba'im melangkah masuk ke dalam , diikuti oleh Excel di belakangnya.Ismail juga mengekor.
"Sekarang kamu pilih Mas...aku yang pergi??!atau kamu yang pergi?!!"suara Seruni bergitu menengking tinggi.Pantas Ismail takut sekali.
"Sayang jangan begitu,,,aku sudah bilang,aku akan menceraikannya segera"
"Aku minta sekarang Mas!! cepat telfon dia dan ceraikan sekarang!!!"Seruni mengeluarkan perintah yang tidak bisa ditawar.
"Iya sayang...Ok..aku akan telfon dia sekarang"Roy tidak punya pilihan lain.Dengan setengah hati ia menuruti kemauan istri pertamanya itu.