
Seruni berjalan-jalan di area sekolah yayasan Darul Islam.Disini sekolahnya siang hari selepas sholat Dhuhur,dari setingkat SD,SMP,DAN SMA.Kalau pagi jadwal mengkaji kitab kuning, selepas Maghrib jadwal murottal bersama.
Seruni terdiam didepan sebuah kelas yang mana tengah menerima pelajaran dari ustadz Mukhlis.Seruni memperhatikan ustadz muda itu diam-diam.Gadis itu merasakan pesona lain dari ustadz tersebut,entah apa itu?Ia memukul keningnya sendiri.Tapi pas buka mata si ustadz muda sudah berdiri di depannya.Spontan Seruni kaget bukan sampai mundur beberapa langkah ke belakang.
Pria itu tersenyum manis sekali....
"Sedang apa Neng?"Tanya ustadz Mukhlis begitu merdu.
"Aa..emmm jalan-jalan saja"Jawab Seruni penuh rasa canggung.
"Ohhh...Kalau mau lihat saya mengajar masuk saja"Ucap ustadz Mukhlis santun.
"Ah tidak.... terimakasih"Seruni melambaikan tangannya ,lalu ia menganggukkan kepalanya sebagai kode etik permohonan undur diri.Ustadz Mukhlis membalas dengan anggukan kepala pula.
Seruni melangkah cepat tanpa menoleh ke belakang lagi.Ia pergi ke arah dapur untuk sekedar bantu-bantu kesibukan disana.
"Eh ini toh tunangan Tuan Muda"Seru Muhibbah seorang petugas yang memang selalu menyiapkan makanan untuk semua para anak panti.
Seruni tersenyum,ia duduk di balai-balai bambu yang cukup besar.Saat itu Muhibbah terlihat sibuk mengaduk sayur.
"Ada yang bisa saya bantu?"Tanya Seruni .
"Ohhhh ya, tolong tempe itu dibalik ya.Kayaknya sebelah sisinya sudah matang"Pinta Muhibbah.Seruni mengangguk patuh,ia pun bertindak sebagai yang mengurus goreng menggoreng.
"Mbak sapa namanya kalau boleh tahu?"Seruni bertanya lagi.
"Nama saya Muhibbah, panggil saja Kak Mu"Jawab Muhibbah.
"Kalau Neng sendiri siapa namanya?"
"Seruni ... panggil aja Uni"Balas Seruni
"Ohhh Neng Uni...habis dari mana barusan?"
"Emmm itu jalan-jalan liat-liat suasana sekolah"Jawab Seruni.
"Udah ketemu calon suami saya belum?"
"Calon suami?siapa?"Seruni sangat penasaran.
"Ustadz Mukhlis"Muhibbah cengengesan.
"Ohhh itu,yah tahu..itu tunangan Kak Mu?"
Muhibbah mengangguk yakin.
"Waaahhhhh cocok cocok!!"Seruni mengacungkan jempol membuat Muhibbah tersenyum malu-malu.
"Kami sama-sama anak asuhan senior, seumuran lah sama Tuan Muda.Teman-teman kami yang sejajar udah pada menikah,ada yang udah punya anak.Anak juga yang jadi pengusaha kecil-kecilan.Hanya kami berdua saja yang menetap disini,dan rencananya kami akan tetap disini selamanya.Mengayomi anak-anak yatim yang senasib dengan kami"
"Mulia sekali cita-cita Kak Mu"Puji Seruni . Muhibbah tersenyum tipis.
"Neng sudah lama yang tunangan sama Tuan Muda?"Pertanyaan Muhibbah membuat Seruni bingung harus menjawab apa?Karena memang dia belum punya hubungan SE resmi yang diceritakan oleh Roy.
"Neng..."
"Ah iya...."Suara Muhibbah membuat Seruni agak sedikit gugup.
"Emmmm kami dekat sudah lama,pas waktu masih kuliah dulu.Tapi pernah putus karena ada sedikit masalah.Terus beberapa bulan yang lalu,kami nggak sengaja ketemu lagi.Ternyata perasaan kami tetap sama"
"Oooooooo so sweet..."
Seruni tersenyum melihat ekspresi Kak Mu.
"Kalau kisah cinta Kak Mu sendiri dengan Ustadz Mukhlis gimana?"Sambung Seruni .
"Saya sendiri sangat menyukai Mukhlis,dia tampan,beradab,santun,pokoknya perfect.Tapi Mukhlis biasa saja,mungkin itu memang sifatnya begitu"Muhibbah tanpa segan mencurahkan isi hatinya.
"Apakah Ustadz tidak pernah mengatakan perasaannya?"Tanya Seruni , Muhibbah menjawab dengan gelengan kepala.Seruni jadi berpikiran hal yang kurang baik,kata Muhibbah ustadz Mukhlis dingin.Tapi tadi kok ramah sekali,malah ngajak Seruni bercanda dengan menawarkan untuk masuk ke dalam kelas?Aneh???
"Uni.. tolong bantu saya nyiapin makanan ini nanti ya,,,selepas sholat ashar para anak yatim akan bergerombol minta makan"
"Ohhh baik Kak,dengan senang hati"Jawab Seruni semangat.Muhibbah jadi senang dengan kehadiran Seruni . Gadis itu meskipun tunangan si empunya yayasan,dia tidak sombong dan sangat ramah.Persis seperti almarhum Ny Desi.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Selepas sholat 'isyak,Seruni langsung pulas tertidur.Mungkin karena kecapean, sehingga membuat ia dengan mudahnya terbuai mimpi.
Suara seperti bola menggelinding membuat Seruni terjaga.Ia mengerjapkan matanya,suara itu sangat jelas terdengar.Bola itu terdengar berat seperti terbuat dari besi.
Ada juga suara gelak tawa anak-anak yang sangat bahagia.Seruni melihat jam ditangannya, Jarum jam menunjukkan angka 1.
"Apa anak-anak jam segini belum juga tidur?"Pikirnya dalam hati.Seruni bangun,ia ingin melaksanakan sholat malam.Berhubung ia sudah terjaga,jadi sayang sekali jika tidak menunaikan ibadah.
Disaat pintu terbuka ,suasana mencekam menyergap badan.Bulu kuduk meremang,angin terasa dingin menusuk tulang.
Seruni melihat ke kanan dan ke kiri, sepi....Terus suara siapa tadi yang ketawa?dan bermain bola?
Seruni melangkah keluar dengan sangat hati-hati,bukan ia takut?tapi khawatir dikagetkan oleh sesuatu yang tiba-tiba muncul.
Kamar mandi ada diujung lorong,jadi ia harus melewati beberapa kamar anak-anak yatim dan juga koridor sekolah.
Seruni terus saja melangkah dengan hati-hati,hingga sesuatu terlihat menggelinding mendekatinya.Gadis itu menahan langkahnya,ia menunggu benda seperti bola tapi berwarna coklat kehitaman sampai di depannya.
Benda itu berhenti tepat didepan Seruni ,gadis itu mencermati benda itu.Tiba-tiba dua bola mata melotot ke arah.
"Astaghfirullah"Seruni yang kaget secara refleks langsung menendang benda itu yang tak lain adalah sebuah kepala.Benda itu melambung jauh,Seruni menakup mulutnya.
"Mana kepalaku woiiii...kepalaku"Sesosok tubuh muncul, meraba-raba sambil berseru.
"Tuh disana...maaf tadi ku tendang"Seruni menunjuk ke arah benda itu menggelinding ke tanah.Gelak tawa anak-anak kecil langsung terdengar.
Makhluk astral yang tidak cuma satu itu mulai bermunculan.Mereka rata-rata umur sebelas dan dua belas tahunan.
"Kakak tidak takut sama kami?"Tanya Seseorang yang mengembalikan kepala hantu si kepala buntung.Seruni menggeleng cepat.Hantu yang kehilangan kepalanya membenarkan letak kepalanya kembali.Kemudian ia tersenyum ke arah Seruni .
"Kakak siapa? sepertinya baru disini?"
"Iya...aku Seruni .. kalian semua adalah anak-anak panti disini ?"
Mereka semua mengangguk hampir bersamaan.
"Kenapa bisa meninggal disini ?"Sambung Seruni . Mereka saling berpandangan satu sama lain.Seruni menangkap ada sesuatu yang tidak bisa mereka katakan.
"Apa karena sakit?"
Mereka menggeleng dengan kompak.
"Lalu???"
"Kami tidak bisa cerita apa-apa?kami takut"
"Takut???takut sama siapa?"
"Sama orang itu Kak...Kakak hati-hati disini ya,jangan mudah percaya sama orang.Disini yang jujur hanya Ibu asrama, pemilik yayasan ini"
"Maksud kalian,semua orang disini mencelakai kalian??"
Mereka saling berpandangan lagi.Tiba-tiba tanpa pamit semua makhluk tak kasat mata itu lenyap dari pandangan Seruni .Gadis itu celingukan kesana kemari tercari-cari para anak-anak kecil itu.Tapi memang sudah pergi.