SERUNI

SERUNI
DOKTER PSIKIATER HANTU BAB 71



Tubuh Ratu Blorong nyangkut di sebuah dahan pohon, namun dikarenakan bobot tubuhnya yang besar Ia perlahan jatuh ke tanah.


BUGH


Wanita yang bertubuh separuh manusia dan sebagian ular itu meringis.Sanggul dan hiasan melati di atas kepalanya sudah acak-acakan.


"Gusti Ratu..."


Kujang datang menghampiri.Ratu Blorong menghela nafas kesal.Tapi kemudian ia tersenyum dan berubah menjadi tawa.


"Gusti Ratu...Apa Gusti baik-baik saja ?"


"Apa kamu melihat aku baik-baik saja ??"Ratu Blorong balik bertanya.


"Ampuni hamba Gusti"Kujang menundukkan kepalanya.


"Aku baru yakin kalau anak itu adalah keturunan Salahuddin. Kecubung memang tiada duanya ,seharusnya aku memang tidak melawannya"


"Maafkan dia Gusti,dia hanya anak kecil yang suka bermain-main"


"Tidak apa Kujang ,salahku juga langsung mau main menyerang dia. Pantas dia melemparku jauh"


Ratu Blorong mengusap kepala Kujang...


"Pergilah,jaga dia baik-baik"


"Baik Gusti Ratu..."


Ratu Blorong pun pergi, setelah itu barulah Kujang kembali.


Setibanya di kamar Yas, Kujang menemukan anak kecil itu Sudah terlelap . Perlahan Kujang membelai pucuk kepala Yas, lalu mencium keningnya.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Waktu berlalu dengan cepat,Yas kini sudah kelas 2 SD.Saat itu di rumah Reyhan diadakan acara ulang tahun putrinya yang ke 4tahun.Putri Kirana itulah nama adik Yas, Uzma sengaja menggunakan nama Ibunya karena wajah anaknya mirip sekali dengan almarhum sang Ibu.


Putri Kirana begitu bahagia merayakan pesta ulang tahunnya, apalagi saat ini ia sudah masuk PAUD.Jadi banyak teman-temannya yang datang untuk memeriahkan acara ulang tahun tersebut.


Yas pun hadir,ia selalu didampingi oleh Seruni .Bagaikan dirinya bukan anak dari Reyhan dan Uzma . Dikarenakan terlalu dekat dengan Seruni serta suaminya.


Pesta berlangsung meriah ,Ada nyanyian,ada tarian, pokoknya sangat meriah.Namun Yas bersikap biasa saja,ia memang terlalu dingin dan seperti memiliki dunianya sendiri.


Yas melangkah ke dapur,ia melihat pembantu di rumah itu sangatlah kerepotan mencuci piring kotor bekas tamu.Yas menghampiri dan tanpa banyak bicara ,ia sigap membantu.


"Eh Den Yaas... nggak usah Den biar Bibik saja"


Yas tersenyum,namun tak menghentikan gerakannya memilah piring dengan bekas makanan.Akhirnya pembantu rumah itu mengalah.Karena ia tahu Yas bukan anak kecil yang mudah untuk diperintah.


Saat tengah sibuk membantu pembantu di rumah ini, tiba-tiba terdengar suara Putri yang terdengar lantang.


"Sebentar...aku akan mengambilnya"


Yas menghentikan aktivitasnya,ia melangkah keluar dapur.Ingin melihat adiknya.Putri berlari tergesa menaiki tangga,tanpa sengaja kakinya tergelincir dan ia jatuh terguling.


Yas berlari cepat menolong sang adik,ia lupa jika ia tidak boleh bersentuhan dengan keluarga yang sedarah dengannya.(IBU DAN ADIKNYA) Apalagi mereka tidak memiliki kemampuan seperti ayahnya.


Untung Yas segera menolong, sehingga tubuh Putri tidak sampai membentur lantai.Namun Putri langsung lemas karena bersentuhan dengan Kakaknya.


"Yas!!!"pekik Uzma ,ia melangkah cepat merebut Putri dari pelukan Yas.


"Ngapain kamu pegang-pegang adik kamu?hah?Bunda kan sudah melarang..lihat adik kamu lemas!!"


Yas terpegun,perlahan tertunduk pilu.


"Kenapa sayang ?kok ribut-ribut"Reyhan datang menghampiri,Seruni dan Steven pun sama .


"Ini Mas...Yas megang Putri,lihat Putri udah lemas gini.Ngapain nih anak megang-megang adiknya,udah tahu dia bisa buat adiknya dalam bahaya.Masih aja ngeyel, lama-lama aku cubit kamu ya"Uzma begitu geram,ia ingin mencubit Yas tapi ditepis oleh Seruni .


"Kak ..jangan keterlaluan begitulah sama Yas,dia kan masih kecil.Dan lagi dia juga anakmu Kak"


"Aku tahu,tapi dia harus tahu diri dong..Udah berapa kali kita ingetin agar Yas jangan bersentuhan dengan kami.Bukan kami tidak mau sama Yas,jangan sudut kan aku dengan keadaan ini Run.Kalau Yas normal,dia tidak akan dilarang-larang kok"


"Yang menyudutkan Kakak siapa?Aku hanya ingin Kakak lebih berbahasa lembut kepada Yas.Kakak kan sudah tidak bisa menyentuh Yas, apakah Kakak juga tidak mampu menyentuh hatinya dengan perkataan lembut!Bukan dengan kata-kata kesat"


Uzma tercekat...


"Sudah-sudah...ini masih banyak tamu loh, nggak enak didengar orang "Reyhan memeriksa keadaan Putri,anak itu masih tidak sadarkan diri.


"Aku bawa Putri ke kamarnya,kamu temui para tamu yang belum pulang "Titah Reyhan kepada istrinya,Uzma mengiyakan.Ia pun pergi ke luar.


"Sayang kita pulang aja yuk"ajak Seruni .


"Loh katanya mau nginep disini sayang?"


"Nggak jadi...kasihan Yas"Seruni mencium pipi Yas penuh haru.Ia ingin sekali menangis,namun sekuat tenaga ia tahan karena tidak ingin membuat Yas semakin terluka.


"Ok!kita pulang...kita pamit dulu yuk"


"Nggak usah!!!"Seruni melangkah mendahului keluar dari rumah Kakaknya.Steven hanya mampu menghela nafas,lalu mengikuti langkah adiknya.


*


*


Sepanjang perjalanan, keadaan sunyi senyap.Sesekali Seruni mencium kening Yas,pipi Yas, dengan perasaan pilu.Ia tahu hati anak ini sedang tidak baik-baik saja.


"Maafkan Bunda ya sayang...Bunda itu tidak bermaksud kasar dengan Yas.Mungkin Bunda itu refleks karena terkejut"Seruni berusaha mengobati luka hati Yas.


Anak itu hanya tersenyum hambar.Ia juga tidak mengatakan apapun tentang kejadian tadi.Yas bungkam seribu bahasa.


*


*


Sedangkan Uzma terlihat cemas karena Putri tak kunjung siuman.Ia terus meruntuk anak sulungnya,YAS!!!


Beberapa saat kemudian, Putri mulai sadar.Ia membuka kelopak matanya pelan.


"Bunda...."lirih Putri


"Putri...Kau sudah sadar Nak..."


"Alhamdulillah..."Reyhan berucap syukur.


"Kamu diapain sama Kak Yas,kok Sampek pingsan?"


"Kak Yas??Kak Yas nggak ngapa-ngapain Bun,dia yang nolong putri saat Putri terpeleset di tangga"


"Hah??Jadi Putri pingsan bukan karena diapa-apain sama Kak Yas?"ucap Reyhan, Putri menggeleng pelan.


Uzma terlihat bingung...


"Kau sudah menyakiti hati Yas sayang..."ujar Reyhan.Uzma tak menjawab, ia merasa menyesal telah memarahi anak itu tadi.Apalagi setelah tahu, Seruni pulang tanpa pamit.Sepertinya adik iparnya itu kecewa sekali dengannya.


*


*


"Hallo..."Seruni menjawab dari seberang setelah beberapa kali Reyhan menelfonnya.


"Dimana kamu Dek?"


"Baru sampai Rumah"jawab Seruni ketus.


"Kok nggak bilang sih? Katanya mau nginep?"


"Nggak jadi,kasihan Yas.Dirumah sendiri seperti dirumah orang asing"


Reyhan terdiam...


"Maafkan kami Dek .... Sekarang Putri sudah sadar,dia udah cerita bahwa Yas bukan mencelakai nya.Melainkan menolongnya karena jatuh dari tangga"


"Nah tu kan ..Apa aku bilang?? Sekarang kalian menyesal udah menyakiti Yas??Apa penyesalan itu bisa mengobati luka hatinya??"


Reyhan tidak menjawab.


"Aku sangat tidak bisa terima Yas disakiti seperti itu lagi.Dan kamu tidak bisa mengatakan apapun untuk membela Yas! sekalipun ia salah tidak bisakah kalian memaafkannya? Apa yang sudah kalian berikan sama Yas? tidak ada tanggung jawab sedikitpun yang kalian tunaikan sebagai orang tua ,tapi kalian seenaknya menyakiti hatinya"


"Maafkan Kakak dek"


"Yas yang kalian sakiti,bukan aku"Seruni langsung mematikan ponselnya secara sepihak.


Reyhan terdiam tanpa kata.


"Gimana Mas?"Uzma bertanya dari balik punggung suaminya


"Runi marah,dia tidak terima Yas disakiti seperti itu "