
Sebuah mobil Pajero sports berwarna silver memasuki pintu gerbang Yayasan Darul Islam.Dan berhenti terparkir di Pos tempat penerimaan tamu.
Seorang pria berumur sekitar 40 tahun keluar dari ruang kemudi,ia memakai setelan baju berwarna hitam. Ia sedikit melangkah cepat membuka pintu tengah. Dan keluarlah seorang pria berbadan tegap dengan wajah yang sangat berkarisma, Ia menarik Seorang wanita muda keluar dari mobilnya.
"Papa... ih.. lepasin dong Pa ah!"Gadis itu meronta-ronta memohon dilepaskan, namun pria berkarisma itu tidak mengindahkan. Ia terus saja menarik gadis muda itu masuk ke dalam pos penerima tamu.
"Assalamualaikum Pak...ada yang bisa saya bantu?"sapa seorang santri yang menjaga pos tersebut.
"Wa'alaikumsalam...begini mas saya mau mendaftarkan anak saya untuk masuk di Yayasan ini. Katanya di sini juga menerima anak didik meskipun bukan seorang yatim piatu?"Jawab Tuan Brata.
"Oh iya benar pak itu benar sekali"
"Bagaimana caranya saya mendaftarkan anak saya? Apa saja prosedur persyaratannya?"
"Papa Excel nggak mau tinggal di asrama"Gadis muda itu tetap kekeuh dengan penolakannya.
"Keputusan Papa sudah bulat ,papa sudah nggak sanggup menjaga kamu Excel.Kamu nggak pernah dengerin Papa..."
"Oke Pa..Excel akan menurut. Mulai sekarang Excel akan menuruti semua keinginan Papa. tapi Excel nggak mau tinggal di asrama"
"Papa udah nggak bisa percaya lagi sama kamu Excel , Sudah berapa kali kamu berjanji? tapi kamu tetap saja pulang malam, keluyuran, pergi ke clubing Kalau sampai terjadi apa-apa sama kamu Excel , almarhum mama kamu nggak akan bisa maafin Papa"
"Papa please deh Excel mohon...berikan Excel kesempatan sekali ini aja...Excel janji akan nurut sama Papa,Excel nggak akan pergi ke labing lagi, Excel nggak akan keluyuran lagi, Excel nggak akan pulang malam lagi.Excel akan jadi anak papa yang baik anak papa yang nurut..Tapi jangan tinggalkan Excel disini Pa,,,Excel nggak mau"rengek Excel dengan segala rayuan dan janji kosong.
"Baiklah... buktikan ucapanmu dengan cara kamu harus tinggal di sini sampai akhir kelulusanmu"
"Tapi Pa...."
Tok tok tok tok
Kalimat Excel terpotong karena ketukan pintu.
"Assalamualaikum..."Ba'im muncul dengan senyuman manis menyapa sang penjaga pos.
"Wa'alaikum salam"Sambut penjaga pos itu,ia bangkit dari duduknya.
"Ada apa Tuan Muda?"
"Maaf mengganggu lagi ada tamu ya.."ucap Ba'im sopan.Ia menyalami Tuan Brata dengan santun.Excel yang melihat ketampanan Muhammad Ibrahim matanya sampai tak berkedip. Kedua bola mata indahnya bergulir mengikuti gerak-gerik pemuda tampan yang baru saja ia temui.
"Ah tidak apa-apa Tuan Muda"
"Saya mau mengambil dokumen yang dititipkan oleh ustad Fajar di sini"
"Oh iya ada..."si penjaga pos membuka laci mejanya lalu mengambil beberapa dokumen yang dimaksudkan.
"Ini Tuan Muda"ia menyodorkan dokumen tersebut kepada Ba'im.
"Terima kasih... ya sudah saya permisi dulu, silakan dilanjutkan... Assalamualaikum"
"Wa'alaikum salam "
Jawab si penjaga pos, Tuan Brata dan Excel bersamaan . Namun yang paling keras terdengar adalah suara Excel .
"Mas tadi itu siapa?"tanya Excel kepada si penjaga pos setelah Ba'im lenyap tak terlihat.
"Oh itu...dia anak pemilik yayasan ini"jawab si penjaga pos.
"Oh pantas Mas memanggilnya dengan panggilan Tuan Muda... Kalau boleh tahu namanya siapa Mas?"tanya Excel lagi.
"Muhammad Ibrahim,,,biasa dipanggil Ba'im"
Excel tersenyum lebar.
"Baiklah Pa..Excel mau tinggal di Asrama ini. Selamanya juga nggak apa-apa kok"Excel nampak bersemangat.Tuan Brata hanya geleng-geleng kepala.Tapi tak apalah , yang penting putrinya berada di tempat yang lebih baik dari pada di Rumah nya.
"Baiklah Pak...saya akan membuat surat keterangan dan beberapa formulir untuk anda isi.Setelah itu nanti akan ada pengurus dari santri Wati yang akan membantu segala kebutuhan anak anda Pak"
"Terimakasih Mas..."
"Sama-sama Pak...tolong tunggu sebentar ya..."pinta si penjaga pos.Tuan Brata mengangguk setuju.Sedangkan Excel sudah tidak perduli dengan hal itu.Ia berdiri di ambang pintu mencari sosok yang membuatnya kepincut pada pandangan pertama.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Excel di tempatkan di asrama kamar B nomor 2.Ia dijaga oleh seorang pengurus kamar yang bernama Wanda. Kebetulan Wanda sudah lulus sekolah menengah atas, Dan Dia tidak meneruskan ke meja kuliah. Karena itu kesibukannya hanya menjaga anak-anak Yatim di bawah pemantauannya.
Excel celingukan ke sana kemari, iya juga naik ke atas lemari menengok ke arah jendela. Tingkahnya mengundang tawa , dan juga rasa penasaran.
"Kamu nyari siapa sih dek?"tanya Wanda.
"Itu cowok tadi yang dipanggil Tuan Muda"jawab Excel setelah ia melompat turun dari atas lemari.
"Tuan Muda ?? maksud mu Tuan Muda Ba'im atau Ismail ??"tanya Wanda penasaran.
"Eh?? emang ada dua Tuan Muda disini ??"Excel duduk di samping Wanda yang tengah melipat baju Excel dan disimpannya dalam lemari kecil yang sudah disediakan.
"Iya tuan muda sulung namanya Muhammad Ibrahim biasa dipanggil Ba'im, Kalau tuan muda bungsu namanya Ismail biasanya dipanggil Is"
Excel manggut-manggut.
"Yang kamu cari yang mana?"sambung Wanda .
"Kata si penjaga pos namanya Ba'im"
"Mau apa kamu mencari Tuan Muda ?"
"Mau kenalan..."Excel cengengesan.Sontak teman-teman se kamar Excel tertawa lepas, termasuk Wanda .
"Kenapa??apa ada yang lucu?"
"Nggak heran sih ,orang yang baru melihat Tuan Muda akan jatuh cinta sama dia. Tapi kamu jangan berharap lebih deh, takutnya nanti kamu bakal kecewa"
"Kenapa ??"
"Aku belum tahu pastinya kenapa?, Tapi sih menurut cerita Tuan Muda udah cinta mati sama pacarnya yang sudah meninggal dunia dulu. Jadi dia kayak nggak bisa jatuh cinta lagi sama perempuan"
"Ah masak sih??"
Wanda mengangguk yakin.
"Aku jadi tertantang nih"Excel tersenyum sambil menggigit telunjuknya.
"Jangan mimpi deh..."Celutuk seorang teman baru Excel.
"He-em...."sambung yang lain.
"Kalian mau taruhan??"tantang Excel . Teman-temannya jadi saling berpandangan satu sama lain.
"Ayo siapa yang berani taruhan sama aku?"Excel semakin mencabar.
"Tapi kami tidak punya apa-apa untuk dijadikan bahan taruhan"sahut salah satu dari mereka.
"Oke nggak apa-apa... kalau kalian menang dan aku kalah? aku akan ngasih uang sama kalian per orang 500.000 .Tapi kalau aku menang dan kalian kalah? kalian harus mau menuruti semua perintahku,gimana?"
Mereka saling berpandangan satu sama lain. 500.000 bukanlah uang sedikit bagi para anak yatim seperti mereka. Jadi mustahil bagi mereka untuk menolak.
"Ok Deal!!!"