SERUNI

SERUNI
DOKTER PSIKIATER HANTU BAB 70



Pak Digantara bersama Pak Kobir menunggu di dalam mobil.Karena ini jam makan siang,pasti orang yang dicari mereka tengah keluar untuk makan.


Setelah beberapa menit,Pak Digantara melihat kelibat Seruni yang sedang bersama suaminya.Ditengah-tengah mereka ada Yas yang menggandeng keduanya dengan manja.


"Ki ..Itu mereka... yang perempuan itu incaran saya"Tunjuk Pak Digantara.Pak Kobir memperhatikan mangsa yang dimaksud.Dukun itu justru fokus pada Yas,pada saat bersamaan Yas menoleh dan tatapan keduanya bertembung.Meskipun Pak Kobir berada di dalam mobil dengan kaca tidak tembus pandang.Namun Yas bisa merasakan aura Pak Kobir.


Yas tersenyum manis,ia melepaskan tangan Steven yang menggandengnya.Lalu meminta untuk digendong.Dengan senang hati,Steven pun mengangkat tubuh Yas.


Disaat itulah yang menjentikkan jemarinya ,


THAS


Pak Kobir merasa keningnya sakit sampai tubuhnya terdorong ke belakang.


"Aduh"Ia memegang keningnya dengan rintihan kesakitan.


Yas tertawa riang... membuat Steven dan Seruni heran.


"Kok Yas girang banget ?"tanya Steven.


"Entahlah Sayang..."Seruni mengedarkan pandangannya,tidak ada apa-apa yang mencurigakan.Segera ia mengajak suaminya untuk masuk ke dalam.


"Kenapa Ki?"Pak Digantara menemukan kening Pak Kobir merah.


"Ayo cepat pulang"Pak Kobir memerintah dan tak mengendahkan pertanyaan Pak Digantara.


Tanpa menunggu perintah sang majikan,si supir langsung tancap gas.


"Di... lebih baik kamu tidak usah berurusan dengan mereka.Jika kalian punya hubungan bisnis,kau harus profesional.Selain urusan bisnis,lebih baik jauhi mereka"Pak Kobir memperingatkan dengan pandangan mengedar keluar mobil.


"Tapi Ki..."Pak Digantara ingin membantah,namun saat Pak Kobir menoleh dan tatapan mereka bertembung.Pak Digantara terdiam mematung.


"Jangan membantah lagi, kecuali kau ingin hancur"


"Ba-ba-baik Ki"


"Nanti malam,malam Jum'at legi.Waktunya kau menyenangkan Ratu Blorong,jangan pikirkan hal lain lagi.Masih kurang kah apa yang kamu miliki sekarang?"


"Iya Ki"


"Bagus!!"


Kata "IYA"hanyalah alibi baginya, karena hati Pak Digantara merasa tertantang dengan larangan dari Pak Kobir.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Seperti yang sudah-sudah,setiap malam Jum'at legi.Pak Digantara akan bersenggama dengan Ratu Blorong.Ratu yang berwujud wanita cantik namun separuh tubuhnya berwujud ular.


Ratu Blorong terlihat puas,ia tidur dengan manja dibahu pria separuh baya yang berkharisma itu.


"Ada apa Di ?kenapa kamu terlihat gelisah ?"


"Ampun Gusti Ratu,baru kali ini hamba dilarang melakukan sesuatu yang hamba ingin kan oleh Pak Kobir.Padahal...sebelumnya hamba selalu mendapatkan apa yang hamba inginkan bukan??Apa mungkin kemampuan ilmu pak Kobir sudah menurun?"


"Hemmm... memangnya apa yang kamu inginkan?"


Pak Digantara tersenyum, pertanyaan itulah yang ditunggu-tunggu olehnya.


"Apakah Gusti Ratu akan mengabulkannya ?"


"Aku tidak pernah mengecewakan hambaku yang setia "


Pak Digantara tersenyum senang...


"Hamba berniat menaklukkan sebuah perusahaan melalui perantara seorang perempuan.Tapi kata Pak Kobir, hamba tidak boleh mengusiknya jika hamba ingin apa yang hamba capai selama ini akan tetap berjaya"


"Apakah kekuatan Kanjeng Ratu benar-benar telah dibawahi oleh seorang perempuan biasa?"Pak Digantara sengaja memprovokasi Ratu Blorong.


"Hemmm itu tidak benar,baiklah...aku akan menuntaskan niatmu malam ini juga.Besok...kau bisa lihat hasilnya"


"Terimakasih Kanjeng Ratu"Pak Digantara begitu senang mendengarnya.


*


*


Ketika menyusup ke kamar Yas,Ratu Blorong berwujud seekor ular sanca.Ia mengikuti insting naluri hewannya untuk melihat kekuatan lawan.Maka diantar lah ia ke kamar Yas.


Yas menyadari jika bahaya mengintainya,ular sanca yang sudah berada di belakangnya siap membelit.Akan tetapi tetiba Kujang muncul,ia langsung menggigit kerah baju Yas lalu menggotongnya menjauh dari Ular sanca tersebut.


Ular sanca itu berubah kembali menjadi Ratu Blorong.


"Kujang ??? Apakah itu kamu??"


Setelah meletakkan Yas di tepi dengan jarak aman.Kujang menghampiri Ratu Blorong dan menghaturkan penghormatan.


"Ampun Gusti Ratu,iya ini benar saya"


"Apakah dia Tuanmu?"


"Untuk saat ini hamba adalah abdi dari Ayahnya, sedangkan dia memiliki pelindung sendiri "


Ratu Blorong tercengang,ia memperhatikan Yas yang menatapnya.


"Tidakkah Gusti Ratu mengingat wajah seseorang dari garis wajah anak itu?"


Ratu Blorong terdiam, memperhatikan Yas begitu mendalam.


"Dia adalah cucu Salahuddin "


Ratu Blorong seperti terkejut mendengar penjelasan Kujang.


"Salahuddin ??? penjaga Merapi??"


"Rupanya Gusti Ratu masih mengingatnya,dan pasti Gusti Ratu juga tidak lupa akan janji Gusti sendiri kepada Salahuddin"


Ratu Blorong seperti kembali ke 20tahun silam,dimana ia diselamatkan oleh seorang pria saat ia terkena kutukan.


Pria yang begitu rupawan,dimana Ratu Blorong siap mengabdi kepada pria itu dan mewujudkan segala pintanya.Namun Salahuddin ayah dari Uzma menolak tawaran Ratu Blorong.Malah dengan ikhlas ia melepaskan Ratu Blorong untuk bebas tanpa sebarang mahar.


Ratu Blorong jatuh cinta,Akan tetapi Salahuddin telah memiliki tambatan hati yaitu Putri Kirana.Yang sudah menjadi rakyat biasa.Salahuddin menolak kemewahan yang ditawarkan Ratu Blorong membuat Ratu Blorong patah hati.Ia pun mengucapkan janji, bahwa ia tidak akan pernah menggangu ataupun menyakiti Salahuddin beserta keturunannya.


Janji itulah yang sekarang seperti diingatkan oleh Kujang.


"Maafkan aku Kujang...aku hampir saja mencelakai anak itu,tidak heran jika Kobir tidak mampu mengalahkan anak ini.Dan meminta Dirgantara menjauhi nya"


"Ampuni hamba Gusti Ratu,jika hamba terkesan ikut campur "Kujang menundukkan kepalanya sampai menyentuh lantai.


"Tidak mengapa Kujang...Kau sudah melaksanakan tugas mu dengan baik"


Jauh dari perhatian dua makhluk SAKRAL itu,Yas tahu-tahu sudah berada di ujung ekor Ratu Blorong.Anak kecil ini langsung mencengkram erat ekor tersebut hingga mengagetkan Ratu Blorong.


"Eh... lepaskan Nak...itu berbahaya"Seru Ratu Blorong.


"Hihihi"Yas ketawa,ia menarik ekor itu sekuat tenaga hingga mengangkat tubuh Ratu Blorong.Lalu Yas memutar tubuh Ratu Blorong selayaknya baling-baling.Kujang yang melihatnya sampai dua bola matanya berputar saking cepatnya Yas memutar tubuh Ratu Blorong.


AAAAAAAAAAKKKKK


Ratu Blorong menjerit dan suaranya tertelan oleh lemparan yang jauh berkilo-kilo meter.


"Hehehehe"Yas menepuk telapak tangannya,ia terlihat bersenang-senang dengan kelakuan nya itu.Kujang menelan saliva,


"Yas... Beliau Ratu Blorong"


Yas menanggapi dengan senyuman tanpa dosa.


"Bagaimana ini??"


Tidak ada pilihan lain,Kujang berlari cepat mengejar sang Ratu yang terlempar jauh.


"Babay...."Yas justru melambaikan tangan ke arah Kujang pergi.Lalu ia menutup jendela rapat-rapat dan juga pintu kamarnya.


HUUUFFFF...


Ia naik ke atas perbaringan, setelah berdoa.Yas menarik selimut untuk istirahat.