SERUNI

SERUNI
DOKTER PSIKIATER HANTU BAB 28



"Aawwww... Ampun Mas... ampun"Livia menjerit dengan penuh hiba.


"Kau keluar tanpa ijinku,dan kau datang ke rumah pria itu?Apa tujuan mu yang sebenarnya,hah?!!"


"A-aku tidak punya niat apa-apa Mas,hanya kebetulan lewat saja"


"Apa? Lewat saja?"Khusairi menarik rambut Livia sampai wajah mereka berdekatan"Pagi-pagi hanya lewat saja? perasaan arah rumah Ayah dan rumah Reyhan berlawanan.Jadi mustahil kamu hanya lewat saja"


"Su-su-sungguh Mas,dan aku juga sudah ijin ke Mas"


"Ijin?"Khusairi menautkan kedua alisnya.


"Iya Mas...kalau tidak kamu ijinkan,mana mungkin aku pergi membawa mobil kamu "


Khusairi terdiam, kepalanya seperti berdenyut sakit disaat ia paksa untuk mengingat kejadian itu.


Dengan kasar Khusairi melepas disertai dorongan di kepala Livia .Ia hempaskan tubuhnya dengan kasar, jemarinya memicit pelipisnya yang terasa sakit.


"Kali ini aku maafkan,lain kali jangan sampai kau ulangi lagi"ucap Khusairi tanpa melihat Lawan bicaranya.


"Makasih Mas,,,"Livia merasa sedikit lega.Tapi perasaannya masih kalut,ia khawatir Reyhan akan tahu jika dia yang telah menculik istrinya dan melemparnya ke sungai.


"Mana kunci mobil,aku mau keluar sebentar"tiba-tiba Livia kaget dengan suara suaminya.Ia pun gegas mengambil kunci mobil dari dalam tasnya.


"Ini Mas"Livia menyerahkannya kepada sang suami.Khusairi bangkit dan keluar setelah menerima kunci mobil dari Livia .


"Liv!!!"seru Khusairi mengagetkan istrinya,Livia gegas menghampiri arah suara.


"Iya Mas..."


"Apa ini?"Khusairi menunjuk ke muntahannya tadi.Ia geli sendiri melihat muntahan hitam yang dipenuhi belatung.


"Cepat bersihkan,,,siapa pula yang muntah belatung seperti itu"desisnya seraya melangkah pergi.Ia lupa jika dirinya lah yang muntah tadi atas bantuan dari Reyhan .


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Reyhan menelungkup kan wajahnya pada steering mobil.Ia tidak tahu harus mencari Uzma kemana lagi? Istrinya benar-benar menghilang tanpa jejak.


Kujang pun tak menampakkan diri , jangan-jangan memang terjadi sesuatu kepada Uzma .Dan Kujang sekarang tengah bersamanya, menemani dan melindunginya.


"Ohya...kenapa aku tidak bertanya kepada para Makhluk gaib disekitar.mungkin ada yang melihat keberadaan Uzma atau Kujang "


Wajah Reyhan yang semula tertekuk, sekarang mendadak jadi merona penuh harapan.


Ia pun menghidupkan enjin mobil dan mengemudikannya perlahan untuk mencari tempat yang bagus untuk memanggil para Makhluk tak kasat mata.


Setelah menemukan tempat yang dirasakan sepi dan aman,ia pun keluar mobil.Duduk bersila di atas tanah,membaca doa untuk pemanggilan arwah.


Angin bertiup kencang, mendung hitam berarakan menuju satu titik berkumpulnya para Makhluk gaib.Mereka memenuhi panggilan dari Reyhan dengan penuh khidmat.


"Kenapa kamu memanggil kami?"tanya sesosok makhluk yang berwujud kerbau.


"Aku sedang mencari istri ku...aku ingin bertanya, apakah salah satu dari kalian melihatnya ?Atau kalian melihat sahabat ku, Kujang ?"


KHEMMMM


Mereka saling berpandangan satu sama lain.


"Aku melihat sahabat mu"seru sesosok Makhluk bertubuh kerdil dengan hidung panjang.


"Dia menapak di atas air sungai yang deras seperti sedang mengejar sesuatu.Aku juga melihat dua cahaya bergerak dibawah arus berwarna merah dan kuning keemasan.Kalau istri mu,aku tidak tahu"


Reyhan berpikir keras,sinar berwarna merah dan kuning keemasan ??


"Sepertinya aku pernah melihat sinar itu,tapi dimana?ah iya ...itu sinar yang keluar dari tubuh Uzma "


"Dimana kamu melihat nya ?di sungai mana?"Reyhan begitu bernafsu ingin tahu.


"Di sana"Makhluk kerdil itu menunjuk satu arah"Di sungai besar itu"


"Baiklah Terimakasih..."


Namun apa yang bisa ia temui didalam kegelapan malam.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Seorang pria duduk memeluk lutut di atas bebatuan di tepi sungai.Ia menenggelamkan wajahnya di antara dua lutut yang tertekuk.


Ia begitu frustasi sekali ketika mendapati calon istrinya sedang bersetubuh dengan pria lain.Dan pria itu tak lain adalah sahabatnya sendiri.


STEVEN sangat sakit sekali,ia tidak bisa menerima pengkhianatan itu.Ingin ia menangis,tapi air matanya mengering.Hingga kepedihan itu ia telan bulat-bulat.


Saat matanya menatap kosong ke permukaan air sungai yang mengalir tenang.Seonggok karung mencuri perhatiannya.


Karung goni yang seperti berisi itu sangat membuat hatinya penasaran.Karena di ujungnya di ikat begitu kuat dan kencang.


Steven pun bangkit, melompati batu-batu besar di tepian sungai mendekati karung yang ia temui.


Setelah bersusah payah ia membuka tali yang mengikat, Steven tercengang begitu sebuah tangan keluar menjuntai.Secepat yang ia bisa, Steven membuka karung itu sepenuhnya.


Seorang wanita cantik terlihat pucat membiru.Keningnya terlihat terluka,mungkin karena benturan bebatuan di sungai.Atau mungkin bekas pukulan.


Steven meletakkan jarinya dibawah hidung gadis itu.Tak ada udara terhembus,ia meraih pergelangan tangan si gadis.Ada!!ada denyutan nadinya meskipun itu sangat lemah.


"Alhamdulillah..."Steven bersyukur karena gadis itu masih hidup.Ia pun menggendong tubuh Uzma dan dibawanya ke daratan.Setelah itu Steven melakukan CPR dengan tekanan di dada Uzma .


Sekali, dua kali ,tiga kali , bahkan sampai tekanan ke 20 tetap tak ada respon.


"Ya Allah...selamatkan nyawa gadis ini"gumam Steven sambil terus menekan dada Uzma.


Uhuk uhuk


Uzma tersedak,ia menyemburkan air begitu banyak dari mulutnya.Steven secepat ia bisa langsung membantu Uzma untuk duduk.Tapi wanita itu pingsan lagi.


Steven pun menggendong tubuh wanita yang baru ia temui menuju mobilnya.Ia akan membawa Uzma ke klinik tempat ia praktek.


Setibanya di klinik, Steven segera memberikan pertolongan pertama dengan dibantu beberapa perawat yang bekerja dengan nya.Mereka memeriksa keadaan Uzma secara menyeluruh.


"Dok... sepertinya dia sedang hamil"seru suster Lisa.


"Hamil??"Steven terkejut bukan main,Suster Lisa mengangguk yakin.


"Ya sudah, cepat berikan pertolongan yang dibutuhkan oleh Ibu dan janinnya "


"Baik Dok "


___


Steven menakup wajahnya sendiri,ia masih terlihat belum move on dari kejadian tragis yang membunuh hatinya.Tapi ia tidak bisa berbuat apa-apa,ia masih belum sanggup untuk menyidang kedua penjahat kelamin itu.


"Dok... Pasien itu sudah sadar "suster Lisa datang memberi tahu.


"Hemmm"hanya itu yang bisa Steven ucapkan.


"Tapi sepertinya dia amnesia Dok"


"Hah? Amnesia ??"Steven bingkas bangun.Ia melangkah cepat keluar dari ruangan kerjanya menuju kamar tempat Uzma dirawat.


Disana ada beberapa perawat yang sedang bicara dengan Uzma .Tapi wanita itu diam saja, menatap dengan bingung.


"Bagaimana ?"Steven bertanya kepada perawat yang lain,mereka sama-sama menggeleng lemah.


Steven menatap Uzma yang juga sedang menatap sendu ke arahnya.


"Nona... apakah kamu tidak ingat siapa namamu ?"Steven mencoba bertanya sendiri.Uzma bungkam,ia hanya menunduk pilu.


"Gimana Dok?"suster Lisa bertanya.


"Kita rawat dia sampai dia stabil,baru kita bahas apa yang akan kita lakukan selanjutnya"jawab Steven,suster Lisa mengangguk setuju.