SERUNI

SERUNI
DOKTER PSIKIATER HANTU BAB 69



Pulang sekolah, seperti biasa.Seruni akan menjemput Yas di sekolah.Dan ia akan membawa Yas ke kantornya.Seruni trauma jika Yas dijaga oleh orang lain selain dirinya ataupun suaminya.Karena ia takut orang seperti Ummi Kalsum akan datang mencelakai Yas.


"Nah ...buka dulu syalnya ya"Seruni membuka syal dileher Yas.Karena ia khawatir keberadaan dua Jimat yang melingkar di leher Yas akan diketahui orang.


"Yas laper nggak ?"


Yas menjawab dengan gelengan kepala.


"Ok...kita makan nanti siang ya sama uncle"


Yas mengiyakan.


"Ya sudah... aunty mau lanjut kerja dulu, Yas boleh main dah"


Yas mengangguk lagi.Seruni bangkit dan kembali ke tempat kerjanya.Sedangkan Yas,akan bermain dengan apa yang ada dalam imaginasi nya.


Daun pintu terbuka,Ruksa muncul di sebaliknya.


"Buk...ada Pak Digantara"


"Hah???apa beliau membuat temu janji?"


"Tidak Buk ..tapi beliau ingin bertemu dengan Ibuk secara pribadi "Ruksa menjawab.


"Ehmmmm baiklah,suruh beliau masuk.Dan siapkan hidangan untuk beliau "


"Baik Buk ".Ruksa berundur keluar,Seruni bangkit lalu pindah duduk di sofa tempat ia biasa menerima tamu.Yas yang tengah bermain di lantai hanya diam menyimak.


Tak lama kemudian setelah pintu diketuk , perlahan terbuka dan masuklah tamu yang dimaksudkan oleh Ruksa .


"Selamat siang Pak Digantara"sambut Seruni .


"Selamat siang Bu"


Keduanya berjabat tangan layaknya relasi bisnis.


"Silahkan duduk Pak"


"Baik ... terimakasih "


Keduanya duduk hampir bersamaan.


"Ada apa gerangan sehingga Bapak datang ingin bertemu diluar schedule?"tanya Seruni langsung to the points.Pak Digantara tersenyum tipis.


"Baginilah jika berbisnis dengan seorang anak muda,semua serba terburu-buru "


"Maksud Bapak,apa saya salah bertanya ?"


"Ohhh bukan,tapi anda sangat to the points Buk"


"Yah ... karena saya tidak suka buang-buang waktu,bagi saya waktu adalah uang "Jawab Seruni .Pak Digantara manggut-manggut sambil mengusap dagunya.


Pada saat itu,Ruksa masuk dengan membawa nampan yang berisi secangkir kopi dan dua toples kudapan ringan.


"Silahkan Pak"Ruksa menawarkan.


"Terimakasih..."


Ruksa pun kembali ke luar.


"Bisa dilanjutkan topik pembicaraan kita Pak?"


"Mau melanjutkan gimana Buk, dimulai aja belum"


Raut wajah Seruni langsung berubah ,ia paling tidak suka dengan pria berumur yang menggatal.


Yas sedari tadi menatap tamu Tantenya,ia melihat jari pria itu diselubungi asap hitam.Rupanya Pak Digantara memakai cincin yang berkhodam.Entah apa tujuannya,tapi dilihat dari asap hitam itu.Sepertinya sangat tidak baik sekali.


Yas memejamkan matanya, kekuatan kecubung dan Jimat pengasihan pengantin bersatu dalam dirinya.Menciptakan Medan magnet untuk menarik aura buruk dalam cincin tersebut.


Sontak Pak Digantara merasa jari yang ada cincinnya itu seperti panas membara.Ia panik dan langsung membuka cincin tersebut.Lalu meniup tangan yang kepanasan.


"Kenapa Pak?"tanya Seruni ( Kembali dijelaskan, disini Seruni ataupun Reyhan hanya bisa melihat hantu ya.Begitu juga dengan Baim dan Ibunya Seruni .Tapi Yas...dia berbeda,selain bisa melihat hantu.Dia juga bisa melihat semua makhluk astral ).


"Ah tidak apa-apa"Pak Digantara segera menyembunyikan tangannya,dan menyimpan cincinnya ke dalam saku bajunya.


"Emmm maaf Buk,saya permisi dulu.Kita lanjutkan pembicaraan ini esok atau lusa"


"Ooohhh baik Pak"


Setelah berjabat tangan,Pak Digantara tergesa untuk keluar.Seruni hanya geleng-geleng kepala melihat tingkah bandot tua itu.Seruni menengok Yas,ia heran melihat anak itu seperti sedang tidur duduk.Namun lehernya memancarkan sinar.


*


*


"Si4l4n!!Kenapa tiba-tiba cincin ini membakar tanganku?"Pak Digantara memegang cincinnya itu.


"Kita mau kemana Tuan?"tanya supirnya yang sudah stand by dibalik kemudi.


"Saya kurang tahu Tuan, lebih baik kita temui pak Kobir saja dulu Tuan.Biar beliau sendiri yang menjelaskan "


Pak Digantara mengangguk setuju.


"Ya udah kita kesana sekarang!!"


Supir tersebut langsung mengemudikan mobilnya menuju ke rumah dukun yang dimaksud.


*


*


Laki-laki berjanggut dengan pakaian serba hitam keluar dari dalam.Ia mengernyitkan keningnya,dan duduk di hadapan Pak Digantara beserta supirnya.


"Kenapa ?"Tanya Pak Kobir datar tanpa senyuman.


"Anu Ki ... cincin ini,kenapa membakar tangan saya?"Pak Digantara menyodorkan cincin itu ke atas meja, sambil memperlihatkan tangan yang terlihat sebagian menghitam.


"Hemmmm"Pak Kobir berdengung,ia menelisik cincin pemberiannya itu.Lalu bibirnya komat-kamit dengan mata terpejam.


Yas langsung menampakkan diri dalam pandangan batin Pak Kobir.Anak itu melambaikan tangan dengan lucunya.Lalu mengirimkan kiss jauh.


Pak Kobir terkejut dan serta merta membuka matanya.Ia ragu dengan penglihatannya.Sekali lagi dia mencoba menerawang.


"Baaa!!"Yas tiba-tiba muncul mengagetkan Pak Kobir sampai ia terjungkir balik dari kursi nya.


"Ki...Ki"Pak Digantara panik,ia dan supirnya langsung menolong pak Kobir.Dukun itu meringis kesakitan, punggungnya terasa linu.


"Aduuuh"


Pak Digantara membantu Pak Kobir untuk duduk,sedangkan supirnya mengambilkan air minum.


"Lebih baik kau jangan berurusan dengan mangsamu yang sekarang ini"ujar Pak Kobir setelah minum air yang disuguhkan.


"Kenapa Ki?"


"Aku tidak tahu siapa yang kamu hadapi sekarang, membingungkan"


Pak Digantara mengerutkan keningnya,


"Maksud Aki gimana ?saya kurang mengerti"


Pak Kobir menghela nafas panjang.


"Siapa targetmu sekarang ?"


"Emmm dia seorang perempuan muda,cantik dan menantang.Aku ingin menaklukkannya Ki, lumayan dia cukup kaya.Karena dia adalah pewaris dari MITRA MEDICAL.Jadi saya bertujuan memiliki nya meskipun saya tahu,suaminya lebih tampan dari pada saya.Tapi saya percaya diri karena cincin yang Aki berikan tidak pernah mengecewakan saya"


Pak Kobir manggut-manggut.


"Tapi sekarang lawanmu bukan orang sembarangan "


Pak Digantara tercengang.


"Lebih baik kamu menjadi relasi bisnis yang baik saja untuknya.Atau kau ingin semuanya hancur "


"Kenapa bisa begitu Ki?Apa wanita itu juga punya jimat yang lebih mumpuni dari punya saya?"


"Entahlah... karena dari penerawangan ku, yang muncul adalah sosok anak kecil yang lucu.Aku tidak tahu apa maksud dari semua itu "


Pak Digantara tidak bisa menerka apapun dari ucapan Pak Kobir.


"Untuk sementara waktu,biarkan cincin mu aku tempah lagi.Sepertinya kekuatannya menurun drastis karena kejadian ini"


Pak Digantara tak merespon,dalam otaknya ia berpikir keras dengan apa yang dimiliki oleh Seruni .Kenapa bisa lebih hebat dari miliknya?


"Ki .."


"Hem ?--"


"Bisakah Aki membuat seperti yang dimiliki wanita itu ?"


Pak Kobir tercenung.


"Saya ingin memiliki seperti apa yang dia milik Ki, berapapun saya akan bayar maharnya "


"Aku harus bertemu dengan perempuan itu "


"Tidak masalah Ki...saya akan memperkenalkan kepada anda"


"Tidak perlu,cukup aku melihat dari tempat yang tersembunyi "


"Sekarang Ki?"


"Boleh..."


Pak Digantara tersenyum senang,dukun andalannya itu memang tidak pernah mengecewakan dirinya.