SERUNI

SERUNI
DOKTER PSIKIATER HANTU BAB 99



Nabila mengerjapkan matanya,nuansa putih ia dapati saat pandangannya beredar luas.Nabila ingin mengucek matanya,tapi terasa ngilu karena jarum infus yang menancap di punggung tangannya.


"Dimana aku?"


Tiba-tiba daun pintu terbuka,Yas muncul dengan senyuman.


"Kamu sudah sadar ?"Yas menghampiri katil tempat Nabila terbaring.Gadis itu mengangguk pelan.


"Kenapa kamu ikut membantu ku?kamu mau cari mati?"


"Tapi buktinya aku tidak mati kan?"Bantah Nabila, Yas mengulum senyum.


"Kemarin Tanteku datang kesini ?"


"Kemana ?"Nabila menautkan kedua alisnya.


"Kesini "


"Ngapain ??"


"Jenguk kamu"


"Kok???"


Yas tersenyum geli.


"Ini kan klinik punya pamanku"


"Ooohhh aku pikir apa-an"


"Emang kamu mikir apa-an?"


"Ah nggak..."Nabila membuang muka,namun itu tidak dapat menyembunyikan rona merah di pipinya.


"Nab..aku berencana untuk mengajak kamu untuk sekolah lagi"


"Kamu maunya apa sih??ingin menghinaku atau ingin menambah beban hidup ku"


"Bukan gitu ..aku akan membantu biaya sekolah mu"


"Nggak usah Yas.. Aku pantang meminta,itu ajaran dari Ayahku"


Yas tercekat,ia jadi tidak tahu harus berkata apa.


"Emmm ya udah,gimana kalau kamu kerja jadi OB di sekolah.Aku rasa belum ada tuh pengganti Daud"


Nabila terdiam sejenak.


"Boleh juga sih"


Yas tersenyum lebar..


"Ya udah nanti aku coba daftarkan "


Nabila mengangguk setuju.


"Kamu barusan dari mana?"tanya Nabila.


"Diluar...aku menunggu mu di luar"


"Aneh yang sakit di dalam, yang nungguin di luar..."pikir Nabila.


"Ooohhh"Hanya itu yang keluar dari tanggapan Nabila.


"Maafin aku Bil...entah kenapa dekat begini aku jadi gugup dan kaku? perasaanku jadi nggak nyaman.Jadi aku milih untuk diluar agar aku lebih tenang.Tapi jujur aku semakin gusar..aku tidak tahu ada apa dengan diriku?"


Keduanya saling bermain monolog dalam diri mereka masing-masing disertai tatapan penuh kegugupan.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Emil menghampiri Yas yang tengah makan donat di kantin.Kini ia jadi sering makan donat buatan Nabila.Dan Nabila sendiri sudah mulai bekerja sebagai OB di sekolah.


"Yas..."


Yas mengangkat wajahnya


"Aku mau bicara sesuatu sama kamu"


"Duduklah..."


"Tapi bukan disini"


Yas menatap Emil dengan penuh tanda tanya.


"Ayo ikut aku"


Dengan terpaksa Yas mengangguk setuju.Ia pun mengekori Emil yang menuju ke suatu tempat.


Tanpa disadari, Nabila melihat mereka berdua.Rasa penasaran menggoda iman, membuat tangan Nabila yang memegang penyapu gemetar.Ia pun diam-diam mengikuti Yas.Ternyata Emil membawa Yas ke belakang sekolah.


"Kenapa kita kesini ??"Yas memperlambat langkahnya ,ia jadi sungkan untuk terlalu dekat jika situasi nya seperti ini.


"Kamu mau bicara apa sih ??kok kayak orang lagi waspada gitu?"sambung Yas.


"Emm aku...aku...minta maaf..emmm jika kamu marah nanti... setelah.. mendengar...apa yang.. ingin aku... katakan "Emil meremas jari jemarinya sendiri,ia sangat gugup sekali.


"Emang apa yang bisa buat aku marah ?"Yas justru menafsirkan pada hal yang lain.


"Emmm ya nggak tahu..."


"Kamu nggak buat yang aneh-aneh kan?"Tatapan mata Yas penuh selidik.


"Enggak... enggak kok"Emil cepat melambaikan tangan.


"Terus..???"


"Aku...aku ..aku.. pengen bilang..emmmm kalau aku...aku ...aku suka sama kamu"


Emil menggigit bibirnya,ia sungguh gugup sekali.


"Maaf kalau... kejujuran ku....emmmm"


"Mil..."potong Yas,gadis di hadapannya itu mendongak.


"Kamu tahu apa yang Tante ku bilang mengenai aku?"


Emil menggeleng..


"Aku masih anak kecil..heheheheh aku masih anak kecil.Kamu bayangkan bagaimana tanggapan mereka kalau tiba-tiba aku pacaran.. buset "


"Oohhh gitu...Yah nggak apa-apa,aku ngerti kok.Umur kita memang agak berbeda "Emil menundukkan wajahnya,hatinya sakit sekali.Tapi ia sedikit lega karena perasaan nya bisa terluahkan.


"Bukan gitu maksud aku,,, meskipun kita seumuran pun.Aku nggak bisa..masih belum bisa"


Emil mengangguk


"Yah aku ngerti... nggak usah nggak enak hati gitu.Aku cukup lega,karena sebentar lagi kita akan berpisah bukan?dan aku bisa mengungkapkan perasaan ku padamu.Kalau sudah tahu jawaban mu,kan enak...aku akan berhenti berharap "


Yas mengangguk mengerti.


Nabila jadi senyam-senyum sendiri, perasaan yang semula tidak karu-karuan,perlahan berangsur membaik.Ia pun pergi untuk melanjutkan pekerjaannya.


*


*


Saat para pelajar sudah beranjak pulang semua,Nabila pun ikut pulang.Dikarenakan dia masih baru dan takut terjadi kasus seperti Daud.Pak Kepsek merubah peraturan.Sekarang beliau lah yang bertindak mengunci semua ruangan di sekolah.


Tidak lupa Nabila mengambil uang hasil penjualan donat hari ini,dan Alhamdulillah hasilnya lumayan.


Yas memperlambat laju motornya untuk mensejajari laju sepeda motor listrik milik Nabila.


"Hay...mau kemana Nona??"goda Yas, Nabila menoleh.Ia pikir siapa lagi pelajar yang iseng padanya.Saat tahu itu adalah Yas,dia tersenyum manis.


"Mau aku temenin ??"


"Nanti kamu jatuh, kecepatan sepeda kamu nggak akan bisa mengimbangi"


"Ya udah aku turun"Yas pun turun dan menuntut sepeda nya,Nabila semakin manis senyumnya.


"Gimana kerjanya hari ini?capek??"


"Ya capek lah, namanya juga kerja.Mikirin kamu aja capek"


"Hah???apa kamu bilang ?"


"Nggak aku nggak ngomong apa-apa "Nabila tidak berani melawan tatapan mata pria disebelahnya itu.


"Jangan bo-ong,nanti hidung kamu panjang loh"


"Emang aku Pinokio ?"


"Mirip... Pinokio kan gerakannya kaku..sama kayak kamu"


"Ihhh apa-an sih"


Yas tergelak renyah.


Disaat itu mobil Yang ditumpangi oleh Nicta melewati mereka.Dengan sangat jelas sekali Nicta melihat bagaimana Yas tertawa tanpa beban dengan gadis OB Di sekolah nya itu.Hati Nicta sakit,padahal ia sadar jika Yas tidak pernah mengatakan cinta padanya.Tapi Kok???


Sampai di rumah,Nicta langsung berlari ke kamarnya.Eny yang juga bersamanya karena supir Nicta setelah menjemput Nicta langsung menjemputnya ke sekolah , keheranan dengan sikap sahabatnya.Apalagi sejak tadi,Nicta sama sekali tidak bicara sepatah katapun.Eny segera menyusul ke kamarnya.


"Nic...kamu kenapa ??"Eny menemukan Nicta menangis dengan tubuh tertelungkup di atas tempat tidur.. Hiks hiks hiks hiks


Nicta beringsut bangun dan langsung memeluk Eny.Ia menangis semakin menjadi dalam pelukan sahabatnya.Eny mengelus punggung Nicta dengan lembut.


Setelah sedikit tenang,perlahan Nicta merenggangkan pelukannya.


"Aku nggak tahu En apa yang aku tangisi.. Tapi hatiku sakit..Saat aku dikhianati sama Brian,aku tidak sesakit ini En.Tadi...tadi aku melihat Yas tertawa bersama wanita lain hatiku sangat sangat sakit"


"Kau mencintai Yas?"tanya Eny, Nicta mengangguk.